Planet Hitam Legam Pelahap Cahaya

Kabar gembira untuk seluruh manusia serigala, vampir, dan makhluk malam lainnya: sebuah planet hitam legam telah ditemukan!

Planet hitam legam WASP-12b. Kredit: NASA, ESA, & G. Bacon (STScI)
Planet hitam legam WASP-12b. Kredit: NASA, ESA, & G. Bacon (STScI)

Planet baru ini merupakan “exoplanet”. Artinya, planet itu mengorbit bintang yang berada di luar Tata Surya kita. Sejauh ini kita telah menemukan lebih dari 3.500 exoplanet dan sebagian exoplanet tersebut benar-benar aneh.

Ada planet yang dicabik-cabik oleh bintang induknya. Ada juga bintang yang dihantam angin berkecepatan ribuan mil per jam. Di planet lain, permukaannya tertutup es yang membara!

Sepertinya planet terlangka di alam semesta justru yang seperti planet tempat tinggal kita: Bumi.

Jadi, kenapa kita senang dengan penemuan planet hitam ini? Karena berhasil mengetahui warna planet itu luar biasa!

Exoplanet sangatlah kecil dan jauh sehingga terlampau sulit bagi kita untuk bisa melihatnya dan mustahil bisa melihat detil-detilnya.

Untungnya, astronom-astronom itu cerdik.

Exoplanet tidak memancarkan cahayanya sendiri, tapi hanya memantulkan cahaya yang berasal dari bintang induknya. Dengan mengukur seberapa banyak cahaya yang dipantulkan, kita bisa mendapatkan detil-detil exoplanet tersebut, termasuk warnanya.

Permukaan seperti salju dan es memantulkan banyak sekali cahaya, sedangkan permukaan yang lebih gelap (misalnya, rumput atau aspal) memantulkan lebih sedikit cahaya.

Exoplanet baru yang diberi nama WASP-12b ini lebih hitam dari aspal dan menyerap sebagian besar cahaya yang mengenainya. Bahkan, 10% saja yang dipantulkan. Sebagai perbandingan, Bulan kita memantulkan dua kali lipatnya.

Warna si exoplanet yang demikian gelap disebabkan oleh temperatur planet, yang mencapai 2.600 derajat Celsius pada waktu siang. Panas ekstrem mempengaruhi astmosfer planet dan menghentikan pembentukan awan, yang mestinya memantulkan lebih banyak cahaya. Jarak yang dekat dengan bintang membuat planet ini berbentuk seperti telur karena gaya tarik bintang yang sangat kuat.

Fakta menarik

Objek di Tata Surya kita yang paling banyak memantulkan cahaya adalah salah satu bulan Saturnus bernama Enceladus (dibaca En-sel-a-dus). Bulan kita hanya memantulkan 14% cahaya yang mengenainya, sedangkan Enceladus memantulkan lebih dari 99%!

[divider_line]
Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.