Pengamatan GBT Mikro di Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang

Tepat pukul 2 siang, mobil Rush berwarna hitam milik Perguruan Diniyyah Puteri (selanjutnya akan disebut Diniyyah) menjemput saya di kota Padang. Saya harus bergegas memasukkan barang-barang berupa teleskop Bresser Messier AR90 ke dalam mobil. Badai sebentar lagi akan datang. Tetes-tetes air yang berasal dari awan hitam kelabu yang menggantung di atas kota Padang mulai terasa menyentuh kulit. Saya dijemput oleh Riki Eka Putra, salah seorang pegiat literasi Diniyyah yang telah menerbitkan banyak buku bertema edukasi.

Tak Sekadar Foto Gerhana Bulan

Mengabadikan tiap fase gerhana bulan total merupakan tujuan bagi banyak penyuka fotografi. Mengingat gerhana bulan total juga sering terjadi, mengoleksi foto Bulan saat terkena bayangan Bumi pada tiap peristiwa juga terdengar menarik. Tapi, apa kita cuma bisa mengabadikan peristiwa gerhana ke dalam foto atau video lalu mengaguminya setelah tercetak atau muncul di media sosial?

Bulan Gelap Mini, Gerhana Bulan Total Terlama Abad 21

Gerhana Bulan Total 28 Juli merupakan gerhana bulan terakhir musim gerhana tahun 2018. Pada saat Gerhana Bulan Total berlangsung, masyarakat bisa mengamati 3 peristiwa lainnya yakni, Bulan Mini atau Bulan Purnama Apogee, Oposisi Mars dan puncak hujan Meteor Aquarid. Selain hujan meteor Aquarid, pengamat juga bisa berburu hujan meteor alpha Capricornid yang sedang berlangsung.

Observasi Bulan Super Darah Biru di Padang

Pukul 6 sore saya tiba di pelataran parkir Masjid Raya Sumatera Barat. Saya tidak sendiri. Saya datang bersama keluarga. Peralatan observasi berupa teleskop Bresser Messier AR 90/900 tak lupa dibawa serta. Inilah kali pertamanya teleskop yang merupakan amanat dari UNAWE Internasional ini digunakan untuk observasi Bulan Super Darah Biru di Padang untuk publik. Teleskop ini saya dapatkan dari sebuah kontes memenangkan teleskop UNAWE di tahun 2017. Cuaca senja hari kala itu  cukup menjanjikan karena bentangan langit di Timur cukup bersih dari awan.