Bagaimana membuktikan bahwa Bumi mengelilingi Matahari, dan bukan sebaliknya?

Pada awal perkembangan sains, orang-orang seperti Copernicus, Kepler, Galileo & Newton berpendapat bahwa alangkah lebih baik (untuk menjelaskan), lebih mudah (secara matematika) & lebih elegan (secara filosofis) bahwa Matahari berada di pusat, sementara Bumi & planet-planet berputar mengelilingi Matahari. Semua punya penjelasan yang memuaskan, secara teori untuk mengatakan hal itu.

Sampai sekarang, pelajaran SMU fisika pun memberikan penjelasan yang jelas & memuaskan, bahwa memang demikian ada-nya. Massa matahari yang jauh lebih besar daripada planet-planet membuat planet-planet harus tunduk pada ikatan gravitasi Matahari, sehingga planet-planet tersebut bergerak mengitari Matahari sebagai pusat. Demikian dari hukum Gravitasi Newton.

Perumusan matematika-nya secara gamblang dan jelas dijelaskan oleh perumusan Kepler, hanya karena Matahari yang menjadi pusat sistem.

Kalau memang begitu ada-nya dan tidak percaya, bagaimana membuktikannya? Gampang, terbang saja jauh-jauh dari sistem tata surya ke arah kutub, dan lihatlah bagaimana Bumi beserta planet-planet bergerak mengitari Matahari. Tentu saja ini adalah pernyataan yang bersikap humor. Tapi ini memang menjadi pertanyaan penting, bagaimana membuktikannya?

Bapak-bapak yang telah disebutkan tadi, tentu saja mempunyai pendapat yang berlaku sebagai hipotesa, dan harus bisa dibuktikan melalui pembuktian yang teramati/eksperimentasi. Apabila eksperimen berkesesuaian dengan hipotesa, maka hipotesa diterima dan itu menjadi teori. Bukankah demikian?

Baik, sekarang bagaimana membuktikannya? Satu-satu-nya cara membuktikan fenomena langit adalah melalui ilmu astronomi, yaitu ketika pengamatan dilakukan pada benda-benda langit lalu memberikan penjelasan ilmiah tentang apa yang sebenar-nya terjadi disana.

Tentu tidaklah mudah memberikan bukti yang langsung bisa menjelaskan secara cespleng bahwa Bumi berputar mengitari Matahari, bukankah lebih mudah mengatakan kebalikannya? Tapi seperti yang telah disampaikan, itu akan menjadi tidak baik, tidak mudah dan tidak elegan untuk menyatakan demikian. Ternyata dari pengamatan astronomi menunjukkan bahwa memang Bumi yang mengitari Matahari. Tidak percaya?

Bukti pertama, adalah yang ditemukan oleh James Bradley (1725). Pak Bradley menemukan adanya aberasi bintang.

Apa itu aberasi bintang? Bayangkan kita sedang berdiri ditengah-tengah hujan, dan air hujan jatuh tepat vertikal/tegak lurus kepala kita. Kalau kita menggunakan payung, maka muka & belakang kepala kita tidak akan terciprat air bukan? Kemudian kita mulai berjalan ke depan, perlahan-lahan & semakin cepat berjalan, maka seolah-olah air hujan yang tadi jatuh tadi, malah membelok dan menciprati muka kita. Untuk menghindari-nya maka kita cenderung mencondongkan payung ke muka. Sebetulnya air hujan itu tetap jatuh tegak lurus, tetapi karena kita bergerak relatif ke depan, maka efek yang terjadi adalah seolah-olah membelok dan menciprat ke muka kita.

Demikian juga dengan fenomena aberasi bintang, sebetulnya posisi bintang selalu tetap pada suatu titik di langit, tetapi dari pengamatan astronomi, ditemukan bahwa posisi bintang mengalami pergeseran dari titik awalnya, pergeseran-nya tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk menunjukkan bawha memang sebenar-nya lah bumi yang bergerak.

Mari kita tinjau Gb.1.

Efek Aberasi Bintang

Aberasi terjadi jika pengamat adalah orang yang berdiri ditengah hujan, dan arah cahaya bintang adalah arah jatuhnya air hujan. Kemudian pengamat bergerak tegak ke muka, tegak lurus arah jatuhnya hujan. S menyatakan posisi bintang, E posisi pengamat di Bumi. Arah sebenarnya bintang relatif terhadap pengamat adalah ES, jaraknya tergantung pada laju cahaya. Kemudian Bumi BERGERAK pada arah EE’ dengan arah garis merepresentasikan lajunya. Ternyata pengamatan menunjukkan bahwa bintang berada pada garis ES’ alih-alih ES, dengan SS’ paralel & sama dengan EE’. Maka posisi tampak binang bergeser dari posisi sebenarnya dengan sudut yang dibentuk antara SES’.Jika memang Bumi tidak bergerak, maka untuk setiap waktu, sudut SES’ adalah 0, tetapi ternyata sudut SES’ tidak nol. Ini adalah bukti yang pertama yang menyatakan bahwa memang Bumi bergerak.

Bukti kedua adalah paralaks bintang. Bukti ini diukur pertama kali oleh Bessel (1838). Paralaks bisa terjadi jika posisi suatu bintang yang jauh, seolah-olah tampak ‘bergerak’ terhadap suatu bintang yang lebih dekat. (Gb.2). Fenomena ini hanya bisa terjadi, karena adanya perubahan posisi dari Bintang akibat pergerakan Bumi terhadap Matahari. Perubahan posisi ini membentuk sudut p, jika kita ambil posisi ujung-ujung saat Bumi mengitari Matahari. Sudut paralaks dinyatakan dengan (p), merupakan setengah pergeseran paralaktik bilamana bintang diamati dari dua posisi paling ekstrim.

Paralaks Bintang

Bagaimana kita bisa menjelaskan fenomena ini? Ini hanya bisa dijelaskan jika Bumi mengitari Matahari, dan bukan kebalikannya.Bukti ketiga adalah adanya efek Doppler.

Sebagaimana yang telah diperkenalkan oleh Newton, bahwa ternyata cahaya bisa dipecah menjadi komponen mejikuhibiniu, maka pengetahuan tentang cahaya bintang menjadi sumber informasi yang sahih tentang bagaimana sidik jari bintang (baca tulisan saya tentang ‘fingerprint of the star’) . Ternyata pengamatan-pengamatan astronomi menunjukkan bahwa banyak perilaku bintang menunjukkan banyak obyek-obyek langit mempunyai sidik jari yang tidak berada pada tempat-nya. Bagaimana mungkin? Penjelasannya diberikan oleh Bpk. Doppler (1842), bahwa jika suatu sumber informasi ‘bergerak’ (informasi ini bisa suara, atau sumber optis), maka terjadi ‘perubahan’ informasi. Kenapa bergeraknya harus tanda petik? Ini bisa terjadi karena pergerakannya dalah pergerakan relatif, apakah karena pengamatnya yang bergerak? Atau sumber-nya yang bergerak?

Demikian pada sumber cahaya, jika sumber cahaya mendekat maka gelombang cahaya yang teramati menjadi lebih biru, kebalikannya akan menjadi lebih merah. Ketika Bumi bergerak mendekati bintang, maka bintang menjadi lebih biru, dan ketika menjauhi menjadi lebih merah.

Disuatu ketika, pengamatan bintang menunjukkan adanya pergeseran merah, tetapi di saat yang lain, bintang tersebut mengalami pergeseran Biru. Jadi bagaimana menjelaskannya? Ini menjadi bukti yang tidak bisa dibantah, bahwa ternyata Bumi bergerak (bolak-balik – karena mengitari Matahari), mempunyai kecepatan, relatif terhadap bintang dan tidak diam saja.

Dengan demikian ada tiga bukti yang mendukung bahwa memang Bumi bergerak mengitari matahari, dari aberasi (perubahan kecil pada posisi bintang karena laju Bumi), paralaks (perubahan posisi bintang karena perubahan posisi Bumi) dan efek Doppler (perubahan warna bintang karena laju Bumi).

Tentu saja bukti-bukti ini adalah bukti-bukti ILMIAH, dimana semua pemaknaan, pemahaman dan perumusannya mempergunakan semua kaidah-kaidah ilmiah, masuk akal dan ber-bobot kebenaran ilmiah. Apakah memang demikian adanya? Seperti yang ungkapkan, sampai detik ini belum ada teknologi yang bisa membuat kita bisa terbang jauh-jauh ke luar angkasa, sedemikian jauhnya sehingga bisa melihat memang begitulah yang sebenarnya. Tetapi, pembuktian metode ilmiah selama ini cukup sahih untuk menjawab banyak ketidak-pahaman manusia tentang posisi-nya di alam. Dan bukti-bukti yang telah disebutkan tersebut cukup untuk menjadi landasan untuk menjawab bahwa memang Bumi mengitari Matahari; dari pengetahuan Bumi mengitari Matahari, banyak hal-hal yang telah diungkap tentang alam semesta ini, sekaligus menjadi landasan untuk mencari jawab atas banyak hal yang belum bisa dijawab pada saat ini.

http://simplyvie.wordpress.com/profile/ benarkah bumi mengelilingi matahari



Tags: , , ,


nggieng jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.



232 Komentar untuk “Bagaimana membuktikan bahwa Bumi mengelilingi Matahari, dan bukan sebaliknya?”

  1. uni says:

    Artinya untuk melihat semua perubahan informasi itu tidak harus berumur milyaran tahun usianya, tapi cukup seumur anak lulusan SD saja , akan dapat melihat segala perubahan seperti menonton siaran langsumg sepak bola gitu lho . Thxs .

  2. uni says:

    Jika tidak ada jawaban dan alasan sains yang kuat tentang bahwanya kenyataan informasi demikian adanya , maka informasi sains terkini tentang hal ini , semakin memperkuat bahwa Bumi tidak melakukan Revolusi dan Hanya melakukan Rotasi saja .

  3. Bagus sekali artikelnya, tq :) . Saya jadi ingat ada seorang ulama kalo gak salah beliau bernama syeikh Utsaimin berpendapat dengan dalil2 quran juga bahwa bumi sebagai pusat tata surya dan beliau yakin bahwa suatu saat iptek akan mengoreksi kesalahan yang dibuat sekarang. Tentu saja ini pendapat beliau dalam menafsirkan ayat2 qur’an dan kita tetap menghormati beliau.

  4. apa sih yg di maksud dengan paham geosntris

    • nggieng says:

      @silviaseptiana putri: geo = bumi, sentris = pusat, jadi paham yang menempatkan bumi sebagai pusat dari suatu sistem :)

    • hadie says:

      betul yg di katakan nggieng. geosentris atau kita sering menyebutnya geo stasioner. artinya orbit suatu objek(biasanya satelit buatan)yang menjadikan 1 titik sebagai sumbunya. yaitu tepat dia atas garis equator (0 derajat ) atau garis katulistiwa.Dari permukaan Bumi, objek yang berada di orbit geostasioner akan tampak diam (tidak bergerak) di angkasa karena perioda orbit objek tersebut mengelilingi Bumi sama dengan perioda rotasi Bumi,yaitu 23.xxx jam dalam hitungan satu hari bumi.posisi objek akan sama dengan periode rotasi bumi pada ketinggian sekita 35.000-37.000 km dari permukaan rata2 laut.ada rumus tertentu untuk menghitungnya.

  5. yuzar says:

    nice shoot

  6. adel says:

    apa zhc yg d maksd paralaks ??

  7. rudi says:

    Mas.. tiga teori yang mas kemukakan itu membuktikan kelemahan manusia yang percaya pada mata ama telinga :
    1 Bradley.. tergantung siapa yang bergerak.
    2. Bessel .. juga tergantung siapa yang bergerak.
    3. Doppler.. juga tergantung siapa yang bergerak.. jadi apa yang bisa dibuktikan? kalo dibawa ke pemahaman geo sentris yaa benar.. kalo percaya heliosentris juga benar dong….kaya fir’aun yang mau lihat Allah SWT padahal mata kiri liat mata kanan aja gak bisa. makanya Allah SWT beri kita dua mata dan dua telinga supaya paralaksnya dan dopplernya mengecil coba mata dan telinga satu .. mending kita kembali pada ALQUR’AN dan SUNNAH Wallahua’lam bisshowab.

    • mamets says:

      GS.Yasin : 37-40

      Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, 37

      dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. 38

      Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. 39

      Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. 40

      Kebenaran hanya datang dari Allah SWT

  8. ariev says:

    salut..mas!!!aku juga sueeeeeneng banget ma yg namanaya ASTRONOMI…………i luv it!!

  9. erwin says:

    mas kalo nyari buku astronomi yang bahasa indonesia dimana?

  10. mamets says:

    Kalau Al-Qur’an yang turun 14 abad yang lalu menceritakan seperti ini :

    Qur’an [10.5] Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

    Qur’an [14.33] Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.

    Qur’an [16.12] Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),

    Qur’an [21.33] Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

    Qur’an [36.40] Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

    Nah beberapa ayat yang saya kutip menunjukkan 14 Abad yang lalu dengan peradaban arab jahiliyah Qur’an telah menerangkan bahwa matahari dan bulan beredar menurut orbitnya. Pada saat itu orang masih berpaham sesuai teori Ptolemeus (geocentris) abad 2 SM. Bahwa bumi terikat dengan matahari. Sekarang sudah terbukti bahwa matahari bergerak dalam sistem galaksi yang lebih luas lagi. Pada saat itupun teori Pythagoras menyebutkan matahari tidak bergerak (matahari pusat alam)

    • AMIK says:

      Mas. jako gtu, gmana sampeyan bisa nerangkan pas kita loncat ke atas.
      Kita biasanya loncat dan mendarat di titik yang sama. Kok bisa gitu ya? padahal bumi katanya kan berputar. Seharusnya, walaupun kita loncat (tidak maju, tidak mundur, tidak miring) seharusnya kita kan berada di titik yang berbeda dari tempat kita tadi. Hayoooo gmana???
      Menurut saya sich benar di Al-Quran kalo bumi itu dikelilingi bulan dan matahari.

  11. Abu Luqman says:

    Udah coba baca lagi dan lagi, mana sih yang merupakan bukti ILMIAH yg katanya sahih dan yg masuk akal. Padahal dg 3 alasan yg sama itupun bisa pula dinyatakan bahwa bumi yang dikelilingi oleh yg lain. Sama aja kan jadinya, tergantung pendirian awalnya apa yg diyakini seseorang.
    Coba kalau namanya bukti itu, yg bisa membuktikan satu teori, tapi jika di tes dengan teori lawannya, hasilnya salah besar. Jadi orang yg keyakinan awalnya beda bisa dipengaruhi. Ok.

    • nggieng says:

      yang namanya bukti ilmiah, pasti mempergunakan kaidah2 ilmiah, kalau tidak percaya, coba saja turunkan persamaan matematika-nya, kalo cocok, ya itulah bukti ilmiah yang masuk akal .. :)

    • hadie says:

      Ajaran agama adalah satu aqidah yang perlu kita percayai oleh kita yang menganutnya. semua ajaran agama memberikan kebenaran kepada setiap penganutnya yang mempercayainya. itukah yang anda pegang,itu bagus…!
      Nah dalam dunia ini ada yang namanya sebab dan akibat,kenapa dan mengapa,ada pertanyaan ada jawaban. ada banyak sisi bisa kita melihat jawaban itu. kalau anda melihat dari sisi akidah,saya rasa cukup anda sampai di situ. menurut ilmu fisika harus di sertai bukti yang bisa di terjemahkan oleh logika manusia,karena kita hidup juga menggunakan logika. ilmu atronomi adalah tentang tata surya,ya harus di pelajari karena itu jalur ilmunya,hitung2an harus dengan matematika karena itu juga jalur ilmunya. tak akan bisa kita belajar 200 x 200 = 40000 dengan belajar alquran,betul ngga..? semua ada jalurnya masing2. nah dari jalur itu kita akan banyak belajar. kebenaran adalah bagi dia yang percaya. 1+1=2, adalah benar karena kita percaya bahwa itu satu kebenaran. tapi kalau kita menganggap itu salah toh hak anda juga kan…????
      artinya…tak perlu kita ngotot dengan apa yang kita percayai bahwa itu sebuah kebenaran toh masing2 orang punya hak untuk menolaknya….
      Trus…mana yang benar,jawaban ada di dalam diri anda masing-masing…..

  12. Abu Aisyah says:

    satu-satunya yang bisa membuktikan dengan benar adalah, “Keluarlah dari bima sakti dan lihat sendiri!” :D

    • leo says:

      lol..”keluar dari bima sakti trus liat sendiri” sih itu salah satu cara membuktikan nya..bukan bukti itu sendiri..:)

  13. jatra says:

    teknologi yang kita pake sekarang ini di bangun atas dasar teori heliosentris… satelit yang posisinya di geostasioner yang sedang kita pake mempinyai kecepatan yang luar biasa untuk untuk melawan gravitasi dengan gaya sentrifugal dan untuk mengikuti gerak bumi agar tetap poda posisinya… sesekali dia melakukan koreksi posisi dengan roket-roket kecilnya. (gak percaya tanya ama yang meluncurkan) bumi berputar bro.
    juga pioneer 1, 2 10, 11. yang dikuncurkan tahun 70 an coba brows ini
    http://www.nasaimages.org/luna/servlet/detail/nasaNAS~5~5~23326~127336:Pioneer-10-Trajectory
    pioneer salah satu pesawat yang diluncurkan keluar tata surya dengan melawati beberapa planet dan diprogram berdasarkan helio sentris.

  14. abulhasan says:

    jika bumi bergerak berarti pesawat yg mengudara tp diam dr indonesia selama 12 jam, turun dah sampe amerika dunk hehehe.. iya g sih?

    • maya says:

      bener juga comment abulhasan? jadi binun :)

    • nggieng says:

      buat abulhasan & maya: argumen pesawat itu lemah sekali, karena abulhasan mengabaikan peran gravitasi, yang namanya pesawat bisa terbang itu harus tetap patuh sama hukum gravitasi, kalau kemudian pesawat itu disuruh ‘diam’, yang terjadi ya pesawatnya jatuh donk. kecuali kalau pesawat yg dinaiki abulhasan & maya bisa terbang jauh keluar dari pengaruh gravitasi bumi, (& matahari), jadi bisa ngeliat, apa benar bumi berotasi terhadap sumbunya? apa benar pada saat yang sama, bumi ber-revolusi mengelilingi matahari? apa benar matahari bergerak mengelilingi pusat galaksi? :)

      • nurdin says:

        Jika bumi memiliki grafitasi siapa yg lebih layak diputari? apakah matahari juga punya grafitasi?

      • AMIK says:

        Masa sich, gravitasi bisa sekuat itu????
        Kalo gravitasi sekuat itu, berarti kalo jalan aja kita sulit donk, kan ditahan gravitasi???
        Aku masih setuju ama mas Abu dan Mbak Maya (maaf ya, mas nggieng)

        • nggieng says:

          kekuatan gravitasi itu udah cukup kuat kok, cukup supaya Bumi bergerak pada jalur perederannya, demikian jg supaya kita bergerak di permukaan bumi dengan nyamannya, (kalau tidak ada gravitasi, tidak ada kehidupan di permukaan Bumi), demikian juga supaya pesawat bisa terbang dari satu negara ke negara lain, semuanya sudah ada secara pas :)

    • nurdin says:

      Gerak itu maya (tidak nyata). Ketika kita duduk dalam kereta yang diam lalu disamping kita ada kereta yang melaju seakan-akan kereta yg kita naiki bergerak. Begitu juga ketika kita didalam kereta melihat jendela seolah-oleh pemandangan yg kita lewati yg bergerak. Hayo tambah bingung kan?

    • nurdin says:

      Lalu atas dasar apa pesawat ulang alik bisa mendarat dengan tepat pada posisi yg diinginkan? Jika bumi berputar apa gak bingung pulangnya tuh? Jika bumi mempunyai grafitasi; lebih besar manakah grafitasi matahari dengan bumi?

      • nggieng says:

        dasarnya ya lintasan (ingat kan, di fisika dasar sma diajarin tentang lintasan lurus, lintasan parabola, dll)? ingat juga kan, bahwa gaya gravitasi akan selalu berkaitan dengan massa? tentunya kita gak akan bingung kalau kita mempergunakan tata sistem koordinat? makanya ada lintang & bujur, supaya tidak bingung :)

  15. gie says:

    konon katanya pada masa cold war dulu uni soviet (rusia) berencana membuat senjata yang berbentuk bola dan akan di tembakan keluar dari atmosfir bumi lalu dengan memanfaatkan rotasi bumi, bola/peluru yang ditembakan itu kemudian jatuh kembali ke bumi dan mengenai sasaran (amerika)

    • nggieng says:

      itu bukan konon, roket2 juga dibuat dengan prinsip yang sama, ambil contoh roket nuklir ICBM (Intercontinental Balistic MIssile, atau misil balistik antar benua) yang banyak dikenal waktu jaman perang dingin :)

  16. dzaffin says:

    mngapa contoh hujan, payung dan gerakan orang yng brpayung hasilnya tidak cocok dngn contoh berikut :

    seorang brada dalam kreta api yng mlaju dngn cepat, di dalam kreta tsb, dy melemparkan sbuah jeruk ke udara.
    kmana arah jatuh buah jeruk itu? apakah jatuh ke tangan si pelempar, atau ke belakang melewati tangan plempar?
    trnyata jeruk jatuh tepat ke tangan pelempar, yng mana hasilnya brlawanan dngn contoh hujan dan payung. mengapa?

  17. uni says:

    Matahari , Bulan , Bintang-bintang , Siang dan Malam , telah Ditundukkan untukmu dengan perintah-Nya , itu berarti planet yang Besar pun dapat tunduk berputar (beredar) pada yang lebih Kecil ( yaitu keluar dari segala teori-teori yang dipikirkan oleh otak manusia yang kecil dan terbatas ) , yaitu seperti elektron-elektron atom pada suatu molekul-molekul yang selalu beredar mengelilingi inti atom , dimana inti atau pun poros , as , umumnya juga lebih kecil , sebab hukum Alam Makro atau pun Alam Mikro itu kenyataannya tetap sama serta berhubungan dan seimbang ….

  18. PULSAR says:

    ADANYA KEJADIAN GERHANA MATAHARI DAN GERHANA BULAN , ADALAH BUKTI NYATA BAHWA MATAHARI YANG BERPUTAR BEREDAR PADA LINTASANNYA , MELAKUKAN PERLAMBATAN DAN PERCEPATAN PADA PEREDARAN LINTASANNYA , BEGITU JUGA GERHANA BULAN SEBAGAI BUKTI ADANYA PERCEPATAN DAN PERLAMBATAN PADA PERGERAKAN BULAN MENGELILINGI BUMI , HAL INI SALAH SATU BUKTI YANG MEMPERKUAT KEBENARAN GEOSENTRIS DAN SEBABNYA ADALAH ; JIKA BUMI BEREDAR MENGELILINGI SESUATU KEMUDIAN BERGERAK MELAKUKAN PERLAMBATAN DAN ATAU PERCEPATAN DARI KECEPATAN NORMALNYA , MAKA TENTU DAPAT DIBAYANGKAN SELURUH ISI BUMI YANG ADA DIATAS ATAU DIBAWAH PERMUKAAN BUMI ITU , AKAN BERGUNCANG KERAS ( GEMPA DAHSYAT ) AKIBAT DARI ADANYA PERLAMBATAN ATAU PERCEPATAN , JIKA BUMI MELAKUKAN PEREDARAN MENGELILINGI MATAHARI , PADA SETIAP SAAT TERJADINYA PERISTIWA GERHANA .

    OLEH KARENA BUMI HANYA MELAKUKAN ROTASI UNTUK PERGANTIAN MALAM DAN SIANG (PADA TEMPATNYA YANG TETAP) , MAKA PENGHUNI PENGHUNI BUMI DAN SELURUH ISINYA TENTU TIDAK MERASAKAN ADANYA GONCANGAN , AKIBAT PERCEPATAN DAN PERLAMBATAN DARI PEREDARAN MATAHARI DAN BULAN PADA SAAT TERJADINYA GERHANA MATAHARI ATAU BULAN TERSEBUT , KARENA GONCANGAN AKIBAT PERLAMBATAN DAN PERCEPATAN HANYA TERJADI DI MATAHARI DAN BULAN , SEHINGGA JIKA PADA ROTASI BUMI ADA TERJADI PERLAMBATAN ATAU PERCEPATAN PADA ROTASI , MAKA TENTU RESIKONYA LEBIH KECIL SEBAB HANYA BERPUTAR PADA TEMPAT TETAPNYA , SEHINGGA HAL INI PUN DAPAT BERAKIBAT TERJADINYA GEMPA (TEKTONIK) DI BUMI , ARTINYA ADANYA GEMPA TEKTONIK TERSEBUT , SEBAGAI BUKTI AKIBAT ADANYA ROTASI BUMI DAN BUKANLAH KARENA ADANYA REVOLUSI BUMI KETIKA MELAKUKAN PERLAMBATAN ATAU PERCEPATAN .

    SEPERTI ORANG YANG NAIK KERETA ATAU MOBIL DENGAN KECEPATAN TINGGI , TENTU PENUMPANG AKAN MERASAKAN KUATNYA GONCANGAN JIKA MOBIL ATAU KERETA MEMPERCEPAT ATAU MEMPERLAMBAT LAJUNYA , DIMANA PERBANDINGANNYA LAIN LAGI JIKA KITA MENCOBA NAIK KOMEDI PUTAR , MAKA JIKA KOMEDI PUTAR MELAKUKAN PERCEPATAN ATAU PUN PERLAMBATAN , KITA DAN ANAK ANAK AKAN TERLIHAT TERTAWA RIANG BIASA SAJA SEBAB TIDAK TERASA GONCANGANNYA PADA KOMEDI PUTAR YANG HANYA MELAKUKAN AKSI ROTASI , SEBAB KOMEDI PUTAR KITA HANYA MELAKUKAN ROTASI DAN BERGERAK DI TEMPAT , DAN KERETA SERTA MOBIL DI JALANAN BEBAS HAMBATAN , SEBAGAI CONTOH KECIL BENDA YANG MELAKUKAN AKSI REVOLUSI , SEHINGGA GEMPA ATAU GONCANGAN KETIKA REVOLUSI DI RUANG HAMPA YANG KECIL GRAVITASI , TIDAK DAPAT DISAMAKAN DAHSYATNYA , DENGAN GEMPA ATAU GONCANGAN KETIKA PERCEPATAN ATAU PERLAMBATAN KETIKA WAKTU ROTASI BUMI PADA TEMPATNYA YANG TETAP .

    INILAH BUKTI KUAT YANG MENUNJUKKAN SECARA NYATA DAN TERASA OLEH KITA MANUSIA , BAHWA ADANYA GERHANA MATAHARI DAN GERHANA BULAN TERSEBUT, ADALAH AKIBAT DARI MATAHARI DAN BULAN MELAKUKAN PERLAMBATAN DAN PERCEPATAN PADA LINTASANNYA , SEHINGGA MATAHARI DAN BULAN SERTA BUMI SEWAKTU WAKTU BERADA PADA SATU GARIS LURUS , DAN HAL INI PUN DIJADIKAN SEBAGAI BUKTI ADANYA KEBENARAN TEORI GEOSENTRIS , DIMANA MATAHARI , BULAN , DAN BINTANG BINTANG TELAH DITUNDUKKAN UNTUKMU DENGAN PERINTAHNYA , ( WAHAI PENGHUNI BUMI ) , ARTINYA PERINTAH DARI SANG MAHA PENCIPTA ALAM SEMESTA DAN YANG MAHA MENGETAHUI , SECARA KHUSUS AKAN KELUAR DARI SEGALA MACAM TEORI AKAL PIKIRAN KECIL YANG DIKETAHUI MANUSIA , ARTINYA SEGALA TEORI TEORI MANUSIA ITU BUKANLAH SEGALANYA DALAM IPTEK .

    SESUNGGUHNYA KEADAAN-NYA APABILA DIA MENGHENDAKI SESUATU HANYALAH BERKATA KEPADANYA “JADILAH” MAKA JADILAH IA . ( Q.S. YAA SIIN : 82 ) .

    AYAT DIATAS ADALAH SUATU PENEGASAN BAHWA , HANYA DENGAN PERINTAHNYA MAKA SEGALA HAL TERMASUK GRAVITASI DAN LAIN-LAINNYA TIDAK BERLAKU PADA SESUATU YANG KHIUSUS BIL KHUSUS .

    VIVA ASTRONOMI

  19. esa says:

    Mungkin menurut saya, bukti yang paling jelas adalah adanya gerak semu tahunan matahari. Setiap hari, matahari terbit dari azimuth (arah) yang berbeda-beda. Matahari berpidah arah terbitnya kira kira 16 menit busur setiap hari. Setiap tgl 21 maret & 23 september matahari tepat berada di atas ekuator, pada tgl 21 juni berada di 23,5 LU, pada tgl 22 Desember berada di 23,5 LS.
    Jika matahari mengelilingi bumi, maka itu menjadi hal yang aneh. Apakah orbit matahari selalu berpindah pindah? tidak mungkin kan.?
    Tetapi hal itu lebih mudah dijelaskan apabila bumi lah yang mengelilingi matahari. Bumi memiliki kemiringan sumbu rotasi sebesar 66,5 derajat terhadap garis orbitnya. Sehingga matahari terlihat berpindah-pindah arah terbitnya.
    Maaf kalau ngawur.

    • Ibnu Abi Irfan says:

      itu mungkin saja karena Alloh-lah yang mengatur orbit matahari yang letaknya tidak tetap. coba perhatikan ayat Al Quran berikut

      ????? ??????????????? ??????? ??????????????? (QS. Ar Rahmaan : 17)

      terjemahan secara bebas adalah sebagai berikut: “Tuhan dua timur dan dua barat”.

      sedangkan terjemahan dari Depag adalah sebagai berikut: “Rabb yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Rabb yang memelihara kedua tempat terbenamnya.”

      maka ketidaktetapan orbit matahari itu sama sekali bukan dalil bahwa bumilah yang bergerak

  20. Ayu says:

    Dari semua posting siatas,

    Apa sih dampaknya bagi manusia, jika matahari mengelilingi bumi atau sebaliknya….?

  21. Ayu says:

    Apa sih dampaknya bagi kehidupan peradaban manusia di bumi, apabila matahari yang mengelilingi bumi atau sebaliknya…?

  22. smile_2li says:

    Ilmu pengetahuan selalu berubah sesuai teory yg ditemukan dan pembuktiannya, sedangkan Ilmu yg ada di dalam alquran tidak akan berubah dari sejak diturunkan kepada Nabi Muhamad SAW
    oleh sebab itu ilmu yg ditemukan kalau sudah sesuai dengan yg ada di alquran boleh diterima

  23. Kuliner says:

    Ayu yang ayu ; Jika bumi mengelilingi sesuatu atau mengelilingi matahari tentu berbahaya bagi semua makhluk hidup , sebab nasib bumi akan sama dengan bulan, bintang, dan matahari, atau planet planet lainnya yang beredar karena menjadi kering gersang akibat peredarannya , sehingga seluruh air di bumi termasuk air laut semuanya akan mengering dan menguap habis ke alam raya , akibat perjalanan panjang selama milyaran tahun , dan makhluk di bumi semua menjadi fosil fosil kering seperti di bulan dan bintang bintang yang beredar itu ……

  24. ares says:

    kalau bisa untuk masa cahaya disesuaikan dengan masa bumi

  25. sapto says:

    gravitasi pa

  26. sapto says:

    maaf ne membayangkan ja boleh ya kalo bumi bergerak bulan bergerak gmana bisa da bulan sabit mpe purnama kok ndak sering gerhana matahari to bulan
    matahari bergeser kearah utara 3 bulan balek keselatan 3 bulan mpe katulistiwa trus 3bulan keselatan balek keutara 3 blan mpe katulistiwa

    • nggieng says:

      @peredaran bumi-bulan-matahari tidak berada tepat pada satu bidang datar, tetapi agak ada miring sedikit, akibatnya setiap tahun pasti ada gerhana bulan & matahari, paling tidak dua kali masing2

  27. om boy says:

    dunia kita sekarang menghadapi masalah perubahan iklim dan pemanasan global , sebagai bukti kuat yang nyata bahwa , yang benar adalah teori geosentris , sebab bumi kita nyatanya tidak kuat atau tidak tahan menghadapi perubahan iklim , apalagi harus berjalan jalan mengembara mengelilingi matahari selama setahun secara terus menerus , jadi yang terbukti benar adalah geosentris dan bumi kita hanya melakukan rotasi untuk pergantian siang dan malam saja …. oke bos ??? …. hhmmm …….

    • cherrie says:

      Hmm, apa hubungannya yah perubahan iklim dengan heliosentris? Sori mas, tapi bener2 ga ada hubungannya… hehehe

      Apa kesalahan argumen di atas?

      1. Yg tidak kuat menghadapi perubahan iklim itu manusia dan organisme yg hidup di bumi. Buat buminya sendiri sih, gak masalah apakah satu isi bumi berubah jadi padang pasir atau padang es. Buminya bakal terus ada (sampai ada kejadian katastrofis berskala luar biasa besar yg akan menghancurkan bumi dan mungkin seisi tata surya).
      2. Buat anda mungkin ‘berjalan2′ mengelilingi matahari itu sulit, buat bumi itu cuman rutinitas aja kok. Justru jauh lebih sulit buat bumi yg massanya kecil buat mempertahankan posisi diam sementara harus melawan gaya tarik matahari yg luar biasa besar, plus gaya tarik planet2 lain di tata surya.

  28. ati olo says:

    seorang ilmuwan terkenal bernama bertrand russell , pernah berceramah di masyarakat umum tentang hal astronomi . dan dia mendeskripsikan bagaimana bumi beredar mengitari matahari , serta bagaimana matahari selanjutnya beredar mengitari pusat kumpulan sejumlah besar bintang yang disebut galaksi . kemudian pada akhir ceramah , seorang nenek di barisan belakang berdiri dan berkata , “apa yang anda uraikan itu omong kosong . sebenarnya bumi ini sebuah piring rata yang terletak di atas punggung kura kura raksasa . lalu ilmuwan itu tersenyum menang seraya menjawab , “lalu kura kura itu berdiri di atas apa ibu ??”, hhhh “kau sangat cerdik orang muda , benar benar cerdik”, kata nenek itu . “sampai ke bawah pun semuanya kura kura”, jawab sang nenek sambil kedua tanganny a menunjuk ke bawah ke arah kakinya ,ilmuwan itu bingung dan mengerutkan dahinya , sebab dia lagi membayangkan sebuah menara kura kura yang tidak terhingga banyaknya ………………

  29. cherrie says:

    Mungkin teori paralaks di artikel rada susah dipahami, gue pake penjelasan yg lebih gampang deh.

    Pasti tau dong yg namanya gaya gravitasi itu gak lain dan gak bukan cuman nama keren dari gaya tarik menarik antara benda2 bermassa. Nah, mungkin kita ga bisa mengamati pergerakan bumi itu sendiri, tapi kita bisa mengamati pergerakan benda2 lainnya yg pergerakannya hanya bergantung dari gravitasi. Kita mengamati bulan, tau kalau bulan yg massanya lebih kecil mengitari bumi. Kita mengamati planet lain yg punya satelit juga dan tau pasti kalau satelit2 planet tetangga semuanya mengitari planetnya masing2. Kita menemukan tata surya lain di luar sono, dan semuanya memperlihatkan kalo planet selalu mengitari bintangnya. Kita mengamati galaksi2, dan tau kalau galaksi terdiri dan pusat galaksi yg lebih padat (yg artinya massanya lebih besar), dan ‘piring’ galaksi yg lebih ringan, dan piring galaksi selalu mengitari pusat galaksi, dan ga pernah sebaliknya. Dari semua observasi ini, udah merupakan bukti yg cukup kalau bumi akan berperilaku konsisten dengan seantero alam semesta, dan akan mengitari matahari. Kalo di seantero alam semesta planet selalu mengitari bintang sementara bumi ‘membandel’ dikitari matahari, apa ga aneh?

    Kembali ke contoh simpel gaya gravitasi. Aneh ga sih kalau dipikir2 orang yg naik sepeda roda dua itu bisa jalan lurus bukannya oleng trus jatuh, sementara kalo pedal sepedanya gak dikayuh bakal jatuh? Kok bisa gitu yah? Anda bisa melawan gaya gravitasi dengan tidak jatuh ke tanah ketika anda menggayuh pedal sepeda dan bergerak maju. Apa artinya gaya gravitasi spesial gak bekerja ketika anda naik sepeda? Tentu aja engga, gaya gravitasi tetep bekerja menarik anda ke tanah, tapi dengan bergerak maju, anda bisa menyalurkan gaya yg menarik anda ke bawah menjadi gaya yg membuat anda maju. Kalau anda mengayuh sepeda supaya ga jatuh, yg bergerak sepeda anda atau bumi? (Bumi tentu aja tetep bergerak, tapi dalam skala kecepatan anda dibanding kecepatan bumi, kecepatan bumi bisa diabaikan sementara).

    Hal yg sama terjadi dengan gaya tarik menarik antara matahari dan bumi. Gaya gravitasi bumi itu kecil banget dibanding gaya gravitasi matahari, dan supaya bumi ga jatuh ke matahari, revolusi bumi melawan gaya tarik menuju matahari ini dengan bergerak ke samping. Berhubung gaya tarik matahari gak akan berhenti, bumi juga terus bergerak ke samping terus menerus yg lalu dinamakan dengan gerakan revolusi. Kenapa gaya ke samping jadinya berbentuk lingkaran? Karena gaya tarik matahari ini konstan, sehingga jarak matahari-bumi selalu relatif sama, jadi deh lintasan lingkaran.

  30. Ibnu Abi Irfan says:

    pada hari kiamat nanti, matahari akan diterbitkan dari barat. jika bumi yang bergerak, maka dengan seketika arah rotasi bumi dibalik, dari yang semua barat ke timur menjadi timur ke barat.

    bayangkan jika kita menaiki sebuah bus yang melaju dengan kencang, kemudian bus itu mengerem mendadak. apa yang akan terjadi?

    menurut ilmuwan astronomi, kecepatan rotasi bumi 1600km/jam.

    masih ada lagi yang aneh. jika kita naik ke atas atap gerbong kereta yang sedang melaju, kita pasti akan diterpa angin dari arah depan. bayangkan jika kereta itu melaju dengan kecepatan 1600km/jam, maka bukan hanya angin saja yang akan menerpa kita, melainkan sebuah badai/topan. tapi kenapa hal ini tidak terjadi pada permukaan bumi?

    • Chris says:

      Masalah yg angin dg kecepatan 1.600 km/ itu bukan masalah.
      Atmosfer bumi juga ikut berotasi.
      Kalau Bumi tidak berotasi, bagaimana mungkin posisi bintang2 juga berubah sepanjang malam?
      Apakah bintang2 juga ikut mengitari bumi?

      • Ibnu Abi Irfan says:

        bintang2 memang bergerak, termasuk matahari dan bulan. semua benda langit seperti komet, meteor, asteroid, bulan, matahari, bintang, kabut dan lainnya bukan tempat tinggal bagi makhluq hidup seperti manusia dan binatang. sedangkan bumi adalah tempat berdiam (tinggal).

        ini adalah keadilan Sang Pencipta alam semesa dimana tempat berdiam dibuat diam, sedangkan hiasan langit dibuat bergerak agar tampak indah dan menarik.

        • Chris says:

          Bumi jg benda langit yg memiliki massa, sama seperti bintang, planet, dll.
          Kalau bintang2 semuanya ikut mengitari bumi, bagaimana mungkin bumi bisa menahan mereka?
          FYI: Bintang itu sebenarnya sama seperti matahari, hanya karena jaraknya jauh jadi terlihat seperti itu. Bahkan matahari sendiri, sebenarnya termasuk golongan bintang yang kecil. Misal: Betelgeuse ukurannya lebih dari 1.000 kali ukuran matahari.
          Kalau bintang2 ikut mengitari bumi, bentuk Galaksi Bimasakti harusnya selalu berubah2. Tapi kenapa kita selalu melihat bentuk Galaksi Bimasakti tetap.
          FYI: Galaksi Bimasakti tampak seperti jalur awan putih yang halus di langit malam, membentang dari satu tepi horison ke tepi yang lain. Bisa terlihat dari tempat2 yang benar2 gelap. Galaksi Bimasakti adalah kumpulan milyaran bintang, matahari juga termasuk di dalamnya. Seluruh Tata Surya kita ada di bagian tepi galaksi.

          • Ibnu Abi Irfan says:

            apa buktinya bahwa ukuran bintang itu 1000x ukuran matahari?

            apa buktinya bahwa bentuk galaksi bima sakti seperti yang digambarkan di media2 itu? siapakah penjelajah angkasa yang telahs ampai di laur galaksi bima sakti sehingga bisa memotret galaksi bimasakti dari luar?

          • @ ibnu abi irfan

            boleh saya balik?

            apa buktinya bahwa ukuran bintang itu tidak 1000x ukuran matahari?

            apa buktinya bahwa bentuk galaksi bima sakti tidak seperti yang digambarkan di media2 itu? siapakah penjelajah angkasa yang telah sampai di luar galaksi bima sakti sehingga bisa memotret dan membuktikan kalau bima sakti tidaklah seperti yang kita pahami selama ini?

            :lol:

          • Chris says:

            Jari-jari bintang didapat dengan menurunkan rumus
            L = 4pR2s T4

            Akan terlalu panjang jika saya jelaskan di sini, dengan penuh hormat coba buka http://cas.sdss.org/dr3/en/proj/advanced/hr/radius1.asp

            Bentuk Bimasakti yang saya maksud, adalah bentuknya jika terlihat dari Bumi. Saya yakin, Mas Ibnu belum pernah lihat. Dia baru kelihatan di tempat yang tidak ada polusi cahaya dan saat langit cerah tak berawan.
            Untuk bentuk Bimasakti yang tampak berspiral, akan sangat panjang kalau diterangkan di sini. Gambar itu dibuat dengan perhitungan rumit, dan perbandingan dengan galaksi lain yang terlihat dari planet kita.

            Satu hal: Ilmu pengetahuan tidak akan mempublikasikan sesuatu sebagai fakta jika kebenarannya belum terjamin, teruji, atau meragukan. Seorang ilmuwan akan tetap menyampaikan kebenaran terlepas dari apakah kebenaran itu sesuai atau tidak sesuai dengan yg dia yakini. Syarat utama jadi ilmuwan bukanlah kejeniusan, tapi kejujuran.

          • ivie says:

            minjem kalimat terakhirnya buat di quote boleh???

          • Chris says:

            Yup, gapapa Mbak.. Tidak ada hak patennya kok, hehe.

            Salam dari Biologi :D

          • ivie says:

            makasih. salam lg dari astronomi. kalau ada ktemuan ikut yukkk…..

  31. Ctrl_Alt_Del says:

    terbit dari barat, kan ga dijelasin rotasi bumi berbaliknya secara tiba2 atau tidak tiba2..
    mungkin bus nya ngga ngerem mendadak, ngerem pelan2..

    klo angin di permukaan ngga kencang, itu krn atmosfir kita juga ikut muter 1600kph

    .

    • Ibnu Abi Irfan says:

      matahari terbit dari barat pada hari kiamat jelas dengan tiba2, karena memang datangnya hari kiamat itu secara tiba2. jika hari ini matahari terbit dari timur, besoknya matahari terbit dari barat.

  32. abd maze brain says:

    Sekedar info buat mbak Evie dan Bang Ngieng,Sejak SD kita diajari GRAVITASI BULAN SANGAT LEMAH hingga Astronot dengan baju berat pun bisa dengan mudah melompat. Tetapi berdasar Release terbaru dari peneliti Jepang (JAXA) dengan satelit Lunar orbiter KAGUYA. GRAVITASI BULAN JUSTRU SANGAT KUAT, tapi dengan Penyebaran GAYA tidak merata di permukaan BULAN,ada spot terlemah juga ada SPOT GAYA TERKUAT,( korelasi gaya tarik BULAN pada air laut pasang?)
    beda KUAT GRAVITASI bulan konon penyebab SULIT nya satelit lunar Orbiter tetap berada di orbitnya, hingga SATELIT KAGUYA PUN JATUH menghantam permukaan BULAN, peristiwa ini berhubungan dengan penemuan fragmen air di sisi gelap BULAN. (dikutip dari Science Zero NHK)
    Trima kasih,

    • Chris says:

      Tapi memang kalau dibandingkan dengan Bumi tetap lemah kok.
      Bulan tidak memiliki gaya gravitasi yang cukup kuat untuk menahan air cair tetap pada permukaannya (selain karena faktor suhu permukaannya sih). Untuk menahan atmosfer gas yang cukup tebal saja Bulan tidak mampu.

  33. Chris says:

    Saya bertanya, mana yang massanya lebih besar, Bulan atau Bumi?
    Pasti semua setuju menjawab Bumi. Diameter Bumi jelas lebih besar dari bulan, 12.756 km dibanding 3.476 km.
    Jika massanya lebih besar, tentunya gaya gravitasinya lebih besar bukan? Maka dari itu, bukankah Bulan yang bergerak mengelilingi Bumi?

    Sekali lagi saya hanya bertanya, mana yang massanya lebih besar, Bumi atau Matahari?
    Pasti semua setuju kalau massa Matahari lebih besar.
    Diameternya aja beda banget, 12.756 km dibanding 1.390.000 km.
    Jadi, siapa yang mungkin mengelilingi siapa?
    Bukankah aneh kalau Matahari yang sebesar Gajah untuk mengelilingi Bumi yang sebesar kacang?
    Gaya gravitasinya aja beda banget.

    Saya hanya bertanya kok…

    • Ibnu Abi Irfan says:

      kapan ngukurnya? pake alat apa?

      • Chris says:

        Dahulu, tahun 195 Sebelum Masehi ada orang Yunani bernama Erosthothenese yang berhasil mengukur jari-jari bumi. Lengkapnya, baca di Isaac Moreno Gallo (3–6 November 2004). “Roman Surveying” (PDF). Archived from the original on 2007-02-05.
        (Akan sangat amat panjang kalau saya terangkan di sini).

        Jaman sekarang, kita punya satelit2 yang diluncurkan dengan prinsip2 bahwa ukuran bumi sekian, diameternya sekian, gravitasinya sekian. Jika angka2 itu bukan kebenaran, seharusnya tidak ada satu pun satelit yang berhasil meluncur dan berada di orbitnya.

        Jika anda masih ragu dengan kebenarannya, seharusnya anda juga ragu apakah televisi itu memang bnar2 berfungsi. Siapa tau itu sebenarnya kotak sihir yang gambarnya hanya muncul di dalam pikiran kita kan?

        • Ibnu Abi Irfan says:

          okelah kalo ukuran bumi sekian itu memang bisa diukur karena kita memang mendiaminya, sehingga dimungkinkan pengukuran bumi.

          yang saya tanyakan, bagaimana cara mengukur matahari, sehingga disimpulkan bahwa ukuran matahari lebih besar daripada bumi? adakah orang Yunani lain yang telah mengukur maathari?

          • kok masih nanya lagi?
            itu literatur yang dikasih di atas udah dibaca belum?

            baca dulu baru nanya lagi ya, oom :D

          • Chris says:

            Kita tahu jarak Bumi-Matahari sekitar 150 juta km (diketahui dengan metode paralaks).
            Dari Bumi ukuran matahari tampak sebesar uang logam yang ditaruh di ujung tangan. Alias ukuran angular tampaknya adalah 31.6?. Dengan megetahui itu saja kita bisa mengetahui diameter matahari.
            Anda pernah belajar tentang trigonometri di sekolah kan? Silakan pakai itu.

            FYI: Hasil yang didapatkan oleh Erosthothenes dikonfirmasi dan disempurnakan oleh ilmuwan2 jaman sekarang.
            Tapi Erosthothenes saja mengerti, padahal dia manusia sebelum masehi. Kita yang hidup di abad ke-21 harusnya lebih mengerti.

  34. abd maze brain says:

    Betul kan di SD sudah diajari Gravitasi Bulan katanya 1/6 dari Gravitasi Bumi, tetapi yg dimaksud Peneliti JAXA adalah lebih dari itu (>1/6), hypotesaku mungkin karena batuan padat bulan utuh. sedangkan bumi kaya apel kroak alias 70% air laut. (masa benda = gaya ) trims

  35. nggieng says:

    @semua pembaca: Bagi yang masih berminat mendiskusikan tentang geo-helio-sentris dalam perspektif Islam, saya sarankan membaca buku berjudul:

    Ilmu Falak. Perjumpaan Khazanah Islam & Sains Modern.

    Karya Dr. Susiknan Azhari, MA,
    Terbitan Suara Muhammadiyah.

    Semoga dapat menjadi pencerahan bagi semua pembaca! -nggieng-

  36. [...] Bagaimana membuktikan bahwa Bumi mengelilingi Matahari, dan bukan sebaliknya? [...]

  37. [...] setelah membaca lagi postingan-postingan di langitselatan.com terkait MMB vs BMM, berikut komen-komennya, ada dua komentar yang saya anggap layak untuk meraih predikat comments of [...]

  38. cherrie says:

    Tim LS, barangkali punya rekomendasi buku Astronomi Dasar yg bisa dibaca saudara Ibnu Abi Irfan? Kayaknya daripada bolak balik menejelaskan di kolom2 komentar LS sini, lebih baik Saudara Ibnu Abi Irfan diberi daftar bacaan yg berguna buat menjawab pertanyaan2 di atas?

  39. Syukran Andra says:

    Earth is The Center of the Universe

  40. abd maze brain says:

    ada cara mudah membuktikan teori ukuran dan jarak benda angkasa, yakni dengan simulasi komputer atau materi skalatis. saya pernah melakukanya dengan sofware CAD dan 3D Max, dengan case GERHANA , saya input semua parameter dan ketika di RENDER hasilnya persis sama dengan ASLINYA, cukup AKURAT. Trims

  41. abd maze brain says:

    Anggap saja diameter Bulan = 3.000 km, dan diameter Bumi = 12.000 km, masa Bulan utuh bulat, tapi Bumi kroak dan 70% air, jadi 12.000 x 0.30 = 3.400 Wow pantas saja ia tetap di posisinya alias sama kuat Factor G nya. trims.

Aturan Dalam Memberi komentar :

  1. Jika anda sudah memiliki akun di langitselatan, silahkan log masuk untuk memberi komentar
  2. Admin dan Moderator berhak untuk memoderasi setiap komentar yang masuk
  3. Diharapkan menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
  4. Bersikap Baik - Tidak menyerang pembaca yang lain ataupun penulis
  5. Dilarang memberikan komentar yang mengarah pada hal-hal terkait SARA.
  6. Berikan komentar yang singkat - Tidak menuliskan komentar yang bahkan lebih panjang dari artikel yang ada.
  7. Dilarang mengiklankan produk, jasa, dll.
  8. Jika melanggar, komentar akan langsung kami hapus

Beri Komentar