langitselatan
Beranda » Betelgeuse B, Pasangan Betelgeuse di Bahu Sang Pemburu

Betelgeuse B, Pasangan Betelgeuse di Bahu Sang Pemburu

Akhirnya pencarian satu abad pasangan bintang Betelgeuse berakhir sudah. Bintang terang di rasi Waluku ini tak lagi sendiri melainkan berpasangan. 

Bintang Betelguese B, pasangan bintang Betelgeuse di bahu Orion si Pemburu. Kredit: ESO/M. Montargès et al. Background: N. Rissinger (skysurvey.org)
Bintang Betelguese B, pasangan bintang Betelgeuse di bahu Orion si Pemburu. Kredit: ESO/M. Montargès et al. Background: N. Rissinger (skysurvey.org)

Atau sebenarnya kita saja yang baru tahu kalau Betelgeuse punya pasangan. Pengamatan dengan Very Large Telescope (VLT) milik European Southern Observatory (ESO) di Gurun Atacama, Chile, berhasil memperoleh citra paling jelas dari bintang yang diberi nama Betelgeuse B tersebut. 

Betelgeuse, si bintang yang gelisah

Betelgeuse. Bintang yang satu ini merupakan bintang terang di bahu rasi Orion si Pemburu. Bintang ini merupakan maharaksasa merah yang sangat masif dan berada sekitar 650 tahun cahaya dari Bumi. 

Usianya baru 10 juta tahun. Masih sangat muda dibanding Matahari yang usianya 4,6 miliar tahun. Tapi ukurannya luar biasa besar, 700 kali ukuran Matahari. Meskipun masih muda, bintang masif punya masa hidup yang lebih pendek. Betelgeuse pun demikian. Bintang ini sudah menuju akhir hidupnya dan kelak akan meledak sebagai supernova. 

BIntang Betelgeuse adalah bintang variabel. Itu artinya bintang ini mengembang dan mengerut secara berkala setiap sekitar 425 hari, sehingga kecerlangannya berubah-ubah. Namun hasil pengamatan memperlihatkan ada siklus kecerlangan lain yang lebih lambat, berulang setiap sekitar 6 tahun. Siklus 6 tahun inilah teka-teki yang membingungkan astronom selama lebih dari seabad.

Pasangan Hipotetik

Ide bahwa bintang Betelgeuse punya pasangan bukan hal baru. Ide ini sudah berkembang sejak tahun 1908 saat Henry Cozier Plummer menduga kalau siklus perubahan kecerlangan itu terjadi akibat gangguan gravitasi dari bintang pasangan yang tak terlihat. Namun ide itu perlahan ditinggalkan karena variabilitas Betelgeuse yang tidak teratur ditambah fakta atmosfer bintang ini mendidih seperti sepanci air dan terkadang melepaskan semburan materi dalam jumlah besar ke luar angkasa. Itu artinya, bintang pasangan bisa jadi bukan penyebabnya dan ada banyak penjelasan terkait perilaku aneh Betelgeuse.

Tapi, ide ini kembali mengemuka saat Betelgeuse mengalami peredupan besar di tahun 2019-2020. Ide bahwa bintang ini akan segera meledak mengemukan, namun para astronom yang dipimpin Miguel Montargès dari Observatoire de Paris – PSL, Prancis, akhirnya menemukan kalau peredupan terjadi karena pendinginan permukaan dan awan debu raksasa yang dilontarkan Betelgeuse hingga menutupi seperempat piringan bintang dari pandangan pengamat di Bumi. Sebagai gambaran, semburan materi dari betelgeuse itu 400 miliar kali lebih besar dari lontaran masa korona Matahari. 

Peredupan besar ini memang tidak membuktikan keberadaan bintang pasangan Betelgeuse, namun peredupan ini membawa para astronom untuk kembali menelusuri teka teki tersebut. 

Apakah Betelgeuse punya pasangan?

Perburuan Bintang Pasangan

Setahun lalu, para astronom yang dipimpin Steve Howell dari NASA Ames Research Center mengumumkan penemuan bintang pasangan Betelgeuse setelah melakukan pengamatan dengan instrumen pencitra bintik (‘Alopeke) pada Teleskop Gemini Utara di Hawaii. Sebuah bintang yang sangat redup dengan kecerlangan 6 magnitudo lebih redup dari Betelgeuse. Massa bintang ini 1,5 kali massa Matahari dan diperkirakan masih merupakan bintang muda pra-deret-utama. Bintang pasangan ini juga diperkirakan berada pada jarak 4 kali jarak Bumi-Matahari dari permukaan Betelgeuse. Deteksi pasangan bintan Betelgeuse ini melahirkan usulan nama Siwarha dari bahasa Arab yang artinya gelangnya, melengkapi makna Betelgeuse dari bahasa Arab yang berarti bahu sang raksasa atau tangan sang raksasa. Nama resminya, alpha Orionis B.

Tapi, keberadaan bintang Siwarha ini belum terkonfirmasi. Artinya, butuh pengamatan lain untuk memastikan.

Kejutan: Bintang Betelgeuse B Lebih Besar dari Dugaan

Sejak Desember 2024, para astronom yang dipimpin Miguel Montargès juga melakukan pengamatan dengan VLT, dan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengolah data. Tim ini menggunakan instrumen SPHERE yang dirancang untuk melakukan pencitraan langsung dalam berburu exoplanet. 

Montargès dan tim berhasil memotret secara langsung bintang pasangan Betelgeuse. Hasil ini bahkan mengejutkan bagi Montargès karena ia pun menduga pengamatan yang mereka lakukan tidak punya kepekaan untuk bisa menemukan bintang pasangan di balik cahaya Betelgeuse yang luar biasa terang. Bahkan lebih terang dari Matahari. 

Ternyata, SPHERE sangat peka dan mampu mendeteksi bintang pasangan di sekitar bintang masif yang sudah berevolusi lanjut seperti Beteleguse.

Tak pelak, ini adalah jawaban pencarian selama satu abad!

Pasangan bintang Betelgeuse ini tentu tak mirip sang bintang terang. Betelgeuse B lebih redup tapi lebih masif dari dugaan sebelumnya. Hasil pegamatan Teleskop Gemini tahun 2025 memperkirakan massa Betelgeuse B ini 1,5 massa Matahari. Ternyata, hasil pengamatan VLT justru menunjukkan kalau bintang ini lebih masif. Massanya dua sampai tiga kali massa Matahari! 

Perbedaan massa ini masih wajar karena pengamatan dan pengukuran dengan instrumen dan metode berbeda bisa memberi ruang untuk perdebatan. 

Tapi, itulah sains. 

Pembaruan yang terus terjadi pada metode maupun instrumentasi memperlihatkan sains yang terus bergerak maju. Dan para astronom akan terus mencari tahu massa sebenarnya dari bintang Betelgeuse B pada pengamatan lanjutan. 

Tak cuma itu. Untuk benar-benar memastikan kalau Betelgeuse B memang bintang pasangan Betelgeuse, pengamatan selama satu tahun ke depan masih dipelrukan untuk mengonfirmasinya. Akan tetapi, dengan hasil pencitraan langsung, bisa dipastikan kalau Betelgeuse B memang ada. 

Fakta kita bisa menemukan bintang pasangan yang lebih masif dan lebih terang dari Matahari, di sekeliling bintang yang sudah dipelajari dengan baik ini sungguh luar biasa. Ini momen terbaik dalam sains: melihat sesuatu yang baru dan tidak terduga. 

– Miguel Montargès

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Manager 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

Kanal LS

Error 403 The request cannot be completed because you have exceeded your quota. : quotaExceeded
Toko LS
tanya LS

Paling Banyak Dicari

Astronomi untuk Orangtua
Fenomena Langit Bulan Juli 2026
Fenomena Langit 2026: Gerhana Matahari & Gerhana Bulan
Planet Bumi, Si Kelereng Biru Rumah Kita
Berapa Lamakah Satu Hari di Bumi?
Selayang Pandang Pranata Mangsa

Langanan LS