fbpx
langitselatan
Beranda » Fenomena Langit Bulan Agustus 2022

Fenomena Langit Bulan Agustus 2022

Planet-planet visual masih tampak selama bulan Agustus meskipun tidak lagi beriringan. Selain itu ada hujan meteor Perseid yang menemani. 

Saturnus dipotret dari Lampung. Fotografer: Jefferson teng
Saturnus dipotret dari Lampung. Fotografer: Jefferson teng

Planet

Merkurius. Planet terdekat Matahari ini bisa diamati setelah Matahari terbenam selama bulan Agustus. Merkurius akan tampak menanjak naik di ufuk barat sampai saat planet ini mencapai titik tertinggi di ufuk barat atau saat Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimal di akhir Agustus 2022. Sampai pertengahan Agustus, Merkurius berada di rasi Leo dan di akhir Agustus planet ini sudah berada di Virgo. 

Venus. Si Bintang kejora masih bisa ditemukan kala fajar dan tampak turun mengejar Matahari dari hari ke hari. Planet dengan julukan bintang fajar ini juga tampak dekat dengan Bulan di penghujung bulan Agustus, namun sulit diamati karena berada sangat rendah di ufuk timur. Di awal Agustus, Venus berada di rasi Gemini dan terus bergerak ke rasi Cancer. Pada pertengahan Agustus, Venus bisa diamati di rasi Cancer dan planet ini akhirnya berada di rasi Leo pada akhir Agustus.  

Mars. Planet terbit tengah malam dan bisa diamati sampai fajar menyingsing. Di awal Agustus, Mars bisa diamati di rasi Aries, namun mulai pertengahan Agustus, Mars bisa diamati di rasi Taurus sampai akhir bulan. Mars berpapasan dengan Bulan jelang akhir Agustus dan membentuk segitiga dengan Pleiades di langit.

Jupiter. Planet terbesar di Tata Surya ini terbit jelang tengah malam dan bisa diamati sampai fajar menyingsing. Jupiter akan terus menanjak naik di langit setiap harinya dan berpapasan dengan Bulan pada pertengahan Agustus. Selama bulan Agustus, planet ini bisa diamati di rasi Cetus.

Saturnus.  Bulan Agustus jadi waktu terbaik mengamati Saturnus. Planet yang terkenal dengan cincinnya ini bisa diamati sepanjang malam selama bulan Agustus. Saturnus terbit setelah Matahari terbenam dan terbenam saat fajar. Pada pertengahan bulan Agustus, Saturnus mencapai oposisi sehingga tampak lebih terang dibanding waktu lainnya. Saat oposisi, Saturnus terbit ketika Matahari terbenam dan terbenam kala Matahari terbit.  Planet ini akan berpapasan dekat dengan Bulan pada pertengahan Agustus bertepatan dengan puncak hujan meteor Perseid. Selama Agustus, planet Saturnus bisa diamati di rasi Capricornus. 

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut. 

Uranus terbit tengah malam dan bisa diamati sampai jelang fajar di rasi Aries. Sementara itu Neptunus terbit beberapa jam setelah Matahari terbenam dan bisa diamati di rasi Pisces sampai fajar menyingsing.

Bulan

Fase Bulan Agustus 2022. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

5 Agustus. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

11 Agustus. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 359.828 km.

12 Agustus. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

19 Agustus. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

23 Agustus.  Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 406.275 km

27 Agustus. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

Hujan Meteor

13 Agustus – Hujan Meteor Perseid

Hujan meteor Perseid tanggal 13 Agustus dini hari. Kenampakan pad apukul 03:00 WIB. Kredit: Stellarium

Dimulai tanggal 17 Juli – 24 Agustus, hujan meteor Perseid yang berasal dari debu komet Swift-Tuttle tersebut akan mencapai puncak tanggal 13 Agustus. Di malam puncak diperkirakan 100 meteor akan melintas setiap jam dan tampak datang dari rasi Perseus. Untuk lokasi pengamatan yang bebas polusi cahaya, pengamat bisa menyaksikan setidaknya 50-75 meteor setiap jam. 

Rasi Perseus baru terbit tengah malam yakni pukul 00:17 WIB dari arah timur laut. Cahaya yang dipantulkan Bulan akan jadi faktor pengganggu karena Bulan yang baru melewati fase Purnama tampak cemerlang sepanjang malam. 

Peristiwa

15 Agustus – Oposisi Saturnus

Oposisi Saturnus. Kredit: langitselatan
Oposisi Saturnus. Kredit: langitselatan

Planet yang cincinnya tampak indah itu akan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi tanggal 15 Agustus. Saat oposisi, Saturnus akan berada pada jarak 8,86 AU dengan diameter piringan 18,8 detik busur.

Jadi jangan lewatkan! Saturnus akan tampak lebih terang dibanding waktu lainnya dengan kecerlangan 0,3 magnitudo. Gunakan teleskop dan kamera untuk memotret planet cincin ini. Cincin Saturnus akan tampak miring 13º terhadap arah pandang pengamat. 

Bagi pengamat di Bumi, Saturnus bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai fajar.

15 Agustus — Bulan — Jupiter

Konjung Bulan dan Jupiter tanggal 15 Agustus 2022 pukul 22:00 WIB. Pada hari yang sama juga merupakan oposisi Saturnus dan planet ini terbit saat matahari terbenam. Kredit: Stellarium.

Bersamaan dengan oposisi Saturnus, planet Jupiter juga berpapasan dengan Bulan yang berada 3,7º di selatan Jupiter. Planet Jupiter terbit terlebih dahulu pada pukul 20:46 WIB disusul Bulan 10 menit kemudian. Kedua objek mencapai titik tertinggi di langit pada pukul 02:48 WIB dengan ketinggian 81º di horison utara. Saat Matahari terbit pada pukul 05:42 WIB, Bulan dan Jupiter sudah berada pada ketinggian 45º.

19-20 Agustus — Bulan — Mars — Pleiades

Konjungsi segitiga Bulan, Mars, dan gugus Pleiades pada tanggal 20 Agustus dini hari pukul 02:00 WIB. Kredit: Stellarium

Setelah menjumpai Jupiter, kali ini Bulan papasan dekat dengan Mars dan gugus Pleiades. Ketiganya membentuk segitiga di langit malam. Gugus Pleiades terbit beriringan dengan Mars pada pukul 23:56 WIB disusul Bulan pukul 00:10 WIB. Saat Matahari terbit pada pukul 05:46 WIB, Bulan dan Jupiter sudah berada pada ketinggian 64º.

27 Agustus — Elongasi Timur Maksimum Merkurius

Merkurius pada titik tertinggi di ufuk barat saat elongasi timur maksimum. Planet ini berada pada ketinggian 27,3º saat Matahari terbenam. Merkurius masih bisa diamati sampai pukul 19:29 WIB. Kredit: Stellarium

Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi Timur maksimum yang dicapai Merkurius 27,3º. Artinya, Merkurius akan berada 27,3º di arah barat Matahari. Merkurius yang berada di rasi Virgo bisa diamati dengan kecerlangan 0,3 magnitudo setelah Matahari terbenam sampai pukul 19:29 WIB.

Rasi Bintang & Bima Sakti

Awal dan akhir Agustus menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan berada pada fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati sepanjang malam membentang dari Timur Laut ke Barat Daya.  

Setelah Matahari terbenam, ada Rigel Kentaurus dan Hadar di Centaurus, rasi crux, Spica di rasi Virgo, Arcturus di rasi Bootes, Antares di rasi Scorpius, Vega di rasi Lyra, Altair di rasi Aquila, Deneb di rasi Cygnus. Tengah malam ada Archenar di rasi Eridanus. Jelang dini hari ada Aldebaran di rasi Taurus, Rigel dan Betelgeuse di rasi Orion, Sirius di rasi Canis Major, Canopus di rasi Carina, Capella di rasi Auriga.

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan. 

Peta Bintang 1 Agustus 2022

Peta Bintang 15 Agustus 2022

Kampanye Langit Gelap

6 Agustus — Malam Langit Gelap

Peta Bintang 6 Agustus 2022 pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium
Peta Bintang 6 Agustus 2022 pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium

Malam Langit Gelap dilaksanakan pada Hari Keantariksaan 6 Agustus. Masyarakat diajak untuk mematikan lampu luar pada pukul 20:00 WIB – 21:00 WIB dan melihat ke langit. Nikmati perbedaan pengamatan langit malam dengan dan tanpa lampu artifisial, dan jadikan Bulan setengah sebagai objek pengamatan. Selain itu ada bintang-bintang terang seperti Rigil Kentaurus, Hadar, rasi Crux, segitiga musim panas Vega, Altair, Deneb, dan Arcturus yang bisa diamati.

Untuk planet, ada Merkurius setelah Matahari terbenam, Saturnus yang bisa diamati sepanjang malam, juga Jupiter dan Mars yang bisa diamati mulai tengah malam.

18 – 27 Agustus — Kampanye Globe At Night

Di bulan Agustus, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya dari 18 – 27 Agustus.  Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk kampanye ini, pengamat di utara diajak untuk mengamati rasi Herkules sedangkan di belahan selatan melakukan pengamatan rasi Sagittarius

Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

Kanal LS

Fakta Menarik Saturnus #astronomi

Toko LS
tanya LS
Gerhana

Paling Banyak Dicari

Fenomena Langit Bulan Mei 2024
Mari Membuat Teleskop Sederhana
Titik Panas di lingkungan Lubang Hitam Sagittarius A*
Permulaan tradisi independen astronomi di Indonesia: Sejarah Observatorium Bosscha 1919–1939

Langanan LS