Pameran Astara Ganesha: Mencari Bumi Baru

Kemeriahan Pekan Antariksa Dunia di Bandung dapat dinikmati publik pada hari Sabtu, 10 Oktober 2015. Ada dua institusi yang akan mengadakan Pekan Antariksa Dunia tersebut di hari yang sama. Himpunan Mahasiswa Astronomi (Himastron) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).  Meskipun mengusung acara yang berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama yakni memasyarakatkan astronomi pada masyarakat.

Di ITB, selain Olimpiade Astronomi yang dilaksanakan untuk SMA se-Jawa Barat, Pekan Astronomi Dunia yang diusung dalam nama Astara Ganesha juga akan mengajak masyarakat umum untuk hadir dan mengenal langit lewat pengamatan Matahari di siang hari maupun pengamatan berbagai obyek langit di malam hari. Menarik? Tentu saja!

Infografis Mencari Kawan Bumi karya Listya Dara. Kredit: Listya Dara/Himastron/Astara Ganesha
Infografis Mencari Kawan Bumi karya Listya Dara. Kredit: Listya Dara/Himastron/Astara Ganesha

Selain itu, dengan mengusung tema Finding New Earth aka Mencari Bumi Baru, Astara Ganesha juga akan melakukan pameran karya asli mahasiswa dan alumni Astronomi ITB. Menurut panitia Astara Ganesha, tujuan pameran ini untuk menunjukkan bahwa astronomi di Indonesia khususnya Astronomi ITB memiliki potensi yang baik dalam pembuatan karya dan bisa diperhitungkan. Dalam pameran ini, pengunjung akan dapat menikmati karya para mahasiswa astronomi berupa Seni Rupa, desain, video/film dokumenter, diorama, juga poster dengan tema “Finding New Earth”. Sedangkan pameran foto akan menampilkan tema “Wajah Langit Indonesia” yang luar biasa eksotis untuk dinikmati oleh para pecinta langit, jika tidak dikotori oleh polusi cahaya.

Pameran yang mengusung tema besar Menemukan Bumi Baru ini akan menceritakan kembali perjalanan penemuan ekstrasolar planet atau planet-planet yang berada di bintang lain. Apalagi Pekan Antariksa Dunia bertepatan dengan perayaan 20 tahun planet extrasolar yang pertama kali ditemukan pada tahun 1995. Semenjak pertama kali ditemukan, perjalanan untuk menemukan planet di bintang lain membawa mimpi lain untuk menemukan Bumi baru di bintang lain yang memiliki potensi kehidupan. Atau bahkan tidak mungkin menemukan kehidupan cerdas lainnya di luar sana.

Mimpi dan pertanyaan yang selama berabad-abad muncul dalam diri manusia pada akhirnya menemukan jalannya untuk memperoleh jawaban. meski jawaban itu masih terus dicari.  Seperti yang dipaparkan oleh John Grunsfeld dari NASA dalam pengumuman air di Mars, “untuk mencari kehidupan lain maka yang dilakukan adalah mengikuti dimana air berada”.

Di sisi lain, melalui pameran ini panitia berharap para pengunjung akan memiliki kesadaran untuk terus menjaga Bumi dari kerusakan karena Bumi adalah satu-satunya tempat terbaik bagi kehidupan. Aspek menjaga Bumi ini akan penting untuk astronomi jika dikaitkan dengan tingginya polusi cahaya di perkotaan yang memberi dampak pada makhluk hidup di Bumi. Bagaimana mengatasi dan meminimalisir polusi cahaya seharusnya menjadi bagian penting yang juga dipaparkan lewat karya para mahasiswa tersebut.

Selain tema Menemukan Bumi Baru, para pengunjung juga bisa mengenal Gerhana Matahari Total yang akan melintasi Indonesia tanggal 9 maret 2016. Para pengunjung dapat mengetahui dimana saja jalur totalitas gerhana, bagaimana mengamati gerhana dan dimana lokasi pengamatan gerhana dimana masyarakat dapat bergabung dengan para astronom dalam hal ini mahasiswa Astronomi ITB.

Ingin mengenal astronomi dan mengamati langit? Bergabunglah di ITB dalam Astara Ganesha. Pengamatan Matahari dan pengamatan obyek langit malam juga akan dilaksanakan pada tanggal 10 oktober 2015 dari Kampus Institut Teknologi Bandung.

[divider_line]

Untuk informasi acara Astara Ganesha sila kunjungi laman Astara Ganesha: facebook.com/AstaraGanesha

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...