2 Januari: Sudahkah Anda Melayang Hari ini?

“Kabar” itu sudah merajalela sejak Desember kemarin. Dikabarkan, pada 2 Januari 2016 Tarikh Umum (TU) pukul 08:32 waktu Pasifik (alias pukul 23:32 WIB), gravitasi Bumi akan sedikit melemah. Sehingga andaikata kita melompat tinggi ke udara, butuh waktu lumayan lama sebelum kaki kita kembali menjejak tanah. Dengan kata lain, kita bisa melayang (!).

Hidup Singkat Philae, 60 Jam di Inti Komet

Drama tujuh jam itu akhirnya berakhir (separuh) bahagia. Setelah berharap-harap cemas semenjak robot pendarat Philae melepaskan diri dan melayang pelan dari wahana takberawak Rosetta, para pengendali misi di pusat operasi European Space Agency (ESA) di Darmstadt (Jerman) bersorak gembira dalam suasana emosional. Badan antariksa gabungan negara-negara Eropa tersebut secara resmi menyatakan bahwa pada Rabu 12 November 2014 pukul 23:08 WIB robot Philae telah berlabuh dengan selamat di tanah intikomet Churyumov-Gerasimenko.

Mengamati Komet Siding-Spring dari Imah Noong

Peristiwa langka itu pun terjadilah. Komet Siding-Spring (C/2013 A1) akhirnya lewat juga di titik terdekatnya ke planet Mars pada Senin dinihari 20 Oktober 2014 Tarikh Umum (TU) waktu Indonesia. Observasi dari sekujur penjuru Bumi selama hari-hari menjelang peristiwa langka ini secara substansial telah menambahkan jumlah data posisi komet. Sehingga orbit komet dapat diperhitungkan dengan tingkat ketelitian jauh lebih baik. Sebagai implikasinya waktu saat sang komet tiba di titik terdekatnya ke planet merah pun sedikit mengalami revisi dari semula pukul 01:29 WIB menjadi 01:27 WIB atau dua menit lebih awal. Tak pelak, citra demi citra duet komet Siding-Spring dan planet Mars dari berbagai observatorium atau titik pengamatan di sekujur penjuru Bumi pun segera membanjiri linimasa media sosial.

Mengedari Busa Padat Kosmik, Jelang Rosetta Mendarat di Komet Churyumov-Gerasimenko

Setelah lebih dari sepuluh tahun melanglang buana mengarungi angkasa akhirnya Rosetta pun tiba di lingkungan komet Churyumov-Gerasimenko, benda langit yang menjadi tujuan utamanya, pada 6 Agustus 2014 lalu. Inilah kulminasi bagi wahana antariksa penyelidik komet yang diorbitkan badan antariksa (gabungan negara-negara) Eropa atau European Space Agency (ESA) pada 2 Maret 2004 silam menggunakan roket jumbo Ariane 5G dari landasan peluncuran Kourou (Guyana Perancis).

Gerhana Bulan Total, Pemanasan Global dan Letusan Gunung Berapi

Gerhana Bulan Total 15 April 2014 usai sudah. Citra-citra mengagumkan dan eksotis Bulan dalam setiap tahap gerhananya mulai muncul dari berbagai tempat. Indonesia, khususnya bagian timur sejatinya pun tercakup ke dalam wilayah gerhana pada zona umbra yang sama dengan Jepang dan Australia (sebagian), yang sama-sama berada di pesisir Samudera Pasifik bagian barat. Yakni sama-sama meski hanya mengalami separuh tahap gerhana karena sisanya telah terjadi sebelum Bulan terbit.

Melacak Jejak Apollo 11 di Bulan

Apollo 11 adalah ikon dari pendaratan manusia di Bulan yang fenomenal. Nama Neil Armstrong dan Edwin Aldrin, sepasang astronot Apollo 11 yang mendapat tugas mendarat di Bulan, pun melambung tinggi meski sejatinya masih terdapat 10 astronot lainnya yang juga pernah melangkahkan kaki di permukaan satelit alamiah Bumi itu. Popularitas itu terus bertahan hingga bertahun kemudian, bahkan setelah Armstrong berpulang pada 2012 silam.

2014 AA dan Asteroid yang Terdeteksi Sebelum Mencium Bumi

Asteroid 2014 AA (diameter ~3 meter, massa ~38 ton) telah musnah di atas Samudera Atlantik pada Kamis 2 Januari 2014 sekitar pukul 11:00 WIB lalu tatkala mengalami peristiwa airburst, yakni pelepasan hampir seluruh energi kinetik yang diembannya setelah berjuang keras menembus selubung atmosfer Bumi hingga berkeping-keping untuk kemudian terdeselerasi secara mendadak.