Infografik: Siang dan Malam

Siang dan malam merupakan bagian dari kehidupan manusia dari waktu ke waktu. Dua belas jam siang dan dua belas jam malam. Itu yang terjadi di area ekuator. Ketika kita berada di lintang tinggi, kondisinya akan berbeda. Ada kalanya siang lebih panjang dan ada pula saat ketika malam jauh lebih lama.

Infografik Siang dan Malam. Kredit: langitselatan
Infografik Siang dan Malam. Kredit: langitselatan

Unduh:  Infografik: Siang dan Malam

Untuk kita yang berada di ekuator, hanya ada dua musim, kemarau dan hujan. tapi lagi-lagi untuk masyarakat yang berada di lintang tinggi, ada 4 musim.

Bagaimana semua itu bisa terjadi?

Jawabannya ada pada rotasi dan revolusi Bumi. Rotasi Bumi menjadi jawaban bagi terjadinya siang dan malam.  Saat Bumi berputar, ada sisi Bumi yang berhadapan dengan Matahari dan ada yang tidak menerima sinar Matahari. Inilah yang kita kenal sebagai siang dan malam. Selain itu poros Bumi yang miring 23,5º dan pergerakan Bumi mengelilingi Matahari, jadi jawaban atas perbedaan musim yang terjadi di lintang tinggi dan perbedaan panjang siang dan malam. Yang harus diingat, Bumi Belahan Selatan akan selalu mengalami musim yang sebaliknya dari masyarakat yang tinggal di Bumi belahan Utara.

Ktika Matahari berada pada titik tertinggi utara atau selatan yang kita kenal sebagai titik balik utara atau selatan, maka siang akan jadi lebih panjang dibanding malam.  Dan saat Matahari di ekuator, lama waktu siang dan malam akan sama. Pada saat ini, kita juga bisa melakukan perhitungan keliling Bumi seperti yang dilakukan Erasthotenes pada zaman dahulu.

Untuk lebih lengkap, silakan baca:

 

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Wicak Soegijoko

Wicak Soegijoko

Alumni astronomi ITB yang saat ini bergerak dalam bidang jual beli hape langka. Mantan tukang parkir satelit. Suka ceprat cepret heavenly body.