Mari Berhitung, Berapa Banyak Kehidupan Lain Di Luar Bumi?

Pada awalnya saya akan menanggapi tulisan bung Ahmad mengenai adanya kemungkinan kehidupan lain di dalam alam semesta ini, tapi sepertinya akan lebih menarik untuk membuat posting tersendiri untuk hal tersebut.

Teleskop SETI.

Sedangkan untuk komentar bung Ahmad yang pertama, nanti saya akan coba tuliskan dalam posting terpisah. Ada berapa banyakkah kehidupan (cerdas) lain selain kehidupan (cerdas) di Bumi, sehingga kita bisa melakukan kontak?

Pertanyaan ini telah dicoba untuk dirumuskan secara matematis oleh Prof. Frank Drake di tahun 1960-an. Prof. Frank Drake menyusun rumus ini pada pertemuan mengenai SETI (Search of Extra Terrestrial Inteligence/Pencarian Kehidupan yang cerdas di luar Bumi) di Green Bank, Virginia Barat.

Mari kita sedikit bermain hitung-hitungan, menggunakan persamaan yang dirumuskan oleh Prof. Drake, sbb:

N = R* × fp × ne × fl × fi × fc × L

N jumlah peradaban di dalam galaksi kita, yang memungkinkan kita bisa melakukan kontak.;

R* rasio pembentukan bintang di dalam galaksi kita
fp fraksi dari bintang-bintang yang mempunyai planet
ne rata-rata jumlah planet yang berpotensi punya penunjang hidup per-bintang (yang mempunyai planet)
fl fraksi dari yang di atas dimana ada kehidupannya berkembang
fi fraksi dari yang di atas dimana kehidupannya mengembangkan kecerdasan
fc fraksi dari peradabaan yang mengembangkan teknologi, yang bisa mengirimkan sinyal tentang keberadaannya, ke luar angkasa
L rentang waktu peradaban tersebut untuk mengirimkan sinyal ke luar angkasa

Tentu saja angka-angka yang berada pada sisi kanan tidaklah selalu disepakati oleh banyak pihak. Tetapi, tidaklah salah untuk mencobakan satu atau dua angka tertentu sebagai pendekatan awal, sehingga bisa menggambarkan kemungkinannya. Bahkan kita bisa mencoba asumsi kita sendiri.

Pada tahun 1961, Prof. Drake mempergunakan pendekatan angka-angka sebagai berikut:

R* = 10/tahun (10 bintang terbentuk dalam setahun)
fp = 0.5 (setengah dari setiap bintang terbentuk punya planet)
ne = 2 (2 planet per bintang memungkinkan adanya kehidupan)
fl = 1 (100% dari setiap planet mengembangkan kehidupan)
fi = 0.01 (1% dari setiap kehidupan mengembangkan kecerdasan)
fc = 0.01 (1% yang bisa berkomunikasi)
L = 10000 tahun (hanya bisa terjadi komunikasi setelah 10000 tahun, setelah sinyal dikirimkan)

Maka N = 10 × 0.5 × 2 × 1 × 0.01 × 0.01 × 10,000 = 10. Baiklah, ada 10 kemungkinan peradaban lain di luar sana yang mungkin berkomunikasi dengan kita. Tapi apakah benar demikian adanya?

Nilai R* bisa diterima karena memang banyak ditemukan di alam dari pengamatan-pengamatan; demikian juga dengan nilai fp tidak terlalu diperdebatkan. Tetapi angka-angka yang lain masih harus di uji lagi, dan disesuaikan dengan pengamatan-pengamatan terkini.

Penemuan terkini tentang planet-planet gas di dekat orbit bintang menyebabkan nilai ne semakin tidak pasti, karena memberikan keragu-raguan apakah planet yang mempunyai penunjang-hidup, dapat bertahan di dalam sistem bintang? Sebagai tambahan, kebanyakan bintang di dalam galaksi merupakan raksasa merah, dengan radiasi UV yang sangat kecil, menambah kecil kemungkinan adanya planet yang bisa ditinggali. Alih-alih terjadi semburan energi bintang pada UV oleh bintang, semburan terjadi pada sinar-X, yang malah menyebabkan adanya erosi pada atmosfer planet. Jadi apakah mungkin suatu planet dengan penunjang kehidupan bertahan dalam kondisi seperti itu?

Selain itu, adanya kemungkinan jika planet-planet gas tersebut mempunyai bulan yang mempunyai kemungkinan adanya kehidupan
(seperti contoh kasus satelit Jupiter Europa) menambah ketidak-pastian-nya menjadi semakin besar.

Angka-angka untuk fl, fi dan fc, sampai sekarang masih menjadi perdebatan.

Perdebatannya melibatkan Geologi, Biologi dan semua ilmu yang berkaitan dengan bagaimana asal muasal planet Bumi serta kehidupannya. Penemuan adanya kehidupan di Mars menambah keruwetan dalam menentukan angka-angka tersebut, jika kehidupan di Mars berasal dari proses pembentukan yang berbeda dengan di Bumi, maka angka fl harus lebih lagi. Itu pun, jika ada kecerdasan lain, apakah mereka akan berpartisipasi dalam mencari kehidupan di luar planet-nya? Apakah mereka peduli mereka sendirian atau tidak di alam semesta? Mempunyai kecerdasan, berarti mempunyai kebebasan untuk memilih, sekalipun memiliki teknologinya, tetapi jika tidak berminat mencari tahu, maka kita di Bumi tidak akan pernah tahu. Atau, jangan-jangan, malah mereka sudah datang kesini, sudah mencoba berkomunikasi dengan kita?

Nilai L, hanya berlaku untuk daerah di sekitar Matahari, sementara berapa jauh alam semesta ini? Luas sekali. Jika saja ada suatu peradaban yang mengirimkan pesan ke Bumi setelah 10ribu tahun dan baru kita terima sekarang,

Sampai saat ini, angka-angka yang diterapkan dalam perumusan tersebut masih dianggap spekulatif, tetapi, spekulatif atau bukan; rumus yang dibuat oleh Prof. Drake memberikan harapan, bahwa, secara statistik, masih ada kemungkinan kehidupan lain di luar Bumi, dan ini menjadi pijakan untuk kita terus menerus melakukan pengamatan, studi astronomi dan mencari tahu tentang banyak hal yang sampai saat ini belum kita ketahui tentang alam semesta kita.

Ditulis oleh

Emanuel Sungging

Emanuel Sungging

jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.