Fenomena Langit Bulan Desember 2021

Desember telah tiba! Saatnya berburu hujan meteor geminid. Tak hanya itu. Masih ada Venus, Jupiter, dan Saturnus yang setia kala senja serta Mars di pagi hari. 

Gerhana Matahari Total yang dipotret dari Palu oleh Muhammad Rayhan. Kredit: M.Rayhan
Gerhana Matahari Total yang dipotret dari Palu oleh Muhammad Rayhan. Kredit: M.Rayhan

Planet

Merkurius. Planet terdekat dengan Matahari tidak tampak di paruh awal Desember dan baru mulai menampakkan diri di rasi Sagittarius kala senja jelang akhir Desember. Planet ini menanjak naik di ufuk barat dan berpapasan dengan Venus di akhir bulan Desember.

Venus. Bintang Kejora masih menjadi primadona yang langit senja di bulan Desember. Venus yang berada di rasi Sagittarius akan terus menanjak naik di ufuk barat setelah Matahari terbenam. Jelang pertengahan Desember, Venus akan berpapasan dengan Bulan di rasi Sagittarius.

Mars. Si planet merah kembali muncul di pagi hari sebelum fajar dan terus menanjak naik di langit timur sebelum Matahari terbit. Di awal Desember, Mars akan berpapasan dengan Bulan sabit di rasi Libra. Sampai pertengahan Desember, Mars berada di rasi Libra dan di akhir Desember, Mars bisa dijumpai di Ophiuchus.  Jelang akhir Desember, Mars berpapasan dengan Antares, bintang terang di rasi Scorpius.  

Jupiter & Saturnus. Duo planet raksasa ini masih menemani pengamat sampai keduanya terbenam di ufuk barat jelang tengah malam. Setelah Matahari terbenam, Jupiter dan Saturnus sudah melewati meridian pengamat dan terus bergerak ke arah barat sampai keduanya terbenam beriringan. 

Jelang pertengahan Desember, duo jovian ini akan berpapasan dengan Bulan secara bergantian setelah Venus. Di awal bulan Desember, Jupiter dan Saturnus bisa diamati di rasi Capricornus. Setelah itu, Jupiter akan bergeser ke rasi Aquarius sampai akhir bulan. Sementara itu Saturnus akan terus di rasi Capricornus di sepanjang bulan Desember. 

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut. Kedua planet es raksasa ini bisa diamati setelah Matahari terbenam. Uranus bisa diamati sampai lewat tengah malam di rasi Aries. Sementara itu, Neptunus yang berada di rasi Aquarius bisa diamati sampai tengah malam.

Bulan

Fase Bulan Desember 2021. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

4 Desember. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

Bulan sedang berada di perigee saat Bulan Baru, dan pengamat di area Antartika bisa menyaksikan gerhana matahari total. 

4 Desember. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 356.794 km.

11 Desember. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

18 Desember.  Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 406.320 km

19 Desember. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

Bulan Purnama ini dikenal sebagai Bulan Purnama mikro atau Bulan Purnama mini karena terjadi saat Bulan di titik terjauh dari Bumi. Bulan akan tampak 14% lebih kecil dari saat Bulan di perigee dan sedikit lebih redup dibanding saat di perigee.

27 Desember. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

Gerhana

4 Desember – Gerhana Matahari Total

Llintasan Gerhana Matahari Total 4 Desember 2021. Kredit: Xavier Jubier

Gerhana Matahari Total 4 Desember akan menjadi gerhana terakhir di tahun 2021, sekaligus juga gerhana yang ditunggu para pemburu gerhana. Kehadiran korona Matahari dan cincin berlian saat peristiwa gerhana matahari total tentu menjadi atraksi langit menarik setelah sebelumnya disuguhi cincin api. Akan tetapi, hanya pengamat di Antartika yang bisa menyaksikan totalitas gerhana 4 Desember 2021. Untuk gerhana sebagian akan bisa disaksikan oleh pengamat di sebagian kecil Afrika Selatan, Amerika Selatan, Australia, Selandia Baru, dan di perairan Atlantik selatan. 

Hujan Meteor

2 Desember — Hujan Meteor Phoenicid

Hujan meteor Phoenicid pada tanggal 2 Desember 2021 pukul 20.00 WIB. Kredit: Stellarium

Hujan meteor Phoenicid berlangsung dari tanggal 28 November – 9 Desember dan mencapai puncak pada tanggal 2 Desember. Hujan meteor yang tampak muncul dari rasi Phoenix ini memiliki laju meteor per jam yang beragam saat mencapai maksimum. Meskipun demikian, pengamat bisa mengamati setidaknya 12 meteor per jam saat malam puncak hujan meteor. 

Hujan meteor Phoenicid berasal dari puing-puing komet D/1819 W1 (Blanpain) dan bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai kisaran pukul 03:00 WIB.  Waktu terbaik untuk mengamati puncak hujan meteor Phoenicid adalah pukul 20:00 WIB saat titik arah datang meteor berada pada titik tertinggi di langit.

Bulan cembung besar yang terbit pukul 19:36 WIb akan menjadi faktor polusi cahaya utama.

7 Desember — Hujan Meteor Puppid-Velids

Hujan meteor Puppid-Velid pada tanggal 6 Desember 2021 pukul 23.00 WIB. Kredit: Stellarium

Hujan meteor Puppid-Velids berlangsung dari tanggal 1 – 15 Desember dan mencapai puncak pada tanggal 6 Desember. Hujan meteor yang tampak muncul dari rasi Puppis ini memiliki laju 10 meteor per jam saat mencapai maksimum.

Hujan meteor Puppid-Velids baru bisa diamati setelah rasi Puppis yang jadi radian hujan meteor ini terbit pada pukul 20:32 WIB dan bisa diamati sampai fajar menyingsing. Waktu terbaik untuk mengamati puncak hujan meteor Puppid-Velids adalah pukul 03:00 WIB saat titik arah datang meteor berada pada titik tertinggi di langit.

Bulan yang terbit tengah malam akan menjadi faktor utama polusi cahaya alami di langit malam.

14 Desember – Hujan Meteor Geminid

Hujan meteor Geminid tanggal 14 Desember pukul 22:00 WIB. Kredit: Stellarium

Hujan meteor Geminid akan menjadi merupakan atraksi menarik di langit malam dengan 150 meteor per jam pada saat mencapai maksimum.

Hujan meteor yang tampak datang dari rasi kembar Gemini ini berlangsung dari tanggal 4 — 20 Desember dengan intensitas maksimum akan terjadi tanggal 14 Desember. Hujan meteor Geminid  yang berasal dari puing-puing asteroid 3200 Phaethon, melaju dengan kecepatan 35 km/detik dan bisa dinikmati kehadirannya setelah rasi Gemini terbit pukul 19:58 WIB.

Waktu terbaik untuk mengamati puncak hujan meteor Geminid adalah pukul 02:00 WIB saat titik arah datang meteor berada pada titik tertinggi di langit. Bulan tidak akan menjadi faktor pengganggu karena baru terbit dini hari pukul 04:49 WIB. 

22 Desember – Hujan Meteor Ursid

Hujan meteor Ursid 22 Desember 2021 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium

Hujan meteor Ursid akan jadi atraksi terakhir tahun 2020. Hujan meteor Ursid yang berlangsung dari tanggal 17 – 26 Desember, akan tampak datang dari rasi Ursa Minor.  Artinya, hanya pengamat di belahan Bumi Utara atau di atas garis khatulistiwa yang bisa menikmati lintasan meteor Ursid. 

Rasi Ursa Minor akan terbit lewat tengah malam bagi pengamat di belahan Bumi Utara. Untuk pengamat di belahan Bumi Selatan, Ursa Minor terbit hampir bersamaan dengan Matahari terbit. Jadi hujan meteor Ursid tidak akan teramati oleh pengamat yang tinggal di bawah garis khatulistiwa.

Puncak hujan meteor Ursid terjadi tanggal 22 Desember 2019 dan meteor yang melintas di langit akan bergerak dengan kecepatan 33 km/jam. Di malam puncak pengamat hanya bisa melihat 10 meteor per jam dari sisa komet 8P/Tuttle yang dilintasi Bumi.

Peristiwa

3 Desember — Bulan — Mars

Pasangan Bulan dan Mars pada tanggal 3 Desember 2021 pukul 04:30 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan sabit tipis sehari sebelum fase Bulan Baru berpasangan dengan Mars di ufuk timur sebelum Matahari terbit. Bulan berada 0,6º di utara Mars dan keduanya berada pada ketinggian 13º saat Matahari terbit. Pasangan Bulan dan Mars bisa diamati mulai pukul 04:12 WIB saat keduanya tampak di ufuk timur, sekitar 1 jam 13 menit sebelum Matahari terbit pukul 05:09 WIB.

7 Desember — Bulan — Venus

Pasangan Bulan dan Venus pada tanggal 7 Desember 2021 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan sabit berpasangan dengan Venus di ufuk barat setelah Matahari terbenam. Bulan berada 1,8º di selatan Venus dan berada pada ketinggian 33º di ufuk barat saat Matahari terbenam. Pasangan Bulan dan Venus bisa diamati sampai pukul 20:47 WIB saat Venus terbenam, disusul Bulan pada pukul 21:14 WIB. 

8 Desember — Bulan — Saturnus

Pasangan Bulan dan Saturnus pada tanggal 8 Desember 2021 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium

Sehari kemudian, Bulan sabit dan Saturnus bisa diamati berpasangan di langit malam kala senja. Setelah Matahari terbenam, Bulan berada 4,1º di selatan Saturnus dan keduanya tampak pada ketinggian 48º. Kedua objek bisa diamati sampai pukul 21:37 WIB saat Saturnus terbenam disusul Bulan pada pukul 22:11 WIB. 

9 Desember — Bulan — Jupiter

Pasangan Bulan dan Jupiter pada tanggal 9 Desember 2021 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium

Keesokan harinya, giliran Bulan dan Jupiter yang berpasangan dan terpisah 4,4º. Pasangan Bulan dan Jupiter bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai jelang tengah malam. Pasangan Jupiter dan Bulan bisa diamati pada ketinggian 64º di atas horison timur saat keduanya muncul dari balik pendar senja. Keduanya bisa diamati sampai pukul 22:38 WIB saat Jupiter terbenam disusul Bulan pada pukul 23:01 WIB. 

21 Desember – Solstice (Winter Solstice – Belahan Utara ; Summer Solstice – Belahan Selatan)

Titik balik musim dingin bagi masyarakat di Belahan Bumi Utara dan titik balik musim panas bagi penduduk di Bumi Belahan Selatan. Selain itu, bagi penduduk di belahan selatan, ini merupakan siang terpanjang dan bagi mereka yang berada di utara, ini adalah malam terpanjang.

Titik balik musim dingin akan terjadi tanggal 21 Desember pukul: 22:59 WIB, ketika Matahari berada di rasi Sagittarius. 

Rasi Bintang & Bima Sakti

Awal Desember menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan menuju fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati mulai tengah malam membentang dari Timur Laut ke Barat Daya.  

Setelah Matahari terbenam, ada Altair di rasi Aquila, Vega di rasi Lyra, Deneb di rasi Cygnus, Archenar di rasi Eridani, Rigel dan Betelgeuse di rasi Orion, Canopus di rasi Carina, Aldebaran di rasi Taurus, Capella di rasi Auriga, Sirius di rasi Canis Major.

Jelang tengah malam sampai dini hari ada Procyon di rasi Canis Minor, Pollux dan Castor di Gemini, Regulus di rasi Leo, Spica di Virgo, Crux, Rigel Kentaurus di Centaurus,  Arcturus di rasi Bootes, Antares di Scorpius.

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan. 

Peta Bintang 1 Desember 2021

Peta Bintang 15 Desember 2021

Kampanye Langit Gelap

1 —4 Desember & 25 — 31 Desember — Kampanye Globe At Night

Di bulan Desember, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 1 – 4 Desember dan 25 – 31 Desember.  Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk kampanye tanggal 1-4 Desember, para pengamat di belahan utara diajak mengamati rasi Perseus dan pengamat belahan selatan diajak mengamati rasi Grus. Pada tanggal 25-31 Desember, pengamat di belahan utara diajak untuk mengamati rasi Orion, sedangkan pengamat di belahan selatan mengamati rasi Canis Mayor. Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...