Fenomena Langit Bulan Agustus 2021

Bulan agustus jadi saat terbaik untuk mengamati Jupiter dan Saturnus dan tentu saja hujan meteor Perseid. Kala senja, ada Venus, Mars dan akhirnya Merkurius yang menyusul muncul di ufuk barat.

Jupiter dan Saturnus yang dipotret oleh Jefferson Teng dari Bandar Lampung. Kredit: Jeff Teng
Jupiter dan Saturnus yang dipotret oleh Jefferson Teng dari Bandar Lampung. Kredit: Jefferson Teng

Planet

Merkurius. Di awal Agustus, Merkurius berkonjungsi dengan Matahari dan tidak akan tampak bagi pengamat. Planet terdekat dengan Matahari ini tenggelam dalam cahaya sang Surya. Baru pertengahan Agustus, planet ini akan tampak muncul di ufuk barat setelah Matahari terbenam,terus menanjak naik dan berpapasan dengan Mars. 

Merkurius bisa diamati mulai pertengahan Agustus bergerak dari rasi Leo ke Virgo.

Venus, dan Mars. Si Bintang Kejora dan Planet Merah bisa diamati setelah Matahari terbenam.  Selama bulan Agustus, kedua planet berada di rasi Cancer dan bergerak ke Leo si singa. Sepanjang bulan Agustus Venus terus menanjak naik di barat sedangkan Mars perlahan turun ke ufuk barat. Pada pertengahan Agustus, kedua planet berpapasan dengan Bulan secara berurutan.

Venus bisa diamati bersama Mars di rasi leo di bulan Agustus namun bintang kejora terus bergerak ke Virgo. Sementara itu Mars tetap berada di Leo sampai akhir Agustus. 

Jupiter & Saturnus. Duo planet raksasa ini masih menemani pengamat sampai fajar menyingsing. Di bulan Agustus, Jupiter dan Saturnus berada pada titik oposisinya dan merupakan waktu terbaik untuk diamati. Saturnus akan terlebih dahulu beroposisi di awal Agustus dan terbit di timur saat Matahari terbenam di ufuk barat. Pertengahan Agustus, giliran Jupiter yang berada pada titik oposisi dan terbit kala Matahari terbenam. Kedua planet ini juga akan berjumpa dengan Bulan di minggu ketiga Agustus. 

Di sepanjang bulan Agustus, Jupiter bisa diamati di rasi Aquarius dan terus bergerak ke rasi Capricornus. Sementara itu si planet cincin Saturnus berada di Capricornus selama bulan Agustus. 

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut. Uranus bisa diamati tengah malam di rasi Aries sedangkan Neptunus mulai tampak jelang tengah malam di rasi Aquarius dan terus bergeser ke timur dan terbit satu jam setelah Matahari terbenam di penghujung Agustus.  Keduanya bisa diamati sampai fajar menyingsing.

Bulan

Fase Bulan selama Agustus 2021. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan
Fase Bulan selama Agustus 2021. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

2 Agustus.  Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 404.410 km

8 Agustus. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

15 Agustus. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

17 Agustus. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 369.124 km.

22 Agustus. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

30 Agustus.  Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 404.100 km

30 Agustus. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

Hujan Meteor

12-13 Agustus – Hujan Meteor Perseid

Hujan meteor Perseid tanggal 12 Agustus 2021 pukul 03:00 WIB. Kredit: Stellarium
Hujan meteor Perseid tanggal 12 Agustus 2021 pukul 03:00 WIB. Kredit: Stellarium


Dimulai tanggal 17 Juli – 24 Agustus, hujan meteor Perseid yang berasal dari debu komet Swift-Tuttle tersebut akan mencapai puncak tanggal 12 Agustus. Di malam puncak diperkirakan 100 meteor akan melintas setiap jam dan tampak datang dari rasi Perseus. Untuk lokasi pengamatan yang bebas polusi cahaya, pengamat bisa menyaksikan setidaknya 50-75 meteor setiap jam. 

Rasi Perseus baru terbit tengah malam yakni pukul 00:18 WIB dari arah timur laut. Bulan kuartir terakhir yang baru terbit tengah malam beriringan dengan rasi Perseus akan menjadi faktor polusi cahaya utama dalam berburu meteor. 

Peristiwa

1 Agustus — Konjungsi Superior Merkurius

Konjungsi superior Merkurius. Kredit: langitselatan
Konjungsi superior Merkurius. Kredit: langitselatan

Merkurius akan berpapasan dekat dengan Matahari di langit sehingga planet ini menghilang dan tidak akan tampak bagi pengamat di Bumi. Pada saat konjungsi superior, Matahari berada di antara Merkurius dan Bumi, dan hanya terpisah 1,6°dari Matahari.

Ketika Merkurius sedang berada pada posisi terjauhnya dari Bumi, ia akan berada pada jarak 1,34 AU dari Bumi. Jika Merkurius bisa diamati, maka planet ini sangat redup dengan diameter piringan 5 detik busur.

Peristiwa konjungsi superior Merkurius menandai akhir kenampakan planet ini kala fajar dan mulai bertransisi untuk hadir kala senja dalam beberapa minggu lagi.

2 Agustus – Oposisi Saturnus

Saturnus saat oposisi akan terbit saat Matahari terbenam dan terbenam saat Matahari terbit. Saturnus pada tanggal 2 Agustus pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium.
Saturnus saat oposisi akan terbit saat Matahari terbenam dan terbenam saat Matahari terbit. Saturnus pada tanggal 2 Agustus pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium.

Planet yang cincinnya tampak indah itu akan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi tanggal 2 Agustus. Saat oposisi, Saturnus akan berada pada jarak 8,94 AU dengan diameter piringan 18,6 detik busur.

Jadi jangan lewatkan! Saturnus akan tampak lebih terang dibanding waktu lainnya dengan kecerlangan 0,2 magnitudo. Gunakan teleskop dan kameramu untuk memotret planet cincin ini. Cincin Saturnus akan tampak miring 18º terhadap arah pandang pengamat.

Bagi pengamat di Bumi, Saturnus bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai fajar. 

10 Agustus — Bulan — Mars

Pasangan Bulan Mars tanggal 10 Agustus 2021 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Mars tanggal 10 Agustus 2021 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan sabit tipis berpasangan dengan Mars di ufuk barat setelah Matahari terbenam. Bulan berada 4,2º di utara Mars dan keduanya berada pada ketinggian 14º saat Matahari terbenam. Pasangan Bulan dan Mars bisa diamati sampai pukul 19:02 WIB saat Mars terbenam dan disusul Bulan pada pukul 19:28 WIB. 

11 Agustus — Bulan — Venus

Pasangan Bulan dan Venus tanggal 11 Agustus 2021 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Venus tanggal 11 Agustus 2021 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan sabit tipis berpasangan dengan Venus di ufuk barat setelah Matahari terbenam. Bulan berada 4,2º di utara Venus dan keduanya berada pada ketinggian 30º saat Matahari terbenam. Pasangan Bulan dan Venus bisa diamati sampai pukul 20:07 WIB saat Venus terbenam dan disusul Bulan pada pukul 20:19 WIB. 

19 Agustus — Merkurius — Mars

Pasangan Merkurius dan Mars tanggal 19 Agustus 2021 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Merkurius dan Mars tanggal 19 Agustus 2021 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Merkurius dan Mars berpasangan di langit senja hanya terpisah 0,06º! Saat Matahari terbenam, pasangan planet ini berada pada ketinggian kurang dari 10º di ufuk barat, sehingga tidak mudah diamati. Keduanya hanya bisa diamati sekitar satu jam setelah Matahari terbenam. Mars terbenam pukul 18:51 WIB disusul Merkurius 2 menit kemudian.

20 Agustus – Oposisi Jupiter

Jupiter saat oposisi akan terbit saat Matahari terbenam dan terbenam saat Matahari terbit. Jupiter pada tanggal 20 Agustus pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium.
Jupiter saat oposisi akan terbit saat Matahari terbenam dan terbenam saat Matahari terbit. Jupiter pada tanggal 20 Agustus pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium.

Planet terbesar di Tata Surya akan berada pada posisi terdekat dengan Bumi dan tampak sangat terang di langit malam. Saat oposisi, Jupiter akan berada pada jarak 4,01 AU dengan diameter piringan 48 detik busur. Para pengamat bisa menikmati kehadiran Jupiter di rasi Sagittarius dengan kecerlangan -2,9 magnitudo sejak Matahari terbenam sampai fajar menyingsing. Pengamat juga bisa mengamati satelit-satelit galilean yang mengitari planet raksasa tersebut.

Bagi pengamat di Bumi, Jupiter bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai fajar. 

21 Agustus — Bulan — Saturnus

Pasangan Bulan dan Saturnus tanggal 21 Agustus 2021 pukul 03:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Saturnus tanggal 21 Agustus 2021 pukul 03:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan dan Saturnus berpasangan sejak Matahari terbenam sampai jelang fajar menyingsing. Saat Matahari terbenam, Bulan dan Saturnus berada pada ketinggian 23º di atas horison timur. Bulan berada 3,7º di selatan Saturnus dan keduanya akan berada pada titik tertinggi di langit pada pukul 22:36 WIB dengan ketinggian 70º. Keduanya bisa diamati sampai jelang fajar saat Bulan dan Saturnus perlahan menuju ufuk barat dan terbenam. Saturnus terbenam lebih dahulu pukul 04:46 WIB disusul Bulan pukul 04:48 WIB. 

22 Agustus — Bulan — Jupiter

Pasangan Bulan dan Jupiter tanggal 22 Agustus 2021 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Jupiter tanggal 22 Agustus 2021 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium

Sehari kemudian, giliran Bulan dan Jupiter yang berpasangan dan hanya terpisah 3,9º. Pasangan Bulan dan Jupiter bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai fajar menyingsing. Jupiter dan Bulan bisa diamati pada ketinggian 7º di atas horison timur saat keduanya muncul dari balik pendar senja. Pasangan ini akan mencapai ketinggian maksimum 83º pada pukul 23:45 WIB dan terbenam beriringan didahului Bulan pada pukul 05:41 WIB disusul Jupiter 11 menit kemudian. 

Rasi Bintang & Bima Sakti

Awal Agustus menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan menuju fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati setelah Matahari terbenam, membentang dari Timur Laut ke Barat Daya.

Setelah Matahari terbenam, adaArcturus di rasi Bootes, Antares di Scorpius, Spica di rasi Virgo, Vega di rasi Lyra, Rigel Kentaurus dan Hadar di Centaurus, rasi Crux, Altair di rasi Aquila, dan Deneb di rasi Cygnus, yang bisa diamati sampai tengah malam.

Jelang tengah malam sampai jelang fajar, pengamat bisa mengamati , Archernar di rasi Eridani, Rigel dan Betelgeuse di rasi Orion, Aldebaran di rasi Taurus, Canopus di rasi Carina, Sirius di rasi Canis Major, Procyon di rasi Canis Minor, dan Capella di rasi Auriga.

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan. 

Peta Bintang 1 Agustus 2021

Peta Bintang 15 Agustus 2021

Kampanye Langit Gelap

1 — 8 Agustus & 29 — 31 Agustus — Kampanye Globe At Night

Di bulan Agustus,Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 1 – 8 Agustus dan 29 – 31 Agustus.  Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk kampanye bulan Agustus, para pengamat di belahan utara diajak mengamatirasi Cygnus, sementara pengamat di belahan selatan mengamatirasi Scorpius si Kalajengking pada tanggal tanggal 1 – 9 Agustus dan rasi Sagittarius tanggal 29 -31 Agustus . Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

6 Agustus — Malam Langit Gelap

Peta Bintang 6 Agustus 2021 pukul 20:30 WIB. Kredit: Stellarium
Peta Bintang 6 Agustus 2021 pukul 20:30 WIB. Kredit: Stellarium

Malam Langit Gelap dilaksanakan pada Hari Keantariksaan 6 Agustus. Masyarakat diajak untuk mematikan lampu luar pada pukul 20:00 WIB – 21:00 WIB dan melihat ke langit. Nikmati perbedaan pengamatan langit malam dengan dan tanpa lampu artifisial, tapi tanpa cahaya Bulan.

Bulan sedang menuju fase Bulan baru, dan terbit jelang fajar. Selain Venus dan Mars di ufuk barat, pengamat bisa menikmati kehadiran duo planet jovian sepanjang malam.

Clear Sky!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...