fbpx
langitselatan
Beranda » Fenomena Langit Bulan Januari 2024

Fenomena Langit Bulan Januari 2024

Selamat Tahun Baru! Mari awali tahun 2024 dengan pengamatan hujan meteor Quadrantid dan papasan planet dalam peristiwa langit Januari.

Lintasan hujan meteor Quadrantid yang memotong orbit Bumi. Kredit: meteorshowers.org

Planet

Merkurius. Si pembawa pesan yang berada paling dekat dengan Matahari ini bisa diamati sebelum Matahari terbit namun masih cukup rendah di horison timur. Merkurius yang berada di Ophiuchus di awal Januari akan terus menanjak naik dan bergeser ke rasi Sagittarius pada pertengahan sampai akhir Januari. Pada pertengahan Januari, Merkurius mencapai elongasi barat maksimum dan planet ini kemudian turun mengejar Matahari. Sebelum mencapai titik elongasi barat, Merkurius berpapasan dengan Bulan. 

Venus. Si Bintang Kejora bisa diamati dini hari sebelum Matahari terbit dan bisa ditemukan di rasi Scorpius saat awal Januari dan bergerak ke rasi Ophiuchus dan akhirnya di rasi Sagittarius pada akhir bulan. Sepanjang Januari, Venus terus turun mengejar Matahari setiap harinya dan berpapasan dengan Bulan di minggu kedua Januari. Planet yang juga dikenal sebagai bintang fajar ini bisa dengan mudah ditemukan karena sangat terang jelang pagi. 

Mars. Planet merah ini masih sulit diamati karena berada sangat rendah di ufuk timur saat terbit jelang Matahari terbit.

Jupiter. Planet gas raksasa terbesar di Tata Surya ini bisa diamati di rasi Aries setelah Matahari terbenam sampai lewat tengah malam. Jupiter juga akan berpapasan dengan Bulan pada pertengahan bulan Januari. 

Saturnus. Saturnus masih bisa diamati di rasi Aquarius setelah Matahari terbenam sampai kisaran pukul sembilan malam. Planet ini juga berpapasan dengan Bulan pada pertengahan Januari. 

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut.

Uranus bisa diamati di rasi Aries bersama Jupiter sejak Matahari terbenam sampai lewat tengah malam. Sementara itu, Neptunus yang berada di rasi Pisces bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai jelang tengah malam. 

Bulan

Fase Bulan Januari 2024. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

1 Januari.  Bulan di titik apogee. Bulan di titik terjauh dari Bumi dengan jarak 404.909 km

4 Januari. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

11 Januari. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

13 Januari. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 362.267 km.

18 Januari. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

26 Januari. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

29 Januari.  Bulan di titik apogee. Bulan di titik terjauh dari Bumi dengan jarak 404.909 km

Hujan Meteor

3 – 4 JanuariHujan Meteor Quadrantid

Hujan meteor Quadrantid tanggal 4 Januari 2023 pukul 03:30 WIB. Kredit: Stellarium
Hujan meteor Quadrantid tanggal 4 Januari 2024 pukul 03:30 WIB. Kredit: Stellarium

Tahun 2024 akan diawali oleh pertunjukkan hujan meteor Quadrantid di langit dari tanggal 26 Desember – 14 Januari. Puncak hujan meteor Quadrantid akan berlangsung tanggal 3 – 4 Januari 2024 dan tampak muncul dari rasi Bootes yang terbit pukul 02:46 WIB di arah timur laut. Bulan seperempat akhir yang terbit tengah malam cukup terang untuk jadi tantangan dalam berburu meteor Quadrantid.

Berbeda dengan hujan meteor lainnya, intensitas maksimum hujan meteor Quadrantid hanya terjadi beberapa jam. Quadrantid berasal dari puing asteroid 2003 EH1 saat mengelilingi Matahari setiap 5,52 tahun. Saat malam puncak, pengamat bisa menikmati setidaknya 121 meteor per jam yang bergerak dengan kecepatan 41 km/detik. Akan tetapi, bagi pengamat di belahan Bumi Selatan, hujan meteor Quadrantid tidak sebaik pengamat di Utara dan banyaknya meteor yang bisa dinikmati juga lebih sedikit.

Peristiwa

3 Januari — Perihelion

Ekuinok, Solstis dan 4 musim yang terjadi di Bumi. Kredit: langitselatan
Bumi mengelilingi Matahari dalam lintasan elips. Kredit: langitselatan

Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan elips. Artinya ada saat dimana Bumi berada pada titik terdekatnya dengan Matahari dan ada kalanya Bumi berada sangat jauh dari Matahari. Pada tanggal 3 Januari, Bumi berada di titik terdekat dengan matahari pada jarak 0,9833 SA atau 147.105.052 km dari Matahari.

5 Januari — Bulan — Spica

Pasangan Bulan dan Spica 5 Januari 2024 pukul 02:30 WIB Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Spica tanggal 5 Januari 2024 pukul 02:30 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan cukup dekat dengan Spica, bintang terang di rasi Virgo. Keduanya hanya terpisah 2º pada tanggal 5 dini hari sebelum fajar menyingsing. Bulan terbit tengah malam pada pukul 00:05 WIB disusul Spica tujuh menit kemudian.

9 Januari — Bulan — Venus — Antares

Segitiga Bulan, Venus, dan Antares tanggal 9 Januari 2024 pukul 04:30 WIB Kredit: Stellarium
Segitiga Bulan, Venus, dan Antares tanggal 9 Januari 2024 pukul 04:30 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dengan Venus dan membentuk segitiga dengan Antares, bintang terang di rasi Scorpius. Ketiga objek ini bisa diamati jelang dini hari sebelum Matahari terbit. Antares terbit terlebih dahulu pada pukul 02:53 WIB disusul Bulan pada pukul 03:08 WIB dan Venus sayu menit kemudian pada pukul 03:09 WIB. Bulan dan Venus berada di rasi Ophiuchus. Bulan, Venus, dan Antares terpisah sekitar 5º satu sama lainnya di langit. 

10 Januari -– Bulan — Merkurius — Mars

Segitiga Bulan, Merkurius, dan Mars tanggal 10 Januari 2024 pukul 05:00 WIB Kredit: Stellarium
Segitiga Bulan, Merkurius, dan Mars tanggal 10 Januari 2024 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan dan Mars di rasi Sagittarius berpapasan dan membentuk segitiga dengan Merkurius di rasi Ophiuchus. Ketiganya bisa diamati sebelum Matahari terbit tapi posisinya sangat rendah di ufuk timur. Bulan dan Mars terpisah jarak 4º sementara dengan Merkurius Bulan terpisah 6º. 

Meskipun tidak mudah untuk diamati apalagi dari daerah perkotaan, untuk pengamat yang horison timurnya tidak terhalang, Merkurius terbit pukul 04:04 WIB, disusul Bulan pukul 04:08 WIB dan Mars yang baru terbit pukul 04:37 WIB.  

12 Januari –- Elongasi Barat Maksimum Merkurius

Merkurius pada titik tertinggi ketika Matahari terbit saat elongasi barat maksimum. Kredit: Stellarium
Merkurius pada titik tertinggi ketika Matahari terbit saat elongasi barat maksimum. Kredit: Stellarium

Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi Barat maksimum yang dicapai Merkurius 23,5º. Artinya, Merkurius akan berada 23,5º di arah timur Matahari. Merkurius yang berada di rasi Sagittarius bisa diamati dengan kecerlangan -0,1 magnitudo mulai pukul 04:04 WIB sampai saat Matahari terbit pukul 05:43 WIB. 

14 Januari — Bulan — Saturnus

Pasangan Bulan dan Saturnus tanggal 14 tanggal Januari 2024 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Saturnus tanggal 14 Januari 2024 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan dan Saturnus berpapasan dekat di rasi Aquarius dan bisa diamati setelah Matahari terbenam. Kedua objek terpisah 2º dan bisa diamati sampai saat Saturnus terbenam pukul 20:48 WIB disusul Bulan pada pukul 20:59 WIB.

18 Januari — Bulan — Jupiter 

Pasangan Bulan dan Jupiter tanggal 18 tanggal Januari 2024 pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Jupiter tanggal 18 Januari 2024 pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dengan Jupiter di rasi Aries dengan jarak 2,5º. Kedua objek ini bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai tengah malam. Bulan terbenam terlebih dahulu pada pukul 00:00 WIB disusul Jupiter 9 menit kemudian. 

20 Januari — Bulan — Pleiades 

Pasangan Bulan dan gugus Pleiades tanggal 20 Januari 2024 pukul 22:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan gugus Pleiades tanggal 20 Januari 2024 pukul 22:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dengan gugus bintang Pleiades dengan jarak 0,8º dan bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai lewat tengah malam. Gugus Pleiades terbenam pukul 01:29 WIB dini hari dan Bulan menyusul delapan menit kemudian pada pukul 01:37 WIB. 

24 Januari — Bulan — Pollux 

Pasangan Bulan dan Pollux tanggal 24 Januari 2024 pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Pollux tanggal 24 Januari 2024 pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dengan Pollux di rasi Gemini dengan jarak 1,5º dan bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai jelang fajar. Pollux si bintang terang di Gemini terbenam pukul 05:09 WIB disusul Bulan pukul 05:13 WIB.

27 Januari — Bulan — Regulus 

Pasangan Bulan dan Regulus tanggal 27 Januari 2024 pukul 22:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Regulus tanggal 27 Januari 2024 pukul 22:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dengan Regulus di rasi Leo dengan jarak 3,5º dan bisa diamati setelah Bulan terbit pada pukul 19:34 WIB disusul Regulus 5 menit kemudian. Keduanya bisa diamati sampai saat fajar menyingsing. 

28 Januari — Merkurius — Mars

Pasangan Merkurius dan Mars tanggal 27 Januari 2024 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Merkurius dan Mars tanggal 27 Januari 2024 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium

Merkurius dan Mars berpapasan di rasi Sagittarius dan bisa diamati sebelum Matahari terbit, meskipun keduanya masih sangat rendah di ufuk timur. Mars terbit lebih dahulu pada pukul 04:25 WIB disusul Mars satu menit kemudian. Yang pasti, kedua objek ini akan sulit diamati karena posisinya yang masih rendah di horison. Selain itu, Merkurius dan Mars juga membentuk garis lurus dengan Venus yang sudah lebih dahulu terbit pada pukul 03:33 WIB dan lebih tinggi di langit pagi hari. 

Rasi Bintang & Bima Sakti

Pertengahan Januari menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan berada pada fase Bulan Baru.

Setelah Matahari terbenam ada bintang terang Archenar di rasi Eridani, Canopus di rasi Carina, Rigel dan Betelgeue di rasi Orion, Aldebaran di rasi Taurus, Sirius di rasi Canis Major, Capella di rasi Auriga, Procyon di rasi Canis Minor, Pollux dan Castor di Gemini, yang bisa diamati sampai lewat tengah malam. 

Mulai tengah malam, ada bintang terang Rigil Kentaurus dan Hadar di rasi Centaurus, rasi Crux, Spica di rasi Virgo, dan Arcturus di Bootes, yang bisa diamati sampai jelang fajar. Dan dini hari ada Antares di rasi Scorpius yang bisa diamati juga sampai jelang fajar. 

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan. 

Peta Bintang 1 Januari 2024

Peta Bintang 15 Januari 2024

Kampanye Langit Gelap

2 – 11 Januari — Kampanye Globe At Night

Di bulan Januari, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 2 – 11 Januari.  Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk kampanye ini, pengamat di utara diajak untuk mengamati rasi Perseus, rasi Pegasus, dan rasi Orion. Sementara itu, pengamat di belahan selatan diajak untuk mengamati rasi Orion dan rasi Canis Mayor. Pengamatan dilakukan mulai pukul 20:00 – 22:00 waktu lokal. Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini