fbpx
langitselatan
Beranda » Fenomena Langit Bulan November 2022

Fenomena Langit Bulan November 2022

Jangan lewatkan Gerhana Bulan Total dan hujan meteor Leonid di bulan November. Selain itu masih ada Mars, Jupiter, dan Saturnus untuk diamati. 

Gerhana Bulan Total 2018 yang dipotret oleh Avivah Yamani dari Hotel Kytos. Kredit: langitselatan
Gerhana Bulan Total 2018 yang dipotret oleh Avivah Yamani dari Hotel Kytos. Kredit: langitselatan

Planet

Merkurius & Venus. Duo planet dalam ini baru tampak setelah Matahari terbenam di penghujung bulan November. Itupun sulit diamati karena sudah cukup rendah di ufuk barat. Di bulan November, Merkurius sulit diamati karena sedang menuju konjungsi superiornya di minggu kedua November dan tenggelam dalam cahaya Matahari. Sementara itu, Venus yang baru saja melewati konjungsi superiornya juga masih tidak bisa diamati di bulan November. Bersama Merkurius, si bintang kejora ini terbit dan terbenam kala Matahari hampir terbit dan langit fajar sudah terang dan terbenam sebelum Matahari terbenam. Baru di akhir November, keduanya tampak setelah Matahari terbenam. 

Mars. Planetmerah ini bisa diamati beberapa jam setelah Matahari terbenam sampai saat fajar menyingsing. Mars bisa diamati di rasi Taurus dan planet ini berpapasan dengan Bulan jelang pertengahan November. 

Jupiter & Saturnus. Selama bulan November planet Jupiter dan Saturnus sudah bisa diamati setelah Matahari terbenam. Jupiter bisa diamati sampai jelang dini hari sedangkan Saturnus sudah lebih dulu terbenam tengah malam. Selama bulan November, Jupiter bisa diamati di rasi Pisces sedangkan Saturnus di rasi Capricornus. Jupiter berpapasan dengan Bulan di awal November, sedangkan Saturnus berpapasan dua kali dengan Bulan di awal dan akhir November. 

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut. Uranus dan Neptunus bisa diamati setelah Matahari terbenam. Uranus yang berada di Aries bisa diamati sampai jelang fajar. Planet ini akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi di minggu kedua bulan November. Sedangkan Neptunus yang berada di rasi Aquarius si pembawa air bisa diamati sampai tengah malam. 

Bulan

Fase Bulan November 2022. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan
Fase Bulan November 2022. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

1 November. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

8 November. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

14 November.  Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 404.921 km

16 November. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

24 November. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

26 November. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 362,826 km.

Gerhana

8 November – Gerhana Bulan Total

Skema Gerhana Bulan Total 8 November 2022. Kredit: langitselatan

Sebelum mengakhiri tahun 2022, Gerhana Bulan Total akan menjadi peristiwa menarik di langit malam. Gerhana ini bisa diamati dari Eropa Utara, Eropa Timur, Asia, Australia, Amerika Utara, sebagian besar Amerika Selatan, Pasifik, Atlantik, Lautan Hindia, Arktik, Antartika. GBT ini juga bisa diamati oleh pengamat yang ada di Indonesia.

Pengamat di Indonesia bisa menyaksikan peristiwa GBT 26 Mei 2021 setelah matahari terbenam. Karena GBT 8 November 2022 dimulai pukul 15:02:15 WIB, maka saat Matahari terbenam, Bulan terbit dalam kondisi gerhana sudah dimulai.  Untuk pengamat di Indonesia timur, seluruh fase sebagian dan total bisa diamati. Bagi pengamat di Indonesia tengah, seluruh fase total bisa diamati sampai akhir gerhana. Untuk indonesia bagian barat, Bulan terbit dalam kondisi gerhana total dan pengamat bisa menyaksikan puncak GBT sampai akhir proses gerhana.

Baca juga:  Dr. Pedro Russo: Dari Astronomi Ke Komunikasi Sains

Proses GBT dimulai dengan gerhana penumbra yang dimulai pada pukul 15:02:15 WIB dan kontak terakhir penumbra yang mengakhiri seluruh proses gerhana pada pukul 20:56:09 WIB. Sementara itu, kontak kedua saat Bulan memasuki umbra Bumi dan gerhana sebagian dimulai terjadi pada pukul 16:09:12 WIB dan gerhana total dimulai pukul  17:16:39 WIB sampai 18:41:36 WIB. Setelah gerhana total berakhir, Bulan pun meninggalkan umbra Bumi dan gerhana sebagian berakhir pada pukul 19:49:03 WIB. Puncak gerhana terjadi pada pukul 17:59:11 WIB.

Hujan Meteor

12 November – Hujan Meteor Taurid Utara

Hujan meteor Taurid Utara 12 November pukul 21:00 WIB. Kredit: Stellarium
Hujan meteor Taurid Utara 12 November pukul 21:00 WIB. Kredit: Stellarium

Hujan meteor Taurid Utara juga tampak datang dari rasi Taurus dan dimulai dari tanggal 20 Oktober – 10 Desember dengan puncak pada tanggal 12 November. Saat malam puncak, Hujan Meteor Taurid Utara akan menghiasi langit dengan 5 meteor per jam dengan laju 29 km/jam. 

Rasi Taurus terbit setelah Matahari terbenam dan bisa diamati sampai fajar menyingsing. Sementara itu, Bulan cembung terbit pukul 21:08 WIB dan sangat terang di langit. Perpaduan hujan meteor Taurid Utara dan Selatan yang masih berlangsung di akhir Oktober dan awal November menjadi atraksi menarik di langit. Apalagi dengan kehadiran fireball.

17 – 18 November – Hujan Meteor Leonid

Hujan meteor Leonid 17 November pukul 02:00 WIB. Kredit: Stellarium
Hujan meteor Leonid 17 November pukul 02:00 WIB. Kredit: Stellarium

Hujan meteor Leonid tahunan yang satu ini berlangsung dari 6 – 30 November dan malam puncak akan terjadi pada tanggal 17 – 18 November. Pengamat yang berburu leonid bisa menikmati 10 meteor per jam yang melaju dengan kecepatan 71 km/det.  Hujan meteor Leonid yang berasal dari sisa debu komet Tempel-Tuttle akan tampak datang dari arah rasi Leo. 

Bagi pemburu meteor, rasi Leo baru akan terbit tengah malam pada pukul 01:19 WIB. Bulan setengah yang terbit tengah malam akan menerangi langit malam dan jadi faktor yang menyulitkan pengamat untuk menemukan meteor. 

21 November – Hujan Meteor alpha-Monocerotid

Hujan meteor alpha Monocerotid 21 November pukul 23:00 WIB. Kredit: Stellarium
Hujan meteor alpha Monocerotid 21 November pukul 23:00 WIB. Kredit: Stellarium

Hujan meteor ?-Monocerotid berlangsung dari tanggal 15 – 25 November dan mencapai puncak pada tanggal 21 November. Hujan meteor yang tampak muncul dari rasi Canis Minor ini memiliki laju meteor per jam yang beragam saat mencapai maksimum. Meskipun demikian, pengamat bisa mengamati setidaknya 5 meteor per jam saat malam puncak hujan meteor. 

Hujan meteor ?-Monocerotid berasal dari puing-puing komet C/1917 F1 (Mellish) dan bisa diamati mulai pukul 21:38 WIB ketika rasi Canis Minor terbit sampai fajar menyingsing. Bulan sabit tipis baru terbit pukul 02:58 WIB dini hari. 

Peristiwa

1-2 November — Bulan — Saturnus

Pasangan Bulan dan Saturnus tanggal 1 November 2022 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Saturnus tanggal 1 November 2022 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium

Planet Saturnus jadi yang pertama berpapasan dengan Bulan di bulan November. Saturnus dan Bulan bisa diamati di rasi Capricornus sejak Matahari terbenam sampai tengah malam. Keduanya berpapasan paling dekat pada tanggal 2 November pukul 04:08 WIB dan terpisah 4,2º. Keduanya bisa diamati mulai tanggal 1 November setelah Matahari terbenam pada ketinggian 77º di tenggara. Keduanya akan berada pada titik tertinggi di langit pada pukul 18:27 WIB pada ketinggian 80º dan bisa diamati sampai tengah malam saat  Bulan terbenam pukul 00:33 WIB disusul Saturnus 10 menit kemudian. 

4-5 November— Bulan — Jupiter

Pasangan Bulan dan Jupiter tanggal 4 November 2022 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Jupiter tanggal 4 November 2022 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium

Setelah papasan dengan Saturnus, Jupiter juga berpapasan dengan Bulan yang berada 2,3º di selatan Jupiter. Keduanya bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai lewat tengah malam. Saat Matahari terbenam, Bulan dan Jupiter bisa diamati pada ketinggian 46º di ufuk timur dan keduanya mencapai titik tertinggi di langit pada pukul 20:49 WIB dengan ketinggian 84º di arah utara. Keduanya terus berpasangan sampai saat Bulan terbenam pada pukul 02:54 WIB disusul Bulan tiga menit kemudian.

8 November – Oposisi Uranus

Oposisi Uranus. Planet es ini bisa diamati dengan teleskop sepanjang malam sejak Matahari terbenam sampaai fajar menyingsing. Kredit: Stellarium
Oposisi Uranus. Planet es ini bisa diamati dengan teleskop sepanjang malam sejak Matahari terbenam sampaai fajar menyingsing. Kredit: Stellarium

Uranus, si planet es raksasa akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 18,69 AU.  Planet yang bergerak menggelinding ini akan tampak unik sebagai titik warna biru kehijauan di teleskop. Untuk menemukannya, arahkan teleskop ke rasi Aries. Saat oposisi Uranus sedang berada di rasi Aries dengan kecerlangan 5,7 magnitudo dan diameter piringannya 3,8 detik busur.

8 November — Konjungsi Superior Merkurius

Konjungsi Superior Merkurius. Planet ini terbit dan terbenam hampir berbarengan dengan Matahari sehingga tidak bisa diamati pengamat karena terlalu redup di balik cahaya Matahari. Kredit: Stellarium
Konjungsi Superior Merkurius. Planet ini terbit dan terbenam hampir berbarengan dengan Matahari sehingga tidak bisa diamati pengamat karena terlalu redup di balik cahaya Matahari. Kredit: Stellarium

Merkurius berpapasan dekat dengan Matahari di langit sehingga planet ini menghilang dan tidak akan tampak bagi pengamat di Bumi. Pada saat konjungsi superior, Matahari berada di antara Merkurius dan Bumi, dan hanya terpisah 0,08° dari Matahari. 

Baca juga:  Kandidat Exoplanet di Zona Laik Huni Bintang Dekat

Ketika Merkurius sedang berada pada posisi terjauhnya dari Bumi, ia akan berada pada jarak 1,44 AU dari Bumi. Jika Merkurius bisa diamati, maka planet ini sangat redup dengan diameter piringan 4,7 detik busur.

Peristiwa konjungsi superior Merkurius menandai akhir kenampakan planet ini kala fajar dan mulai bertransisi untuk hadir kala senja dalam beberapa minggu lagi.

11 November— Bulan — Mars

Pasangan Bulan dan Mars tanggal 11 November 2022 pukul 22:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Mars tanggal 11 November 2022 pukul 22:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berada 2,45º di selatan Mars. Keduanya bisa diamati jelang tengah malam saat Bulan dan Mars terbit beriringan. Mars terbit terlebih dahulu pada pukul 20:14 WIB disusul Bulan dua menit kemudian. Kedua objek bisa diamati mulai kisaran pukul 20:52 WIB saat berada 7º di atas ufuk timur. Keduanya mencapai titik tertinggi di langit pada pukul 02:04 WIB dengan ketinggian 58º di horison utara. Saat Matahari terbit, Bulan dan Jupiter sudah berada pada ketinggian 35º di atas ufuk barat.

29 November — Bulan — Saturnus

Pasangan Bulan dan Saturnus tanggal 29  November 2022 pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Saturnus tanggal 29 November 2022 pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium

Di penghujung November, planet Saturnus berpapasan lagi dengan Bulan dan terpisah 4,1º. Keduanya bisa diamati setelah Matahari terbenam pada ketinggian 68º di barat daya dan bisa diamati sampai jelang tengah malam saat Saturnus terbenam pukul 22:53 WIB disusul Bulan pada pukul 23:21 WIB.

Rasi Bintang & Bima Sakti

Akhir November menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan berada pada fase Bulan Baru.

Setelah Matahari terbenam, ada Antares di rasi Scorpius, Vega di rasi Lyra, Deneb di rasi Cygnus, Altair di rasi Aquila, Archenar di rasi Eridani, Fomalhaut di rasi Piscis Austrinus.

Jelang tengah ada Canopus di rasi Carina, Rigel dan Betelgeuse di rasi Orion, Aldebaran di rasi Taurus, Capella di rasi Auriga, dan Sirius di rasi Canis Mayor. Sementara itu mulai tengah malam ada Procyon di Canis Minor, Pollux dan Castor di rasi Gemini, serta Regulus di rasi Leo, yang bisa diamati sampai fajar.

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan. 

Peta Bintang 1 November 2022

Peta Bintang 15 November 2022

Kampanye Langit Gelap

16 – 25 November — Kampanye Globe At Night

Di bulan November, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diselenggarakan dari 16 – 25 November.  Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk kampanye ini, pengamat di utara diajak untuk mengamati rasi Pegasus sedangkan di belahan selatan melakukan pengamatan rasi Gruss

Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini