Asteroid Jatuh di Gunung Berapi yang (Masih) Meletus

Kawah tumbukan besar yang menjadi sumber tektit Australasia akhirnya ditemukan. Selama ini ternyata ia bersembunyi di tempat terbuka, dibalut lembaran-lembaran lava basalt sangat muda yang membanjir dari letusan gunung berapi tak-biasa.

Meteoroid dari Luar Tata Surya

Sebuah meteoroid yang berupa asteroid-mini memasuki atmosfer Bumi pada 9 Januari 2014 TU dinihari waktu Indonesia. Ia menjadi meteor-terang (fireball) dan mencapai puncak kecemerlangannya manakala tiba di ketinggian 19 kilometer di atas paras air laut, di lepas pantai utara pulau Irian. Lima tahun kemudian barulah disadari bahwa asteroid mini tersebut datang dari luar tata surya kita.

Komet Borisov, Bintang Berekor dari Luar Tata Surya

Saat dilihat umat manusia untuk pertama kalinya, tak ada keraguan bahwa benda langit itu adalah bintang berekor. Komet. Ia memang hanya terlihat sebagai sebintik cahaya samar dengan bentuk ekor tak kalah samar pula. Juga sangat redup. Dengan magnitudo mendekati +19 maka kecerlangannya hanya 1 % dari kecerlangan planet–kerdil Pluto yang legendaris dan sulit diamati itu (terutama dari Indonesia).

2019 MO, Asteroid Mini yang Jatuh ke Bumi

Sebuah asteroid mini telah jatuh ke Bumi hanya dalam 12 jam pasca dilihat manusia untuk pertama kalinya. Inilah untuk keempat kalinya umat manusia berhasil mendeteksi sebuah benda langit yang sedang menuju ke Bumi saat masih berada di antariksa. Kali ini disertai bonus, asteroid ini yang terbesar di antara ketiga asteroid lainnya sehingga memiliki energi terbesar.

Melacak Jejak Asteroid yang Jatuh di Atas Laut Bering

Sebuah asteroid-tanpa-nama telah jatuh di atas perairan Laut Bering, bagian dari Samudera Pasifik bagian utara yang berdekatan dengan lingkar Kutub Utara, pada Rabu 19 Desember 2018 TU (Tarikh Umum) tengah hari waktu setempat. Ini disebut Peristiwa Bering 2018. Energinya sungguh besar, totalnya mencapai 173 kiloton TNT atau 8,5 kali lipat lebih dahsyat ketimbang bom nuklir yang dijatuhkan di Nagasaki.

Kala Matahari Menjadi Dua, Asteroid Meledak di Udara dekat Kutub Utara

Peristiwa Bering 2018. Itulah namanya. Satu peristiwa ledakan-benda-langit-di-udara (airburst) yang sejatinya telah terjadi pada Rabu 19 Desember 2018 TU (Tarikh Umum) pukul 06:48 WIB mengambil tempat di atas Laut Bering beratus kilometer lepas pantai timur Semenanjung Kamchatka atau tak jauh dari perbatasan Russia dan Amerika Serikat. Tak kurang dari 96 kiloton energi ledakan dilepaskan airburst ini. Sementara energi totalnya sendiri diperhitungkan mencapai 173 kiloton TNT, membuatnya hampir seterang Matahari pada saat airburst terjadi. Andaikata di sekitar ground zero (yakni titik yang tepat berada di bawah lokasi airburst) terdapat pemukiman penduduk, niscaya mereka bakal terkesiap menyaksikan langit siang bolong (tepatnya pukul 11:48 waktu setempat) mendadak laksana berhias dua Matahari.

Stasiun Antariksa Tiangong-1 Siap Jatuh dari Langit

Bagaimana perasaanmu jika tahu sebongkah benda seukuran bus tingkat siap jatuh dari langit dalam waktu dekat? Namun itulah yang akan dialami Tiangong-1. Sampah antariksa sepanjang 10,5 meter dan diameter 3,4 meter itu sedang bersiap-siap mengakhiri perjalanannya dan akan memasuki atmosfer Bumi kita, sebuah proses yang dikenal sebagai reentry.

Melacak Jejak Mobil Tesla Roadster di Kedalaman Langit

Lebih dari setengah bulan setelah diluncurkan ke langit, mobil listrik Tesla Roadster dan manekin Starman telah berjuta kilometer jauhnya dari Bumi. Pada Sabtu 23 Februari 2018 pukul 17:00 WIB, 16 hari pasca diluncurkan, keduanya telah berjarak 5,03 juta kilometer dari Bumi kita dan terus melaju pada kecepatan relatif (terhadap Bumi) 12.000 km/jam. Dari Bumi kita Tesla Roadster dan Starman, yang masih tetap menempel era pada upperstage Falcon Heavy, terlihat sebagai benda langit sangat redup dengan magnitudo semu antara +21 hingga +22. Posisinya saat itu berdekatan dengan bintang HD 128787 yang jauh lebih terang (magnitudo semu +7).

Roket Berat Falcon Heavy dan Era Baru Penerbangan Antariksa

Inilah inaugurasi roket baru terganjil sepanjang sejarah penerbangan antariksa. Setidaknya hingga 2018 ini. Kala roket berat Falcon Heavy lepas landas dari landasan nomor 39A kompleks Tanjung Canaveral, negara bagian Florida (Amerika Serikat) pada Rabu dinihari 7 Februari 2018 pukul 03:45 WIB (Selasa pukul 15:45 waktu Florida), mata dunia mengamatinya lekat-lekat. Terutama pada apa yang digendongnya.

Apa yang Keliru, Schiaparelli?

Piring terbang raksasa itu bernama Schiaparelli, wahana antariksa pendarat eksperimental (demonstrator) milik badan antariksa Eropa (ESA) yang baru saja mendarat di Mars pada Rabu 19 Oktober 2016 lalu. Seharusnya ia sudah mulai berpesta pora, melaporkan pandangan mata (baca: sensor-sensor elektronik) dari paras planet merah nan berdebu melalui gelombang radio yang disalurkan lewat satelit-satelit buatan aktif di Mars saat ini.