Fenomena Langit Bulan Mei 2018

Fenomena langit bulan Mei masih akan didominasi oleh konjungsi planet. Pertemuan Bulan dengan Jupiter, Saturnus, dan Mars, hujan meteor Eta Aquariid serta oposisi Jupiter akan menjadi suguhan menarik di bulan Mei.

Planet Jupiter dan satelit Ganymede dipotret dari Lampung oleh Jefferson Teng.
Planet Jupiter dan satelit Ganymede dipotret dari Lampung oleh Jefferson Teng pada tanggal 15 April 2018 pukul 01:25 WIB.

Planet

Merkurius. Mengawali bulan Mei, planet terdekat Matahari ini masih tinggi di langit dini hari karena baru saja membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Pengamat bisa menikmati kehadiran Merkurius sebelum Matahari terbit namun seiring waktu, planet ini beranjak mendekati Matahari, bergeser dari rasi Pisces ke Taurus. Jelang penghujung Mei, ketinggian Merkurius dari Matahari hanya berkisar 6,7º. Sangat rendah di ufuk timur dan sulit diamati.

Venus. Si Bintang Kejora sedang bergerak menuju titik terdekatnya dengan Matahari pada pertengahan Mei. Planet satu ini akan tampak setelah Matahari terbenam di arah barat sampai kisaran pukul 8 malam waktu setempat. Selama bulan Mei, Venus akan tampak menanjak naik di langit barat dan berpapasan dengan Bulan pada jarak ~6 pada tanggal 18 Mei. Bintang Kejora dengan kecerlangan -3,9 magnitudo ini akan tampak bergerak dari rasi Taurus ke Gemini.

Mars. Di awal bulan Mei, Mars terbit pukul 22:42 waktu lokal dan terus beranjak naik di langit malam setiap harinya. Si planet merah yang bergerak dari rasi Sagittarius ke Capricorn selama bulan Mei ini akan berpapasan dengan Bulan pada tanggal 6 Mei saat Hujan meteor Eta Aquarid juga berlangsung. Mars dapat diamati sejak terbit sampai fajar menjelang.

Jupiter. Planet terbesar di Tata Surya ini sedang menuju oposisi dan akan tampak sepanjang malam bagi pengamat.  Pada awal Mei, Jupiter terbit setelah Matahari terbenam dan dapat ditemukan di rasi Libra dengan kecerlangan -2,5 magnitudo. Bulan Mei jadi waktu terbaik memotret Jupiter karena planet ini akan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi pada tanggal 10 Mei sehari setelah oposisi. Selama bulan Mei, Jupiter akan dua kali berpapasan dengan Bulan di awal dan akhir Mei.

Saturnus. Planet yang terkenal karena cincinnya ini terbit sebelum Mars dan dapat diamati sampai jelang fajar. Selama bulan Mei, Saturnus masih setia di rasi Sagittarius dan terbit pada pukul 21:38 WIB saat awal Mei dan terus bergeser ke pukul 19:35 di penghujung bulan Mei. Saturnus akan berpapasan dua kali dengan Bulan pada awal dan akhir Mei.

Uranus. Planet yang satu ini bisa diamati lewat teleskop mulai pertengahan bulan Mei sebelum fajar menyingsing di rasi Aries.

Neptunus. Bagi yang punya teleskop, planet es raksasa ini akan tampak sepanjang bulan Mei setelah lewat tengah malam sampai fajar menyingsing. Neptunus terus bergerak menjauhi ufuk dan dapat diamat di rasi Aquarius.

Bulan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya. Mengawali bulan Mei, Bulan baru saja meninggalkan fase purnama dan berpapasan dengan beberapa planet.

6 Mei.  Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 404.457 km

8 Mei. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari dan dapat diamati sampai jelang fajar.

15 Mei. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

18 Mei. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 363.776 km.

22 Mei. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

29 Mei. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

Hujan Meteor

6 Mei – Hujan Meteor Eta Aquariid

Puncak hujan meteor Eta Aquariid pada tanggal 6 & 7 Mei. Simulasi hujan meteor Aquariid ini pada tanggal 6 Mei 2018 pukul 03:00 WIB. Kredit: Star Walk
Puncak hujan meteor Eta Aquariid pada tanggal 6 & 7 Mei. Simulasi hujan meteor Aquariid ini pada tanggal 6 Mei 2018 pukul 03:00 WIB. Kredit: Star Walk

Dimulai tanggal 19 April – 28 Mei, hujan meteor Eta Aquariid yang berasal dari sisa komet Halley akan mencapai puncak tanggal 6 Mei. Hujan meteor tersebut akan tampak tampak datang dari rasi Aquarius dan bisa diamati setelah lewat tengah malam sampai jelang fajar, setelah rasi Aquarius terbit tengah malam.

Bulan sedang menuju fase perbani akhir dan terbit jelang tengah malam pada pukul 22:04 WIB, disusul Rasi Aquarius satu jam kemudian. Kehadiran Bulan akan jadi polusi cahaya utama bagi pengamat hujan meteor Aquariid. Di malam puncak, pengamat bisa melihat ~60 meteor setiap jam dengan kecepatan 66,9 km/detik.

Peristiwa

1 Mei — Bulan — Jupiter

Bulan berkonjungsi dengan Jupiter pada tanggal 1 Mei 2018 pukul 03:00 WIB. Kredit: Star Walk
Bulan berkonjungsi dengan Jupiter pada tanggal 1 Mei 2018 pukul 03:00 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan dan Jupiter tampak berpasangan di ufuk timur saat keduanya terbit beriringan pada tanggal 30 April ssetelah Matahari terbenam. bulan terbit terlebih dahulu pada tanggal 30 April pukul 18:07 WIB disusul Jupiter pukul 18:16 WIB. Keduanya bergerak dari timur ke barat dan dapat diamati sampai fajar menyingsing. Keduanya akan berada pada posisi terdekat yakni hanya terpisah 3,5º saat tengah malam tanggal 1 Mei ketika keduanya berada di zenit. 

2 Mei — Venus — Aldebaran

Pasangan Venus dan bintang Aldebaran setelah Matahari terbenam tanggal 2 Mei 2018 pukul 18:15 WIB. Kredit: Star Walk
Pasangan Venus dan bintang Aldebaran setelah Matahari terbenam tanggal 2 Mei 2018 pukul 18:15 WIB. Kredit: Star Walk

Si bintang Kejora dan bintang Aldebaran di rasi Taurus akan tampak berpasangan dan terpisah 6,4º di ufuk barat setelah Matahari terbenam sampai keduanya terbenam. Venus terbenam lebih dahulu pukul 19:26 WIB disusul Aldebaran pukul 19:39 WIB.

4 – 5 Mei — Bulan — Saturnus

Pasangan Bulan Saturnus tanggal 4 Mei 2018 pukul 23:00 WIB. Keduanya bisa diamati sampai tanggal 5 Mei dini hari. Kredit: Star Walk
Pasangan Bulan Saturnus tanggal 4 Mei 2018 pukul 23:00 WIB. Keduanya bisa diamati sampai tanggal 5 Mei dini hari. Kredit: Star Walk

Sehari sebelum Bulan mencapai titik terjauhnya dari Bumi, satelit Bumi ini berpapasan dengan Saturnus dengan jarak 1,9º.  Bulan terbit lebih dahulu pada tanggal 4 Mei pukul 21:26 WIB disusul Saturnus 10 menit kemudian. Keduanya akan berada pada posisi terdekat pada tanggal 5 Mei dini hari puku; 03:31 WIB dan  bisa diamati sampai fajar menyingsing

6 – 7 Mei — Bulan — Mars

Pasangan Bulan dan Mars tanggal 7 Mei 2018 pukul 00:00 WIB. Keduanya bisa diamati sejak terbit pada tanggal 6 Mei sampai tanggal 7 Mei dini hari. Kredit: Star Walk
Pasangan Bulan dan Mars tanggal 7 Mei 2018 pukul 00:00 WIB. Keduanya bisa diamati sejak terbit pada tanggal 6 Mei sampai tanggal 7 Mei dini hari. Kredit: Star Walk

Sehari setelah Bulan bertemu Saturnus, Bulan berkonjungsi dengan Mars pada jarak 5º.Mars terbit terlebih dahulu pada pukul 22:32 WIB disusul Bulan pukul 22:53 WIB. Keduanya bisa diamati di rasi Sagittarius sang pemanah sampai fajar menyingsing.

9 Mei – Oposisi Jupiter

Oposisi Jupiter. Kredit: langitselatan
Jupiter saat oposisi terbit setelah matahari terbenam dan dapat diamati sampai fajar menyingsing. Kredit: Star Walk
Jupiter saat oposisi terbit setelah matahari terbenam dan dapat diamati sampai fajar menyingsing. Kredit: Star Walk
Jupiter saat oposisi terbit setelah matahari terbenam dan dapat diamati sampai fajar menyingsing. Kredit: Star Walk

Planet terbesar di Tata Surya akan berada pada posisi terdekat dengan Bumi dan tampak sangat terang di langit malam. Para pengamat bisa menikmati kehadiran Jupiter di rasi Libra dengan kecerlangan -2,5 magnitudo sejak Matahari terbenam sampai fajar menyingsing. Pengamat juga bisa mengamati satelit-satelit galilean yang mengitari planet raksasa tersebut. Saat oposisi, Jupiter berada pada jarak 4,40 AU dan piringan Jupiter akan tampak lebih besar yakni dan lebih terang dengan diameter 43,8 detik busur.

14 Mei — Bulan — Merkurius

Pasangan Bulan dan Planet Merkurius di pagi hari jelang fajar, pada tanggal 14 Mei 2018 pukul 05:00 WIB. Kredit: Star Walk
Pasangan Bulan dan Planet Merkurius di pagi hari jelang fajar, pada tanggal 14 Mei 2018 pukul 05:00 WIB. Kredit: Star Walk

Jelang fajar pada tanggal 14 Mei, Bulan Sabit tipis dan Merkurius akan terbit beriringan dalam selang 9 menit. Merkurius terbit di rasi Pisces pukul 04:24 WIB disusul Bulan pukul 04:33 WIB. Keduanya bisa diamati di ufuk timur sampai fajar menyingsing pukul 05:52 WIB.

22 Mei — Bulan — Regulus

Pasangan Bulan dan Regulus pada tanggal 22 Mei 2018 pukul 22:00 WIB. Kredit: Star Walk
Pasangan Bulan dan Regulus pada tanggal 22 Mei 2018 pukul 22:00 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan perbani awal berjumpa dengan Regulus atau alpha Leonis dan bisa diamati hanya terpisah 6º di langit sejak Matahari menghilang di ufuk barat sampai keduanya terbenam di ufuk barat tengah malam.

28 Mei — Bulan — Jupiter

Konjungsi Bulan dan Jupiter tanggal 27 Mei 2018 pukul 18:30 WIB. Pasangan Bulan dan Jupiter sudah bisa diamati sejak Matahari terbenam pada tanggal 27 Mei sampai tanggal 28 Mei dini hari. Kredit: Star Walk
Konjungsi Bulan dan Jupiter tanggal 27 Mei 2018 pukul 18:30 WIB. Pasangan Bulan dan Jupiter sudah bisa diamati sejak Matahari terbenam pada tanggal 27 Mei sampai tanggal 28 Mei dini hari. Kredit: Star Walk

Sehari sebelum Purnama, Bulan dan Jupiter tampak berpasangan di langit senja tanggal 27 Mei sampai keduanya terbenam keesokan harinya pada tanggal 28 Mei jelang fajar. Jupiter terbenam lebih dahulu pukul 04:30 disusul Bulan pada pukul 04:38 WIB. Bulan dan Jupiter bisaditemukan di rasi Libra hanya terpisah 3,7º.

31 Mei — Bulan — Saturnus

Pasangan Bulan dan Saturnus pada tanggal 31 Mei 2018 pukul 21:00 WIB. Keduanya bisa diamati sampai tanggal 1 Juni. Kredit: Star Walk
Pasangan Bulan dan Saturnus pada tanggal 31 Mei 2018 pukul 21:00 WIB. Keduanya bisa diamati sampai tanggal 1 Juni. Kredit: Star Walk

Bulan cembung besar akan kembali bertemu Saturnus si planet cincin pada tanggal 31 Mei sejak keduanya terbit beriringan pada tanggal 31 Mei. Bulan terbit terlebih dahulu pada pukul 19:10 WIB disusul Saturnus pukul 19:35 WIB pada jarak 5º. Keduanya akan terus berpasangan sampai fajar menyingsing keesokan harinya.

Rasi Bintang & Bima Sakti

Jelang pertengahan Mei menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan mencapai  fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati membentang dari Tenggara ke Barat Laut.

Setelah Matahari terbenam, ada Capella di rasi Auriga, Betelguese dan Rigel di rasi Orion, Aldebaran di rasi Taurus, Canopus di rasi Carina, Sirius di rasi Canis Mayor, Procyon di rasi Canis Minor, rasi Crux, Rigel Kentaurus di Centaurus yang dapat dijadikan panduan dalam pengamatan.  Pertengahan mei, ada tambahan Arcturus di rasi Bootes, dan Spica di rasi Virgo.

Tengah malam sampai jelang dini hari ada Spica di Virgo, Arcturus di rasi Bootes, Vega di rasi Lyra, Altair di  rasi Aquila sebagai panduan pengamatan.

Peta Bintang 1 Mei 2018

Peta Bintang 15 Mei 2018

Kampanye Langit Gelap

5 — 14 Mei — Kampanye Globe At Night

Di bulan Mei, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 5 – 14 Mei.  Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk bulan Mei, para pengamat di langit utara bisa melakukan pengamatan rasi Bootes sedangkan pengamat di selatan bisa mengamati rasi Crux atau Salib Selatan untuk mengetahui berapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.