Wormhole

Sebetulnya ingin mendengarkan lanjutan cerita petualangan Asa menempuh perjalanan yang jauhhhh banget, tapi mungkin Asa lagi mencoba perjalanan melewati wurmhole kali ya? Soalnya ada beberapa komentar yang mengarah pada kata-kata ajaib itu. Jadi menggelitik, apa sih sebetulnya wormhole itu?

Wormhole? Wormhole itu adalah ‘sesuatu’ yang ada secara teoritis. Paling tidak sampai detik tulisan ini ditulis, wormhole hanya ada di atas kertas teori, atau muncul di film-film dan buku-buku fiksi ilmiah. Keberadaan wormhole dalam teori dimulai ketika Albert Einstein memperkenalkan Teori Relativitas Umum. Einstein menunjukkan bahwa massa bisa membuat ruang(waktu) melengkung/terlipat, semakin besar massa, semakin melengkung ruang(waktu). Sulit dibayangkan ya?

Di tahun 1919, Arthur Eddington membuktikan, ketika pada waktu itu terjadi Gerhana Matahari Total; bintang-bintang di sekitar Matahari teramati dalam posisi yang bergeser dari posisi yang seharusnya.Tentu saja pada saat gerhana, bintang-bintang bisa diamati pada siang hari. Dan bukti pengamatan tersebut menunjukkan bahwa Einstein memang benar. Bagaimana bintang bisa bergeser dari posisi yang seharusnya? Karena medan gravitasi Matahari membelokkan arah pancaran cahaya bintang.

 

Gerhana Matahari 1919

Tapi bukti pembengkokan cahaya oleh Matahari pada saat gerhana itu tidak ada hubungannya dengan wormhole. Pembuktian oleh Eddington tersebut menunjukkan bahwa teori Relativitas Einstein itu benar. Dari teori itu, satu pemikiran fundamental yang kita tahu kemudian adalah, bahwa massa mempengaruhi ruang(dan waktu). Secara umum gravitasi berkaitan erat dengan geometri, bagaimana arah cahaya bisa berbelok, itu tidak terbayangkan sebelumnya. Secara sederhana, bagaimana hubungan gravitasi dan geometri bisa digambarkan seperti gambar berikut ini.

Gambaran Ruang Waktu

Perlu dipahami bahwa sebelum Einstein, ruang dan waktu adalah dua entitas yang terpisah, tetapi teori Einstein menyatakan bahwa ruang dan waktu merupakan entitas tunggal yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, geometri disini perlu dipahami sebagai relasi-ruang waktu.

Kembali pada pekerjaan Einstein, teori Einstein mempergunakan teori matematis yang dikenal sebagai persamaan medan Einstein, dan solusinya dikenal sebagai solusi Scwarzschild. Solusi teori ini menguraikan tentang medan gravitasi pada massa yang simetri-bola, tidak berotasi. Solusi ini adalah yang menjadi cikal-bakal adanya blackhole (Blackhole Schwarzschild).

Di tahun 1916, tidak lama setelah Einstein memperkenalkan teori Relativitas; Ludwing Flamm menyadari bahwa persamaan Einstein mempunyai solusi yang lain, dikenal sebagai White Hole, dan bahwa kedua solusi tersebut menguraikan adanya dua daerah dalam ruang-waktu (datar) yang terhubungkan (secara matematis) oleh adanya suatu ‘lorong’ ruang-waktu. Karena teori belum mengatakan dimana wilayah ruang waktu itu di dunia nyata, jadi bisa saja black-hole sebagai pintu masuk dan white hole sebagai pintu keluar, tapi bisa saja di dunia yang sama dengan kita (ruang waktu yang bisa kita pahami), atau di ruang dan waktu yang lain (semesta lain, semesta paralel, masa lalu, sekarang, masa depan?). Tetapi, White Hole melanggar Hukum Ke-2 Termodinamika, dengan demikian, keberadaan White Hole sulit diterima secara mudah.

Pada tahun 1935, Albert Einstein dan Nathan Rosen mempelajari lebih lanjut kaitan Black Hole dan White Hole tersebut; bahwa dari perumusan teori Relativitas Umum, struktur ruang-waktu yang melengkung bisa menghubungkan dua wilayah dari ruang-waktu yang jauh, melalui suatu bentuk serupa lorong, sebagai jalan pintas dalam ruang. Pekerjaan ini secara formal dikenal sebagai jembatan Einstein-Rosen. Tujuannya bukan untuk mempelajari perjalanan yang lebih cepat dari cahaya atau perjalanan antar semesta, tetapi lebih pada mencari penjelasan pada partikel fundamental (seperti elektron) dalam ruang-waktu. Jembatan Einstein-Rosen ini dikenal juga dengan nama lain, seperi Lorentzian Wormhole atau Schwazschild wormhole.

Pada tahun 1962, John Wheeler dan Robert Fuller menunjukkan bahwa wormhole tipe jembatan Einstein-Rosen tidak stabil, menyebabkan cahaya pun tidak dapat melewatinya sesaat wormhole terbentuk. Lalu, apakah wormhole tidak bisa dilalui? (Traversable)? Kita akan meninjau tentang traversable wormhole sejurus nanti.

Demikian, sejak saat itu, teori tentang wormhole terus menerus dikaji; demikian juga, urban legend tentang wormhole pun hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam literatur fiksi ilmiah.

Teori ilmiah tentang wormhole terus berkembang: semuanya mempunyai prinsip yang sama, yaitu solusi matematis mengenai hubungan geometris antara satu titik dalam ruang-waktu dengan titik yang lain, dimana hubungan tersebut bisa berperilaku sebagai ‘jalan pintas’ dalam ruang-waktu.

Bagaimana wormhole terbentuk? Kembali pada ilustrasi gambar Bumi. Jika ada kelengkungan ruang-waktu pada suatu titik, dan tersambung dengan kelengkungan pada ruang-waktu yang lain, maka demikian lah gambaran wormhole ada. Seperti pada ilustrasi berikut, yang diambil dari film Stargate S1, seolah-olah semuanya itu indah dan menyenangkan. Seperti pintu Doraemon, kita buka pintu-nya, lalu kita sampai di suatu tempat yang jauhh sekali. Ah indahnya fiksi ilmiah.

 

Wormhole berdasarkan gambaran Film Stargate SG1

Wormhole yang berkaitan dengan hubungan dalam ruang-waktu, dikenal sebagai Laurentzian wormhole. Hubungan disini tentu saja dikatakan sebagai jalan pintas, karena: Jika perjalanan dari Gerbang ke Bulan, bisa dilakukan jauh lebih cepat, bahkan lebih cepat daripada laju cahaya menempuh jalur normal. (Tentu saja artian lebih cepat dari laju cahaya ini karena menggunakan jalur yang lebih pintas, bukan karena ‘lebih cepat dari laju cahaya’). Itu tentu saja, bila perjalanan memang dapat dilakukan melalui wormhole.

Tetapi, kompleksitas muncul, karena, apakah kita bisa menentukan ujung perjalanan kita? Apakah kita akan keluar di ujung, di semesta yang sama? Atau di semesta paralel? Atau kita muncul di waktu yang sama? Apakah kita muncul di waktu kita? Atau di masa lalu? Atau masa depan? Tentu saja semua mungkin, karena Laurentzian wormhole merupakan produk dari Teori Relativitas Umum yang menyatakan bahwa semua bergerak baik dalam ruang maupun dalam waktu.

Lorentzian wormholes terbagi dalam dua jenis:
1) Inter-universe wormholes, wormholes yang menghubungkan semesta kita dengan ‘semesta’ yang lain. Ini adalah dugaan tentang adanya semesta paralel.
2) Intra-universe wormholes, wormhole yang menghubungkan dua daerah dalam semesta yang sama.

Ada juga wormhole lain yang dikenal sebagai Euclidean wormholes, yang mana, wormhole ini ada dalam proses yang sangat mikro, karena menjadi perhatian utama para ahli teori medan quantum. Dengan demikian wormhole jenis ini, pada saat ini tidak akan dibahas, dan Laurentzian wormhole adalah wormhole yang kita bahas.

Kembali pada pertanyaan, apakah mungkin kita melakukan perjalanan melalui wormhole? Kip Thorne dan Mike Morris pada tahun 1988 mengusulkan bahwa wormhole bisa dipertahankan kestabilannya mempergunakan materi eksotik (materi yang masih teoritis, dan belum ditemukan di dunia, dengan perilaku seperti massa yang negatif atau menolak gravitasi, alih-alih patuh pada hukum Gravitasi Newton). Model teori ini dikenal sebagai Morris-Thorne wormhole. Teori-teori yang kemudian dikembangkan untuk mempertahankan kestabilan wormhole, sehingga bisa dilalui, sampai saat ini berpedoman pada argumentasi bahwa, tidak ada materi yang kita ketahi bisa berperanan untuk mempertahankan kestabilan, karena membutuhkan adanya energi negatif.

Kendati wormhole masih menjadi wacana teori (dan urban legend), tetapi belum ada bukti yang bisa mendukung keberadaannya, baik dari pengamatan maupun secara eksperimen. Apakah kemudian wormhole itu tidak mungkin ada? Atau mungkinkah wormhole dibuat?

Secara teori, kita bisa membangun wormhole. Caranya? Supaya ruang-waktu bisa terlipat dibutuhkan materi dan energi yang sangat luar biasa, jadi kita tinggal mencari materi yang sangat padat di luar angkasa sana, sebut saja, dari bintang ne(u)tron. Kenapa bintang neutron? Bintang neutron adalah jenis bintang yang massa-nya mencapai 1,35 sampai 2,1 kali masssa Matahari, tetapi dengan radius hanya 20 sampai 10 km, mencapai 30 ribu – 70 ribu lebih kecil daripada Matahari. Dengan demikian, maka berat-jenis bintang neutron mencapai of 8×10^13 to 2×10^15 g/cm^3.

Seberapa banyak? “Secukupnya” – sampai bisa membentuk cincin raksasa seukuran orbit Bumi mengelilingi Matahari. Kemudian, buat cincin yang lain di ujung yang lain. Setelah konstruksi cincin raksasa di kedua ujung tersebut selesai, berikan tegangan listrik yang sangat tinggi, pada kedua ujungnya, diputar sampai mencapai laju cahaya — dua-duanya, dan voila, perjalanan lintas ruang-waktu seketika.

Fakta bahwa perjalanan menembus waktu, apabila meloncat ke masa depan itu bisa diterima, karena memang tidak bertentangan dengan Teori Relativitas Khusus, tetapi jika perjalanan-nya mundur dalam waktu? Itu menjadi kontroversi, sulit dipahami, bahkan bisa menimbulkan paradoks.

Bila, salah satu ujung wormhole yang tadi telah dibuat tersebut digerakkan dengan laju mencapai laju cahaya, dan sesuai dari teori Relativitas Khusus, semakin laju suatu benda, mencapai kecepatan cahaya, waktu berjalan menjadi lambat; gerak relatif tersebut menciptakan perbedaan waktu antara keduanya. Sedemikian sehingga tercipta adanya lorong yang ujung-ujungnya berbeda waktu. Jika dari ujung yang diam, seseorang bergerak jauh ke masa depan, tapi kebalikannya, dari ujung yang bergerak, dia akan kembali ke masa lalu!

Disinilah kontroversinya, jika seseorang kembali dari masa depan, lalu membunuh orang-tuanya sebelum dia dilahirkan, lalu bagaimana dia bisa ‘ada’ dan melaksanakan misi membunuh orang-tuanya? Dengan pengetahuan akan teori Quantum, Stephen Hawking memperkenalkan ‘Konjektur Perlindungan Kronologi’, yang bisa ‘melindungi’ perjalanan antar waktu tersebut. Karena secara teori, di dalam lorong pasangan partikel-antipartikel secara terus menerus tercipta dan saling meniadakan, dengan demikian energi meluap dengan amat sangat, bahkan bisa melebihi energi eksotis yang diperlukan untuk membuka gerbang wormhole. Dan, wormhole akan terganggu dan tertutup, bahkan sebelum mesin waktu tercipta. Lalu apakah dengan demikian mesin waktu itu tidak mungkin?

Apapun yang mungkin sebenarnya bisa terjadi, apakah wormhole sebagai mesin waktu ada? Bisa terjadi? Atau sebagai portal antar ruang? Semua masih terbuka, masih harus menunggu penantian yang panjang, karena masih harus mencari pemahaman dan penyatuan teori mekanika quantum dan gravitasi. Masih banyak yang harus dipelajari, dan jika memang berminat ikut mempelajarinya, banyak yang belum dipahami; sementara menunggu, biarkan pengarang fiksi ilmiah bercerita tentang eksotika wormhole, atau kita nikmati saja kartun Kalvin & Hobbes berikut ini.

Calvin & Hobbes

Ditulis oleh

Emanuel Sungging

Emanuel Sungging

jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.

54 thoughts on “Wormhole

  1. dr dulu susah bgt ngejelasin ttg wormhole yg nanya ke saya… hehhe…

    kira2 klo dikasih artikel ini, mereka akan lbh ngerti ga ya?!? ^^

  2. yang penting dibaca dulu, kl gak ngerti ditanya, kan ada forum untuk berdiskusi lebih mendalam .. πŸ™‚

    kl mau dibagi2kan silakan, tapi mohon ijin memberitahukan sumber-nya dari langitselatan, secara ini masalah etika ber-informasi, sekaligus pembelajaran berdiskusi ilmiah. Selamat bagi-bagi ilmu .. πŸ™‚

  3. Artikel wormhole benar-benar berat. Bagi orang awam ya sulit mengomentari. Tetapi secara umum menunjukkan bahwa manusia biar itu ilmuwan ulung sampai saat ini belum memperoleh gambaran struktur alam semesta. Alih-alih lingkup alam semesta pada tata surya sendiri juga belum terungkap secara utuh. Terbukti baru akhir-akhir ini diketahui ribuan benda langit seukuran Pluto di sekitar wilayah awan Oort, sehingga dampaknya Pluto kehilangan gelar sebagai planet. Pengungkapan posisi tata surya dan miliaran sistem bintang dalam galaksi tampaknya sangat penting untuk membuktikan benar tidaknya teori wormhole. Tampaknya “dark matter” memegang peran dalam membangun struktur tata surya dan galaksi. Sebenarnya saya punya pendapat untuk menggambarkan struktur galaksi secara garis besar, hanya agak aneh dan bisa jadi sangat kontradiktif. Pendapat itu berdasarkan kajian literatur Kitab Suci Al Qur’an dan literatur pengetahuan umum astronomi. Inginnya bisa diterbitin, tetapi apa ada ya penerbit yang mau karena memang sangat sulit mendiskripsikan tentang struktur langit. Apa bisa ya forum ini membantu. Terimakasih.

  4. Bapak Mudjiono benar, tentang peranan dark-matter dalam ‘mengikat’ galaksi dan struktur semesta. Tentu saja ini harus masuk dalam teori struktur galaksi yang mungkin tidak bisa diurai secara sederhana.

    Teori ilmiah itu justru harus dipertentangkan, bukan karena mencari siapa benar siapa salah, tetapi lebih pada mematangkan pemahaman teori, dan dengan demikian mana yang lebih sahih itu yang lebih bisa diterima, demikian bagaimana model sains berkembang. Jadi kalau misalnya pak Mudjiono punya argumentasi ya silakan berargumentasi, tetapi yang perlu dicermati adalah, tetap berpikiran terbuka, karena peminat sains tidak hanya orang-orang yang patuh pada iman, bahkan orang2 yang menisbikan iman pun ada.

    Silakan berdiskusi lebih lanjut di forum (http://langiselatan.com/forum/) πŸ™‚

  5. artikel ini untuk memperingati Isra Mi’raj?
    mungkin Isra Mi’raj menggunakan fasilitas wormhole ini?
    malaikat jibril (yang konon diciptakan dari cahaya) hanya sanggup mengikuti pada batas tertentu, mungkin ada penjelasannya secara ilmiah?
    kaleee…….. πŸ˜€

  6. Ya kita sering dengar kisah Isra Mi’raj dari para kyai sejak kecil. Ini kisah tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW menembus ruang waktu menuju langit ketujuh. Adakah yg bisa memberikan penjelasan secara ilmiah perjalanan bersejarah ini? Kalau dikaitkan dgn wormhole tadi, bagaimana ya.

    Saya berandai-andai kalau kita punya mesin waktu, wow alangkah asyiknya. Kebayang enggak kita bisa jalan-jalan menembus masa silam, misalnya ke jaman Majapahit dan ketemu dengan Ken Dedes atau Roro Jonggrang. Wah, mungkin saya jadi orang paling KEREN ya di sana ha ha ha.

  7. Sambil ngopi, coba kita bayangkan…
    keliatannya teori2 ini cukup bikin kepala pusing, karena jika ada “lubang” yang sedemikian kuat gaya gravitasinya, apakah tidak akan menghancurkan tatanan semesta kita? dan menyedot semua benda di alam semesta kedalamnya? bahkan sebuah bintang sekalipun. Ibarat sebuah lubang kecil didalam bak, yang akan menyedot habis semua air didalam bak hingga kering…. Terus kira2 kemana kita akan keluar ya? apakah kita akan keluar hidup2? secara utuh? atau berantakan? hahaha…..

    Semua benda di alam semesta ini bergerak mengikuti hukum keteraturan, bulan mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari, matahari mengelilingi pusat galaksi, dan galaksi2 pun terus bergerak menjauhi pusat semesta, lalu ada dimana wormhole ini? tapi memang asik bermain2 dengan hipotesa kita, walaupun sampai sekarang kita cuma bisa membayangkan………

  8. aha…. maap, aku baru tau ada situs ini,,,, keren banget!
    aku juga seneng hal2 kaya gini,,,
    emang dari sejak SD kita selalu diajarkan bahwa jarak terdekat antara 2 titik adalah bentuk garis lurus, tapi nyatanya : garis lengkung!!

  9. buat biangkerok, sebetulnya bukan masalah garis lurus atau melengkung, bergantung pada geometri-nya (kalo garis lurus di permukaan bola kan akan selalu melengkung juga, dari kacamata geometri ruang datar). Yang penting adalah bagaimana sesuatu bergerak diantara dua titik itu menggunakan energi terkecil, alias paling irit; itu yang dibilang sebagai lintasan terpendek. Jadi jarak terpendek itu bergantung juga pada energi sistem.

    Kalau bicara soal fisikanya bakal njlimet, tapi intinya, semua bergantung pada bagaimana bangun-nya (geometrinya).

  10. lumayan berat…tapi semakin tak kumengerti..maka akan selalu kucari hingga kudapat memahaminya..makasih mas2 semua atas ilmunya
    wassalam

  11. Aku pernah baca, katanya dimensi kita ini dibatasi oleh waktu, dan waktu itu juga terpengaruh oleh gravitasi. kalo wormhole punya gravitasi yang segede itu, gimana berantakannya waktu di dalam situ yaaa??? =P

    Hey, bagi semua-semuanya, ada yang bisa kasih aku referensi buku tentang peran serta Al-Qur’an dalam perumusan struktur alam semesta ini?? aku nyari banget lho… Pak Mudjiono punya??

  12. Sbnrnya kisah menembus worhole yg sampe skg sulit dibuktikan oleh para ahli fisika di dunia ini sudah dibuktikan, terutama bagi umat Islam, yaitu perjalan Rasulullah Saw dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa dlm 1 detik lalu lanjut menuju “Sidratul Munthaha”… Kalo dipikirkan, utk menempuh perjalanan yg sangat jauh dgn kecepatan sebegitu dahsyatnya dgn tanpa melewati wormhole, mungkin tubuh fisik Rasulullah Saw sudah hancur lebur krn bergesekan dgn udara bumi…. Tidak mungkin lah, bahkan meteor masuk ke atmosfer bumi aja hancur baru di lapisan luarnya

    Kisah kedua adalah pemindahan singgasana ratu Bilqiz oleh seorg pembesar manusia ketika zaman kerajaan Israel yg dipimpin oleh Nabi Sulaiman As… Dlm sepersekian detik (sekejapan mata saja), maka singgasana (bangku ratu) sudah berpindah tempat… Secara logika fisika itu tdk mungkin bila si singgasana tsb tidak didematerialisasikan lebih dulu lalu ditarik melalui wormhole spy cepat pindah lalu di materialisasikan kembali….

  13. Meski anak tekkim, aku tuh tertarik banget ama yang namanya astrofisika.Mungkin ga’ ya kalo ada asteroid nabrak bumi,kita belokkan dan kita hilangkan ke dalam wormhole ini?Makasih atas ilmunya mas!

  14. dulu, saya tertarik dgn lubang dimensi, waktu ada film tentang pesawat jelajah galaksi yang terdampar di celah waktu, dan pernah terdampar di neraka… it’s out of my mind…
    di dalam al qur’an, ada bbrp contoh kekuasaan Allah untuk merekayasa waktu… membuka tabir dimensi, seperti dzulqornain yg bisa kemana saja, isro mi’roj dgn perjalanan waktu menembus langit, … dll… subhanAllah…
    bagaimanapun wacana dan teoritical tentang wormhole dan relativitas waktu sangat menggoda imajinasi manusia dengan segala keterbatasan ilmunya…jauh dari ilmu yg dimiliki Allah….
    …saya masih menunggu, bukti dan fakta teori ini di hal yang nyata…

  15. Kritik untuk kang nggieng……

    1. Pada kalimat “Kembali pada pekerjaan Einstein, teori Einstein mempergunakan teori matematis yang dikenal sebagai persamaan medan Einstein, dan solusinya dikenal sebagai solusi Scwarzschild. Solusi teori ini menguraikan tentang medan gravitasi pada massa yang simetri-bola, tidak berotasi. ”

    Sebetulnya solusi Schwarzschild bukanlah satu-satunya solusi persamaan medan Einstein, karena masih banyak solusi lainnya. Mungkin lebih baik menggunakan kata-kata “…dan salah satu solusinya dikenal sebagai solusi Schwarzschild…”
    Solusi yang lainnya tidak berkaitan dengan Schwarzschild black hole maupun white hole.

    2. Pada kalimat terakhir, mungkin lebih baik menggunakan kata-kata”…Solusi teori ini menguraikan tentang medan gravitasi pada massa yang simetri-bola, tidak berotasi dan tidak bermuatan.”
    Karena ada juga solusi medan gravitasi pada massa yang simetri-bola, tidak berotasi dan bermuatan dari Reissner-Nordstorm yang ditemukan tak lama berselang.

    3. Pada penjelasan mesin waktu mengikuti logika relativitas Einstein…:
    “Bila, salah satu ujung wormhole yang tadi telah dibuat tersebut digerakkan dengan laju mencapai laju cahaya, dan sesuai dari teori Relativitas Khusus, semakin laju suatu benda, mencapai kecepatan cahaya, waktu berjalan menjadi lambat; gerak relatif tersebut menciptakan perbedaan waktu antara keduanya. Sedemikian sehingga tercipta adanya lorong yang ujung-ujungnya berbeda waktu. Jika dari ujung yang diam, seseorang bergerak jauh ke masa depan, tapi kebalikannya, dari ujung yang bergerak, dia akan kembali ke masa lalu!”

    Apa penjelasannya tidak terbalik niy….yaitu:

    Sedemikian sehingga tercipta adanya lorong yang ujung-ujungnya berbeda waktu. Jika dari ujung yang bergerak, seseorang bergerak jauh ke masa depan, tapi kebalikannya, dari ujung yang diam, dia akan kembali ke masa lalu!

    Misalnya ujung wormhole yang bergerak dan diam adalah sama-sama tahun 2008 saat ini jika konstruksi mesin waktu dibuat. Maka di ujung yang bergerak waktunya berjalan lambat menurut relativitas khusus Einstein sehingga bisa saja masih di tahun 2008. Sedangkan di ujung yang diam sudah mencapai tahun 2010 karena waktunya bergerak cepat.
    Jadi, dari ujung yang bergerak di tahun 2008 sang penjelajah waktu justru menuju ke masa depan di tahun 2010, sedangkan dari ujung yang diam di tahun 2010 dia akan kembali ke masa lalu di tahun 2008 saat memasuki ujung yang bergerak tadi.

    Demikian kritik dan penjelasan dari saya…Semoga bisa dipahami dan dimaklumi.
    Terima kasih….

  16. Wah, terimakasih banyak atas koreksi dan masukkannya pak! Terutama untuk nomer satu dan nomer dua, untuk yang nomer tiga? Masih butuh diskusi khusus pak, nanti akan saya coba uraikan dulu, mudah-mudahan supaya tidak membingungkan pembaca lain.

    Mungkin bapak punya argumen yang bisa mencerahkan? Trimakasih.

  17. Hm…menurut saya black hole adalah sumber energi terbesar kedua dari bimasakti dan teori Einstein yg mengatakan bahwa suatu benda yg memiliki energi yg tetap berputar cepat pd porosnya akan menghasilkan suatu dimensi waktu dan itu terbukti

  18. Tips cara bikin wormhole ‘sederhana’ :

    step 1, gerakkan/putar partikel (proton misalnya) mendekati lightspeed kemudian ‘ditabrakkan’ dengan partikel lain dengan speed yg sama tapi berlawanan arah. dentuman energi yg dihasilkan akan membuat ‘lubang’ sesaat (energized glimpse blackhole)

    step 2, dengan partikel ketiga (berupa partikel radioaktif yg waktu luruhnya bisa diset) dan partikel keempat (proximity particle) yg juga diputar searah dengan salah satu collided particle tadi, namun dengan momentum berbeda-beda masing2 beberapa nanosecon, diarahkan ke blackhole hasil pada step 1.

    step 3, ledakkan partikel ketiga:… bila waktu luruh partikel ketiga diset 200ms (misalnya), yg memicu reaksi yg menyebabkan dentuman energi (yg pastinya jauh lebih kecil drpada dentuman hasil collission diawal, tp sapa tau aja kondisi dari dalam blackhole lebih rapuh) sebelum partikel tsb mencapai singularity, maka akan terjadi ‘ledakkan kebalikan’ yg membuat dimensi ruang di tempat lain (yg dituju) juga akan berlubang…

    step 4, silahkan lacak partikel proximity tadi melalui gel. radio atau apa lah yg kondisinya standby sejak sebelum tumbukan,, apakah muncul di tujuan dan catat waktu idlenya.

    Diharapkan, proximity particle tsb terlacak dalam waktu beberapa menit, yg berarti percobaan diatas sukses karena wormhole hanya tercipta kurang dari 1 milisecon, tapi berhasil melontarkan partikel lebih jauh dari jarak tempuh cahaya seharusnya.

    perhatian: DON’T TRY THIS AT EARTH…PLZ!!!!!!!!

    πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

  19. wah ssaya cuma mau tau bisa tidak kita membuat worm hole di bumi atau di luar angkasa namun dalam skala yang lebih kecil?
    kalau bisa bagaimana kita bisa mengendalikan destination atau tujuan waktu?
    kalau tidak apakah nanti dimasa depan para manusia akan berusaha mencari bintang netron tsb untuk membuat worm hole yang mungkin bisa menarik seluruh isi galaksi ini karena gravitasinya yang sangat besar?apakah manusia akan sebegitu cerobohnya?
    dan saya mau tau lagi apa ada hubungannya worm hole dengan black hole dan dengan hyperspace?
    tolong dijawab yah mas2 saya tunggu mohon maaf bila saya sangat kurang pengetahuan.

  20. sebenarnya ada penjelasan yg lebih simple mengenai wormhole, misalnya kita melipat kertas hingga dari ujung satu ketemu ujung lainnya, terus kita lobangi maka jadilah wormhole, dengan asumsi ruang waktu sebagai kertas, orang2 kita dahulu nan sakti juga konon bisa membuat wormhole, misalnya dikraton cirebon konon ada semacam portal yg langsung tembus ke cina, wormhole hanya bisa dibuat melalui alam spiritual bukan alam materi artinya jangan pernah berharap bisa membuat wormhole dengan alat2 materi secanggih apapun karena alat2 materi hanya sampai dimensi ketiga belum sampai dimensi ke empat, naaah yg jadi masalah lagi para ilmuwan barat sedikit yg percaya dimensi ke empat :D, solusinya adalah kita sendiri, tuhan menciptakan manusia sebagai secanggih canggih alat, karena otak dan hati kita adalah portal menuju dimensi ke empat .. kalau percaya, inilah yang disebut pertemuan antara fisika dan metafisika, kira2 rekan2 ada gak yang dah sampai kesitu? sebenarnya salah satu tujuan agama adalah menuju yang gaib (metafisika) hingga akhirnya ke maha gaib (tuhan)

  21. komenku koq blom keluar…gpp deh, tapi intinya wormhole bisa dibuat secara efektif apabila teori fisika kita sudah melampaui dimensi ketiga alias beralih ke dimensi keempat, alatnya adalh diri kita sendiri, gak usah pake riset dengat alat2 mahal yg macem2, kan tuhan menciptakan kita sebagai secanggih-canggih alat, dimensi kekempat oleh nenek moyang kita tergambar dalam serat dewa ruci karya sunan kalijaga (mau percaya atau tidak terserah) yang menceritakan beliau bertemu khidir as dan masuk ke ruang dimensi sangat luas, bahkan alam semesta pun bisa masuk, itulah GAMBARAN DIMENSI KEEMPAT JAMAN DAHULU, apabila seseorang mengerti jati dirinya mengenai dimensi keempat maka orang itu akan terbebas dari kekangan ruang dan waktu, dan bisa muncul di dua tempat atau lebih dalam waktu bersamaan, dimensi keempat dalam budaya jawa disebut “roso” atau lebih detilnya “weruh kakangne mbarep adhine wuragil(melihat kakaknya sulung adiknya ragil)” atau byar atau melintas batas ruang dan waktu, oleh karena itu tidak heran orang2 dahulu sakti2 bisa menuju ketempat lain yg jauh dalam satu kedipan mata( ingat kisah nabi sulaiman ketika mengambil singgasana ratu balqis), oleh karena itu.. mulailah meneliti tentang kosmis dari diri kita sendiri, maka kita akan semakin dekat kepada sang pencipta. apabila kita meneliti hanya mengandalkan alat maka kita akan semakin jauh dan menjadi atheis( banyak loh ilmuwan yg atheis) karena sampai sekarang mereka tidak dapat menciptakan alat yg dapat mendeteksi keberadaan tuhan…

  22. soal β€œroso” sepertinya hampir disemua keyakinan suku suku di indonesia ada, bukan hanya jawa. cuman kalo didalami bisa muncul di antah berantah. iya kalo bisa balik, ato lobangnya sama!

  23. walah-walah … sangat sulit trnyata bhs org dewasa .. hehehe . saya msh 2 SMP..
    baca artikel ini, masuk dari kuping kanan,kluar kuping kiri… hahahaha . tapi saya penasaran bgt deh!! mungkin ga ya.. kita nemu wormhole ini dan masuk ke dalamnya,,,??? stelah itu…
    apa ya???

  24. ulasan yang menarik. saya tdk pnya background astro ataupun fisika, tetapi menurut logika saya punya pendapat tentang worm hole, yaitu:

    1. worm hole mungkin saja terjadi karena pelengkungan medan gravitasi di ruang hampa karena massa besar berkepadatan tinggi dengan gravitasi sangat besar, namun bukan berarti pelengkungan ruang hampa itu sendiri.

    2. worm hole boleh jadi sebagai jalan pintas yang lurus dari satu tempat ke tempat lain di alam semesta yang sama, namun itu mungkin terjadi bila benda ataupun cahaya dapat mengatasi medan gravitasi yang melengkung tersebut.

    3. istilah worm hole tidaklah sama dengan istilah black hole, karena black hole selama ini diketahui sebagai keruntuhan massa besar berkepadatan tinggi dengan gravitasi sangat besar menarik benda2 di sekitarnya dan biasanya diketahui sebagai pusat galaksi.

    4.ilustrasi bahwa worm hole terbentuk dari 2 putaran yang saling terhubung rasanya sulit dibuktikan lebih lanjut, karena itu seperti mengatakan black hole pusat galaksi tertentu dengan energi besar terhubung dengan black hole pusat galaksi lain sebagai jalan tembusnya. bagaimana mungkin itu dapat terjadi mengingat pengertian istilah black hole itu sendiri. kecuali yang dibahas mengenai fisika kuantum di mana di dalam atom mungkin terjadi perpindahan tiba2 dari suatu muatan di dalamnya.

    5.suatu loncatan perjalanan nyata bagi individu nyata ke masa lalunya maupun ke masa depannya melalui jalan worm hole hampir mustahil, karena masa lalu, masa sekarang, masa depan dari individu yang sama terbentuk dari “peristiwa nyata” dimana melibatkan semua faktor peristiwa itu yaitu individu2 lain, benda2 lain, yang hampir mustahil dapat di setel sesuai dengan yang telah terjadi. tetapi rekaman flash back ataupun ramalan fore casting tentang masa lalu ataupun masa depan baik dalam memori alam semesta, individu, maupun melalui media elektronik memang dapat terjadi.

    6.ruang dan waktu memang tidak terpisah, karena selama masih ada keberadaan kondisi bersyarat maka terdapat waktu yang tidak pernah berhenti, tidak berulang, tidak berbelok.

    7.maka worm hole lebih tepat bila dikatakan sebagai jalan pintas lurus di dalam ruang hampa yang sama, sebagai alas setengah busur medan magnetik gravitasi, dengan catatan di dalam worm hole pun relativitas kecepatan waktu dari benda itu terhadap kecepatan waktu benda2 lain tetap bergantung pada kecepatan pergerakan benda itu sendiri terhadap benda lain. dengan kata lain waktu menjadi relatif bukan dalam hal indvidu dapat kembali ke masa lalu atau muncul ke masa depanya, namun waktu menjadi relatif bergantung pada kecepatan pergerakan benda itu sendiri terhadap sekitarnya.

    8.mengenai peristiwa2 spiritual tentang perpindahan seketika ke tempat lain dalam “waktu sekarang”, adalah sangat mungkin terjadi, namun itu lebih tepat dikategorikan ke dalam peristiwa metafisika, karenanya bila ditelusuri menggunakan fisika tampaknya sulit untuk dijelaskan. misteri alam semesta tampaknya lebih mudah terlihat secara keseluruhan bila para ilmuwan mulai menyadari bahwa alam semesta tidak hanya terdiri dari hukum fisika tetapi juga dengan dilengkapinya “potongan teka-teki yang hilang’ yaitu hukum metafisika.

    (terima kasih.)_tentunya ini masih merupakan logika berdasar pengetahuan yang ada untuk saat ini, yang mungkin saja berubah seiring penemuan2 baru kedepannya oleh para ahli.

  25. Waah.. mnarik skali penjelasannya..
    saya dr Stargazer SMA 3 Semarang, klub astronominya SMA 3

    saya ada pertanyaan..
    Apa klo kita memaksakan wormhole ngga merusak keseimbangan alam semesta?

    thx.

  26. wah saya semakin tertarik sama astronomi, tapi saya juga semakin tidak mengerti.

    saya mau bertanya, saat disebut ruang dan waktu terlipat dan terbentuk 2 buah mulut wormhole yang dihubungkan satu leher wormhole karena massa dan gravitasi suatu objek, bagaimana leher wormhole itu bisa menjadi sebuah lubang, sedangkan untuk membuat lubang itu dibutuhkan suatu objek yang (istilahnya menurut saya menusuk dan membuat lubang) itu? bukannya seharusnya objek yang menusuk itu tertinggal di tengah tengah leher worm hole itu?

    dan satu lagi leher wormhole itu terbentuk dimana? jika kedua mulut terbentuk di semesta kita sekarang maka dalam penjelasan gambar ada suatu wilayah kosong yang dilalui wormhole itu? saya masih tidak mengerti

    maaf kalo banyak tanya, tapi mohon bantuannya

    saya tertarik sekali dengan teori2 seperti ini, walaupun saya awam ^_^ terimakasih

  27. kalau penjelasannya seperti itu maka wormhole dari sisi agama (islam) kurang lebih sama dengan mi’roj (arti harfiahnya adalah tangga, atau alat untuk naik, bentuk jamaknya adalah ma’arij)…digambarkan dalam al-qur’an (QS 70 ayat 3-4) bahwa malaikat dan ruh naik ke langit ( tentu saja melewati mi’roj) dalam satu hari sama dg 50.000 th…artinya setidaknya dg lewat mi’roj itu akan menghemat waktu…ini mungkin jalan yg ditempuh rosululloh saw dan jibril as ke naik ke langit sampai ke sdrotul-muntaha dalam peristiwa isro’-mi’roj yg ditempuh dalam satu malam…kalau benar wormhole itu adalah mi’roj maka wormhole itu pasti ada dan itu tidak hanya satu tapi banyak karena dikatakan dalam al-qur’an dalan bentuk jamak (ma’arij)…hanya saja kita tidak tahu keberadaaanya bagaimana…tapi memungkinkan untuk ditemukan…kalau ini ditemukan saya yakin perjalanan antar bintang, antar galaksi, dan ke langit adalah mungkin….tapi kebanyakan kita memahami mi’roj semata sebagai nama bagi perjalanan rosululloh saw ke langit ke tujuh hingga ke sidrotul-muntaha, tidak dimaknai sebagai sarana untuk naik ke langit sebagaimana makna bahasanya

  28. wahh..
    tlat nch..
    udh rme..

    kalo begitu, kbradaan wormhole hanya akan merusak kestabilan dibumi. dam juga melanggar apa yang telah menjadi aturan tuhan . karena teori ini menurut saya merupkan sistem yang memiliki kelemahan dan belum ada pembuktian ilmiah. apalagi wormhole membutuhkan syarat keterbentukan yang rumit dan mustahil terjadi dibumi. dan tidak adanya referensi yang terpecaya, kecuali yang menjelaskan einsten sendiri. he he
    kalau boleh , saya ingin nanya, jika wormhole membutuhkan massa yang besar dengan luas permukaan yang kecil, jika manusia atau benda bumi mencoba melewati wormhole, apakah wormhole tidak “menerima” untuk dilalui ?
    karena massa benda bumi yang tidak sesuai ?
    atau akan memisahkan atom atom penyusun benda yang mencoba melewatinya ?

  29. Menurut saya dengan ditemukannya warmhole tidak akan merusak kestabilan alam ini namun apabila warmhole itu sendiri hanya sebagai lorong antar waktu yang sama. Dengan mencari keberadaan wormhole dan apabila menemukan keberadaannya tidak melanggar hukum Tuhan karena dalam Al-Qur’an surat Ar-rohman ayat 33 dijelaskan bahwa “Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)

  30. Menurut saya, time travel adalah tidak masuk akal. Kalau hanya sekedar waktu lebih lambat atau lebih cepat itu sangat masuk akal. Jadi maksimum waktu lambat/cepat paling berbentuk limit. Mendekati 0 atau mendekati tak terhingga.

    Tapi aku tidak tahu apakah sang ilmuwan kenapa bisa mempunyai hitungan waktu mundur? soalnya perdebatan ini bahkan sudah meluas hingga kepada teori big bang dan hipotesa adanya big crunch yang mengakibatkan waktu berjalan mundur dan semuanya kembali ke zero. Tentang hal ini, menurut saya waktu tidak pernah mundur, tetap aja maju, tapi makin sempit. Namanya juga crunching… (IMHO loh)

  31. Masyaallah..
    Pjelasn yg nge-jlimet tp bkin penasaran..
    Insyaallah.. Smua ni ad jwbnny di Al Qur’an..
    Allahu Akbar.

  32. Saya membayangkan kalau gravitasi matahari mampu membelok kan cahaya.
    Katai putih atau bintang neutron mungkin membuat cahaya tampak seperti komet yang akan kembali lagi secara periodik ( perlu dikaji lagi apakah dibelokkan 180 derajat atau kurang ).
    Saya belum pernah membaca ulasan tentang hal ini. Seorang pengamat di bumi melihat cahaya yang menjauhi (merah) dan mendekati (putih) pengamat yang sumber cahayanya satu.
    Kemudian yang paling ekstrim adalah blackhole, seluruh cahaya,dan waktu akan ditelannya dan terperangkap selamanya. Bagaimana nasib ruang?. Ruang juga akan akan habis ditelan dengan putusnya jaring jaring euclid. kalau ini yang terjadi, dimana lagi tempat wormhole berada?

  33. Saya kurang lebih setuju dengan komentar M4stono. Saya juga mau ikut komentar nih…. bahwa penelitian yang dilakukan fisikawan dunia barat dengan logika dan teori fisika menggunakan alat2 materi canggih hanya membuktikan dengan jelas kebenaran Al-Qur’an dan Islam. Al-Qur’an telah menyebutkan dalam surat Al-Asr (1-3) bahwa Demi Masa (waktu), Sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang2 yang beriman dan mengerjakan kebajikan………..
    Disini Allah SWT sudah memperingatkan demi waktu jika tidak digunakan sebaik2nya maka manusia akan rugi.
    Kenapa waktu begitu istimewa hingga Allah bersumpah demi waktu?waktu didunia fisik (manusia) dengan waktu dunia ghaib jauh berbeda. Dunia kita lebih lambat dan dunia ghaib itu cepat. Terkait dengan lorong waktu atau worm hole atau black hole menurut saya memang ada. Hanya manusia yang dekat dengan Tuhannya yang memiliki kemampuan untuk menembus ruang waktu dan dimensi. Seperti orang2 sakti jaman dahulu atau para wali dan ulama, mereka sudah berada dalam tahap kasap hingga mampu menembus alam ghaib.
    Peristiwa Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW adalah pelajaran penting bagaimana Islam mengajarkan keberadaan dimensi waktu ini, 1 tahun disini bisa berarti ribuan tahun disana. Namun, ironisnya makin banyak penemuan dan hasil penelitian yang mampu membuktikan bahwa yang ghaib itu ada malah tidak membuat ilmuwan2 asing tersebut beriman.

    Maha Suci Allah dengan segala firman-Nya.

  34. Wormhole adalah mungkin Tapi Lorong waktu itu adalah OMONG KOSONG. dulu saya memang percaya dgn adanya lorong waktu, tp sekarang Tidak lagi. Logikanya adalah : Teori lorong waktu mengakui adanya masa depan yg ‘telah’ berjalan dan masa lalu yang ‘masih’ berjalan, sebagaimana masa sekarang yang ‘sedang’ berjalan. JIKA mesin/alat lorong waktu telah / pernah ditemukan pada masa kini atau masa depan maka SEHARUSNYA kita pernah DIKUNJUNGI oleh manusia Masa Depan yg menggunakan alat tsb… Dan tidak ada fakta spt itu..
    Kalau wormhole utk perpindahan tempat secara lebih cepat, itu sangat dimungkinkan. Demikian pendapat saya

  35. hebat seklai wormhole tetapi saya tidak mengerti kalo misalnya kita masuk ke wormhole kan susah keluarnya dan gk tau kapan tpi kata guru aku keluar di white hole white hole itu apa sih?

  36. Semua yang komentar (sota). Hasil copas.
    Apalagi yang bawa” alam gaib. Itu pasti orang indonesia. Artikel ini sebelum diposting di web ini sudah melewati ratusan bahkan ribuan web hasil copas copes.
    Tidak mudah bagi para ahli menegeluarkan teori ini (tidak semudah menaik turunkan harga bawang). Sangat sulit.
    Intinya perjalanan waktu itu adalah nyata. Namun apapun yang dilakukan sipenjelajah waktu di masa lalu, tidak akan merubah sejarah yang telah tercipta, namun akan menjadi bagian sejarah yang telah terjadi.
    Misalkan saya berkelana ke tahun 4000 SM, membawa handphone dan mengadiahkannya kepada Firaun. Maka handphone itu tidak akan mempengaruhi sejarah yang sudah terjadi. Sebab handphone yang saya hadiahkan itu mungkin saja dikubur bersama firaun dan akan ditemukan jika digali lagi makamnya dijaman sekarang.
    Jadi apapun yang kita lakukan terhadap masa lampau melalui time traveling tidak akan merubah sejarah yang telah terjadi namun “memang” merupakan bagian penggalan sejarah yang harus terjadi.

  37. numpang nanya mas yang isinya kurang lebih begini:
    setelah “big bang”, ada yang mengatakan bahwa bentuk “universe” kita itu seperti kerucut yang terus berekspansi dengan segala isinya (bintang, planet, etc). salah satu isinya adalah riak-riak/gelombang gravitasi yang ikut bergerak tapi terus melemah.
    pada saat gelombang kejut/riak-riak gravitasi itu masih kuat sesaat setelah “big bang”, mungkinkah kedua gelombang/riak-riak gravitasi (atas dan bawah)itu bertemu (karena universe kita yang berbentuk kerucut) lalu tercipta sebuah “wormhole”?

    mohon pencerahannya, karena habis nonton “Interstellar” endas saya jadi kemebul
    terima kasih

  38. kagum dengan segala hal yg telah Tuhan ciptakan di semesta ini…..kagum dengan hal2 yg belum(gak) bisa saya mengerti. Wowww deh pokoknya.
    Hmmmmmm…. jadi gak sabar ketemu sama Tuhan sang pencipta, mau nanyain tentang segala hal yg membuat saya terhetan heran…

    Entah akan cukupkah RAM otak saya ini untuk mengetahui segala hal mengenai alam semesta ini….hehehehehe

    Salam..dari saya, Talita Rumengan yg curious ini…wahai para nerdy internet users :p :)))

Tulis komentar dan diskusi...