Awal dan Akhir Bulan Ramadan 1442 H

Berbicara tentang awal dan akhir Ramadan, dapat dipandang sebagai pembicaraan sistem waktu oleh manusia sebagai makhluk cerdas planet Bumi.

Hilal saat diamati dari Manado tanggal 26 Mei 2017. Kredit: BMKG
Hilal saat diamati dari Manado tanggal 26 Mei 2017. Kredit: BMKG

Bumi sebagai planet berkehidupan, planet yang mempunyai angkasa sebagai pelindung dan penyangga kehidupan planet Bumi. Planet Bumi juga mempunyai satelit alam, Bulan, satelit alam Bumi ini menjaga stabilitas presesi sumbu rotasi Bumi, selain itu gaya pasang surutnya untuk mendistribusikan panas air laut. Panas air laut berasal dari Matahari sebagai bintang induk, sebagian energy radiasi diserap menghangatkan dan menguapkan air laut. Matahari mempunyai massa yang cukup besar, seolah olah menambat Bumi, menyeimbangkan gerak orbit Bumi dengan gaya tarik gravitasinya terhadap Bumi. Matahari sebuah bola gas pijar dengan radius 700.000 km menyorotkan energi radiasi ke segala penjuru langit, termasuk ke planet Bumi. Sorot cahaya Matahari itu berfungsi menghangatkan planet Bumi sehingga sosok air di Bumi bisa dalam bentuk fluida dalam jumlah besar.

Berbagai fenomena berulang yang dibangkitkan oleh sistem Bumi, Bulan dan Matahari, siklus fenomena berulang itu dipergunakan untuk menyusun sistem kalender bagi mahluk cerdas di planet Bumi. Fenomena berulang itu antara lain kedudukan Matahari di arah equinok, kedudukan Matahari di ekstrim Utara langit dan ekstrim di Selatan langit, pada Summer atau Winter Soltices, fenomena gerhana Bulan dan gerhana Matahari, Fasa Bulan Purnama, Fasa bulan Mati, Fasa Bulan Separuh dan penampakan tahunan bintang di langit.

Salah satu sistem kalender merupakan kalender yang ditetapkan oleh syariat/hukum Islam, kalender Hijriah. Kalender Hijriah adalah kalender Bulan berbasis, siklus dua hilal, dekat dengan siklus sinodis bulan, perubahan wajah bulan di langit yang berubah secara teratur, fasa ijtimak, fasa quartir awal, fasa purnama, fasa quartir akhir dan kembali ke fasa ijtimak/konjungsi. Setahun terdiri dari 12 bulan, setiap bulan minimal 29 hari dan maksimal 30 hari, setahun maksimal 355 hari dan minimal 354 hari. Awal bulan ditetapkan setelah ijtimak atau konjungsi dan sabit tipis setelah ijtimak, kehadiran hilal sebagai tanda awal bulan baru dalam kalender Hijriah, bisa dilihat setelah matahari terbenam.

Berbagai sistem kalender lainnya tercermin dalam hari libur nasional di Indonesia, kalender kalender itu berasal dari aneka ragam sistem kalender. Ada kalender surya/matahari, indikatornya fenomena ekuinok, lama siang dan malam terbagi dua sama panjang, sekitar tanggal 20-21 Maret. Matahari terbit di arah titik timur dan terbenam di arah titik barat. Betapa kaya pemanfaatan fenomena langit bagi manusia. Pilihan sistem kalender untuk penjadwalan waktu ibadah maupun rencana kerja harian, pekanan, bulanan maupun tahunan.

Walaupun keunikan dalam sistem kalender Islam, permasalahan pada pemahaman sains hilal dan kesepakatan untuk memilih kriteria maupun metode penetapan awal Bulan Islam, beberapa sidang itsbat menetapkan awal bulan Islam untuk keperluan ibadah dengan cara hisab dan rukyat.

Kalender Masehi

Dalam kehidupan sehari hari, umat Islam hidup dalam dua sistem kalender, kalender Matahari atau kalender Syamsiah, kalender masehi dan kalender bulan atau qamariah, kalender Hijriah atau kalender Islam. Misalnya awal dan akhir Ramadhan 1442 H berada dalam tahun 2021 M dalam kalender Gregorian atau calendar Masehi 2021 M berada dalam 1442 dan 1443 H.

Kedua system calendar itu bermanfaat bagi kehidupan, selain untuk keperluan dokumentasi dan jadual kerja negara, kalender Matahari memberi tahu tentang pola jadual waktu shalat dan imsakiah Ramadhan, berulang dalam setahun, karena jadual waktu shalat bergantung pada posisi Matahari di langit, kalender matahari menggambarkan posisi Matahari dan siklus tropis. Siklus posisi Matahari di arah vernal ekuinok dua kali secara berurutan, rerata 365.2422 hari. Sejak kemerdekaan Indonesia, negara menggunakan kalender masehi Gregorian, tidak menutup sistem kalender lain untuk keperluan ibadah umat beragama, maupun sistem kalender untuk berbagai keperluan lainnya .

Kalender Masehi Gregorian adalah kalender masehi yang telah direformasi pada tahun 1582 dengan menghapus 10 hari dalam kalender masehi Julian (Julius Caesar) dan memperbaiki aturan penetapan tahun kabisat, tahun yang habis dibagi 4 dan habis dibagi 100 tapi tidak habis dibagi 400 menjadi tahun basit. Aturan baru kalender masehi tersebut mengakibatkan setahun kalender rata rata mencapai 365.2425 hari atau Matahari mencapai ekuinok 3 hari lebih cepat dalam 10000 tahun. Konsekuensi aturan tabulasi sebelum reformasi kalender masehi, tahun kabisat adalah tahun yang habis dibagi 4 jadi setahun rata rata 365.25 hari, konsekuensinya Matahari lebih cepat mencapai vernal ekuinok sebesar 78 hari lebih cepat dalam 10000 tahun dibanding jadual seharusnya tanggal 21 Maret, setelah direformasi berubah menjadi 3 hari tiap 10000 tahun, lebih akurat. Di Indonesia keduanya digelar dalam taqwim standart.

Aturan umum kalender Masehi, dalam kalender masehi terdapat tahun kabisat dan tahun basit, tahun kabisat terdiri dari 366 hari dan tahun basit 365 hari.

Bulan keNamaJumlah Hari  (B)Jumlah Hari (K)
1Januari3131
2Februari2829
3Maret3131
4April3030
5Mei3131
6Juni3030
7Juli3131
8Agustus3131
9September3030
10Oktober3131
11November3030
12Desember3131
Jumlah Hari365366
Tabel 1: Jumlah Hari dalam Tahun Basit (B)  dan Kabisat (K) dalam sistem kalender masehi Gregoria

Aturan penetapan tahun kabisat, bila tahun habis dibagi 4 adalah tahun kabisat, kecuali tahun yang habis dibagi 100 dan tidak habis dibagi 400 merupakan tahun basit. Tahun 2021 Masehi, merupakan tahun basit, tahun yang tidak habis dibagi 4. Pada tabel 2 Awal tahun (1 Januari 2021) bertepatan dengan hari Jum’at dan akhir tahun (31 Desember 2021) bertepatan dengan hari Jum’at. Tahun 2022 Masehi, merupakan tahun basit, tahun yang tidak habis dibagi 4. Awal tahun (1 Januari 2022) bertepatan dengan hari Sabtu dan akhir tahun (31 Desember 2022) bertepatan dengan hari Sabtu.

Awal dan Akhir Tahun kalender Gregorian

11K20001-JanSb31-DesAh
22 20011-JanSn31-DesSn
33 20021-JanSl31-DesSl
44 20031-JanRb31-DesRb
55K20041-JanKm31-DesJm
66 20051-JanSb31-DesSb
77 20061-JanAh31-DesAh
88 20071-JanSn31-DesSn
99K20081-JanSl31-DesRb
1010 20091-JanKm31-DesKm
1111 20101-JanJm31-DesJm
1212 20111-JanSb31-DesSb
1313K20121-JanAh31-DesSn
1414 20131-JanSl31-DesSl
1515 20141-JanRb31-DesRb
1616 20151-JanKm31-DesKm
1717K20161-JanJm31-DesSb
1818 20171-JanAh31-DesAh
1919 20181-JanSn31-DesSn
2020 20191-JanSl31-DesSl
2121K20201-JanRb31-DesKm
2222 20211-JanJm31-DesJm
2323 20221-JanSb31-DesSb
2424 20231-JanAh31-DesAh
2525K20241-JanSn31-DesSl
2626 20251-JanRb31-DesRb
2727 20261-JanKm31-DesKm
2828 20271-JanJm31-DesJm
291K20281-JanSb31-DesAh
Tabel 2: Awal dan Akhir Tahun kalender Gregorian-daur28.
Keterangan Tabel 2: K=Kabisat, singkatan Ah= Ahad, Sn= Senin, Sl= Selasa, Rb= Rabu, Km= Kamis, Jm= Jum’at dan Sb= Sabtu.

Awal bulan dalam tahun 2021 Masehi dapat dilihat dalam kolom 6 Tabel 3, 1-Jan = 1 Januari 2021 hari Jum’at, maka 1-Feb = 1 Februari 2021 hari Senin, 1-Mar = 1 Maret 2021 hari Senin dst.

Awal bulan dalam tahun 2022 Masehi dapat dilihat dalam kolom 7 Tabel 3, 1-Jan = 1 Januari 2022 hari Sabtu, maka 1-Feb = 1 Februari 2022 hari Selasa, 1-Mar = 1 Maret 2022 hari Selasa dst.

Awal Bulan MasehiHari tiap tgl 1 Awal Bulan Masehi pada tahun Basit
1-JanSnSlRbKmJmSbAh
1-FebKmJmSbAhSnSlRb
1-MarKmJmSbAhSnSlRb
1-AprAhSnSlRbKmJmsb
1-MeiSlRbKmJmSbAhSn
1-JunJmSbAhSnSlRbKm
1-JulAhSnSlRbKmJmSb
1-AugRbkmJmSbAhSnSl
1-SepSbAhSnSlRbKmJm
1-OctSnSlRbKmJmsbAh
1-NovKmJmSbAhSnSlRb
1-DecSbAhSnSlRbKmJm
Tabel 3: Hari pada setiap awal Bulan Masehi

Hari Libur Nasional

Hari libur nasional dan Cuti Bersama ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama, SKB tiga kementerian, SKB 642 tahun 2020 Tentang Hari Libur dan Cuti Bersama.

Hari Libur NasionalTahun 2021Tipe
Tahun Baru Masehi 2021Jum’at, 1 JanuariSC
Hari Buruh InternasionalSabtu, 1 Mei SC
Hari Lahir Panca SilaSelasa, 1 JuniSC
Proklamasi Kemerdekaan RISelasa, 17 AgustusSC
Hari NatalSabtu, 25 Desember, cuti Jum’at 24 Des & Senin 27 DesSC
Tahun Baru Imlek 2572 KongziliJum’at, 12 FebruariLS
Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1943SAhad, 14 MaretLS
Wafat Isa Al Masih/ Yesus KristusJum’at, 2 AprilLS
Hari raya Waisak  2565Rabu, 26 MeiLS
Kenaikan Isa Al Masih/Yesus KristusKamis, 13 MeiLS
Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw 1442 HKamis, 11 Maret, cuti Jum’at 12 MaretLC
Idul Fitri 1442 H, 1 – 2 Syawal 1442 HKamis, Jum’at; 13&14 Mei;LC
Cuti Idul Fitri 1442 HCuti: Rabu, 12 Mei,  Jum’at 14 Mei, Senin, Selasa dan Rabu tgl 17, 18 dan 19 MeiLC
Hari raya Idul Adha 1442 HSelasa, 20 JuliLC
Tahun Baru Hijriah 1443 HSelasa, 10 AgustusLC
Maulid Nabi saw , Rabi’ul Awal 1443 HSelasa, 19 OktoberLC
Tabel 4.  Hari Libur Nasional 2021, SC = Solar Kalender, LS =Luni-Solar, LC= Lunar Kalender mengacu pada SKB 642 tahun 2020 Tentang hari libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender Hijriah

Awal bulan Hijriah selalu didahului oleh fenomena ijtimak, momen Bulan dan Matahari pada posisi bujur ekliptika yang sama. Jadual ijtimak selama tahun 2021 diperlihatkan dalam Tabel 5.  Tahun 2021 terdapat 12 kali ijtimak. Tahun 2021 memuat awal Jumadil Akhir 1442 H hingga awal Jumadil Ula 1443 H.

NoBulan HijriahTahun HijriahIjtimak tahun 2021
   HariTanggalBulan MasehiJam (WIB)
       
1Jumadil Akhir1442Rabu13Januari 12:00
2Rajab      1442Jum’at12Februari2:06
3Sya’ban    1442Sabtu13Maret17:21
4Ramadan 1442Senin12April9:31
5Syawal    1442Rabu12Mei2:00
6Dzulkaedah     1442Kamis10Juni17:53
7Dzulhijjah    1442Sabtu10Juli8:16
8Muharram     1443Ahad8Agustus20:50
9Safar      1443Selasa7September7:52
10Rabi’ul Awal       1443Rabu6Oktober18:05
11Rabi’ul Akhir     1443Jum’at5November4:14
12Jumadil Ula  1443Sabtu4Desember14:43
Tabel 5: Ijtimak tahun 2021

Awal Bulan Hijriah

Kalender Hijriah bersifat jangka panjang, dapat dibuat berdasarkan hisab. Pengetahuan tentang posisi Bulan dan Matahari serta fenomena yang mengiringinya, ijtimak, bulan Purnama gerhana Bulan dan gerhana Matahari menjadikan kalender Hijriah dengan sebuah kriteria akan melahirkan sebuah penanggalan Hijriah yang baku dan konsisten. Penggunaan hisab hakiki telah bisa disepakati, namun kriteria untuk menyusun kalender belum disepakati.

Tabel 6 dan tabel 7 merupakan kalender Hijriah hisab Hakiki dan menggunakan kriteria 2-3-8 yang selama ini dipergunakan dalam Taqwim standart Indonesia. Pada saat Matahari terbenam posisi Bulan pada hari ke 29, tinggi 2 derajat atau lebih, elongasi 3 derajat atau lebih, umur 8 jam atau lebih.  Tabel 6 untuk posisi di Pelabuhan Ratu, merupakan informasi awal dan perlu di periksa di wilayah hukum negara Indonesia, apakah ada yang memenuhi kriteria 2-3-8.

  Ijtimaktinggi hilal/Bulan
Bulan IslamTahun HHaritanggalbulanjam (WIB)dermendet
Jumadil Akhir1442Rabu13Januari 12:0022327.6
Rajab      1442Jum’at12Februari2:0674421.8
Sya’ban    1442Sabtu13Maret17:211133.7
Ramadan 1442Senin12April9:313294.9
Syawal    1442Rabu12Mei2:0051853.4
Dzulkaedah     1442Kamis10Juni17:53-15956.7
Dzulhijjah    1442Sabtu10Juli8:1625318.2
Muharram     1443Ahad8Agustus20:50-2271
Safar      1443Selasa7September7:5244128.1
Rabi’ul Awal       1443Rabu6Oktober18:05-05919.5
Rabi’ul Akhir     1443Jum’at5November4:146510
Jumadil Ula  1443Sabtu4Desember14:430731.1
Tabel 6: Tinggi Hilal/Bulan di Pelabuhan Ratu, tahun 2021

Tabel 7: Resume awal bulan Islam dengan kriteria 2-3-8, yang menjadi acuan taqwim standart Indonesia.

Awal Bulan HijriahKesesuaian dengan Kalender Masehi
1Jumadil Akhir1442Kamis14Januari2021
1Rajab      1442Sabtu13Februari2021
1Sya’ban    1442Senin15Maret2021
1Ramadan 1442Selasa13April2021
1Syawal    1442Kamis13Mei2021
1Dzulkaedah     1442Sabtu12Juni2021
1Dzulhijjah    1442Ahad11Juli2021
1Muharram     1443Selasa10Agustus2021
1Safar      1443Rabu8September2021
1Rabi’ul Awal       1443Jum’at8Oktober2021
1Rabi’ul Akhir     1443Sabtu6November2021
1Jumadil Ula  1443Senin6Desember2021
Tabel 7: Awal Bulan Hijriah 1442/1443 H dan Kalender Masehi 2021

Rukyatul Hilal

Berdasarkan taqwim standart, jadual rukyatul hilal untuk keperluan sidang itsbat, diselenggarakan pada tanggal 29 bulan Islam, sebagai konsekuensinya pada tanggal tersebut, rukyatul hilal bisa terjadi sebelum ijtimak. Rukyatul hilal untuk memutuskan apakah bulan Islam yang sedang berjalan terdiri dari 29 hari atau 30 hari? Rukyatul hilal untuk keperluan memperoleh citra hilal mensaratkan setelah berlangsung fenomena konjungsi atau ijtimak bulan dan matahari, keduanya mencapai bujur ekliptika yang sama. Dua keperluan itu, memutuskan bulan Islam 29 hari atau diistikmalkan dan mendapatkan atau melihat citra hilal, bisa bersamaan dan bisa berbeda hari.

Bila jadual rukyatul hilal diadakan pada tanggal 29 bulan Islam, dalam taqwim standard maka bisa terjadi kasus, pengamatan hilal sebelum ijtimak. Bila pengamatan hilal menunggu waktu ijtimak maka pengamatan hilal dapat berlangsung pada tanggal 30 bulan Islam, dalam taqwim standard.

Sebagai contoh dalam Tabel 8: Jadwal Rukyatul hilal untuk keperluan sidang itsbat tahun 2021

Tgl, Bln & Thn HijriahPadanan Kalender Masehibi= blm ijtimak
NoTgl HBulan HTahun HHariTanggalBulan MasehiTahun M 
029Jumadil Ula1442Rabu13Januari2021 
129Jumadil Akhirah1442Kamis11Februari2021bi
229Rajab1442Sabtu13Maret2021bi?
329Sya’ban1442Senin12April2021 
429Ramadan1442Selasa11Mei2021bi
529Syawal1442Kamis10Juni2021bi?
629Dzulqa’dah1442Sabtu10Juli2021 
729Dzulhijjah1442Ahad8Agustus2021bi
829Muharram1443Selasa7September2021 
929Safar1443Rabu6Oktober2021bi?
1029Rabi’ul Awal1443Jum’at5November2021 
1129Rabi’ul Akhir1443Sabtu4Desember2021 
1229Jumadil Ula1443Senin3Januari2022 
Tabel 8: Jadwal Rukyatul Hilal tahun 2021

Kasus terjadi pada bulan Januari 2021, rukyatul hilal oleh tim rukyatul hilal NU tidak bisa melihat hilal karena berawan, oleh karena itu bulan Jumadil Ula 1442 H digenapkan, terdiri dari 30 hari, sedang dalam kalender taqwim standard hanya terdiri dari 29 hari. Bulan purnama 29 Januari 2021 atau 16 Jumadal Akhirah 1442 H, pertengahan bulan Jumadal Akhirah 1442 H (13, 14 dan 15 Jumadal Akhirah 1442 H) belum terjadi bulan purnama. Kasus yang menarik untuk dikaji lebih jauh.

Seharusnya pengamatan hilal hari ke 29 Jumadal Akhirah 1442 H, tanggal 11 Februari 2021, tapi belum ijtimak. Pengamatan hilal awal Rajab 1442 H dilakukan tim BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika tanggal 12 Februari 2021 atau 30 Jumadal Akhirah 1442 H taqwim standard sedang tim rukyatul hilal NU melakukan pengamatan hilal 29 Jumadal Akhirah 1442 H.  Hasilnya awal Rajab 1442 H bertepatan dengan hari Sabtu tanggal 13 Februari 2021. Bagaimana dengan awal bulan lainnya?

NoBulan HijriahTahun HijriahJml Hari
0Jumadadil Ula144229
1Jumadil Akhir144230
2Rajab144230
3Sya’ban144229
4Ramadan144230
5Syawal144230
6Dzulkaedah144229
7Dzulhijjah144230
8Muharram144329
9Safar144330
10Rabi’ul Awal144329
11Rabi’ul Akhir144330
12Jumadil Ula144329
Tabel 9 : Jumlah hari dalam bulan Islam 1442 H/1443 H

Awal Ramadan 1442 H

Tinggi Bulan tgl 12 April 2021 dari Pelbuhan Ratu saat Matahari terbenam, 3,6º. Kredit: Moedji Raharto
Tinggi Bulan tgl 12 April 2021 dari Pelbuhan Ratu saat Matahari terbenam, 3,6º. Kredit: Moedji Raharto

Jumadal Akhirah 1442 H dan Rajab 1442 H telah diistikmalkan. Awal Sya’ban 1442 H bertepatan dengan Senin 15 Maret 2021 dengan mengistikmalkan bulan Rajab 1442 H.

Menurut perhitungan astronomi, ijtimak akhir Sya’ban 1442 H akan berlangsung hari Senin 12 April 2021 jam 09:31 wib, secara keseluruhan ijtimak selama tahun 2021 M dapat dilihat dalam Tabel 5.  Tinggi hilal lebih dari 3 derajat merupakan hilal yang sulit walaupun dengan menggunakan teleskop. Bila berhasil mengamati hilal awal Ramadan 1442 H maka awal Ramadan 1442 H mulai maghrib 12 April 2021, shaum Ramadan mulai hari Selasa 13 April 2021, dalam kalender 1 Ramadan 1442 H = Selasa, 13 April 1442 H.

Tinggi Bulan tgl 13 April 2021 dari Pelabuhan Ratu saat Matahari terbenam, 12,5º. Kredit: Moedji Raharto
Tinggi Bulan tgl 13 April 2021 dari Pelabuhan Ratu saat Matahari terbenam, 12,5º. Kredit: Moedji Raharto

Posisi Bulan baru pada tanggal 12 April 2021 setelah Matahari terbenam memenuhi kriteria taqwim standar, tapi apakah hilal akan berhasil diamati atau dirukyat? Bagaimana dengan hasil rukyatul hilal di Indonesia? Hasil rukyatul hilal yang akan digelar dalam sidang itsbat hari Senin 12 April 2021 juga akan menentukan jumlah hari dalam bulan Sya’ban terdiri dari 29 atau 30 hari? Secara hisab jumlah hari dalam bulan Hijriah selama tahun 2021 masehi dapat dilihat dalam tabel 9.

Awal Syawal 1442 H

Tinggi Bulan tgl 12 Mei 2021 dari Pelabuhan Ratu saat Matahari terbenam, 7,21º. Kredit: Moedji Raharto
Tinggi Bulan tgl 12 Mei 2021 dari Pelabuhan Ratu saat Matahari terbenam, 7,21º. Kredit: Moedji Raharto

Menurut perhitungan astronomi, ijtimak akhir Ramadan 1442 H akan berlangsung hari Rabu 12 Mei 2021 jam 02:00 wib, secara keseluruhan ijtimak selama tahun 2021 M dapat dilihat dalam Tabel 5. Bila awal Ramadan 1442 H bertepatan dengan 13 April 2021, maka berarti hari ke 29 Ramadan 1442 H bertepatan dengan hari Selasa 11 Mei 2021. Rukyatul hilal pada tanggal 11 Mei 2021 sebelum ijtimak yang akan berlangsung hari Rabu 12 Mei 2021 jam 02:00 wib, jadi tidak mungkin ada hilal, jadi kemungkinan mengistikmalkan bulan Ramadan 1442 H.

Secara hisab Ramadan 1442 H diistikmalkan. Kondisi hilal 11 Mei 2021 belum terbentuk atau belum konjungsi/ijtimak. Tanggal 12 Mei 2021 setelah maghrib menurut taqwim telah memasuki awal Syawal 1442 H. Takwim standart secara hisab telah menetapkan tanggal 1 Syawal 1442 H bertepatan dengan hari Kamis 13 Mei 2021. Shalat Ied 1442 H, hari Kamis pagi, 13 Mei 2021. Jadi rukyatul hilal dan hisab awal Syawal 1442 H in shaa Allah sampai pada kesimpulan yang sama, shalat Ied 1442 H hari Kamis pagi, 13 Mei 2021. Hilal baru memungkinkan diamati pada hari Rabu, 12 Mei 2021.

Bila awal shaum Ramadan 1442 H dapat disepakati hari Selasa 13 April 2021 dan awal Syawal 1442 H bertepatan dengan hari Kamis 13 Mei 2021, maka shaum Ramadan 1442 H berjumlah 30 hari. Jumlah hari dalam bulan Hijriah selama tahun 2021 dapat dilihat dalam Tabel 9. 

Ditulis oleh

Moedji Raharto

Moedji Raharto

Purnabakti Staf Pengajar Astronomi FMIPA ITB, Anggota Kelompok Keahlian Astronomi, Peneliti Astronomi di Observatorium Bosscha ITB, Saat ini merupakan Staf Pengajar & Peneliti serta Koordinator Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Lampung, Anggota IAU, Anggota HAI.

Tulis komentar dan diskusi...