Hujan Besi di Planet Asing

Dari pada hujan besi di planet lain, lebih baik hujan air di planet sendiri. Inilah yang terjadi di sebuah planet ultrapanas yang mengitari bintang WASP-76.

Ilustrasi hujan besi di sisi malam exoplanet WASP-76b. Kredit: ESO/M. Kornmesser
Ilustrasi hujan besi di sisi malam exoplanet WASP-76b. Kredit: ESO/M. Kornmesser

Pada musim panas, kita sering kali mengeluh kalau cuacanya terlalu panas. Sekarang, bayangkan kalau kamu tinggal di planet yang sangat panas. dengan temperatur harian yang dapat melelehkan logam!

Inilah planet ekstrim yang diamati oleh Very Large Telescope (VLT) milik ESO di Chili. Exoplanet ini temperaturnya bisa mencapai lebih dari 2400º C atau hampir 7 kali lebih panas dari oven saat memanggang kue!

Dunia aneh tersebut ditemukan pada tahun 2016 dalam survei planet dengan metode transit dan kemudian dikonfirmasi lewat pengamatan kecepatan radial. Planet ini diberi nama WASP-76b karena mengelilingi bintang WASP-76 yang berada 640 tahun cahaya dari Bumi di rasi Pisces. Ini merupakan perbaharuan jarak dari data terkini. (Dalam data tahun 2016, jaraknya 390 tahun cahaya. -red).

Bintang WASP-76 yang menjadi bintang induk sistem ini merupakan bintang kelas F yang berwarna kuning keputihan dengan temperatur 5977º C. Sebagai perbandingan, temperatur Matahari 550º C. Massa bintang ini juga lebih besar dari Matahari, sekitar 1,5 kali massa Matahari, dan ukurannya hampir 2 kali ukuran Matahari.

Planet WASP-76b ini termasuk planet gas raksasa yang massanya setara massa planet Jupiter yakni 0,92 massa Jupiter. Jarak exoplanet WASP-76b ini sangat dekat dengan bintang, hanya 0,033 AU atau 4,9 juta km! Ini bahkan lebih dekat dari jarak Merkurius ke Matahari. Pada jarak yang sedemikian dekat planet WAP-76b hanya butuh 1,8 hari untuk menyelesaikan orbitnya mengelilingi bintang. Berada pada jarak yang dekat, planet gas raksasa ini tentu sangat panas. Planet seperti ini dikategorikan sebagai planet Jupiter panas.

Berada dekat dengan bintang, ada implikasi lain. Planet WASP-76b terkunci secara gravitasi pada bintang. Itu artinya waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi bintang sama dengan waktu rotasinya. Mirip Bulan. Akibatnya, wajah planet yang menghadap bintang selalu sama. Artinya lagi, di planet WASP-76b, sisi yang terang dan menghadap bintang akan siang abadi, sementara sisi yang tak pernah berhadapan dengan bintang akan mengalami malam abadi.

Hujan di Sisi Malam

Siang abadi di satu sisi dan malam abadi di sisi lainnya. Bisa dibayangkan kalau sisi siang akan dibombardir radiasi bintang ratusan kali lebih banyak dari Bumi secara terus menerus. Suhu permukaan akan luar biasa panas. Tapi, pada sisi malam, permukaan jauh lebih dingin. Kalau pada sisi siang suhunya 2400º C, maka sisi malam suhunya lebih dingin 1500º C!

Memang jika dibandingkan dengan suhu di Bumi, sisi malam planet WASP-67b masih membara dengan suhu 900º C. Tapi jika kita bandingkan sisi siang dan malam di planet ini saja, perbedaan siang dan malamnya sangat besar. Perbedaan suhu ini jelas punya efek lain.

Pada temperatur yang luar biasa membara, siang hari di planet WASP-76b bahkan bisa menguapkan logam. Kondisi yang panas menyebabkan molekul terurai menjadi atom, dan logam seperti besi meguap ke atmosfer.

Selain perbedaan temperatur, pengamatan dengan instrumen ESPRESSO pada VLT di gurun Atacama, Chili, ditemukan juga bahwa kandungan senyawa kimia pada area siang dan malam berbeda. Tidak ditemukan uap besi pada pagi hari. Uap besi justru ditemukan berlimpah pada atmosfer sisi siang yang panas.
Perbedaan temperatur ekstrim pada akhirnya menghasilkan angin kencang yang menghantarkan uap besi ke sisi malam yang jauh lebih dingin. Ketika uap logam berada di sisi malam, terjadi pengembunan yang menghasilkan hujan lebat.

Tapi, hujannya bukan air melainkan hujan besi.  Hujan besi ini diduga pada sisi malam diduga menjadi penyebab tidak ditemukannya uap besi di pagi hari.

Yang pasti, ini bukan planet yang bisa dikunjungi!

Fakta keren:

Lebih dari 4100 eksoplanet telah ditemukan. Astronom bisa menemukan planet-planet ini dengan trik pintar seperti “pengamatan goyangan bintang” atau dengan menggunakan bintang sebagai kaca pembesar.

[divider_line]

Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...