Ekor Komet-yang-Dulu-Menghilang

Langit malam setiap tahun kerap diterangi oleh ratusan bola api. Kamu mengenalnya sebagai “bintang jatuh”, tapi sebetulnya tidak ada kaitannya dengan bintang. Bintang jatuh adalah pecahan-pecahan batuan yang terbakar di atmosfer kita, yang kita sebut “meteor”.

Kadangkala meteor menghujani Bumi secara berkelompok. Yang seperti ini disebut “hujan meteor”.

Hujan meteor disebabkan oleh komet. Komet tersusun dari debu, batuan, dan es antariksa.  Saat komet melintas di dekat Matahari, panas menyebabkan esnya meleleh. Sebagian debu dan batuan itu terlepas dan terciptalah ekor yang terang dan indah.

Hujan meteor Geminid terjadi sekitar tanggal 13-14 Desember setiap tahun. Foto ini dipotret pada saat hujan meteor tahun 2009. Kredit: NASA/JPL.
Hujan meteor Geminid terjadi sekitar tanggal 13-14 Desember setiap tahun. Foto ini dipotret pada saat hujan meteor tahun 2009. Kredit: NASA/JPL.

Ketika Bumi melewati ekor komet, partikel-partikel ekor komet tersebut terbakar di atmosfer kita dan terjadilah hujan meteor.

Ada hujan meteor yang istimewa, yaitu “Phoenicids” (dilafalkan “Fi-ni-kids”). Phoenicids menerangi langit kita pada tahun 1956…tapi tidak pernah muncul lagi. Para astronom menjadi bertanya-tanya: dari mana asal Phoenicids dan ke mana perginya?

Untuk menjawab pertanyaan itu, para astronom mencari sebuah komet yang hilang, yaitu komet bernama Komet Blanpain.

Pada tahun 1819, dua orang astronom menemukan Komet Blanpain. Namun, menjelang akhir tahun komet itu menghilang secara misterius.

Hampir 200 tahun kemudian, sebuah asteroid terlihat melintasi lintasan yang sama dengan yang dilalui oleh si komet. Rupanya asteroid tersebut adalah sisa-sisa komet yang telah lama hilang itu!

Seluruh es, gas, dan debu kosmik yang telah terlepas dari komet masih melayang-layang di antariksa sebagai jejak debu. Sebagaimana si asteroid, jejak debu itu mengikuti lintasan yang sama dengan yang pernah dilewati Komet Blanpain.

Saat jejak debu itu bertabrakan dengan Bumi, partikel-partikelnya akan menghiasi langit dengan hujan meteor Phoenicid!

Fakta keren

Seluruh materi yang menciptakan hujan meteor berasal dari arah yang sama di langit. Sebagian besar hujan meteor dinamai berdasarkan nama rasi dari mana hujan meteor itu seolah-olah berasal. Tapi, tentu saja letak bintang-bintang anggota rasi itu masih lebih jauh lagi.

[divider_line]
Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

Tulis komentar dan diskusi...