Pembelajaran Gerhana Bulan Total di SD Plus BBS & SDIT Aliya Bogor

Kubah langit malam Indonesia kembali dihiasi pemandangan yang tidak biasa pada tanggal 31 Januari 2018, yaitu fenomena alam Gerhana Bulan Total (GBT). Peristiwa alam yang sangat dinantikan kehadirannya mengingat GBT terakhir yang dapat diamati di Indonesia terjadi sekitar 3 tahun yang lalu.

Seperti halnya ketika akan terjadi Gerhana Matahari Total pada tahun 2016, saya pun kembali menawarkan diri ke beberapa sekolah di wilayah kota Bogor untuk memberikan pembelajaran tentang gerhana, dalam hal ini tentang GBT. Rencana ini kembali disambut baik oleh kepala sekolah SD Plus BBS Bogor, Nawawi Suherman, kepala sekolah SDIT Aliya Bogor, Luluk Dianarini dan juga oleh kepala sekolah sebuah sekolah alam dan smp swasta di Bogor. Alasan saya memilih sekolah-sekolah tersebut sederhana saja: lokasinya tidak jauh dari kediaman saya. Jadi, jauh sebelum ada surat edaran dari Gubernur DKI Anies Baswedan tentang himbauan untuk menjadikan fenomena GBT sebagai media pembelajaran di Jakarta, kegiatan tersebut sudah dan tengah berlangsung di beberapa sekolah di Bogor.

Bersama para siswa setelah sosialisasi GBT. Kredit: Suci Purwanti
Bersama para siswa setelah sosialisasi GBT. Kredit: Suci Purwanti

Tujuan dari kegiatan ini agar siswa bisa lebih memahami bagaimana terjadinya fenomena Gerhana Bulan secara umum dan GBT 31 Januari 2018 waktu terjadinya dan bagaimana cara mengamatinya. Penjelasan ini penting agar siswa tidak hanya mengenal fenomena alam tersebut  melalui buku pelajaran saja, melainkan juga dari pengamatan secara langsung. Karena pelajaran Gerhana Bulan Total diberikan untuk siswa kelas 6 semester 2, maka kegiatan sosialisasi yang saya lakukan ini pun dikhususkan untuk siswa kelas 6. Namun di SD Plus BBS Bogor siswa kelas 3 juga berkesempatan untuk memperoleh materi pembelajaran ini. Kegiatan berlangsung selama 3 minggu pada  bulan Januari dengan durasi 1,5 jam.

Pembelajaran GBT  diawali dengan pemaparan tentang Bulan terlebih dahulu agar para siswa bisa mengenal lebih jauh tentang satelit Bumi yang cuma semata wayang ini. Materi yang diberikan antara lain tentang fase Bulan dan permukaan Bulan. Pada materi tentang fase bulan para siswa memperoleh info yang cukup menarik  yaitu ada kalanya dalam bulan yang sama terjadi dua kali purnama. Dan inilah yang terjadi pada tanggal 31 Januari 2018, berbarengan dengan terjadinya GBT.  Ketika memperoleh penjelasan tentang permukaan Bulan,  siswa  berkesempatan untuk melihat kawah-kawah raksasa yang ada di Bulan dan juga laut –laut (mare) yang menjadi tempat pendaratan Apollo di Bulan. Saya sengaja memberikan materi ini untuk mengingatkan para siswa kembali bahwa manusia sudah pernah mendarat di Bulan.

Setelah pengenalan singkat, materi dilanjutkan dengan pembahasan utama, yaitu tentang GBT 31 Januari 2018.  Materi yang diberikan mencakup bayangan Bumi, proses terjadinya Gerhana Bulan, jenis-jenis Gerhana Bulan ( Gerhana Bulan Penumbra, Gerhana Bulan Sebagian dan Gerhana Bulan Total) dan waktu terjadinya GBT 31 Januari 2018. Hal yang paling menarik perhatian sebagian besar siswa dan paling banyak menimbulkan pertanyaan adalah warna Bulan yang memerah ketika totalitas terjadi.  Banyak yang beranggapan seharusnya Bulan berwarna hitam atau menghilang karena tertutup Umbra Bumi. Selain pertanyaan tentang mengapa Bulan berwarna merah, pertanyaan yang sering diajukan antara lain tentang bagaimana cara mengamatinya, amankah melihat Bulan secara langsung, dan berapa tahun sekali Gerhana Bulan terjadi. Para siswa terlihat sangat antusias dan takjub ketika menerima penjelasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Gerhana Bulan Total. Bahkan diluar dugaan saya para siswa di kelas 3 di SD Plus BBS Bogor terlihat betah berlama-lama mendengarkan materi yang sebenarnya diperuntukkan bagi kelas yang lebih tinggi ini.

Karena fenomena GBT 31 Januari terjadi berbarengan dengan dua peristiwa alam lainnya yaitu Bulan Purnama kedua di bulan yang sama ( populer dengan nama Blue Moon) dan Purnama Perigee (yang juga populer dengan istilah Supermoon) maka para siswa pun mendapatkan penjelasan tentang kedua peristiwa alam tersebut. Beberapa siswa  pada umumnya sudah pernah mendengar istilah Supermoon. Namun tidak banyak yang tahu tentang apa sebenarnya Supermoon itu dan bagaimana bisa terjadi. Ada siswa yang beranggapan bahwa Supermoon itu sefantastis namanya: bahwa Bulan akan terlihat jauh lebih besar. Dengan adanya kegiatan ini saya berharap para siswa dapat memahami bahwa peristiwa GBT 31 Januari 2018 merupakan fenomena Gerhana Bulan Total biasa disertai peristiwa Blue Moon dan Supermoon yang juga hanya Bulan Purnama biasa, seperti halnya Bulan Purnama yang biasa kita lihat di malam hari, hanya saja akan berwarna merah.

Ditulis oleh

Suci A. Purwanti

Suci A. Purwanti, pecinta astronomi yang pernah aktif di komunitas astronomi. Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris dari UNJ dan selama 10 tahun menjadi guru Bahasa Inggris di LBPP Lia Bogor. Saat ini, ia memilih menjadi Ibu Rumah Tangga dan aktif berbagi tentang astronomi.

Tulis komentar dan diskusi...