Bagaimana membuktikan bahwa Bumi mengelilingi Matahari, dan bukan sebaliknya?
Pada awal perkembangan sains, orang-orang seperti Copernicus, Kepler, Galileo & Newton berpendapat bahwa alangkah lebih baik (untuk menjelaskan), lebih mudah (secara matematika) & lebih elegan (secara filosofis) bahwa Matahari berada di pusat, sementara Bumi & planet-planet berputar mengelilingi Matahari. Semua punya penjelasan yang memuaskan, secara teori untuk mengatakan hal itu.
Sampai sekarang, pelajaran SMU fisika pun memberikan penjelasan yang jelas & memuaskan, bahwa memang demikian ada-nya. Massa matahari yang jauh lebih besar daripada planet-planet membuat planet-planet harus tunduk pada ikatan gravitasi Matahari, sehingga planet-planet tersebut bergerak mengitari Matahari sebagai pusat. Demikian dari hukum Gravitasi Newton.
Perumusan matematika-nya secara gamblang dan jelas dijelaskan oleh perumusan Kepler, hanya karena Matahari yang menjadi pusat sistem.
Kalau memang begitu ada-nya dan tidak percaya, bagaimana membuktikannya? Gampang, terbang saja jauh-jauh dari sistem tata surya ke arah kutub, dan lihatlah bagaimana Bumi beserta planet-planet bergerak mengitari Matahari. Tentu saja ini adalah pernyataan yang bersikap humor. Tapi ini memang menjadi pertanyaan penting, bagaimana membuktikannya?
Bapak-bapak yang telah disebutkan tadi, tentu saja mempunyai pendapat yang berlaku sebagai hipotesa, dan harus bisa dibuktikan melalui pembuktian yang teramati/eksperimentasi. Apabila eksperimen berkesesuaian dengan hipotesa, maka hipotesa diterima dan itu menjadi teori. Bukankah demikian?
Baik, sekarang bagaimana membuktikannya? Satu-satu-nya cara membuktikan fenomena langit adalah melalui ilmu astronomi, yaitu ketika pengamatan dilakukan pada benda-benda langit lalu memberikan penjelasan ilmiah tentang apa yang sebenar-nya terjadi disana.
Tentu tidaklah mudah memberikan bukti yang langsung bisa menjelaskan secara cespleng bahwa Bumi berputar mengitari Matahari, bukankah lebih mudah mengatakan kebalikannya? Tapi seperti yang telah disampaikan, itu akan menjadi tidak baik, tidak mudah dan tidak elegan untuk menyatakan demikian. Ternyata dari pengamatan astronomi menunjukkan bahwa memang Bumi yang mengitari Matahari. Tidak percaya?
Bukti pertama, adalah yang ditemukan oleh James Bradley (1725). Pak Bradley menemukan adanya aberasi bintang.
Apa itu aberasi bintang? Bayangkan kita sedang berdiri ditengah-tengah hujan, dan air hujan jatuh tepat vertikal/tegak lurus kepala kita. Kalau kita menggunakan payung, maka muka & belakang kepala kita tidak akan terciprat air bukan? Kemudian kita mulai berjalan ke depan, perlahan-lahan & semakin cepat berjalan, maka seolah-olah air hujan yang tadi jatuh tadi, malah membelok dan menciprati muka kita. Untuk menghindari-nya maka kita cenderung mencondongkan payung ke muka. Sebetulnya air hujan itu tetap jatuh tegak lurus, tetapi karena kita bergerak relatif ke depan, maka efek yang terjadi adalah seolah-olah membelok dan menciprat ke muka kita.
Demikian juga dengan fenomena aberasi bintang, sebetulnya posisi bintang selalu tetap pada suatu titik di langit, tetapi dari pengamatan astronomi, ditemukan bahwa posisi bintang mengalami pergeseran dari titik awalnya, pergeseran-nya tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk menunjukkan bawha memang sebenar-nya lah bumi yang bergerak.
Mari kita tinjau Gb.1.

Efek Aberasi Bintang
Aberasi terjadi jika pengamat adalah orang yang berdiri ditengah hujan, dan arah cahaya bintang adalah arah jatuhnya air hujan. Kemudian pengamat bergerak tegak ke muka, tegak lurus arah jatuhnya hujan. S menyatakan posisi bintang, E posisi pengamat di Bumi. Arah sebenarnya bintang relatif terhadap pengamat adalah ES, jaraknya tergantung pada laju cahaya. Kemudian Bumi BERGERAK pada arah EE’ dengan arah garis merepresentasikan lajunya. Ternyata pengamatan menunjukkan bahwa bintang berada pada garis ES’ alih-alih ES, dengan SS’ paralel & sama dengan EE’. Maka posisi tampak binang bergeser dari posisi sebenarnya dengan sudut yang dibentuk antara SES’.Jika memang Bumi tidak bergerak, maka untuk setiap waktu, sudut SES’ adalah 0, tetapi ternyata sudut SES’ tidak nol. Ini adalah bukti yang pertama yang menyatakan bahwa memang Bumi bergerak.
Bukti kedua adalah paralaks bintang. Bukti ini diukur pertama kali oleh Bessel (1838). Paralaks bisa terjadi jika posisi suatu bintang yang jauh, seolah-olah tampak ‘bergerak’ terhadap suatu bintang yang lebih dekat. (Gb.2). Fenomena ini hanya bisa terjadi, karena adanya perubahan posisi dari Bintang akibat pergerakan Bumi terhadap Matahari. Perubahan posisi ini membentuk sudut p, jika kita ambil posisi ujung-ujung saat Bumi mengitari Matahari. Sudut paralaks dinyatakan dengan (p), merupakan setengah pergeseran paralaktik bilamana bintang diamati dari dua posisi paling ekstrim.

Paralaks Bintang
Bagaimana kita bisa menjelaskan fenomena ini? Ini hanya bisa dijelaskan jika Bumi mengitari Matahari, dan bukan kebalikannya.Bukti ketiga adalah adanya efek Doppler.
Sebagaimana yang telah diperkenalkan oleh Newton, bahwa ternyata cahaya bisa dipecah menjadi komponen mejikuhibiniu, maka pengetahuan tentang cahaya bintang menjadi sumber informasi yang sahih tentang bagaimana sidik jari bintang (baca tulisan saya tentang ‘fingerprint of the star’) . Ternyata pengamatan-pengamatan astronomi menunjukkan bahwa banyak perilaku bintang menunjukkan banyak obyek-obyek langit mempunyai sidik jari yang tidak berada pada tempat-nya. Bagaimana mungkin? Penjelasannya diberikan oleh Bpk. Doppler (1842), bahwa jika suatu sumber informasi ‘bergerak’ (informasi ini bisa suara, atau sumber optis), maka terjadi ‘perubahan’ informasi. Kenapa bergeraknya harus tanda petik? Ini bisa terjadi karena pergerakannya dalah pergerakan relatif, apakah karena pengamatnya yang bergerak? Atau sumber-nya yang bergerak?
Demikian pada sumber cahaya, jika sumber cahaya mendekat maka gelombang cahaya yang teramati menjadi lebih biru, kebalikannya akan menjadi lebih merah. Ketika Bumi bergerak mendekati bintang, maka bintang menjadi lebih biru, dan ketika menjauhi menjadi lebih merah.
Disuatu ketika, pengamatan bintang menunjukkan adanya pergeseran merah, tetapi di saat yang lain, bintang tersebut mengalami pergeseran Biru. Jadi bagaimana menjelaskannya? Ini menjadi bukti yang tidak bisa dibantah, bahwa ternyata Bumi bergerak (bolak-balik – karena mengitari Matahari), mempunyai kecepatan, relatif terhadap bintang dan tidak diam saja.
Dengan demikian ada tiga bukti yang mendukung bahwa memang Bumi bergerak mengitari matahari, dari aberasi (perubahan kecil pada posisi bintang karena laju Bumi), paralaks (perubahan posisi bintang karena perubahan posisi Bumi) dan efek Doppler (perubahan warna bintang karena laju Bumi).
Tentu saja bukti-bukti ini adalah bukti-bukti ILMIAH, dimana semua pemaknaan, pemahaman dan perumusannya mempergunakan semua kaidah-kaidah ilmiah, masuk akal dan ber-bobot kebenaran ilmiah. Apakah memang demikian adanya? Seperti yang ungkapkan, sampai detik ini belum ada teknologi yang bisa membuat kita bisa terbang jauh-jauh ke luar angkasa, sedemikian jauhnya sehingga bisa melihat memang begitulah yang sebenarnya. Tetapi, pembuktian metode ilmiah selama ini cukup sahih untuk menjawab banyak ketidak-pahaman manusia tentang posisi-nya di alam. Dan bukti-bukti yang telah disebutkan tersebut cukup untuk menjadi landasan untuk menjawab bahwa memang Bumi mengitari Matahari; dari pengetahuan Bumi mengitari Matahari, banyak hal-hal yang telah diungkap tentang alam semesta ini, sekaligus menjadi landasan untuk mencari jawab atas banyak hal yang belum bisa dijawab pada saat ini.
http://simplyvie.wordpress.com/profile/ benarkah bumi mengelilingi matahari
nggieng jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.Email this author | All posts by nggieng
182 Comments
Trackbacks
- Trip To Athens : CAP Conference | simplyvie
- Apakah Bumi yang Mengelilingi Matahari, Ataukah Sebaliknya ? « Rofiq Bastoni’s Weblog
- Relativitas Kebenaran « Analisis Pencari Kebenaran
Aturan Dalam Memberi komentar :
- Jika anda sudah memiliki akun di langitselatan, silahkan log masuk untuk memberi komentar
- Admin dan Moderator berhak untuk memoderasi setiap komentar yang masuk
- Diharapkan menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
- Bersikap Baik - Tidak menyerang pembaca yang lain ataupun penulis
- Dilarang memberikan komentar yang mengarah pada hal-hal terkait SARA.
- Berikan komentar yang singkat - Tidak menuliskan komentar yang bahkan lebih panjang dari artikel yang ada.
- Dilarang mengiklankan produk, jasa, dll.
- Jika melanggar, komentar akan langsung kami hapus










apa sih yg di maksud dengan paham geosntris
@silviaseptiana putri: geo = bumi, sentris = pusat, jadi paham yang menempatkan bumi sebagai pusat dari suatu sistem
nice shoot
apa zhc yg d maksd paralaks ??
Mas.. tiga teori yang mas kemukakan itu membuktikan kelemahan manusia yang percaya pada mata ama telinga :
1 Bradley.. tergantung siapa yang bergerak.
2. Bessel .. juga tergantung siapa yang bergerak.
3. Doppler.. juga tergantung siapa yang bergerak.. jadi apa yang bisa dibuktikan? kalo dibawa ke pemahaman geo sentris yaa benar.. kalo percaya heliosentris juga benar dong….kaya fir’aun yang mau lihat Allah SWT padahal mata kiri liat mata kanan aja gak bisa. makanya Allah SWT beri kita dua mata dan dua telinga supaya paralaksnya dan dopplernya mengecil coba mata dan telinga satu .. mending kita kembali pada ALQUR’AN dan SUNNAH Wallahua’lam bisshowab.
GS.Yasin : 37-40
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, 37
dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. 38
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. 39
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. 40
Kebenaran hanya datang dari Allah SWT
salut..mas!!!aku juga sueeeeeneng banget ma yg namanaya ASTRONOMI…………i luv it!!
mas kalo nyari buku astronomi yang bahasa indonesia dimana?
Kalau Al-Qur’an yang turun 14 abad yang lalu menceritakan seperti ini :
Qur’an [10.5] Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
Qur’an [14.33] Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.
Qur’an [16.12] Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),
Qur’an [21.33] Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
Qur’an [36.40] Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
Nah beberapa ayat yang saya kutip menunjukkan 14 Abad yang lalu dengan peradaban arab jahiliyah Qur’an telah menerangkan bahwa matahari dan bulan beredar menurut orbitnya. Pada saat itu orang masih berpaham sesuai teori Ptolemeus (geocentris) abad 2 SM. Bahwa bumi terikat dengan matahari. Sekarang sudah terbukti bahwa matahari bergerak dalam sistem galaksi yang lebih luas lagi. Pada saat itupun teori Pythagoras menyebutkan matahari tidak bergerak (matahari pusat alam)
Udah coba baca lagi dan lagi, mana sih yang merupakan bukti ILMIAH yg katanya sahih dan yg masuk akal. Padahal dg 3 alasan yg sama itupun bisa pula dinyatakan bahwa bumi yang dikelilingi oleh yg lain. Sama aja kan jadinya, tergantung pendirian awalnya apa yg diyakini seseorang.
Coba kalau namanya bukti itu, yg bisa membuktikan satu teori, tapi jika di tes dengan teori lawannya, hasilnya salah besar. Jadi orang yg keyakinan awalnya beda bisa dipengaruhi. Ok.
yang namanya bukti ilmiah, pasti mempergunakan kaidah2 ilmiah, kalau tidak percaya, coba saja turunkan persamaan matematika-nya, kalo cocok, ya itulah bukti ilmiah yang masuk akal ..
satu-satunya yang bisa membuktikan dengan benar adalah, “Keluarlah dari bima sakti dan lihat sendiri!”
lol..”keluar dari bima sakti trus liat sendiri” sih itu salah satu cara membuktikan nya..bukan bukti itu sendiri..:)
teknologi yang kita pake sekarang ini di bangun atas dasar teori heliosentris… satelit yang posisinya di geostasioner yang sedang kita pake mempinyai kecepatan yang luar biasa untuk untuk melawan gravitasi dengan gaya sentrifugal dan untuk mengikuti gerak bumi agar tetap poda posisinya… sesekali dia melakukan koreksi posisi dengan roket-roket kecilnya. (gak percaya tanya ama yang meluncurkan) bumi berputar bro.
juga pioneer 1, 2 10, 11. yang dikuncurkan tahun 70 an coba brows ini
http://www.nasaimages.org/luna/servlet/detail/nasaNAS~5~5~23326~127336:Pioneer-10-Trajectory
pioneer salah satu pesawat yang diluncurkan keluar tata surya dengan melawati beberapa planet dan diprogram berdasarkan helio sentris.
jika bumi bergerak berarti pesawat yg mengudara tp diam dr indonesia selama 12 jam, turun dah sampe amerika dunk hehehe.. iya g sih?
bener juga comment abulhasan? jadi binun
buat abulhasan & maya: argumen pesawat itu lemah sekali, karena abulhasan mengabaikan peran gravitasi, yang namanya pesawat bisa terbang itu harus tetap patuh sama hukum gravitasi, kalau kemudian pesawat itu disuruh ‘diam’, yang terjadi ya pesawatnya jatuh donk. kecuali kalau pesawat yg dinaiki abulhasan & maya bisa terbang jauh keluar dari pengaruh gravitasi bumi, (& matahari), jadi bisa ngeliat, apa benar bumi berotasi terhadap sumbunya? apa benar pada saat yang sama, bumi ber-revolusi mengelilingi matahari? apa benar matahari bergerak mengelilingi pusat galaksi?
Jika bumi memiliki grafitasi siapa yg lebih layak diputari? apakah matahari juga punya grafitasi?
setiap benda ber-massa pasti patuh pada hukum gravitasi ..
Gerak itu maya (tidak nyata). Ketika kita duduk dalam kereta yang diam lalu disamping kita ada kereta yang melaju seakan-akan kereta yg kita naiki bergerak. Begitu juga ketika kita didalam kereta melihat jendela seolah-oleh pemandangan yg kita lewati yg bergerak. Hayo tambah bingung kan?
Lalu atas dasar apa pesawat ulang alik bisa mendarat dengan tepat pada posisi yg diinginkan? Jika bumi berputar apa gak bingung pulangnya tuh? Jika bumi mempunyai grafitasi; lebih besar manakah grafitasi matahari dengan bumi?
dasarnya ya lintasan (ingat kan, di fisika dasar sma diajarin tentang lintasan lurus, lintasan parabola, dll)? ingat juga kan, bahwa gaya gravitasi akan selalu berkaitan dengan massa? tentunya kita gak akan bingung kalau kita mempergunakan tata sistem koordinat? makanya ada lintang & bujur, supaya tidak bingung
konon katanya pada masa cold war dulu uni soviet (rusia) berencana membuat senjata yang berbentuk bola dan akan di tembakan keluar dari atmosfir bumi lalu dengan memanfaatkan rotasi bumi, bola/peluru yang ditembakan itu kemudian jatuh kembali ke bumi dan mengenai sasaran (amerika)
itu bukan konon, roket2 juga dibuat dengan prinsip yang sama, ambil contoh roket nuklir ICBM (Intercontinental Balistic MIssile, atau misil balistik antar benua) yang banyak dikenal waktu jaman perang dingin
mngapa contoh hujan, payung dan gerakan orang yng brpayung hasilnya tidak cocok dngn contoh berikut :
seorang brada dalam kreta api yng mlaju dngn cepat, di dalam kreta tsb, dy melemparkan sbuah jeruk ke udara.
kmana arah jatuh buah jeruk itu? apakah jatuh ke tangan si pelempar, atau ke belakang melewati tangan plempar?
trnyata jeruk jatuh tepat ke tangan pelempar, yng mana hasilnya brlawanan dngn contoh hujan dan payung. mengapa?
jawabannya: ke inersia-an
Matahari , Bulan , Bintang-bintang , Siang dan Malam , telah Ditundukkan untukmu dengan perintah-Nya , itu berarti planet yang Besar pun dapat tunduk berputar (beredar) pada yang lebih Kecil ( yaitu keluar dari segala teori-teori yang dipikirkan oleh otak manusia yang kecil dan terbatas ) , yaitu seperti elektron-elektron atom pada suatu molekul-molekul yang selalu beredar mengelilingi inti atom , dimana inti atau pun poros , as , umumnya juga lebih kecil , sebab hukum Alam Makro atau pun Alam Mikro itu kenyataannya tetap sama serta berhubungan dan seimbang ….
ADANYA KEJADIAN GERHANA MATAHARI DAN GERHANA BULAN , ADALAH BUKTI NYATA BAHWA MATAHARI YANG BERPUTAR BEREDAR PADA LINTASANNYA , MELAKUKAN PERLAMBATAN DAN PERCEPATAN PADA PEREDARAN LINTASANNYA , BEGITU JUGA GERHANA BULAN SEBAGAI BUKTI ADANYA PERCEPATAN DAN PERLAMBATAN PADA PERGERAKAN BULAN MENGELILINGI BUMI , HAL INI SALAH SATU BUKTI YANG MEMPERKUAT KEBENARAN GEOSENTRIS DAN SEBABNYA ADALAH ; JIKA BUMI BEREDAR MENGELILINGI SESUATU KEMUDIAN BERGERAK MELAKUKAN PERLAMBATAN DAN ATAU PERCEPATAN DARI KECEPATAN NORMALNYA , MAKA TENTU DAPAT DIBAYANGKAN SELURUH ISI BUMI YANG ADA DIATAS ATAU DIBAWAH PERMUKAAN BUMI ITU , AKAN BERGUNCANG KERAS ( GEMPA DAHSYAT ) AKIBAT DARI ADANYA PERLAMBATAN ATAU PERCEPATAN , JIKA BUMI MELAKUKAN PEREDARAN MENGELILINGI MATAHARI , PADA SETIAP SAAT TERJADINYA PERISTIWA GERHANA .
OLEH KARENA BUMI HANYA MELAKUKAN ROTASI UNTUK PERGANTIAN MALAM DAN SIANG (PADA TEMPATNYA YANG TETAP) , MAKA PENGHUNI PENGHUNI BUMI DAN SELURUH ISINYA TENTU TIDAK MERASAKAN ADANYA GONCANGAN , AKIBAT PERCEPATAN DAN PERLAMBATAN DARI PEREDARAN MATAHARI DAN BULAN PADA SAAT TERJADINYA GERHANA MATAHARI ATAU BULAN TERSEBUT , KARENA GONCANGAN AKIBAT PERLAMBATAN DAN PERCEPATAN HANYA TERJADI DI MATAHARI DAN BULAN , SEHINGGA JIKA PADA ROTASI BUMI ADA TERJADI PERLAMBATAN ATAU PERCEPATAN PADA ROTASI , MAKA TENTU RESIKONYA LEBIH KECIL SEBAB HANYA BERPUTAR PADA TEMPAT TETAPNYA , SEHINGGA HAL INI PUN DAPAT BERAKIBAT TERJADINYA GEMPA (TEKTONIK) DI BUMI , ARTINYA ADANYA GEMPA TEKTONIK TERSEBUT , SEBAGAI BUKTI AKIBAT ADANYA ROTASI BUMI DAN BUKANLAH KARENA ADANYA REVOLUSI BUMI KETIKA MELAKUKAN PERLAMBATAN ATAU PERCEPATAN .
SEPERTI ORANG YANG NAIK KERETA ATAU MOBIL DENGAN KECEPATAN TINGGI , TENTU PENUMPANG AKAN MERASAKAN KUATNYA GONCANGAN JIKA MOBIL ATAU KERETA MEMPERCEPAT ATAU MEMPERLAMBAT LAJUNYA , DIMANA PERBANDINGANNYA LAIN LAGI JIKA KITA MENCOBA NAIK KOMEDI PUTAR , MAKA JIKA KOMEDI PUTAR MELAKUKAN PERCEPATAN ATAU PUN PERLAMBATAN , KITA DAN ANAK ANAK AKAN TERLIHAT TERTAWA RIANG BIASA SAJA SEBAB TIDAK TERASA GONCANGANNYA PADA KOMEDI PUTAR YANG HANYA MELAKUKAN AKSI ROTASI , SEBAB KOMEDI PUTAR KITA HANYA MELAKUKAN ROTASI DAN BERGERAK DI TEMPAT , DAN KERETA SERTA MOBIL DI JALANAN BEBAS HAMBATAN , SEBAGAI CONTOH KECIL BENDA YANG MELAKUKAN AKSI REVOLUSI , SEHINGGA GEMPA ATAU GONCANGAN KETIKA REVOLUSI DI RUANG HAMPA YANG KECIL GRAVITASI , TIDAK DAPAT DISAMAKAN DAHSYATNYA , DENGAN GEMPA ATAU GONCANGAN KETIKA PERCEPATAN ATAU PERLAMBATAN KETIKA WAKTU ROTASI BUMI PADA TEMPATNYA YANG TETAP .
INILAH BUKTI KUAT YANG MENUNJUKKAN SECARA NYATA DAN TERASA OLEH KITA MANUSIA , BAHWA ADANYA GERHANA MATAHARI DAN GERHANA BULAN TERSEBUT, ADALAH AKIBAT DARI MATAHARI DAN BULAN MELAKUKAN PERLAMBATAN DAN PERCEPATAN PADA LINTASANNYA , SEHINGGA MATAHARI DAN BULAN SERTA BUMI SEWAKTU WAKTU BERADA PADA SATU GARIS LURUS , DAN HAL INI PUN DIJADIKAN SEBAGAI BUKTI ADANYA KEBENARAN TEORI GEOSENTRIS , DIMANA MATAHARI , BULAN , DAN BINTANG BINTANG TELAH DITUNDUKKAN UNTUKMU DENGAN PERINTAHNYA , ( WAHAI PENGHUNI BUMI ) , ARTINYA PERINTAH DARI SANG MAHA PENCIPTA ALAM SEMESTA DAN YANG MAHA MENGETAHUI , SECARA KHUSUS AKAN KELUAR DARI SEGALA MACAM TEORI AKAL PIKIRAN KECIL YANG DIKETAHUI MANUSIA , ARTINYA SEGALA TEORI TEORI MANUSIA ITU BUKANLAH SEGALANYA DALAM IPTEK .
SESUNGGUHNYA KEADAAN-NYA APABILA DIA MENGHENDAKI SESUATU HANYALAH BERKATA KEPADANYA “JADILAH” MAKA JADILAH IA . ( Q.S. YAA SIIN : 82 ) .
AYAT DIATAS ADALAH SUATU PENEGASAN BAHWA , HANYA DENGAN PERINTAHNYA MAKA SEGALA HAL TERMASUK GRAVITASI DAN LAIN-LAINNYA TIDAK BERLAKU PADA SESUATU YANG KHIUSUS BIL KHUSUS .
VIVA ASTRONOMI
Pak Pulsar …. tulisannya kok hurup gede semua, nggak enak ngebacanya. Hehehe ….