fbpx
langitselatan
Beranda » Fenomena Langit Bulan Juli 2023

Fenomena Langit Bulan Juli 2023

Jangan lewatkan kehadiran planet dan hujan meteor di bulan Juli. Venus dan Mars kala senja, Saturnus di tengah malam, dan Jupiter jelang fajar.

Bulan Purnama 17 Juli 2019. Kredit: Avivah Yamani/langitselatan
Bulan Purnama. Kredit: Avivah Yamani/langitselatan

Planet

Merkurius. Planet terdekat dari matahari ini berada pada posisi terjauhnya dari Bumi di awal Juli dan menghilang dalam cahaya Matahari. Mulai pertengahan Juli, Merkurius mulai menampakkan diri setelah Matahari terbenam dan terus menanjak naik menemui Venus dan berpapasan sangat dekat dengan Regulus. 

Venus dan Mars. Bintang kejora dan planet merah ini bisa diamati di rasi Leo setelah Matahari terbenam. Pasangan Venus dan Mars bepapasan dekat pada awal Juli. Keduanya menanjak naik di langit senja sampai Mars berpapasan dekat dengan Regulus dan kemudian bintang paling terang di rasi Leo ini diapit oleh Mars dan Venus. Setelah itu Mars dan Venus membentuk konjungsi segitiga dengan Bulan, dan sehari kemudian Bulan berpapasan dekat dengan Mars. Sementara itu, Venus juga berpapasan dengan Merkurius di penghujung bulan Juli.  

Jupiter. Planet gas raksasa terbesar di Tata Surya ini bisa diamati di rasi Aries selama bulan Juli mulai lewat tengah malam sampai jelang Matahari terbit. Jupiter terus menanjak naik di langit malam dan berpapasan dengan Bulan pada pertengahan Juli. 

Saturnus. Planet yang terkenal karena cincinnya ini bisa diamati jelang tengah malam sampai saat Matahari terbit. Planet ini terus menanjak naik dari awal hingga akhir bulan dan bisa ditemukan di rasi Aquarius. Saturnus berpapasan dengan Bulan di minggu pertama Juli. Berada di Aquarius, selain Saturnus, pengamat bisa berburu hujan meteor delta Aquarid yang tampak datang dari rasi Aquarius si pembawa air. 

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut.

Uranus bisa diamati di rasi Aries jelang dini hari sedangkan Neptunus yang berada di rasi Pisces bisa diamati mulai tengah malam. Keduanya bisa diamati sampai Matahari terbit.

Bulan

Fase Bulan Juli. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan
Fase Bulan Juli. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

3 Juli. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

Bulan purnama kali ini bertepatan dengan posisi Bulan sedang menuju jarak terdekatnya dari Bumi. Karena itu, piringan Bulan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang. Masyarakat umum mengenalnya sebagai Supermoon atau Bulan super.

4 Juli. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 360.149 km.

10 Juli. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

17 Juli. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

20 Juli.  Bulan di titik apogee. Bulan di titik terjauh dari Bumi dengan jarak 406.289 km

25 Juli. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

Hujan Meteor

Hujan meteor Piscis Austrinid, delta Aquarid Selatan, dan alpha Capricornid pada tanggal 29 Juli 2023 pukul 21:30 WIB. Kredit: Stellarium
Hujan meteor Piscis Austrinid, delta Aquarid Selatan, dan alpha Capricornid pada tanggal 29 Juli 2023 pukul 21:30 WIB. Kredit: Stellarium

29 Juli — Hujan Meteor Piscis Austrinid

Hujan meteor Piscis Austrinid akan menjadi hujan meteor pertama yang berada pada puncak aktivitas di bulan Juli dengan maksimum 5 meteor setiap jam. Hujan meteor yang berlangsung sejak 15 Juli sampai 10 Agustus akan tampak datang dari rasi Piscis Austrinus dengan  kecepatan 35 km/detik.  

Hujan meteor Piscid Austrinid bisa diamati mulai pukul 19:52 WIB sampai fajar menyingsing. Bulan Cembung baru terbenam pada pukul 03:14 WIB. Jadi pengamat baru bisa bebas dari cahaya Bulan mulai lewat tengah malam sampai fajar menyingsing.

Baca juga:  Fenomena Langit Bulan Februari 2023

30-31 Juli – Hujan Meteor Delta Aquarid Selatan

Hujan meteor Delta Aquarid merupakan hujan meteor yang berasal dari pecahan komet Marsden dan Kracht Sungrazing. Sama seperti eta Aquarid, hujan meteor delta Aquarid selatan yang berlangsung dari 18 Juli – 21 Agustus, juga tampak berasal dari rasi Aquarius. Hujan meteor ini akan mencapai puncaknya pada tanggal 30 Juli dengan 25 meteor per jam dengan kecepatan 41 km/det.  

Hujan meteor Aquarid sudah bisa diamati sejak pukul 19:44 WIB sampai fajar menyingsing. Cahaya Bulan akan jadi faktor pengganggu karena Bulan Cembung baru terbenam pada pukul 04:19 WIB.

30-31 Juli – Alpha Capricornid

Selain delta Aquarid selatan dan Piscis Austrinid, pada tanggal 30 Juli hujan meteor alpha Capricornid akan mencapai puncaknya. Hujan meteor yang berlangsung dari 7 Juli sampai 15 Agustus akan tampak datang dari arah rasi Capricorn dan berasal dari komet 45P Honda-Mrkos-Pajdusakova. Dugaan lain asal hujan meteor ini dari asteroid 2002 EX12 yang kemudian dikenal sebagai komet 169P/NEAT. 

Puncak hujan meteor Capricornid akan terjadi tanggal 30 Juli dengan laju 5 meteor per jam. Akan tetapi, biasanya ada bola api yang terbentuk dan melintas di langit malam. Rasi Capricorn sudah terbit sejak Matahari terbenam dan pengamat bisa menikmati hujan meteor alpha Capricornid sepanjang malam sampai fajar menyingsing. Cahaya Bulan akan jadi faktor pengganggu karena Bulan Cembung baru terbenam pada pukul 04:19 WIB.

Peristiwa

1 Juli —Konjungsi Superior Merkurius

Konjungsi superior Merkurius. Kredit: langitselatan
Konjungsi superior Merkurius. Kredit: langitselatan

Merkurius akan berpapasan dekat dengan Matahari di langit sehingga planet ini menghilang dan tidak akan tampak bagi pengamat di Bumi. Pada saat konjungsi superior, Matahari berada di antara Merkurius dan Bumi, dan hanya terpisah 1,3°dari Matahari. 

Ketika Merkurius sedang berada pada posisi terjauhnya dari Bumi, ia akan berada pada jarak 1,33 AU dari Bumi. Jika Merkurius bisa diamati, maka planet ini sangat redup dengan diameter piringan 5,1 detik busur.

Peristiwa konjungsi superior Merkurius menandai akhir kenampakan planet ini kala fajar dan mulai bertransisi untuk hadir kala senja dalam beberapa minggu lagi.

1 Juli — Venus – Mars

Pasangan Venus dan Mars yang tampak tanggal 1 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Venus dan Mars yang tampak tanggal 1 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Venus dan Mars bisa diamati berpasangan sangat dekat hanya terpisah 3,5º di arah barat setelah Matahari terbenam. Keduanya berada pada ketinggian 40º saat Matahari terbenam. Kedua planet ini bisa diamati di rasi Leo sampai saat keduanya terbenam.  Venus terbenam pukul 20:38 WIB sedangkan Mars 20:53 WIB.

6 Juli — Aphelion

Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan elips. Artinya ada saat dimana Bumi berada pada titik terdekatnya dengan Matahari dan ada kalanya Bumi berada sangat jauh dari Matahari. Pada tanggal 4 Juli, Bumi berada di titik terjauh dengan matahari pada jarak 1.0167 SA atau 152.098.455 km dari Matahari.

7 Juli — Bulan — Saturnus

Pasangan Bulan dan Saturnus tanggal 7 Juli 2023 pukul 23:30 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Saturnus tanggal 7 Juli 2023 pukul 23:30 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan dan Saturnus bisa diamati mulai jelang tengah malam sampai saat Matahari terbit pada pukul 06:01 WIB. Bulan berada 5º di selatan Saturnus dan keduanya bisa diamati sejak Saturnus terbit pukul 21:19 disusul Bulan pada pukul 21:47 WIB.

10 Juli — Mars – Regulus

Pasangan Mars dan Regulus pada tanggal 10 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Mars dan Regulus pada tanggal 10 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Mars berada di rasi Leo dan hanya terpisah 0,6º dari Regulus, bintang terang di rasi singa tersebut. Keduanya bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai pukul 22:39 WIB saat keduanya terbenam bersama. 

12 Juli — Bulan — Jupiter 

Pasangan Bulan dan Jupiter pada tanggal 7 Juli pukul 03:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Jupiter pada tanggal 7 Juli pukul 03:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dengan Jupiter di rasi Aries dan bisa diamati sebelum Matahari terbit. Bulan dan Jupiter terpisah 2,2º dan keduanya bisa diamati sejak lewat tengah malam sampai saat fajar menyingsing. Bulan terbit pukul 01:10 WIB disusul Jupiter empat menit kemudian.

16 Juli — Venus – Regulus

Pasangan Venus dan Regulus pada tanggal 16 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Venus dan Regulus pada tanggal 16 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Venus berada di rasi Leo dan hanya terpisah 3,3º dari Regulus, dan bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai keduanya terbenam. Venus terbenam pukul 20:04 WIB disusul Regulus pukul 20:16 WIB. Regulus tampak berada di antara Venus dan Mars. 

19 Juli — Bulan — Merkurius 

Pasangan Bulan dan Merkurius pada tanggal 19 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Merkurius pada tanggal 19 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan sabit tipis berpapasan dengan Merkurius di rasi Cancer dan bisa diamati setelah Matahari terbenam. Bulan dan Merkurius dan terpisah 3,5º dan saat Matahari terbenam, keduanya sudah cukup rendah di horison barat (sekitar 7º di atas horison).  Merkurius terbenam pukul 19:04 WIB disusul Bulan lima menit kemudian.

Baca juga:  Fenomena Langit Bulan Agustus 2016

20 Juli — Bulan — Venus — Mars

Konjungsi segitiga Bulan, Venus, dan Mars pada tanggal 20 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Konjungsi segitiga Bulan, Venus, dan Mars pada tanggal 20 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Segitiga Bulan, Venus, dan Mars bisa diamati di rasi Leo setelah Matahari terbenam sampai pukul delapan malam saat ketiganya terbenam. Venus terbenam terlebih dahulu pada pukul 19:50 WIB disusul Bulan pukul 19:50 WIB dan terakhir Mars pada pukul 20:24 WIB.

21 Juli — Bulan — Mars

Pasangan Bulan dan Mars pada tanggal 21 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Mars pada tanggal 21 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan dan Mars berpapasan di rasi Leo dan bisa diamati setelah Matahari terbenam. Bulan berada 3,2º di utara Mars dan keduanya bisa diamati sampai saat Mars terbenam pukul 20:23 WIB disusul Bulan pukul 20:40 WIB.

26 Juli — Merkurius – Venus

Pasangan Merkurius dan Venus pada tanggal 26 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Merkurius dan Venus pada tanggal 26 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Duo planet dalam akan tampak berpasangan dengan jarak 5º di arah barat setelah Matahari terbenam. Keduanya berada pada ketinggian 20º saat Matahari terbenam dan bisa diamati di rasi Leo sampai saat keduanya terbenam.  Merkurius terbenam pukul 19:22 WIB disusul Venus tiga menit kemudian pada pukul 19:25 WIB.

29 Juli — Merkurius – Regulus

Pasangan Merkurius dan Regulus pada tanggal 29 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Merkurius dan Regulus pada tanggal 29 Juli 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Merkurius bertemu Regulus di rasi Leo dan hanya terpisah 0,1º. Keduanya bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai pukul 19:24 WIB saat Regulus terbenam disusul Merkurius pukul 19:27 WIB.

Rasi Bintang & Bima Sakti

Pertengahan Juli menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan berada pada fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati setelah lewat tengah malam membentang dari Timur Laut ke Barat Daya.

Setelah Matahari terbenam ada Leo di rasi Regulus yang bisa diamati sampai jelang tengah malam. Selain itu Spica di Virgo dan Arcturus di rasi Bootes bisa diamati sampai tengah malam. Sementara itu, Crux, Rigel Kentaurus dan Hadar di Centaurus, Antares di Scorpius, Vega di rasi Lyra, Altair di rasi Aquila, dan Deneb di rasi Cygnus bisa diamati sepanjang malam sampai dini hari.

Mulai tengah malam sampai fajar ada Fomalhaut di rasi Piscis Austrinus dan Archenar di rasi Eridanus dan jelang fajar ada Rigel dan Betelgeuse di rasi Orion, Aldebaran di rasi Taurus, Capella di rasi Auriga, Canopus di rasi Carina, Sirius di rasi Canis Major yang bisa diamati sampai fajar.

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan. 

Peta Bintang 1 Juli 2023

Peta Bintang 15 Juli 2023

Kampanye Langit Gelap

8 – 17 Juli — Kampanye Globe At Night

Di bulan Juli, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 8 – 17 Juli.  Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk kampanye ini, pengamat di utara diajak untuk mengamati rasi Bootes dan rasi Herkules, sedangkan di belahan selatan melakukan pengamatan rasi Herkules dan rasi Scorpius.

Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

2 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini