Gerhana Bulan Total 8 November 2022

Jangan lewatkan gerhana terakhir tahun ini yang bisa diamati dari Indonesia. Gerhana Bulan Total 8 November 2022.

Gerhana Bulan Total 2018 yang dipotret oleh Avivah Yamani dari Hotel Kytos. Kredit: langitselatan
Gerhana Bulan Total 2018 yang dipotret oleh Avivah Yamani dari Hotel Kytos. Kredit: langitselatan

Dalam satu tahun, minimal terjadi dua gerhana Bulan dan dua gerhana Matahari. Hal yang sama terjadi juga tahun ini. Di sepanjang tahun 2022 terjadi dua gerhana Matahari sebagian dan dua gerhana Bulan Total. Dua gerhana Matahari tersebut tidak tampak dari Indonesia, demikian juga Gerhana Bulan Total 16 Mei 2022 yang terjadi siang hari di Indonesia. 

Gerhana Bulan Total 8 November 2022 menjadi gerhana Bulan Total kedua sekaligus terakhir tahun ini, dan gerhana terakhir dalam musim gerhana 2022. Yang menarik, Gerhana Bulan Total 8 November 2022 sekaligus menjadi gerhana Bulan Total terakhir yang bisa diamati karena Gerhana Bulan Total berikutnya baru akan terjadi lagi pada tahun 2025. Selama tahun 2023 dan 2024, pengamat di Bumi hanya akan menyaksikan Gerhana Bulan Penumbra dan Gerhana Bulan Sebagian.

Gerhana terakhir ini bisa diamati oleh pengamat yang berada di wilayah Indonesia. Tapi, ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Gerhana Bulan Total 8 November 2022 dimulai sebelum Bulan terbit di seluruh Indonesia. Jika demikian, ketika terbit, Bulan sudah mengalami gerhana. Dan wilayah Indonesia yang terbagi dalam tiga zona waktu akan melihat gerhana pada fase gerhana yang berbeda. 

Gerhana Bulan

Skema Gerhana Bulan Total 8 November 2022. Kredit: langitselatan
Skema Gerhana Bulan Total 8 November 2022. Kredit: langitselatan

Gerhana Bulan terjadi saat Bumi menjadi penghalang cahaya Matahari untuk sampai ke Bulan. Akibatnya, tentu saja tidak ada cahaya yang diterima untuk dipantulkan kembali oleh Bulan. Bulan mengitari Bumi, dan itu artinya, ada saat di mana Bumi berada di antara Bulan dan Matahari. 

Pada konfigurasi ini, Bulan berada pada fase Purnama. Hal ini terjadi rutin setiap bulan. Tapi, tidak setiap purnama terjadi gerhana karena Bumi tidak selalu sejajar dengan Bulan dan Matahari dan menyebabkan cahaya Matahari terhalang sampai ke Bulan. Hal ini disebabkan karena orbit atau lintasan Bulan mengitari Bumi memiliki kemiringan 5º sehingga saat fase Purnama, Matahari, Bumi, dan Bulan tidak selalu segaris atau sejajar.  Jika Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar, maka Bulan akan masuk umbra atau bayang-bayang inti Bumi dan terjadilah gerhana. 

Skema Gerhana Bulan. Kredit: langitselatan
Skema Gerhana Bulan. Kredit: langitselatan

Saat Bulan berada dalam bayang-bayang inti Bumi, Bulan tidak sepenuhnya menghilang. Memang seharusnya Bumi jadi gelap karena Bulan tidak menerima cahaya Matahari untuk dipantulkan. 

Tapi kenyataannya tidak demikian. 

Bulan tidak menghilang melainkan berwarna merah bak batu bata atau darah. Warna merah itu berasal dari cahaya Matahari yang bisa lolos melewati atmosfer Bumi dan mencapai Bulan.

Jadi, saat cahaya Matahari melewati atmosfer Bumi, cahaya pada panjang gelombang hijau sampai ungu disebarkan dan disaring oleh atmosfer. Hanya cahaya merah yang bisa lolos melewati atmosfer dan menyinari Bulan meskipun sebagian cahaya merah tersebut ada yang dibiaskan atau dibelokkan.

Karena itu, kita bisa menyaksikan Bulan merah saat gerhana Bulan total. 

Kenampakan Gerhana Bulan Total

Kenampakan gerhana di wilayah Indonesia. Kredit: langitselatan

GBT 8 November 2022 bisa diamati dari Eropa Utara, Eropa Timur, Asia, Australia, Amerika Utara, sebagian besar Amerika Selatan, Pasifik, Atlantik, Lautan Hindia, Arktik, Antartika. GBT ini juga bisa diamati oleh pengamat yang ada di semua wilayah Indonesia.

Tapi ada syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Pengamat di Indonesia timur lebih beruntung karena Bulan terbit saat baru memasuki gerhana penumbra. Dengan demikian pengamat di area timur Indonesia bisa mengamati hampir seluruh fase gerhana. Sementara itu, untuk wilayah Indonesia tengah, Bulan terbit ketika Gerhana Sebagian berlangsung. Karena itu, pengamat di wilayah ini bisa menyaksikan sejak gerhana sebagian sampai akhir gerhana. Sedangkan untuk wilayah Indonesia barat, Bulan terbit sudah dalam kondisi gerhana total. Dan pengamat di wilayah barat bisa menyaksikan puncak GBT sampai gerhana berakhir. 

Waktu Gerhana

Proses keseluruhan GBT 8 November 2022 berlangsung selama 5 jam 53 menit 51 detik sedangkan untuk gerhana total berlangsung selama 1 jam 24 menit 58 detik. Kontak pertama atau Gerhana penumbra dimulai pada pukul 15:02:15 WIB dan kontak terakhir penumbra yang mengakhiri seluruh proses gerhana pada pukul 20:56:09 WIB. 

Sementara itu, kontak kedua saat Bulan memasuki umbra Bumi dan gerhana sebagian dimulai terjadi pada pukul 16:09:12 WIB dan gerhana total dimulai pukul 17:16:39 WIB sampai 18:41:36 WIB. Setelah gerhana total berakhir, Bulan pun meninggalkan umbra Bumi dan gerhana sebagian berakhir pada pukul 19:49:03 WIB. Puncak gerhana terjadi pada pukul 17:59:11 WIB.

Fase GerhanaIndonesia BaratIndonesia TengahIndonesia Timur
Awal Gerhana Penumbra15:02:17 WIB16:02:17 WITA17:02:17 WIT
Awal Gerhana Sebagian16:09:12 WIB17:09:12 WITA18:09:12 WIT
Awal Gerhana Total17:16:39 WIB18:16:39 WITA19:16:39 WIT
Puncak Gerhana18:00:22 WIB19:00:22 WITA20:00:22 WIT
Akhir Gerhana Total18:41:37 WIB19:41:37 WITA20:41:37 WIT
Akhir Gerhana Sebagian19:49:03 WIB20:49:03 WITA21:49:03 WIT
Akhir Gerhana Penumbra20:56:08 WIB21:56:08 WITA22:56:08 WIT
Waktu Gerhana Bulan Total di Indonesia.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...