Astronomi & Musik Klasik: Suite “The Planets” karya Gustav Holst

Anda penggiat dunia perbintangan sekaligus penggemar musik klasik? Bila ya, tentunya anda cukup terbiasa dengan Gustav Holst dan salah satu karya terkenalnya, yaitu Suite “The Planets”. Bukan penggemar musik klasik? Tidak masalah. Kami berharap anda tetap dapat mengambil manfaat dari artikel ini. Artikel ini akan memberikan gambaran singkat mengenai hubungan Astronomi, Astrologi dan musik klasik dalam karya Holst tersebut.

Sekilas tentang Suite “The Planets”, Op. 32

Gustav Holst
Gustav Holst

Bila kita mendengar judul “The Planets”, tentunya kita langsung terbayang kedelapan planet dalam struktur Tata Surya kita. Apa betul begitu? Mari kita diskusikan lebih lanjut.

“The Planets” adalah suatu suite, yaitu satu set karya orkestra/instrumental yang disusun berurutan dan umumnya dimainkan secara keseluruhan. Satu suite umumnya terdiri dari beberapa movement atau bahasa sederhananya ‘bagian’ yang memiliki kaitan baik secara tematik maupun tonalitas antara satu dengan lainnya. Bisa ditebak, movement-movement dalam karya ini pastilah dinamai dengan nama Planet di sistem Tata Surya kita.

Suite “The Planets” terdiri dari tujuh movement, yang setiap movement-nya dinamai sesuai nama Planet dan karakterisik astrologi-nya (kita akan bahas mengenai hal ini secara terpisah). Uniknya, susunan planetnya tidak mengikuti susunan Tata Surya kita yang umum kita ketahui, yaitu: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Dalam karya ini Holst tidak melibatkan Bumi, sehingga menyisakan tujuh planet. Judul lengkap movement dalam Suite “The Planets” adalah:

“Mars, the Bringer of War”

“Venus, the Bringer of Peace”

“Mercury, the Winged Messenger”

“Jupiter, the Bringer of Jollity”

“Saturn, the Bringer of Old Age”

“Uranus, the Magician”

“Neptune, the Mystic”

Suite ini ditulis untuk full-Orchestra. Dalam banyak kesempatan Orkestra-orkestra di dunia memainkan keseluruhan suite ini dalam program konser tahunan mereka. Tak jarang, mereka juga menempatkan layar besar di atas panggung dan menampilkan semacam video/slideshow planet yang movement-nya sedang dimainkan oleh orkestra. Penulis berkesempatan menghadiri konser semacam itu, dimainkan oleh Denver Philharmonic Orchestra dengan tim dari Denver Museum of Nature and Science (tempat penulis bekerja sukarela) sebagai penyedia dan operator video planet.

Catatan kecil, Op. 32 di akhir judul itu artinya apa ya? Dalam musik, para komposer umumnya mengkatalog karya-karya mereka dengan nomor karya yang disebut Opus (bahasa Latin untuk karya). Opus 32 menunjukkan bahwa Suite “The Planets” ini merupakan karya nomor 32 dari Gustav Holst.

Aspek Astronomi dan Astrologi Suite “The Planets”

Mungkin anda bertanya, kapankah komposisi ini ditulis sehingga bisa sesuai dengan pengetahuan Astronomi masa kini dimana Tata Surya hanya memiliki delapan planet setelah Pluto diturunkan statusnya menjadi Dwarf Planet/Planet Katai tahun 2006? Pertanyaan bagus!

Holst menulis karya ini antara tahun 1914-1916. Pada masa itu, Pluto belum ditemukan. Pluto baru ditemukan pada tahun 1930. Selain itu, karya Holst ini sebenarnya bukan didasarkan pada planet dalam konteks Astronomi, melainkan lebih pada planet dalam konteks Astrologi berdasarkan buku “The Art of Synthesis” karya Alan Leo.

Pada saat Pluto ditemukan dan dideklarasikan sebagai planet kesembilan, Holst enggan menambahkan satu movement lagi pada Suite “The Planets” ini.  Sejarah musik mencatat bahwa Holst tidak suka dengan popularitas karyanya itu, yang dianggapnya telah membutakan orang akan karya-karyanya yang lain.  Akhirnya beberapa komposer lain menambahkan  “Pluto, the Renewer” dan suite Asteroids yang terdiri dari 4 movements:

    • Asteroid 4719: Toutatis
    • Towards Osiris
    • Ceres  (Ketika IAU membuat definisi baru untuk Planet, Pluto dan Ceres diklasifikasi ulang sebagai Planet katai)
    • Komarov’s Fall

Sekedar intermezzo, banyak orang yang kecewa dan sedih ketika Pluto diturunkan statusnya menjadi Planet Katai. Apakah anda termasuk diantaranya? Jangan bersedih, karena perhatian bagi Pluto tidak berkurang sama sekali. Bahkan Pluto jadi salah satu pusat perhatian sejak New Horizons berpapasan dengan planet katai ini dan mengirimkan foto Pluto dan satelit-satelitnya ke Bumi. Keberhasilan New Horizons berpapasan dengan Pluto berhasil memberikan informasi baru dan menghantar kita pada cakrawala baru tentang planet di tepi Tata Surya tersebut. Hal yang sama juga diperoleh dari misi planet/asteroid lainnya seperti misi Dawn (Ceres), Cassini (Saturnus dan satelit-satelitnya), rover Curiosity (Mars) dan Juno (Jupiter, tiba di Jupiter Juli 2016).

Lalu, apa pengaruh buku “The Art of Synthesis” dan Astrologi pada penulisan komposisi “The Planets”? Lalu apa pula bedanya Astronomi dan Astrologi? Baiklah mari kita bahas bersama.

Astronomi adalah ilmu mengenai ruang angkasa dan segala yang ada di dalamnya mulai dari bintang, planet, galaksi, nebula dan lain sebagainya berikut karakteristik dan hukum-hukum yang mengaturnya. Secara umum, Astronomi adalah “sains” dari ilmu ruang angkasa. Sementara Astrologi lebih kepada bagaimana benda langit yang dapat dilihat dari Bumi, utamanya planet dan rasi bintang, mempengaruhi nasib dan kepribadian seseorang. Contoh paling terkenal adalah ramalan horoskop, tarot, dan sejenisnya. Bisa dikatakan bahwa Astrologi lebih merupakan keyakinan/agama kuno yang bahkan hingga hari ini masih ada pengikutnya. Buktinya? Kolom Horoskop hampir selalu ada di koran atau majalah!!

Gustav Holst memiliki ketertarikan kuat pada dunia Astrologi. Ia memiliki buku “The Art of Synthesis” dalam koleksi perpustakaan pribadinya. Dalam buku tersebut Alan Leo menamai setiap babnya dengan nama planet dan menjelaskan berbagai karakteristik yang terkait dengan planet tersebut. Karena buku ini merupakan buku Astrologi (bukan sains) yang mengutamakan pengaruh benda langit pada nasib manusia, maka Bumi tempat kita berpijak tidak termasuk dalam kategori benda langit. Disebutkan bahwa Holst menulis Suite “The Planets” berdasarkan apa yang ditulis dalam buku ini mengenai setiap planet, bahkan urutannya pun sama persis! Karena itulah urutan nama planet dalam karya ini tidaklah menuruti posisi planet tersebut dalam Tata Surya.

Artikel ini juga menyertakan tautan ke Youtube untuk setiap movement dari Suite “The Planets”. Anda dapat mendengarkan dan mengambil kesimpulan sendiri apakah musik yang ditulis Holst sudah menggambarkan karakter setiap planet yang digambarkan pada judulnya. Selamat menikmati keindahan karya seni dalam balutan Astronomi dan Astrologi!

Ditulis oleh

Ni Nyoman Dhitasari

Berlatar belakang pendidikan Teknik Lingkungan dan musik (piano), Dhita telah jatuh cinta pada dunia Astronomi sejak kecil, terutama Astronomi Budaya. Astronomi telah menjadi hobby utamanya hingga saat ini. Dhita adalah seorang guru piano dan pianis di Denver, Amerika Serikat, dan sempat aktif sebagai tenaga sukarela di Denver Museum of Nature and Science (DMNS), bagian Space Odyssey.

Tulis komentar dan diskusi...