15000 Batu Antariksa Yang Mengancam Bumi

Setiap hari, Bumi dihujani lebih dari 100 ton debu dan partikel sebesar pasir. Beratnya sama seperti berat 14 ekor gajah!

Satu kali dalam satu tahun, asteroid sebesar mobil menabrak atmosfer Bumi. Asteroid itu kemudian terbakar jadi bola api raksasa sebelum mencapai permukaan Bumi.

Setiap 2000 tahun, batuan luar angkasa sebesar ikan paus biru juga menghantam Bumi. Dan satu kali dalam beberapa juta tahun, obyek besar yang bisa mengancam masa depan manusia ikut mengunjungi Bumi.

Asteroid yang dipotret Rosetta. Kredit: ESA 2010 MPS untuk Tim OSIRIS MPS/UPD/LAM/IAA/RSSD/INTA/UPM/DASP/IDA
Asteroid yang dipotret Rosetta. Kredit: ESA 2010 MPS untuk Tim OSIRIS MPS/UPD/LAM/IAA/RSSD/INTA/UPM/DASP/IDA

Tapi… jangan takut! Para ahli sudah merancang berbagai metode untuk melindungi Bumi dari ancaman kosmik yang langka ini. Idenya beragam. Mulai dari menghancurkan asteroid dengan senjata nuklir sampai menabrak asteroid-asteroid itu dengan wahana antariksa untuk mengusir mereka dari jalur yang bisa berpapasan dengan Bumi.

Untuk melindungi Bumi dari tabrakan mematikan itu, kita harus menemukan semua asteroid yang bisa mengancam Bumi. Para astronom di seluruh dunia bekerja keras untuk menemukan semua batuan antariksa itu. Sampai saat ini sudah ditemukan 15000 batuan yang diberi nama Near Earth Object (NEO) atau Obyek Dekat Bumi. Masih banyak yang masih belum ditemukan loh!

Obyek dekat Bumi atau NEO adalah asteroid dan komet yang orbitnya tak jauh dari Bumi. Artinya, sewaktu-waktu mereka bisa menabrak Bumi, tempat tinggal kita.

Diduga, 90% dari NEO sudah ditemukan. Artinya 9 dari setiap 10 asteroid sudah kita temukan. Tapi, hanya 1 dari setiap 10 NEO ukuran sedang yang sudah diketahui keberadaannya. Dan… masih ada 99 dari 100 asteroid kecil yang masih harus dicari dan ditemukan.

Dari 15000 obyek dekat Bumi yang sudah ditemukan, kemungkinan tabrakan dengan Bumi dalam 40 tahun yang akan datang sangatlah kecil. Akan tetapi, tentu saja sangat penting untuk terus mengawasi asteroid-asteroid ini untuk melihat apakah mereka akan mengubah jalurnya atau tidak.

Untuk itu, teleskop dalam jaringan LCO melakukan survei otomatis yang mencakup seluruh langit setiap malam. Tujuannya, tentu saja untuk memastikan kamu, saya dan seluruh umat manusia tidak menjadi target tabrakan kosmik ini.

Fakta keren: Sebagian asteroid cukup besar dan ternyata mereka punya bulan!

[divider_line]

Sumber: Dipublikasi kembali dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.