fbpx
langitselatan
Beranda » Fenomena Langit Bulan Maret 2024

Fenomena Langit Bulan Maret 2024

Jangan lewatkan papasan dekat Bulan dan Antares serta papasan Venus dan Saturnus di bulan Maret 2024! Selain itu tentu saja planet-planet visual masih menarik untuk diamati.

Di akhir bulan Maret, Bintik Matahari terbesar selama siklus Matahari ke-25 muncul dengan melepaskan 3 suar kelas X. Kredit: langitselatan
Di akhir bulan Maret, Bintik Matahari terbesar selama siklus Matahari ke-25 muncul dengan melepaskan 3 suar kelas X. Kredit: langitselatan

Planet

Merkurius. Planet terdekat dari Matahari ini sudah menghilang dari langit fajar seiring waktu terbitnya yang berbarengan dengan Matahari. Memasukin minggu kedua Maret, Merkurius mulai menampakan dirinya kala senja tapi masih terlalu rendah untuk bisa diamati. Merkurius terus menanjak naik sampai pada titik tertingginya di barat jelang akhir Maret dan kemudian kembali turun mengejar Matahari di ufuk barat. Di awal Maret, Merkurius berada di rasi Aquarius dan terus bergeser ke rasi pisces pada pertengahan Maret dan masih tetap di rasi tersebut sampai akhir bulan. 

Venus & Mars. Kedua planet batuan ini masih bisa diamati sebelum fajar menyingsing di ufuk timur.  Di awal Maret, Venus dan Mars masih tampak berpasangan mesiki tidak sedekat akhir Februari lalu. Akan tetapi kedua planet mulai saling menjauh seiring dengan Venus yang dengan cepat mengejar Matahari sementara Mars lebih santai pergerakannya meskipun sama-sama turun ke arah ufuk  jika diamati pergerakannya dari hari ke hari.  Di awal Maret, Venus bisa ditemukan di rasi Capricornus namun kemudian bergeser ke Aquarius sampai akhir bulan. Sementara itu, Mars yang awalnya di rasi Capricornus bersama Venus masih bertahan di rasi tersebut sampai pertengahan bulan Maret sebelum menyusul Venus ke rasi Aquarius di akhir bulan. 

Venus dan Mars secara bergantian berpapasan dengan Bulan di minggu pertama Maret. 

Jupiter. Planet gas raksasa terbesar di Tata Surya ini bisa diamati di rasi Aries setelah Matahari terbenam sampai sekitar 3 jam setelah Matahari terbenam. Jupiter juga akan berpapasan dengan Bulan pada pertengahan bulan Maret. 

Saturnus. Setelah konjungsi, planet yang terkenal karena cincinnya ini menghilang dari langit senja dan akhirnya mulai menampakkan diri sebelum fajar mulai pertengahan Maret dan berpapasan dekat dengan Venus di akhir bulan. 

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut.

Uranus bisa diamati di rasi Aries sejak Matahari terbenam sampai sekitar tiga jam setelah Matahari terbenam. Sementara itu, Neptunus yang berada di rasi Pisces bisa diamati setelah Matahari terbenam dan bisa diamati sampai kisaran satu jam setelah Matahari terbenam. 

Bulan

Fase Bulan Maret 2024. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan
Fase Bulan Maret 2024. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

3 Maret. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

10 Maret. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

10 Maret. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 356.895 km.

17 Maret. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

25 Maret. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

Baca juga:  Planet Berlian di Pulsar

23 Maret.  Bulan di titik apogee. Bulan di titik terjauh dari Bumi dengan jarak 406.294  km

Peristiwa

3 Maret — Bulan — Antares

Pasangan Bulan dan bintang Antares atau alpha Scorpius pada tanggal 3 Maret 2024 pukul 02:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan bintang Antares atau alpha Scorpius pada tanggal 3 Maret 2024 pukul 02:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dengan Antares, bintang terang di rasi Scorpius. Kedua objek ini bisa diamati lewat tengah malam saat kedua objek ini sudah cukup tinggi di atas horison. Antares akan terbit terlebih dahulu pada pukul 23:16 WIB disusul Bulan pada pukul 23:37 WIB. 

Pengamat di Indonesia hanya bisa melihat keduanya berpasangan dengan jarak yang cukup jauh yakni 5º. Tapi untuk pengamat di wilayah Amerika Tengah, Bulan akan mengokultasi Anteres dan bintang terang ini menghilang sejenak dari langit pada pukul 13:53 WIB dan baru muncul kembali sekitar 4 jam kemudian pada pukul 18:09 WIB. 

8 Maret — Bulan — Mars

Papasan Bulan dan Mars tanggal 8 Maret 2024 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium
Papasan Bulan dan Mars tanggal 8 Maret 2024 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dengan Venus dan Mars dan membentuk segitiga di ufuk timur sebelum Matahari terbit. Mars terbit lebih dahulu pada pukul 04:18 WIB disusul Bulan satu menit kemudian dan keduanya terpisah 5º.

9 Maret — Bulan — Venus

Papasan Bulan dan Venus tanggal 9 Maret 2024 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium
Papasan Bulan dan Venus tanggal 9 Maret 2024 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium

Satu hari kemudian, Bulan berpapasan dengan Venus di ufuk timur sebelum Matahari terbit. Venus terbit lebih dahulu pada pukul 04:46 WIB disusul Bulan pada pukul 05:15 WIB dan keduanya berpapasan dengan jara 3,7º.

14 Maret — Bulan — Jupiter 

Konjungsi Bulan dan Jupiter tanggal 14 Maret 2024, tampak pada pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Konjungsi Bulan dan Jupiter tanggal 14 Maret 2024, tampak pada pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dengan Jupiter di rasi Aries dengan jarak cukup jauh yakni 7º. Kedua objek ini bisa diamati setelah Matahari terbenam. Jupiter terbenam terlebih dahulu pada pukul 21:13 WIB disusul Bulan pada pukul 22:03 WIB.

15 Maret — Bulan — Pleiades 

Papasan Bulan dan Pleiades tanggal 15 Maret 2024, tampak pada pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Papasan Bulan dan Pleiades tanggal 15 Maret 2024, tampak pada pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dengan gugus bintang Pleiades dengan jarak 3,5º dan bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai jelang tengah malam. Pleiades terbenam pukul 21:52 WIB disusul Bulan pada pukul 22:19 WIB. 

17 Maret — Konjungsi Neptunus

Neptunus berada pada jarak terjauh dari Bumi pada jarak 30,90 SA. Di langit, Neptunus tampak 1,2º dari Matahari sehingga tidak bisa diamati. 

20 Maret – Ekuinoks

Posisi Matahari saat ekuinoks bulan Maret 2024. Kredit: Stellarium
Posisi Matahari saat ekuinoks bulan Maret 2024. Kredit: Stellarium

Matahari berada di ekuinoks atau di atas garis khatulistiwa. Lamanya siang dan malam menjadi sama yakni 12 jam. Bagi masyarakat di belahan bumi utara, tanggal 20 Maret merupakan Vernal Equinox atau Ekuinoks Musim Semi yang menandai awal musim semi. Di belahan Bumi selatan, ekuinoks di bulan Maret merupakan ekuinoks musim gugur yang menandai awal musim gugur.

Ekuinoks Maret akan terjadi tanggal 20 Maret pukul: 10:04 WIB, ketika Matahari berada di rasi Pisces. 

22 Maret — Venus — Saturnus

Pasangan Venus dan Saturnus pada tanggal 22 Maret 2024 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Venus dan Saturnus pada tanggal 22 Maret 2024 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium

Si Lintang Kartika dan Planet Cincin berpapasan sangat dekat. Setelah sebulan sebelumnya Venus bertemu dengan Mars, kali ini giliran Saturnus yang ditemui sebelum fajar menyingsing. Keduanya hanya terpisah 19,3’’. Sangat dekat tapi juga tidak mudah diamati karena Venus dan Saturnus cukup rendah di ufuk timur dengan ketinggian hanya 9º di atas horison. Jika tidak ada gedung atau pepohonan yang menghalangi arah pandang ke timur, Venus dan Saturnus yang berdekatan sudah bisa diamati sejak tanggal 21 Maret dan keduanya masih cukup dekat sampai tanggal 23 Maret. 

Pada tanggal 22 Maret, Venus dan Saturnus terbit pada pukul 04:42 WIB di rasi Aquarius. 

25 Maret  –- Elongasi Timur Maksimum Merkurius

Merkurius saat berada pada titik tertinggi di ufuk barat saat elongasi timur maksimum. Kredit: Stellarium
Merkurius di titik tertinggi di ufuk barat saat Matahari terbenam tanggal 25 Maret 2024 pukul 18:00 WIB. Kredit: Stellarium

Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi Timur maksimum yang dicapai Merkurius 18,7º. Artinya, Merkurius akan berada 18,7º di arah barat Matahari. Merkurius yang berada di rasi Pisces bisa diamati dengan kecerlangan 0 magnitudo setelah Matahari terbenam sampai pukul 18:53 WIB.

Baca juga:  Pengamatan Exoplanet WASP-74b dari Observatorium Bosscha

30 Maret — Bulan — Antares

Pasangan Bulan dan bintang Antares atau alpha Scorpius pada tanggal 30 Maret 2024 pukul 23:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan bintang Antares atau alpha Scorpius pada tanggal 30 Maret 2024 pukul 23:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dekat dengan Antares, bintang terang di rasi Scorpius dan bisa diamati jelang tengah malam. Antares akan terbit terlebih dahulu pada pukul 21:30 WIB disusul Bulan atu menit kemudian pada pukul 21:31 WIB. Keduanya hanya terpisah 1,7º!

Pengamat di wilayah Amerika Tengah, Bulan akan mengokultasi Anteres dan bintang terang ini menghilang sejenak dari langit pada pukul 13:53 WIB dan baru muncul kembali sekitar 4 jam kemudian pada pukul 18:09 WIB. 

Rasi Bintang & Bima Sakti

Pertengahan Maret menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan berada pada fase Bulan Baru.

Setelah Matahari terbenam ada bintang terang Archenar di rasi Eridani yang lebih dulu terbenam jelang tengah malam, selain itu ada Canopus di rasi Carina, Rigel dan Betelgeuse di rasi Orion, Aldebaran di rasi Taurus, Sirius di rasi Canis Major, Capella di rasi Auriga, Procyon di rasi Canis Minor, Pollux dan Castor di Gemini, yang bisa diamati sampai tengah malam. 

Mulai jelang tengah malam, ada bintang terang Rigil Kentaurus dan Hadar di rasi Centaurus, rasi Crux, Spica di rasi Virgo, dan Arcturus di Bootes, Regulus di rasi Leo, dan Antares di raso Scorpius yang bisa diamati sampai jelang fajar. Dan dini hari ada Vega di rasi Lyra dan Altair di rasi Aquila.

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan. 

Peta Bintang 1 Maret 2024

Peta Bintang 15 Maret 2024

Kampanye Langit Gelap

1-10 Maret — Kampanye Globe At Night

Di bulan Maret, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya dari 1 – 10 Maret.  Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk kampanye ini, pengamat di utara diajak untuk mengamati rasi Orion dan rasi Gemini. Sementara itu, pengamat di belahan selatan diajak untuk mengamati rasi Orion, rasi Canis Mayor, dan rasi Crux. Pengamatan dilakukan mulai pukul 20:00 – 22:00 waktu lokal.

Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

1 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

  • Langit selatan, saya ingin berkomentar mengenai persamaan Drake yaitu peluang munculnya kehidupan cerdas (f_i), kalau boleh saya memberi masukan mengenai peluang tersebut dengan becermin pada kehidupan yang ada di bumi, dan fakta bahwa hanya satu spesies yang berhasil mencapai taraf bekecerdasan/bekesadaran yaitu kita manusia dari 35 triliun spesies yang ada di muka bumi, dimana spesies yang ada sekarang ini hanyalah 1% dari 100% spesies yang pernah hidup di bumi selama kurun waktu 4,5 milyar tahun (99% kehidupan sudah punah).

    Berdasarkan hal tersebut saya mencoba memberikan nilai f_i sebagai berikut :

    1

    f_i = ————————– x 100%
    35 triliun x 99

    2,86
    = ----------- %
    10¹²

    Jadi peluang munculnya kehidupan cerdas sangat kecil sekitar 2,86 per setriliun persen