Lubang Hitam: Iblis Yang Menyamar

Ketika Halloween*, jalanan di negara-negara yang merayakannya, dipenuhi berbagai karakter menakutkan. Ada monster, hantu yang mengerikan bahkan juga vampir si penghisap darah. Tapi kita tahu itu adalah teman dan tetangga yang mengenakan kostum dan darah palsu. Monster kan tidak ada. Atau …. memang ada?

Monster yang satu ini tidak bersembunyi di lemari atau di bawah tempat tidur. Monster yang ini ada di alam semesta.

Lubang hitam adalah monster di alam semesta. Mereka mengintip dari kegelapan, menanti kedatangan planet dan bintang pada jarak yang dekat. Dan hap!!! monster itu akan melahap bintang dan planet jadi makan malamnya!

Tampaknya mengerikan ya? Lubang hitam memang pemangsa yang rakus di alam semesta. Tapi kali ini mungkin kamu yang akan terkejut. Lubang hitam yang akan kita bahas ini ternyata mengenakan halo yang bercahaya!

Mosaik 18 quasar yang diselubungi halo. Kredit: ESO/Borisova et al.
Mosaik 18 quasar yang diselubungi halo. Kredit: ESO/Borisova et al.

Halo bukan sesuatu yang aneh. Kita sering menemukan halo di alam semesta. Setiap galaksi diselubungi oleh halo yang terbuat dari bintang-bintang tua dan materi gelap si materi misterius yang tidak tampak. Yang menarik, halo yang dilihat kali ini tampak bercahaya.

Para ilmuwan mendeteksi halo saat mempelajari quasar. Quasar adalah galaksi yang di pusatnya terdapat lubang hitam raksasa yang lapar dan sangat rakus. Ketika lubang hitam sedang makan, ia akan menyemburkan energi yang sangat dasyat. Ingin tahu sedasyat apa? Baca kisahnya di “Semburan Dahsyat di Angkasa”.

Semburan dasyat dari lubang hitam inilah yang menciptakan terbentuknya halo yang menyelubunginya. Ketika halo terbentuk, teleskop akan melihat halo berupa gas berpendar di sekeliling galaksi.

Di masa lalu, para astronom bisa menemukan halo pada 1 galaksi di antara 10 galaksi. Sekarang, dengan teleskop yang lebih hebat, mereka bisa menemukan halo di semua quasar yang sedang diamati! Foto yang ada di atas merupakan mosaik dari 18 quasar yang diamati. Masing-masing diselubungi oleh halo yang berpendar.

Nah, pertanyaan yang harus dijawab adalah: apakah semua quasar punya halo atau kita hanya sedang melihat sekelompok quasar malaikat?

Fakta menarik: Halo yang teramati ini memiliki jarak sampai dengan 300 000 tahun cahaya dari pusat quasar. Itu 3 kali ukuran galaksi kita, Bima Sakti!

[divider_line]

*Catatan: Indonesia tidak merayakan Halloween

Sumber: Dipublikasi kembali dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.