Mei 2026 dibuka dan ditutup dengan Bulan Purnama, dan di antara keduanya, langit malam menyajikan atraksi papasan Bulan dengan planet dan hujan meteor!

Planet
Merkurius. Di awal bulan, Merkurius masih bisa diamati kala fajar namun sangat rendah di ufuk timur dan dengan segera menghilang dari langit fajar ditelan cahaya Matahari. Merkurius berada pada konjungsi superiornya pada pertengahan Mei, dan setelah itu planet ini akan bergeser dari fajar ke senja. Di akhir bulan, Merkurius bisa diamati setelah Matahari terbenam. Di bulan Mei, Merkurius bisa diamati di rasi Pisces dan kemudian bergeser ke rasi Taurus pada pertengahan sampai akhir bulan.
Venus & Jupiter. Bintang Kejora dan planet terbesar di Tata Surya ini bisa diamati selama bulan Mei setelah Matahari terbenam. Venus bisa diamati sampai satu jam setelah Matahari terbenam, sementara itu, Jupiter terbenam kisaran pukul sembilan malam waktu lokal. Kedua planet ini bertengger cukup tinggi di atas horison barat selama bulan Mei dan berpapasan dengan Bulan pada pertengahan Mei. Venus bisa diamati di rasi Taurus dan kemudian menjumpai Jupiter di rasi Gemini saat akhir bulan. Sementara itu, Jupiter bisa diamati rasi Gemini di sepanjang bulan Mei.
Mars & Saturnus. Duo planet Mars dan Saturnus masih terus berjaya di langit fajar dan terus menanjak naik selama bulan Mei. Di awal Mei keduanya masih bersama Merkurius, namun planet terdekatnya dengan Matahari itu kemudian menghilang dan bergeser ke senja.
Mars dan Saturnus berpapasan dengan Bulan pada pertengahan Mei. Mars bisa diamati di rasi Pisces sampai pertengahan bulan, dan terus bergeser ke Aries di akhir bulan. Sementara itu, Saturnus bisa diamati di rasi Cetus selama bulan Mei.
Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut.
Di bulan Mei, Uranus tampak di rasi Taurus setelah Matahari terbenam dan bisa diamati sampai satu jam kemudian. Jelang akhir Mei, Uranus menghilang di balik cahaya Matahari saat mencapai konjungsi dengan Matahari. Planet ini tenggelam di balik cahaya Matahari.
Sementara itu, Neptunus bisa diamati di rasi Pisces sebelum Matahari terbit dan terus menanjak naik di sepanjang bulan Mei. Neptunus bisa diamati di rasi Pisces.
Bulan
Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

2 Mei. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.
5 Mei. Bulan di titik apogee. Bulan di titik terjauh dari Bumi dengan jarak 405.839 km
10 Mei. Bulan Separuh Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.
17 Mei. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.
17 Mei. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 358.075 km.
23 Mei. Bulan Separuh Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.
31 Mei. Bulan Purnama. Bulan purnama kedua di bulan Mei atau sering disebut Blue Moon atau Bulan Biru. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.
Hujan Meteor
5-6 Mei – Hujan Meteor Eta Aquarid

Dimulai tanggal 19 April – 28 Mei, hujan meteor Eta Aquarid yang berasal dari sisa komet Halley akan mencapai maksimum tanggal 5-6 Mei. Hujan meteor tersebut akan tampak tampak datang dari rasi Aquarius dan bisa diamati setelah lewat tengah malam sampai jelang fajar, setelah rasi Aquarius terbit pukul 01:23 WIB.
Saat maksimum, pengamat bisa mengamati lalu lalang setidaknya 10-30 meteor per jam. Meteor Eta Aquarid yang berasal dari sisa komet Halley ini bergerak dengan kecepatan 66,9 km/detik. Bulan cembung besar (84%) yang sedang menuju zenith cukup terang untuk menantang kemampuan mata pengamat.
Peristiwa
3-4 Mei — Bulan — Antares

Bulan berpapasan dekat dengan bintang Antares, bintang paling terang di rasi Scorpius. Keduanya berpapasan dekat 4º. Bulan terbit pukul 18:49 WIB disusul Antares pukul 19:19 WIB pada tanggal 3 Mei dan keduanya bisa diamati sampai saat Matahari terbit.
14 Mei — Bulan — Saturnus

Bulan sabit tipis berpapasan dekat dengan Saturnus kala fajar dengan jarak keduanya 5,5º. Saturnus terbit pukul 03:02 WIB dan disusul Bulan dua menit kemudian. Saat Matahari terbit pukul 05:52 WIB, Bulan dan Saturnus berada 33º di atas horison sebelum hilang dalam cahaya Matahari pagi.
15 Mei — Bulan — Mars

Bulan sabit tipis berpapasan dekat dengan Mars kala fajar dengan jarak keduanya 3,8º. Bulan terbit pukul 04:00 WIB dan disusul Mars tiga menit kemudian. Saat Matahari terbit pukul 05:52 WIB, Bulan dan Saturnus berada 17º di atas horison sebelum hilang dalam cahaya Matahari pagi.
19 Mei — Bulan — Venus

Bulan sabit tipis berpapasan dengan Bintang Kejora dan hanya terpisah 2,5º. Pasangan bulan dan Venus bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai saat keduanya terbenam beriringan. Venus terbenam pukul 19:53 WIB disusul Bulan pada pukul 20:18 WIB.
20 Mei — Bulan — Jupiter

Bulan sabit tipis berpapasan dengan Jupiter si planet terbesar Tata Surya dan hanya terpisah 3,2º. Pasangan bulan dan Jupiter bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai saat keduanya terbenam beriringan pada pukul 21:23 WIB.
23 Mei — Bulan — Regulus

Bulan berpapasan dekat dengan bintang Regulus, bintang paling terang di rasi Leo. Keduanya berpapasan dekat 2,8º. Antares terbenam pukul 23:51 WIB disusul Bulan pukul 00:06 WIB.
31 Mei — Bulan — Antares

Bulan Purnama berpapasan dengan bintang Antares dan jaraknya hanya 2,3º, bintang paling terang di rasi Scorpius. Keduanya bisa diamati sepanjang malam sejak Matahari terbenam.
Rasi Bintang & Bima Sakti
Minggu ketiga Mei menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan berada pada fase Bulan Baru dari tanggal 12 – 18 Mei.
| Bintang | Kecerlangan (Mag) | Rasi bintang | Waktu terbit (WIB) | Waktu terbenam (WIB) |
|---|---|---|---|---|
| Deneb | 1.2 | Cygnus | 00:23 | 11:28 |
| Enif | 2.4 | Pegasus | 01:02 | 12:55 |
| Fomalhaut | 1.2 | Piscis Austrinus | 01:55 | 14:29 |
| Alpheratz | 2.1 | Andromeda/Pegasus | 03:37 | 15:08 |
| Achernar | 0.46 | Eridanus | 04:06 | 17:36 |
| Aldebaran | 0.9 | Taurus | 08:00 | 19:42 |
| Rigel | 0.2 | Orion | 08:26 | 20:33 |
| Capella | 0.1 | Auriga | 09:02 | 20:02 |
| Canopus | -0.74 | Carina | 09:03 | 22:15 |
| Betelgeuse | 0.5 | Orion | 09:15 | 21:05 |
| Sirius | -1.46 | Canis Major | 09:52 | 22:07 |
| Procyon | 0.38 | Canis Minor | 10:57 | 22:50 |
| Regulus | 1.4 | Leo | 13:30 | 01:16 (+1) |
| Acrux | 1.3 | Crux | 14:46 | 04:35 (+1) |
| Gacrux | 1.6 | Crux | 15:02 | 04:28 (+1) |
| Mimosa (? Cru) | 1.3 | Crux | 15:14 | 04:49 (+1) |
| Beta Centauri | 0.6 | Centaurus | 16:29 | 06:06 (+1) |
| Spica | 1.0 | Virgo | 16:34 | 04:43 (+1) |
| Alpha Centauri | 0.0 | Centaurus | 17:03 | 06:43 (+1) |
| Arcturus | -0.05 | Boötes | 17:40 | 05:18 (+1) |
| Antares | 1.1 | Scorpius | 19:30 | 07:59 (+1) |
| Lesath | 2.7 | Scorpius | 20:23 | 09:09 (+1) |
| Shaula | 1.6 | Scorpius | 20:26 | 09:11 (+1) |
| Rasalhague | 2.1 | Ophiuchus | 20:55 | 08:44 (+1) |
| Kaus Australis | 1.8 | Sagittarius | 21:19 | 09:59 (+1) |
| Vega | 0.0 | Lyra | 22:13 | 09:30 (+1) |
| Altair | 0.8 | Aquila | 23:09 | 11:02 (+1) |
Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan.
Peta Bintang 1 Mei 2026
Peta Bintang 15 Mei 2026
Kampanye Langit Gelap
8-17 Mei — Kampanye Globe At Night
Di bulan Mei, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diselenggarakan dari 8-17 Mei. Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.
Pengamat di utara bisa mengamati rasi Leo dan rasi Bootes, sedangkan pengamat di selatan mengamati rasi Crux. Pengamatan dilakukan mulai pukul 20:00 – 22:00 waktu lokal.
Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.
Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.
Clear Sky!
















Tulis Komentar