Ekspedisi Transit Venus di Provinsi Seribu Pulau

Tanggal 6 Juni 2012 merupakan hari yang spesial buat mayarakat astronomi di seluruh dunia. Peristiwa Transit Venus tidak saja menarik untuk dilihat sebagai fenomena alam tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan astronomi kepada masyarakat terutama di daerah-daerah yang sebelumnya belum pernah mendengar tentang astronomi.

Itulah yang dilakukan oleh tim langitselatan yang memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Ambon untuk melakukan pengamatan Transit Venus sekaligus memperkenalkan astronomi kepada masyarakat setempat dan didukung oleh GTTP, Majalah Astronomi, iTelescope dan AARTScope Blog. Di Ambon, kami juga bekerja sama dengan Yayasan Heka Leka dan Jurusan Fisika Universitas Pattimura Ambon.

logo Ekspedisi Transit Venus langitselatan. kredit : Ronny Syamara

Untuk ekspedisi ini, Tim LS mempersiapkan beberapa acara untuk memperkenalkan astronomi kepada masyarakat yakni pelatihan astronomi untuk guru, pelatihan teleskop, mahasiswa dan dosen Universitas Pattimura, star party Gerhana Bulan Sebagian dan pengamatan Transit Venus.

Kegiatan pelatihan astronomi untuk guru yang awalnya dirancang akan dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Ambon dan Dinas Pendidikan Propinsi Maluku pada akhirnya batal dilaksanakan. Penolakan pelaksanaan acara oleh Dinas Pendidikan dilakukan sehari sebelum keberangkatan tim LS ke Ambon. Dengan pembatalan acara pelatihan guru, otomatis ada kekosongan jadwal dalam perjalanan tim LS.  Tapi ternyata ekspedisi ini tidaklah tanpa acara. Pertemuan dengan rekan-rekan dari Heka Leka di Twitter yang mengetahui permasalahan yang dihadapi langitselatan membawa cerita berbeda bagi kami.

Dalam waktu super cepat teman-teman dari Heka Leka menawarkan kerjasama untuk melakukan kunjungan ke sekolah binaan mereka yakni SMP Negeri 10 dan SMP Negeri 14 Ambon, sekaligus ikut hadir dan memeriahkan acara Coral Triangle pada tanggal 9 Juni 2011. Tantangan pun diterima dan Ekspedisi Transit Venus langitselatan ke Ambon tidak sekedar untuk pengamatan transit venus dan menikmati keindahan alam negeri seribu pulau.

Kunjungan Sekolah & Universitas Pattimura
Tidak adanya pelatihan guru pada tanggal 2 Juni memberikan kesempatan pada tim LS untuk berkeliling Ambon sekaligus melakukan survey ke lokasi pengamatan di Pantai Hunimua, Liang. Tak hanya itu, kekosongan jadwal juga dimanfaatkan untuk mempersiapkan kunjungan ke sekolah yang akan dilaksanakan pada hari Senin, 4 Juni 2012.

Senin pagi, seluruh tim LS sudah siap untuk melakukan kunjungan ke SMP Negeri 10 Ambon meskipun hujan mengguyur kota dengan derasnya. Tapi,  acara pun jadi tertunda karena kami diminta ke Dinas Pendidikan Kota Ambon untuk menjelaskan kehadiran kami di SMP Negeri 10 yang sebelumnya sudah “dibatalkan acaranya”. Yang terpikir saat itu hanyalah bagaimana dengan siswa dan guru yang sudah menunggu? Ah.. pemerintah.. selalu membuat semua hal yang sederhana jadi rumit. Ternyata untuk berbagi ilmu pun masih harus “dipertanyakan” oleh pihak yang menyebut dirinya Dinas Pendidikan.

Akhirnya setelah diberi penjelasan bahwa acara ini merupakan bagian dari acara Heka Leka Goes to School dan tim LS adalah pengisi acara plus diberi penjelasan bahwa acara pelatihan guru sudah dibatalkan sepihak oleh Dinas Propinsi, akhirnya kami pun diperkenankan melanjutkan acara dengan pesan “Kami juga mendukung acara ini…”. Dan pada akhirnya acara dibuka juga oleh pihak Dinas Pendidikan Kota Ambon.

Kami tiba di SMP Negeri 10 jam 11 siang. Yang mengejutkan para siswa dan guru yang sudah menunggu dari pagi masih tetap antusias. Dua ruangan terisi penuh, bahkan ada yang harus duduk berderet di atas meja. Yang hadir bukan hanya guru dari SMP Negeri 10 tapi juga siswa dan guru dari beberapa sekolah yang satu rayon.

Acara dimulai dengan sesi pengenalan Transit Venus dan bagaimana mengamat Matahari oleh Ferry M. Simatupang dan dilanjutkan dengan 2 sesi paralel yakni Pelatihan You Are Galileo Telescope untuk guru dari semua sekolah yang hadir oleh Ronny Syamara. Dan untuk siswa, Aldino A. Baskoro memberikan pengenalan alat pengamatan Matahari dan tentu saja demo roket air yang disambut gembira oleh seluruh siswa.

Para siswa menyimak materi yang disampaikan Ferry M. Simatupang. Kredit : Stanley / Heka Leka
Sesi roket air. Kredit : Stanley / Heka Leka
Pelatihan You Are Galileo Telescope. Kredit : ls
Foto bersama para guru dan siswa di SMP Negeri 10. Kredit : Stanley / Heka Leka

Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di SMP Negeri 14 keesokan harinya. Meskipun kali ini yang hadir hanya 2 sekolah dikarenakan sekolah di Ambon sudah memasuki masa libur sekolah jelang MTQ Nasional di Ambon. Tapi kegembiraan dan antusias para siswa dan guru yang ingin tahu lebih banyak tentang astronomi tidaklah berbeda dari pengalaman hari sebelumnya.

Kehadiran Astronomi di sekolah bagi para guru dan siswa menjadi sebuah pengetahuan baru yang sekaligus membangkitkan keingintahuan dan minat akan astronomi. Apalagi setelah melihat dan diajari bagaimana membuat alat-alat sederhana untuk melakukan kegiatan astronomi.

Pengenalan alat pengamatan Matahari. Kredit : Ferry M. SImatupang
Mengamati Matahari dengan Venuskoker. Kredit : ls
Sesi roket air di SMP Negeri 14 Ambon. Kredit : Ferry M. SImatupang

Kehadiran You Are Galileo juga disambut antusias oleh para guru. Teleskop bagi mereka adalah benda asing yang baru pertama mereka lihat. Selain itu, dalam benak mereka teleskop itu sesuatu yang rumit dan mahal. Maka dengan dibagikannya YAG, para guru juga belajar mengaplikasikan sendiri prinsip lensa yang digunakan untuk pengamatan. Pertanyaan pertama setelah teleskop selesai dirakit adalah, mengapa bayangannya terbalik? Apakah saya salah memasang?

Pelatihan You Are Galileo telescope. kredit : LS
Foto bersama di SMP Negeri 14 Ambon. Kredit : Ferry M. Simatupang

Diharapkan keberadaan teleskop YAG dapat menjadi pemicu untuk membangkitkan astronomi di sekolah dan pengetahuan yang kami berikan dapat menjadi awal bagi sekolah di Ambon untuk memulai kegiatan astronomi.

Selama di Ambon, tim ekspedisi LS juga melakukan kegiatan pengamatan Gerhana Bulan Sebagian 4 Juni 2012 di Pattimura Park bersama rekan-rekan komunitas di Maluku. Sayangnya cuaca yang tidak bersahabat membuat kami hanya menikmati alunan musik dari gladi resi MTQ Nasional di Ambon.

DI Ambon, tim LS juga berkegiatan dengan Jurusan Fisika Universitas Pattimura yang tahun lalu menerima salah satu teleskop IOAA untuk propinsi Maluku. Kegiatan yang dilaksanakan agak sedikit berbeda  karena pelatihan Teleskop IOAA itu hanya khusus diperuntukkan untuk staf laboratorium jurusan Fisika UNPATTI dan bukan mahasiswa.

Sesi astronomi bersama sebagian mahasiswa Fisika Universitas Pattimura. Kredit : ls

Untuk mahasiswa yang tertarik, pada hari yang sama di tanggal 5 Juni tersebut dilaksanakan perkenalan Transit Venus dan Astronomi yang diakhiri dengan pelatihan menggunakan Peta Bintang.

Pengamatan Transit Venus 2012
Akhirnya hari yang dinanti pun tiba. Hari ketika Venus akan melintasi permukaan Matahari. Jam 3 dini hari tim LS bertolak menuju Pantai Hunimua. Liang. Tiba di pantai jam 04.00 wit dengan cuaca yang kurang bersahabat ditambah air laut yang sedang pasang membuat kami memilih untuk tidak memasang instrumentasi.  Pagi itu, yang hadir bersama kami adalah tim pengamat dari Jurusan Fisika Universitas Pattimura dan yang mengejutkan adalah kehadiran para siswa dan guru yang hadir dalam kunjungan sekolah di SMP Negeri 10. Datang dari beberapa sekolah berbeda dengan menyewa bus, mereka antusias untuk ikut serta dalam pengamatan Transit Venus.

Persiapan di tepi pantai sembari menunggu Matahari muncul dari balik awan. Kredit : LS

Sayangnya, cuaca dan awan tidak begitu bersahabat. Hujan dan awan tebal menggantung di langit. Meskipun demikian, semangat para siswa dan guru tidaklah luntur. Pada awalnya mereka mengisi acara dengan bermain di pantai. Well… tim LS juga kok. Dari pada menunggu awan yang tak kunjung bergeser, kami pun sedikit bernarsis ria foto-foto di tepi pantai. Pada saat itu air laut sudah surut.

Setelah puas bermain di tepi pantai. Bahkan ada siswa yang berenang. Para siswa dan guru dikumpulkan di aula. Setelah sedikit dipanaskan dengan ice breaker, para siswa dan guru diajak untuk mengenal prinsip teleskop dan diajak melakukan pengamatan benda jauh dengan teleskop. Selain itu diadakan juga diskusi singkat tentang tanggapan para siswa dan guru terkait kegiatan tersebut. Mereka ternyata berharap ada follow up dari kegiatan yang sudah dilaksanakan.  Tak hanya itu, para guru juga membawa teleskop YAG yang mereka dapat selama pelatihan dan mencobanya bersama siswa di pantai untuk mengeker pulau di seberang lautan selama awan masih bertengger. Mereka juga sudah menyiapkan filter untuk teleskop YAG untuk pengamatan Matahari.

Belajar prinsip teleskop. Kredit : ls
Mencoba melihat benda jauh dengan teleskop. Kredit : ls

Lewat tengah hari, awan mulai bersahabat dengan para pengamat. Meski masih tebal menggelayut di langit, tapi ada area yang terbuka dan Matahari pun mulai tampak. Kesempatan ini digunakan oleh tim LS untuk memberi kesempatan pada siswa, guru dan orang tua yang hadir untuk melihat seperti apa Transit Venus sekaligus juga mengabadikannya dalam foto. Yang menarik, karena ada awan yang cukup tebal yang menghalangi, cahaya Matahari sudah disaring oleh filter alam.

Semua menikmati Transit Venus. kredit : ls
Pengamatan transit Venus ketika Matahari akhirnya muncul dari balik awan. Kredit : LS
Citra Transit Venus yang berhasil dipotret dari balik awan. Kredit : Ronny Syamara

Setelah pengamatan, di penghujung acara para guru, siswa, mahasiswa dan rekan – rekan dari Heka Leka sepakat untuk membentuk sebuah klub astronomi yang kemudian diberi nama Amboina Astronomy Club (AAC) bekerja sama dengan Universitas Pattimura dan tentunya dengan langitselatan yang akan membina dan mengarahkan klub tersebut.

Harapannya, klub ini menjadi wadah yang dapat menampung minat masyarakat akan astronomi sekaligus juga untuk memperkenalkan astronomi kepada masyarakat yang lebih luas. Tujuannya tentu saja untuk memberi wawasan dan ilmu untuk masyarakat Maluku.

Coral Triangle di Pantai Natsepa
Meskipun Transit Venus sudah berakhir, tim LS masih belum kembali karena kami masih ingin sedikit berekspedisi menikmati indahnya pulau Ambon dan turut mengisi acara Coral Triangle Heka Leka  dengan tema Power of Unity yang sedianya akan dilaksanakan tgl 9 Juni di Pantai Namalatu.  Sayangnya, karena hujan yang terus menerus di Ambon mengakibatkan jalan menuju pantai Namalatu terputus dan rekan-rekan Heka Leka pun memilih pantai Natsepa sebagai lokasi acara.

Para peserta Coral Triangle. Kredit : Ferry M. Simatupang

Tim langitselatan turut hadir berbagi keceriaan bersama anak-anak dari 5 kelompok belajar binaan Heka Leka lewat permainan ular tangga astronomi raksasa dan demonstrasi roket air di tepi pantai. Hasilnya? Menyenangkan dan heboh!

Roket ai di pantai Natsepa. Kredit : Stanley / Heka Leka
Permainan ular tangga raksasa astronomi. Kredit : ls

Selain itu, ada juga lomba menggambar dengan tema laut dan angkasa. Sayangnya, para pemenang masih didominasi oleh gambar pemandangan tapi ada juga yang menggambar perjalanan cahaya dari Matahari ke Bumi lengkap dengan penjelasannya. Adik-adik dari kelompok belajar yang jadi pemenang dan juga yang ikut dalam permainan ular tangga astronomi diberikan kenang-kenangan berupa Kartu Pos Space Scoop dan tentu saja para pemenang menerima piala.

Pemenang mewarnai dan menggambar bintang di laut dan bintang di langit. Kredit : Stanley / Heka Leka
Anak-anak kelompok belajar dan kartu po space scoop. Kredit : Stanley / Heka Leka
Anak-anak kelompok belajar dan Bola Bumi UNAWE. Kredit : Stanley / Heka Leka

Selain itu tim langitselatan juga menyerahkan sepasang teleskop You Are Galileo, dan alat-alat sederhana astronomi lainnya untuk Heka Leka dan Amboina Astronomy Club sebagai “modal” awal membangun ketertarikan astronomi di negeri raja-raja.

Foto bersama malessy malessy Heka Leka. Kredit : Heka Leka

Rangkaian perjalanan Transit Venus memang sudah berakhir namun besar harapan kami di masa depan, Amboina Astronomy Club dapat menjadi pintu untuk memperkenalkan astronomi dan memperkenalkan hanya ada satu langit yang dinikmati semua orang di dunia tanpa ada batasan agama, politik, negara dan lain-lainnya. Dan yang pasti astronomi adalah pintu untuk membangun ketertarikan pada sains secara umum, sehingga diharapkan klub ini dapat menjadi pintu bagi anak-anak Maluku untuk mendalami sains.

Tim Ekspedisi Transit Venus langitselatan di Pantai Hunimua, Liang. Kredit : ls

Seperti halnya benih yang ditabur, sekarang tinggal bagaimana ia diberi pupuk dan dijaga agar dapat tumbuh subur dan menghasilkan pohon yang kelak berbuah lebat.

Silahkan juga nikmati video roket air dan wawancara (Kredit video : Stanley / Heka Leka) di bawah :



Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

2 thoughts on “Ekspedisi Transit Venus di Provinsi Seribu Pulau

  1. Mantap vie, lengkap dan runut…ada cerita dinas juga yang rada bikin stress… Semoga ekspedisi ini tidak hanya terlaksana di Ambon saja tetapi bisa bergerak ke daerah2 lain…Support us ya…

Tulis komentar dan diskusi...