Astara Ganesha: Olimpiade Astronomi SMA Jawa Barat

Pernah mendengar tentang astronomi? Di kalangan siswa, astronomi cukup dikenal sebagai salah satu pelajaran yang dilombakan setiap tahun dalam ajang berjenjang Olimpiade Astronomi.  Kompetisi yang berlangsung dari tingkat sekolah sampai nasional itu pada akhirnya akan membawa beberapa anak Indonesia terpilih dan terbaik untuk berkompetisi di tingkat internasional.olimpiade astroOlimpiade Astronomi di Indonesia dimulai di tahun 2003 ditandai dengan keikutsertaan tim Indonesia dalam ajang International Astronomy Olympiads (IAO) yang berlangsung di Stockholm. Pada masa itu Indonesia pulang membawa 2 perak dan 1 perunggu. kedua medali perak diraih oleh siswa asal Bandung. Semenjak itu Indonesia secara rutin mengikuti ajang IAO sampai dengan tahun 2012 dan senantiasa pulang membawa medali.

Sampai dengan tahun 2005, Indonesia hanya berkiprah di ajang IAO. Akan tetapi penolakan terhadap permintaan Thailand untuk menjadi tuan rumah IAO di tahun 2005 untuk merayakan ulang tahun Raja Bhumibol Abdulyadej pada akhirnya melahirkan terbentuknya ajang kompetisi baru yakni International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) pada tahun 2006. Pembentukan IOAA juga ikut diprakarsai oleh Indonesia dan tahun 2007 menjadi tahun pertama pelaksanaan IOAA.  Tujuan dari IOAA adalah untuk bekerja sama di kalangan pendidik astronomi sehingga dapat saling bertukar informasi tentang pendidikan astronomi di negara masing-masing. Diharapkan untuk dapat saling mendukung perkembangan astronomi di masing-masing negara peserta.

Seperti halnya IAO, kiprah para siswa Indonesia di IOAA juga cukup membanggakan karena setiap tahunnya selalu membawa pulang medali. Indonesia juga menjadi tuan rumah IOAA pada tahun 2008 di Bandung dan 2015 di Magelang.

Olimpiade Astronomi diharapkan menjadi salah satu cara untuk bisa memperkenalkan astronomi pada siswa maupun untuk membangun kesadaran ada kajian ilmu bernama astronomi di kalangan masyarakat umum. Tak bisa dipungkiri kalau yang bisa ikut kompetisi seperti ini hanya mereka yang mempunyai kemampuan akademik dalam bidang Fisika dan Matematika yang baik. Meskipun demikian, para siswa yang kemudian tertarik dengan astronomi akan dapat mengembangkan diri untuk menekuni hobi mereka. Astronomi tidak hanya berbicara tentang keberhasilan akademik melainkan juga hobi dan kreativitas yang lintas bidang.  Bahkan astronomi pun bisa dikenal lewat budaya Indonesia.

Dalam kemeriahan Pekan Antariksa Dunia yang akan diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Astronomi (Himastron) ITB, Olimpiade Astronomi dan kuliah umum dengan tema serupa menjadi acara utama yang diusung selain juga pameran karya para mahasiswa Astronomi ITB.

Secara umum, selain untuk merayakan Pekan Antariksa Dunia, pelaksanaan Astara Ganesha bertujuan untuk memasyarakatkan Astronomi kepada para pelajar SMA melalui Olimpiad, mempersiapkan murid SMA se-Jawa Barat untuk mengikuti OSK Astronomi dan meningkatkan kepedulian siswa terhadap Bumi.

Untuk itu, pada tanggal 10 Oktober 2015, dalam rangkaian acara Astara Ganesha, Himastron ITB mengadakan Olimpiade Astronomi untuk SMA se-Jawa Barat dan kuliah umum untuk peserta Olimpiade Astronomi dan juga untuk umum. Dalam ajang Olimpiade Astronomi yang dilaksanakan dalam rangkaian Astara Ganesha, fokus utama diberikan kepada siswa dari Jawa Barat karena berdasarkan data peserta olimpiade astronomi baik IOAA dan IOA, peserta yang lolos OSN dari Jawa Barat tidak banyak sementara pusat astronomi di Indonesia berada di Bandung. Inilah yang menjadi salah satu perhatian dari Himastron untuk ikut membantu para siswa dan guru di Jawa Barat dalam menghadapi  Olimpiade Sains Nasional (OSN) Astronomi. Pelaksanaan Olimpiade akan berlangsung dalam dalam 3 ronde yaitu teori, analisis data, dan cerdas cermat.

Selain Olimpiade Astronomi, Astara Ganesha juga mengadakan kuliah umum untuk dengan tema persiapan menghadapi Olimpiade Sains Nasional Astronomi.

Untuk teknis pendaftaran Olimpiade Astronomi bisa dilihat di laman Astara Ganesha: : facebook.com/AstaraGanesha

 

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.