Galaksi yang Bermain Tarik Tambang

Di alam semesta, galaksi-galaksi biasanya terpisah jauh antara satu dengan yang lainya.  Jarak antar galaksi itu jauhnya benar-benar jauh. Sebagai contoh, jarak dari galaksi Bima Sakti ke galaksi tetangga kita yaitu galaksi Andromeda ternyata sangat jauh setara dengan 25 galaksi seukuran Bima Sakti yang diatur berbaris. Jadi itulah jarak dari galaksi Bima Sakti ke galaksi tetangganya.

Foto pasangan galaksi NGC 3169 (kiri) dan NGC 3166 (kanan). Kredit : ESO/Igor Chekalin

Tapi, ada yang berbeda. Dua galaksi raksasa yang ada dalam foto di atas memiliki jarak yang sangat dekat, hanya setengah ukuran galaksi Bima Sakti!

Jika dilihat dari dekat, tampak kedua galaksi memiliki bentuk spiral dan disebut juga galaksi spiral. Galaksi spiral ini memiliki piringan pipih yang berputar dan terdiri dari bintang, debu dan gas. Galaksi spiral memiliki lengan spiral yang terdiri dari bintang dan gas, berputar mengelilingi pusat galaksi.

Kedua galaksi yang tampak pada foto berada dekat satu sama lainnya. Jaraknya yang dekat membuat lengan spiral keduanya tampak seperti sedang tarik menarik seperti dalam permainan tarik tambang. Akibatnya bentuk kedua galaksi ini jadi berubah.  Sebagai contoh, galaksi yang di sebelah kiri tampak seperti kumpulan asap terang bukannya bentuk spiral sempurna. Hal ini dikarenakan gas panas dan bercahaya terlah ditarik menjauh oleh galaksi tetangga. Perlahan tapi pasti galaksi tersebut akan tertarik semakin mendekat sampai suatu saat kedua galaksi akan bergabung dan menjadi satu galaksi besar.

Galaksi Bima Sakti juga suatu saat akan bergabung dengan Galaksi Andromeda. Tapi tidak sekarang. Keduanya baru akan bergabung setelah waktu yang sangat lama yaitu 5.000.000.000 tahun.

Sumber : Space Scoop / UNAWE

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.