Fenomena Langit Bulan Mei 2019

Hujan meteor eta Aquariid bersama planet-planet yang bisa dilihat dengan mata tanpa alat masih menjadi atraksi utama dalam fenomena langit bulan Mei.

LEAP: Menjelajahi Antariksa: Apa Warna Sesungguhnya Matahari?

Artikel Pemenang 1 Lomba Esai Artikel Astronomi Populer (LEAP) LS
Penulis: Paramitha Retno Probowening (Bandung, Jawa Barat)

Semua manusia yang tinggal di Bumi ini pastinya mengenal Matahari. Matahari selalu hadir dalam keseharian dan terasa begitu dekat dengan kita, meskipun sebenarnya tidak bisa dikatakan dekat juga karena jarak rata-rata Matahari-Bumi yang mencapai 150 juta km. Meskipun Matahari merupakan benda langit yang dekat dengan keseharian makhluk yang tinggal di Bumi, apakah kita sudah mengenalnya dengan baik?

Bintang : Penunjuk Arah di Langit

Saya menulis artikel ini setelah berbincang dengan sanak saudara yang bersekolah di pelayaran. Dia bertamu bersama kedua temannya yang juga dari pelayaran. Salah satu topik pembicaraan adalah mengenai worst case scenario, ketika GPS di kapal mati dan kompas pun rusak. Pengetahuan tentang benda langit pun menjadi wajib bagi para taruna pelayaran sebagai sarana mencari arah mata angin.

Hujan Meteor Lyrid

Setiap tahun, tepat di akhir bulan April kita bisa menyaksikan hujan meteor Lyrid. Ini terjadi karena setiap akhir April Bumi melewati ekor Komet Tatcher (C/1861 G1) yang sangat berdebu. Pertemuan ini menyebabkan terjadinya hujan meteor Lyrid. Tahun ini puncak hujan meteor terjadi pada tanggal 22 April mulai jam 10 malam sampai sebelum fajar menyingsing. Yang menarik, dimanapun kamu berada, kamu pasti bisa melihatnya dengan laju 10 – 20 meteor per jam.