Grafiti di Luar Angkasa

Alam semesta diisi oleh sejumlah besar galaksi yang memiliki bentuk yang seragam. Tapi galaksi berbentuk S yang tidak simetri pada foto tampak morat marit seperti sebuah grafiti yang digambar oleh seorang pelukis dengan tangan.

Galaksi Pengait Daging atau Galaksi Cantolan Daging aka The Meathook Galaxy atau NGC 2442. Kredit : ESO

Jadi, bagaimana sebuah galaksi spiral bisa berakhir dengan bentuk yang aneh seperti itu? Para astronom menduga, di masa lampau ada galaksi lain yang menarik lengan spiral galaksi tersebut sehingga bentuknya jadi tidak sama atau tidak simetri. Akibatnya, lengan yang satu lebih panjang dari yang lainnya. Lengan spiral yang lebih panjang tampak seperti pengait yang digunakan untuk menggantung daging. Karena itu para astronom kemudian memutuskan memberi nama yang lucu : Meathook Galaxy atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai Galaksi Pengait Daging atau Galaksi Cantolan Daging (upssss).

Bintang-bintang yang bersinar terang di sekeliling galaksi membuat foto tersebut jadi tampak indah. Tapi bintang-bintang itu ternyata bukan berasal dari Galaksi Pengait Daging. Bintang-bintang itu ada di foto karena kita tidak bisa melihat dengan jernih ke ruang angkasa. Kok bisa?

Kita hidup di Bumi dan Bumi beserta Matahari ini ada di dalam galaksi bernama galaksi Bima Sakti. Di dalam galaksi Bima Sakti ada milyaran bintang. Karena itu ketika kita melihat ke obyek jauh di alam semesta, bintang-bintang di lingkungan galaksi Bima Sakti akan tampak menghalangi pandangan kita.  Ini seperti kita ingin melihat benda jauh dan saat membuka jendela ternyata ada benda-benda lain yang ada di sekitar kita yang juga ikut tampak dalam pandangan mata kita.

Foto Galaksi Pengait Daging ini diambil menggunakan teleskop di Bumi yang memiliki diameter lebih dari 2 meter. Dan teleskop tersebut berada sebuah gurun yang jauh dari gangguan lampu kota, di sebuah negara bernama Chille di Amerika Selatan.

Sumber : Space Scoop / Universe Awareness

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.