Astara Ganesha 2017: Solar System and Beyond

Oktober! Saatnya kita merayakan Pekan Antariksa Dunia, sebuah perayaan sains dan teknologi serta kontribusinya pada kehidupan manusia.

Pekan Antariksa Dunia 2017. Kredit: WSW
Pekan Antariksa Dunia 2017. Kredit: WSW

Pekan Antariksa Dunia dirayakan setiap tanggal 4-10 Oktober sebagai bentuk apresiasi dari 2 peristiwa bersejarah dunia.  Kedua peristiwa itu adalah peluncuran satelit pertama buatan manusia, Sputnik 1 milik Uni Soviet (sekarang: Rusia) pada tanggal 4 Oktober 1957 dan penandatanganan “Treaty on Principles Governing the Activites of States in the Exploration and Peaceful Uses of Outer Space, including the Moon and Other Celestial Bodies” pada tanggal 10 Oktober 1967. Peluncuran Sputnik 1 menandai awal eksplorasi luar angkasa dari banyak negara dan perjanjian Outer Space Treaty merupakan perjanjian tentang hukum internasional luar angkasa.

Di Indonesia Undang Undang Keantariksaan baru dibuat dan disahkan pada tahun 2013. Dan kita merayakan Hari Keantariksaan setiap tanggal 6 Agustus, bersamaan dengan Kampanye Langit Gelap.

Di tahun 2017, Pekan Antariksa Dunia mengusung tema, “Menjelajah Dunia Baru di Luar Angkasa”. Sebuah pemanfaatan teknologi antariksa dan aplikasinya pada manusia, dimana penjelajahan antariksa itu akan terus berlangsung dan tidak ada batasan apapun di langit untuk sebuah penemuan baru.

Dalam peryaan Pekan Antariksa Dunia 2017, kita diajak untuk merayakan perjalanan misi mencari dunia baru, seperti yang dilakukan New Horizons di Pluto dan Sabuk Kuiper. Kita juga diingatkan bahwa penjelajahan antariksa tidak hanya monopoli lembaga keantariksaan negara. Ada lembaga swasta yang ikut ambil bagian untuk memanfaatkan sumber daya antariksa.

Astara Ganesha 2017

Astara Ganesha 2017. Kredit: HIMASTRON
Astara Ganesha 2017. Kredit: HIMASTRON

Mengusung tema Solar System and Beyond, Himpunan Mahasiswa Astronomi ITB (HIMASTRON ITB) ikut ambil bagian merayakan Pekan Antariksa Dunia di tahun 2017. Acara yang dikemas dengan nama Astara Ganesha sejak tahun 2013 ini bertujuan untuk memperkenalkan astronomi ke seluruh lapisan masyarakat dan mempersiapkan siswa di Jawa Barat dan Banten untuk mengikuti Olimpiade Astronomi di Olimpiade Sains Nasional.

Astara Ganesha mengadakan berbagai lomba untuk siswa SMA dan publik. Di antaranya adalah lomba astrofotografi dengan tema Keindahan langit Indonesia, lomba VLOG tentang Planet – Planet Tata Surya, lomba infografis dengan tema Eksplorasi Tata Surya dan lomba komik yang khusus mengambil cerita tentang Asteroid dan Komet. Karya yang masuk nominasi dan jadi pemenang dipamerkan dalam Pameran Karya yang sudah dilaksanakan tanggal 3 September – 1 Oktober 2017 di PUSPA IPTEK Sundial Kota Baru Parahyangan.

Pameran yang diisi dengan foto-foto yang memperlihatkan keindahan langit dari Indonesia ini menceritakan pentingnya langit gelap. Langit dengan taburan bintang yang memperlihatkan selendang Bima yang membentang bisa menjadi potensi wisata tersendiri. Foto North Light yang dipotret Petrus Rony P.S dari Hutan Mari Gunung Papandayan, teprilih sebagai pemenang pertama. Diikuti oleh potret Seribu Bintang hasil karya Dedi Efriadi dari Cikoneng, Bandung Selatan sebagai juara kedua dan Milkyway diatas Lubang Batu dari Eroreja, Wadaslintang, Wonosobo yang dipotret oleh Dhimas Adi Satria sebagai pemenang ketiga.

Selain foto, komik hasil karya siswa SMA yang ikut dalam lomba komik Asteroid dan Komet juga ambil bagian dalam pameran Astara Ganesha. Delapan komik peserta dipajang untuk dibaca oleh para pengunjung. Ada cerita Tuhkan karya Ratu Trifonia Dira Siagian sebagai pemenang pertama yang menceritakan perbedaan orbit komet dan asteroid dengan cara yang menarik. Pemenang kedua lomba komik adalah kisah Roid dan Mety, asteroid dan komet yang bertemu sesaat dan bercakap-cakap sejenak tentang kesendirian si asteroid dan apa itu komet. Di urutan ketiga ada karya Bintang Jatuh dari Alifah Dini Siswantoro yang menceritakan apa itu bintang jauh… yang pasti itu bukan bintang yang jatuh melainkan meteorit.

Delapan infografik juga turut dipamerkan dalam pameran karya tersebut. Berbagai cerita tentang ekplorasi tata surya coba dipaparkan dalam bentuk visual yang tidak membosankan. Pemenang pertama adalah Dicky Nufal Rizaldy yang menceritakan sekilas beberapa misi eksplorasi tata Surya seperti New Horizon, Cassini, Juno dan Maven. Di urutan kedua, Sidik Nur Rakhmat bercerita tentang para Pengembara di Tata Surya yang menguak misteri planet-planet di Tata Surya untuk manusia di Bumi. Infografik yang jadi pemenang ketiga merupakan karya Jason Patrcik yang bercerita tentang Sejarah Misi Explorasi Jupiter. Menarik karena planet gas raksasa yang satu ini punya satelit yang diindikasi memiliki air di bawah permukaannya. Yup! Satelit Europa. Misi Juno yang sedang bertugas punya banyak cerita tentang planet tersebut. Tapi, sebelum Juno ada beberap misi lainnya yang melintasi Jupiter seperti Pioneer, Voyager, Cassini juga New Horizons.

Dari Video Blog. ada 5 karya menarik yang ditampilkan pada tanggal 1 Oktober. Masing-masing video bercerita tentang planet – planet di Tata Surya dengan gayanya tersendiri. Pemenangnya, Indri Ayu Lestari menampilkan percakapannya dengan Sadie sang putra yang sudah bisa mengenali obyek-obyek di Tata Surya. VLOG yang dibuat para peserta ini beragam dengan gaya yang berbeda. Ada yang ke Planetarium Jakarta untuk memahami Tata Surya, ada juga yang ke Museum Geologi dan Asteroid Day yang diselenggarakan HIMASTRON ITB untuk mempelajari planet-planet di Tata Surya.

Video lainnya justru mewawancarai publik tentang Tata Surya dengan jawaban yang cukup menarik. Rupanya, masih ada yang berpikir bahwa siang dan malam terjadi karena Matahari bergerak mengeliling Bumi. Ada juga yang melihat Tata Surya sebagai peredaran Matahari di angkasa dan Pluto bukan planet karena tidak bergerak sesuai orbit dan sudah keluar dari peredarannya. Dengan VLOG inilah Vlogger mencoba menjelaskan Tata Surya dan planet – planet yang mengitarinya.

Di lokasi yang sama, diselenggarakan juga pelatihan astrofotografi bersama Agus Triono PJ dari Observatorium Bosscha. Pelatihan astrofotografi ini diikuti oleh 11 peserta. Dalam workshop ini, para peserta diajak untuk mengenal apa itu astrofotografi dan bagaimana seseorang bisa memulai hobi yang satu ini. Bagaimana memotret benda-benda langit dan mengolah citra yang dipotret juga dipaparkan.

Meski Pameran Karya sudah berakhir, masih ada Olimpiade Astronomi untuk tingkat SMA, Seminar khusus peserta Olimpiade Astronomi, serta Pengamatan Siang dan Malam.

Tertarik untuk melihat langsung Matahari dan benda langit di malam hari? Kunjungi Institut Teknologi Bandung di Jl. Ganesha pada tanggal 7 Okteober 2017!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.