Komet ATLAS: Komet Terang Yang Dinantikan Pengamat Langit

Setelah bertahun-tahun lamanya para pecinta Astronomi merindukan datangnya sebuah Komet terang, setitik cahaya mulai muncul menghiasi langit malam dan menjadi semakin terang dalam waktu yang singkat. Nampaknya penantian itu akan segera berakhir.

LEAP: Lautan Kosmik yang (Tidak) Mati

Artikel terbaik ke-8  Lomba Esai Artikel Astronomi Populer (LEAP) LS
Penulis: Hastia Fathsyadira (Bandung, Jawa Barat)

“Ketika dia, siapapun dewa itu, mengatur dan memisahkan massa yang tidak beraturan, dan mengurangi, memisahkannya menjadi bagian-bagian kosmik, pertama kali ia membentuk Bumi menjadi sebuah bola yang amat besar sehingga bentuknya akan sama dari setiap sisi… Dan, karena tiap wilayah tidak boleh tidak ada makhluk hidupnya, maka bintang-bintang dan bentuk-bentuk ilahi mendiami tingkatan-tingkatan langit, lautan didiami ikan-ikan yang bercahaya, Bumi mendapatkan penghuni binatang-binatang buas, dan burung-burung mendiami udara yang mengalir… Kemudian lahirlah manusia. Meskipun hewan-hewan lain kurang baik, dan selalu memandang ke tanah, ia memberi manusia wajah yang tengadah dan membuatnya berdiri tegak dan melihat ke langit.” – Ovidius, Metamorphoses, abad pertama –

Selayang Pandang Pranata Mangsa

Ketika pertama kali belajar tentang ilmu perbintangan di Sekolah Dasar, kita dikenalkan dengan beberapa rasi bintang yang memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia seperti Scorpio (Kalajengking, penunjuk arah Tenggara), Crux (Pari, penunjuk arah Selatan), Biduk (Beruang Besar, penunjuk arah Utara), dan Waluku (Orion, penentuan masa tanam).