Astara Ganesha 2019: Gateway to The Stars

Dunia akan mengadakan perayaan luar angkasa terbesar dalam waktu kurang dari dua bulan lagi. Perayaan itu adalah World Space Week (WSW) alias Pekan Antariksa Dunia, yang diperingati setiap tanggal 4 – 10 Oktober.

Astara Ganesha 2013. Kredit: Himastron
Astara Ganesha 2013. Kredit: Himastron

Mengapa dipilih kurun waktu tersebut yang diapresiasi sebagai Pekan Antariksa Dunia? Karena dua peristiwa antariksa bersejarah dunia terjadi dalam rentang satu minggu itu. Keduanya adalah peluncuran Sputnik I, satelit pertama buatan manusia milik Uni Soviet (sekarang: Rusia) pada tanggal 4 Oktober 1957 dan penandatanganan “Treaty on Principles Governing the Activites of States in the Exploration and Peaceful Uses of Outer Space, including the Moon and Other Celestial Bodies” pada tanggal 10 Oktober 1967. Peluncuran Sputnik I menjadi titik awal perkembangan penjelajahan luar angkasa dunia, sementara perjanjian Outer Space Treaty menjadi perjanjian hukum internasional yang menjaga batas-batas penjelajahan luar angkasa tersebut.

Indonesia tidak ketinggalan tentunya. Himpunan Mahasiswa Astronomi Institut Teknologi Bandung (Himastron ITB) telah turut memeriahkan perayaan ini sejak tahun 2003 dan kemudian sejak tahun 2013 mengambil nama spesifik Astara Ganesha. Astara sendiri merupakan kependekan dari Astronomi Nusantara, sedangkan Ganesha merujuk pada lambang ITB.  Himastron ITB tahun ini akan merayakan WSW lebih awal, yaitu di akhir bulan September, dengan melakukan berbagai aktivitas dalam kegiatan Astara Ganesha 2019.

Sejak 2013, setiap dua tahun sekali Astara Ganesha berkontribusi dalam peringatan WSW di  Indonesia dengan mengadakan olimpiade astronomi, yang ditujukan untuk meningkatkan dan mewadahi ketertarikan pelajar SMA/sederajat pada astronomi. Selain itu, Astara Ganesha juga bertujuan memasyarakatkan pengetahuan astronomi melalui kegiatan yang menampilkan karya-karya dalam bentuk tulisan dan seni visual.

Untuk mengumpulkan dan membangkitkan semangat berkarya para pelajar dan mahasiswa, Astara Ganesha tahun ini diawali dengan kegiatan pendahuluan (pre-event) sepanjang bulan Juli hingga September berupa lomba-lomba yang diselenggarakan secara daring. Seperti Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), lomba astrofotografi, lomba komik strip, lomba infografis, dan lomba cerpen.  Terkecuali lomba komik strip yang khusus untuk pelajar SMA/sederajat dan LKTI khusus mahasiswa, setiap perlombaan bisa diikuti secara gratis oleh masyarakat umum yang berpendidikan minimal SMA/sederajat.

Sejalan dengan tema WSW tahun ini, “The Moon: Gateway to The Stars”, yang bertepatan dengan peringatan 50 Tahun Pendaratan di Bulan,  Astara Ganesha 2019 mengangkat  tema khusus untuk lomba-lomba kegiatan pendahuluan yaitu “Bima Sakti di Indonesia” untuk lomba astrofotografi, “Satelit Alam di Tata Surya” untuk lomba infografis, “Perjalanan Antariksa” (dalam kaitannya dengan misi Apollo 11) untuk lomba komik strip dan lomba cerpen, serta “Astronomi: Kini dan Masa Depan” untuk LKTI.

Mengingat pesatnya kemajuan teknologi di bidang antariksa, bermunculan berbagai inovasi di bidang antariksa. Karena itu, Indonesia juga tidak boleh ketinggalan. Melalui kegiatan LKTI Astara Ganesha 2019 inilah mahasiswa bisa menyalurkan idenya dalam bentuk karya ilmiah untuk masa depan teknologi antariksa di Nusantara.

Puncak acara dari Astara Ganesha tahun ini, yaitu Olimpiade astronomi SMA/sederajat tingkat nasional, seminar, dan pameran akan dilaksanakan pada tanggal 27 – 29 September 2019. Selain memberi kesempatan pada pelajar SMA dan masyarakat umum untuk berkarya, Astara Ganesha menyelenggarakan seminar umum untuk menambah wawasan astronomi publik. Seminar dengan tema “Astronomi: Kini dan Masa Depan” seperti halnya LKTI akan diisi kuliah umum oleh pembicara profesional di bidangnya. Peserta seminar juga berkesempatan untuk bertanya kepada pembicara agar terjalin komunikasi dua arah yang dapat bermanfaat bagi semuanya. Jumlah  peserta seminar pun dibatasi berjumlah 80 orang, sehingga harus mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui situs Astara Ganesha. Melalui seminar ini, diharapkan peserta dapat memahami ilmu astronomi melalui cara yang efektif dan mudah dimengerti. Tidak bisa mengikuti seminar? Masih ada pameran astronomi yang berlangsung pada tanggal 27 – 28 September.

Untuk olimpiade, peserta harus merupakan siswa SMA/sederajat dari seluruh wilayah Indonesia dengan babak awal pada tanggal 15 September 2019. Lomba tahap awal akan berlangsung daring dan 50 tim terbaik akan dipilih untuk bertanding pada babak semifinal. Babak final olimpiade akan berbentuk cerdas cermat yang diikuti oleh 10 tim terbaik. Olimpiade astronomi ini bisa menjadi ajang latihan sebelum mengikuti Olimpiade astronomi tahunan yang dilaksanakan di Indonesia.

Kegiatan ketiga adalah pameran astronomi yang akan berlangsung di Basement Gedung CC Timur ITB. Pameran ini akan menampilkan hasil karya pemenang lomba pendahuluan yang diselenggarakan oleh Astara Ganesha. Pengunjung bisa memperoleh informasi terkait penjelajahan antariksa, serba-serbi satelit alam di tata surya, dan merasakan sensasi perjalanan ke luar angkasa lewat pertunjukkan di planetarium mini.

Menarik sekali bukan? Jangan lewatkan rangkaian acara Pekan Antariksa Dunia bersama Astara Ganesha akhir September ini. Sampai jumpa di ‘gerbang menuju bintang-bintang’.

[divider_line]

Narahubung:

Adinda Faradila (081912740959)
astaraganeshaitb.com
ig @astaraganesha dan @himastronitb

Ditulis oleh

Khazanah Fadhilah Nurrahmah

Khazanah Fadhilah Nurrahmah

Anggota Himpunan Mahasiswa Astronomi di Institut Teknologi Bandung, terlahir 29 Maret 1999 di Bandung. Menjadi salah satu staff Divisi Relasi dalam kepanitiaan Astara Ganesha 2019 kali ini. Hobinya membaca, menulis cerpen, dan caption terutama tentang da’wah Islam. Bercita-cita menjadi astronot muslimah dan penulis buku-buku international best seller. Ingin menulis sesuatu yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia, dapat menyadarkan mereka akan kebenaran, namun juga bisa menghibur dan memberikan hikmah yang mendalam. Karya yang sudah diterbitkan yaitu novel KKPK Never Ever Forever (DAR! Mizan) dan antologi novel santriwati SMAIT Al Kahfi berjudul TANDA YANG HILANG (Bima’s Production). Sementara di dunia maya berupa caption dan reminder (Instagram:@khz_astro.sky ).