Aksi Fotografer Antariksa: Astronaut vs Satelit

Snapchat, Instagram, Kamera Vine Camera – siapapun bisa jadi fotografer asal punya gawai pintar. Tapi, foto Bumi  yang dipotret tahun 1968 ini tetap yang paling menakjubkan dan paling keren.

Bumi terbit dari balik cakrawala Bulan. Dipotret oleh Astronaut di wahana Apollo 8 pada tahun 1968. Kredit: NASA
Bumi terbit dari balik cakrawala Bulan. Dipotret oleh Astronaut di wahana Apollo 8 pada tahun 1968. Kredit: NASA

Foto Bumi terbit dari balik cakrawala Bulan, dipotret oleh astronaut di wahana antariksa Apollo 8. Foto ini jadi gambaran imajinasi manusia di seluruh dunia, yang menceritakan betapa kecil dan spesialnya planet biru kita ini.

Di masa kini, para astronaut di International Space Station harus mempelajari fotografi sebagai bagian dari pelatihan mereka. Tujuannya agar saat para astronaut ini sedang tidak bekerja, mereka bisa memotret Bumi dari sudut pandang 400 km di atas kita.

Tapi, para astronaut bukan satu-satunya yang mengawasi Bumi. Satelit yang mengangkasa ratusan km di atas kita juga ikut memotret Bumi. Bahkan mereka memotret lebih lama dan lebih banyak dari para astronaut.

Satelit biasanya diperlengkapi dengan instrumen dan kamera teknologi tinggi untuk mengikuti perubahan yang terjadi di planet kita. berbagai peralatan canggih ini memudahan satelit dalam melakukan berbagai tugas penting, seperti pengukuran polusi udara, pemetaan hutan yang hilang, dan merekam jumlah es yang meleleh dari gletser.

Selama terjadi bencana alam, seperti badai dasyat yang melanda Amerika bulan ini, satelit dan para astronaut bekerja sama untuk membantu korban bencana. Satelit cuaca yang mengawasi Bumi melacak jejak badai agar pemerintah lokal bisa memutuskan apakah mereka perlu melakukan evakuasi atau tidak. Sementara foto-foto yang dipotret para astronaut, justru berguna untuk mengatasi kekuatan badai.

Pertanyaannya, siapa yang fotonya lebih bagus? Satelit atau para astronaut?

Selain menginspirasi, citra satelit memiliki informasi ilmiah yang sangat penting. Tapi, foto yang dipotret para astronaut yang melayang tanpa bobot di luar angkasa jelas mempunyai sensasi lebih yang memenangkan perhatian semua orang.

Dari lokasi yang tinggi di angkasa, astronaut dan satelit bisa melihat betapa rapuhnya Bumi kita. Foto-foto itu sekaligus mengingatkan kita untuk menjaga Bumi yang jadi rumah bagi manusia.

Fakta keren

Untuk tetap mengangkasa dan tidak jatuh ke Bumi, satelit harus terus bergerak dengan kecepatan 28000 km per jam.

[divider_line]
Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

 

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...