fbpx
langitselatan
Beranda » Penemuan Besar di Batu Angkasa yang Kecil

Penemuan Besar di Batu Angkasa yang Kecil

Saat ini, para ilmuwan yang bekerja dengan pesawat luar angkasa Dawn sedang membuat dampak besar dengan penemuan baru : salah satu gunung terbesar di Tata Surya berhasil ditemukan di asteroid!

Asteroid adalah gumpalan materi batuan dan es di angkasa. Usianya sudah sangat tua dan terbentuk saat Tata Surya lahir. Sebagian besar asteroid di Tata Surya ditemukan di antara planet Mars da Jupiter – sebuah area yang disebut Sabuk Ateroid.

Misi Dawn ke asteroid Vesta. kredit : UNAWE

Dengan mempelajari asteroid, para astronom bisa mempelajari pementukan Tata Surya. Karena itulah astronom mengirim wahana luar angkasa Dawn dalam perjalanan 4 tahun ke asteroid bernama Vesta yang berada di Sabuk Asteroid. Semenjak bulan Juli, Dawn sudah berada di orbit di sekitar asteroid memotret permukaan batu angkasa tersebut.

Vesta ukurannya jauh lebih kecil dari Bumi. Kalau Bumi diisi oleh asteroid sebesar Vesta, maka dibutuhkan 14000 asteroid Vesta untuk bisa mengisi Bumi!.  Nah, meskipun hanya batuan kecil, foto yang dipotret wahana Dawn menunjukkan kalau Vesta memiliki gunung terbesar di Tata Surya di permukaannya. Gunung besar ini memiliki ketinggian 20000 meter atau dua kali tinggi gunung tertinggi di Bumi!.

Juli tahun depan, wahana luar angkasa Dawn akan meninggalkan Vesta menuju Ceres, asteroid terbesar di Tata Surya. Untuk menjelajahi kedua asteroid wahana Dawn menggunakan tipe mesin baru yang disebut “kendali ion” –  terdengar seperti di Star Trek ?

Sumber : Space Scoop Universe Awareness

Baca juga:  Ketika Planet Bukanlah Planet
Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

4 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini