Memberikan Pemahaman Dasar Astronomi Pada Siswa

Bagaimana memahami fase bulan? Mengapa bulan bisa tampak purnama atau sabit? Apa penyebabnya?

Belajar Memproses Citra dalam Lokakarya GHOU 2008

Setelah melakukan perjalanan panjang dan mengalami hard landing di bandara Portugal, akhirnya saya tiba di Lisbon, Portugal. Kali ini saya diundang mewakili langitselatan sekaligus juga sebagai perwakilan HOU Indonesia untuk menghadiri pertemuan dan lokakarya Global Hands On Univierse di Lisbon, Portugal dari tanggal 14 – 28 Juli 2008.

Asal Usul Meteorit Mulai Terkuak

Saat melakukan pengamatan dengan teleskop GEMINI, 2 astronom asal Brazil dan Amerika berhasil menemukan asteroid yang mirip dengan “ordinary chondrite” (chondrite umum) untuk pertama kalinya. Maksutnya meteor tersebut merupakan meteor yang umum ditemukan di Bumi, namun masih belum bisa diketahui asal usulnya karena berbagai proses geologi yang terjadi setelah asteroid tersebut terlontar dari tempat asalnya.

Materi Kelam Membekukan Bintang

Bintang-bintang yang lahir saat alam semesta dini atau yang juga dikenal sebagai bintang Populasi III merupakan bintang yang hidupnya singkat atau bisa dikatakan mati muda. Bintang-bintang ini terbakar setelah beberapa ratus ribu tahun. Namun, hasil penelitian terbaru menyatakan, bisa jadi bintang-bintang ini masih ada. Tidak tampaknya bintang-bintang ini adalah akibat dari interaksi mereka dengan materi kelam, yang menghentikan pertumbuhan mereka untuk sementara waktu dan menahan ekses sinar mereka yang terang. Menurut Gianfranco Bertone dari Paris Institute of Astrophysics, Prancis, bintang-bintang tersebut mengalami pembekuan dalam jangka waktu yang lebih lama daripada usia alam semesta.

Samakah Hukum di Bumi dan di Galaksi Lain?

Hukum alam di seluruh penjuru alam semesta ternyata sama saja dengan yang ada di Bumi. Kesimpulan ini didapat oleh tim astronom yang melakukan penelitian, termasuk di dalamnya Chrisian Henkel dari Max Planck Institute for Radio Astronomy (MPIfR) di Bonn. Hasil penelitian mereka menunjukkan, angka perbandingan proton -elektron, hampir sama di Galaksi yang jaraknya 6 milyar tahun cahaya dengan yang ada di laboratorium di Bumi, yakni mendekati 1836,15

Mengintip Pola Makan Lubang Hitam

Bagaimana sebuah lubang hitam raksasa makan? Ternyata pola makan lubang hitam terbesar bisa jadi sama saja dengan lubang hitam yang kecil. Tak percaya? Inilah data terbaru dari Chandra X-ray Observatory milik NASA dan teleskop landas bumi. Penemuan ini mendukung teori relativitas Einstein yang menyatakan lubang hitam dengan berbagai ukuran memiliki sifat yang mirip dan akan berguna dalam penentuan sifat konjektur kelas lubang hitam yang baru.