fbpx
langitselatan
Beranda » Fenomena Langit Bulan April 2023

Fenomena Langit Bulan April 2023

Siapkan peralatan untuk mengamati Gerhana Matahari dan jangan lewatkan juga hujan meteor lyrid. Simak atraksi langit kala liburan.

Totalitas dari balik awan di Maba. Kredit: Fajar Ariadi / langitselatan
Totalitas dari balik awan di Maba. Kredit: Fajar Ariadi / langitselatan

Planet

Merkurius, Venus, dan Mars. Tiga planet terrestrial ini bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai saat ketiganya terbenam di ufuk barat. Hanya saja, di minggu terakhir bulan April, Merkurius sudah kembali tenggelam di balik cahaya Matahari. 

Merkurius. Sejak awal sampai pertengahan April, Merkurius bisa diamati menanjak naik di langit kala senja setiap harinya. Planet ini akan mencapai sudut terbesar dari Matahari atau posisi tertinggi di langit kala senja pada pertengahan April. Setelah itu, Merkurius kembali turun mengejar Matahari sampai akhirnya menghilang dalam cahaya Matahari kala waktu terbit dan terbenam Merkurius hampir bersama dengan sang Surya. Planet Merkurius bisa diamati Merkurius bisa diamati sampai kisaran pukul 18:45 WIB kala planet ini terbenam di rasi Pisces pada awal April dan terus bergerak ke Aries sampai akhir April. 

Venus. Si bintang kejora ini masih berjaya di langit kala senja. Planet paling terang ini terus menanjak naik di horison barat setiap harinya selama bulan April dan bisa diamati sampai kisaran pukul 20:00 WIB sebelum bintang senja ini terbenam. Di awal April, Venus bisa diamati di rasi Aries dan memasuki rasi Taurus pada pertengahan bulan sampai akhir bulan April. Memasuki pertengahan April, Venus tampak berpasangan dengan lintang kartika atau rasi Pleiades di rasi Taurus dan jelang akhir bulan, planet ini akan berpapasan dengan Bulan. 

Mars. Si planet merah juga masih bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai jelang tengah malam. Mars masih setia menjelajah rasi Gemini dan jelang akhir bulan akan berpapasan dengan Bulan. 

Jupiter. Planet gas raksasa terbesar di Tata Surya ini tidak akan teramati selama bulan April karena planet ini terbit dan terbenam beriringan dengan Matahari. Tapi, saat Matahari ditutup oleh piringan Bulan saat Gerhana Matahari Total selama hampir satu menit dan kegelapan melanda Bumi di siang hari, planet raksasa ini bisa diamati.

Saturnus. Planetyang terkenal karena cincinnya ini bisa diamati sebelum Matahari terbit. Planet ini terus menanjak naik dari awal hingga akhir bulan dan bisa ditemukan di rasi Aquarius. Saturnus akan berpapasan dengan Bulan pada pertengahan April. 

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut. Uranus bisa diamati setelah Matahari terbenam sementara Neptunus bisa diamati sebelum Matahari terbit. Uranus yang berada di Aries bisa diamati sampai dua jam setelah Matahari terbenam di awal bulan dan terus bergeser. Di penghujung April, Uranus sudah terlalu rendah di horison untuk bisa diamati saat Matahari terbenam. 

Sementara itu, Neptunus yang berada di rasi Pisces bisa diamati sebelum Matahari terbit. Di awal bulan, Neptunus terbit tak lama sebelum matahari terbit sehingga masih sulit diamati karena rendah di horison. Namun planet ini terus beranjak naik dan di akhir April, Neptunus sudah bisa diamati sekitar dua jam sebelum Matahari terbit.

Bulan

Fase Bulan April. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan
Fase Bulan April. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

6 April. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

13 April. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

Baca juga:  Planet Merkurius: Pengantar Pesan di Langit

16 April. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 367.968 km.

20 April. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

28 April. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

28 April.  Bulan di titik apogee. Bulan di titik terjauh dari Bumi dengan jarak 404.299 km

Gerhana

20 April – Gerhana Matahari Hibrida

Fase Gerhana Matahari Total saat GMT 2016 di Maba. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan
Fase Gerhana Matahari Total saat GMT 2016 di Maba. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan

Musim pertama gerhana 2023 dimulai dengan Gerhana Matahari Hibrida yang terjadi tanggal 20 April 2023.   Gerhana hibrida merupakan kombinasi dua gerhana yakni gerhana matahari cincin dan gerhana matahari total. Gerhana Matahari Hibrida akan dimulai dengan Gerhana Matahari Cincin di Samudera Hindia dan terus bergerak ke utara menuju Australia. Sebelum mencapai Australia, Gerhana Matahari Cincin sudah berganti dengan Gerhana Matahari Total.

Fase Gerhana Matahari Total saat GMT 2016 di Maba. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan
Fase Gerhana Matahari Total saat GMT 2016 di Maba. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan

Lintasan gerhana matahari total aka melewati Exmouth di Australia Barat, Viqueque dan Lautem di Timor Leste, Pulau Kisar dan Pulau Maopora di Maluku Barat Daya, Kepulauan Watubela di Maluku Tengah, sebagian wilayah Papua Barat dan Biak di Papua. Gerhana hibrida akan berakhir dengan Gerhana Matahari Cincin di wilayah Mikronesia, Samudera Pasifik. 

Lokasi pertama yang menyaksikan gerhana sebagian dimulai pada pukul 08:34:22 WIB dan lokasi terakhir yang menyaksikan berakhirnya gerhana sebagian pada pukul 13:59:18 WIB. Gerhana total mulai teramati pada pukul 09:37:04 WIB dan berakhir pukul 12:56:36 WIB.  

Puncak Gerhana Matahari Hibrida yakni Gerhana Matahari Total terlama terjadi di Laut Timor tepatnya 51 km di tenggara pulau Timor selama 1 menit 16 detik pada pukul 11:16:45 WIB dengan lebar wilayah totalitas 49 km.

Lebih lengkap tentang Gerhana Matahari Hibrida 2023 bisa dibaca di situs gerhana.info

Hujan Meteor

22 – 23 April – Hujan Meteor Lyrid

Hujan meteor Lyrid pada tanggal 22 April 2023 pukul 01:00 WIB. Kredit: Stellarium
Hujan meteor Lyrid pada tanggal 22 April 2023 pukul 01:00 WIB. Kredit: Stellarium

Hujan meteor yang berasal dari debu ekor komet Thatcher C/1861 G1 akan mencapai puncak tanggal 23 April.  Setiap tahun, hujan meteor Lyrid berlangsung dari 15 – 29 April dan bisa diamati setelah rasi Lyra yang jadi arah datangnya, terbit pukul 22:08 WIB. Karena Bulan sudah terbenam sebelum rasi Lyra terbit, maka waktu terbaik untuk pengamatan mulai tengah malam ketika arah datang Lyrid sudah cukup tinggi sekitar 30º di atas horison.

Saat Lyrid mencapai intensitas maksimum, pengamat hanya bisa melihat 18 meteor per jam yang bergerak dengan kecepatan 49 km/detik.

Peristiwa

10-12 April — Venus — Pleiades

Pasangan Venus Pleiades tanggal 10 April 2023 pukul 18:30 WIB setelah Matahari terbenam. Kredit: Stellarium
Pasangan Venus Pleiades tanggal 10 April 2023 pukul 18:30 WIB setelah Matahari terbenam. Kredit: Stellarium

Planet Venus hanya terpisah 2º dari Pleiades pada tanggal 10-12 April. Si bintang kejora dan lintang kartika ini bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai pukul 20:10 WIB saat Venus dan Gugus Pleiades terbenam di balik horison.

12 April — Elongasi Timur Maksimum Merkurius

Merkurius saat berada pada titik tertinggi di langit kala senja pada tanggal 12 April 2023 pukul 18:!5 WIB. Kredit: Stellarium
Merkurius saat berada pada titik tertinggi di langit kala senja pada tanggal 12 April 2023 pukul 18:!5 WIB. Kredit: Stellarium

Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi Timur maksimum yang dicapai Merkurius 19,5º. Artinya, Merkurius akan berada 19,5º di arah barat Matahari. Merkurius yang berada di rasi Aries bisa diamati dengan kecerlangan 0,2 magnitudo setelah Matahari terbenam sampai pukul 18:51 WIB.

16 April — Bulan — Saturnus

Pasangan Bulan dan Saturnus tanggal 16 April 2023 dini hari pada pukul 04:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Saturnus tanggal 16 April 2023 dini hari pada pukul 04:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan dan Saturnus bisa diamati pada tanggal 16 April dini hari sebelum Matahari terbit sampai fajar menyingsing pada pukul 05:51 WIB. Bulan berada 3,48º di selatan Merkurius dan keduanya mulai bisa diamati sejak Bulan terbit pukul 02:14 WIB disusul Bulan pukul 02:34 WIB. 

Baca juga:  2007 WD5 Tidak Akan Menabrak Mars

21 April — Bulan — Merkurius 

Pasangan Bulan dan Merkurius tanggal 21 April 2023 pada pukul 18:15 WIB setelah Matahari terbenam. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Merkurius tanggal 21 April 2023 pada pukul 18:15 WIB setelah Matahari terbenam. Kredit: Stellarium

Bulan tampak terpisah 1,8º dari Merkurius setelah Matahari terbenam. Keduanya bisa diamati sampai pukul 18:31 WIB saat Merkurius terbenam dan disusul Bulan pukul 18:42 WIB. Bulan sabit tipis usia satu hari ini bisa teramati dengan ketinggian kurang dari 7º dan bisa menjadi penentu akhir bulan Ramadan.

23 April — Bulan — Venus 

Pasangan Bulan dan Venus tanggal 23 April 2023 pada pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Venus tanggal 23 April 2023 pada pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Sambil lebaran, saatnya menikmati Bulan dan Venus kala petang. Bulan berada 1,28º utara Venus. Keduanya bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai saat keduanya terbenam beriringan pada pukul 20:21 WIB

26 April — Bulan — Mars

Pasangan Bulan dan Mars tanggal 26 April 2023 pada pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Mars tanggal 26 April 2023 pada pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan 4,7º di utara Mars dan bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai jelang tengah malam. Keduanya bisa diamati sampai saat Mars terbenam pukul 22:31 WIB disusul Bulan pukul 23:00 WIB.

Rasi Bintang & Bima Sakti

Pertengahan April menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan berada pada fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati setelah lewat tengah malam membentang dari Timur Laut ke Barat Daya.  

Setelah Matahari terbenam, ada Aldebaran di rasi Taurus, Rigel and Betelgeuse di rasi Orion, Capella di rasi Auriga, Canopus di rasi Carina, Sirius di rasi Canis Major, Procyon di rasi Canis Minor, Pollux dan Castor di Gemini, yang bisa diamati sampai tengah malam. Selain itu, ada Regulus di rasi Leo, Spica di rasi Virgo, rasi Crux, Rigel Kentaurus di rasi Centaurus,  Arcturus di rasi Bootes, Antares di rasi Scorpius, Vega di rasi Lyra, Altair di rasi Aquilla, dan Deneb di rasi Cygnus, yang bisa diamati sepanjang malam sampai jelang fajar.

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan. 

Peta Bintang 1 April 2023

Peta Bintang 15 April 2023

Kampanye Langit Gelap

12 – 21 April — Kampanye Globe At Night

Di bulan April, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya dari 12 – 21 April.  Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk kampanye ini, pengamat di utara diajak untuk mengamati rasi Leo sedangkan di belahan selatan melakukan pengamatan rasi Leo dan rasi Crux.

Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai konsultan di Planetary Science Institute sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy. Ia juga ditunjuk IAU sebagai IAU 100 National Committee Contact dan IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

1 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini