Teleskop Untuk Semua: 17 Teleskop Untuk 17 Negara

Kelompok Studi ANDROMEDA dari Universitas Ahmad Dahlan menjadi salah satu penerima teleskop dari Program Teleskop Untuk Semua yang dilaksanakan oleh IAU.

Pengamatan di Nikaragua. Kredit: IAU100/SSVI
Pengamatan di Nikaragua. Kredit: IAU100/SSVI

Program Telescopes4all atau Teleskop Untuk Semua telah berakhir, dan 17 komunitas dari 17 negara telah terpilih untuk menerima teleskop dengan tanda tangan astronaut dan pemenang Nobel. Salah satunya adalah komunitas dari Indonesia.

Ke-17 teleskop yang dibagikan pada 17 komunitas tersebut akan didiistribusikan oleh Telescopes for All: Inspiring Stars & Stars Shine for Everyone Collaboration. Program Teleskop Untuk Semua merupakan hasil kolaborasi dari Stars Shine for Everyone  (Sterren Schitteren voor Iedereen, SSVI) dan Universe Awareness/Universitas Leiden. Tujuan program ini untuk memperluas wawasan anak, orang tua, dan pendidik terkait ketertarikan pada sains, serta untuk memperomosikan bahwa setiap anak punya kesempatan yang sama untuk berkarir di astronomi.

Teleskop Untuk Semua dilaksanakan untuk meneruskan kolaborasi yang terjadi salam Perayaan 100 Tahun IAU. Dalam pelaksanaan program Teleskop Untuk Semua 2020, pihak IAU menerima 172 aplikasi esai yang didukung oleh Koordinator Nasional Penjangkauan Publik IAU dari 34 negara. Dari seluruh proposal yang diajukan, akhirnya terpilih 17 komunitas dari 17 negara yang berhak menerima teleskop tersebut.

Ke-17 teleskop tersebut akan dibawa untuk mengunjungi anak-anak di daerah pedesaan Kamerun dan Tunisia, migran dan pengungsi di Spanyol, serta anak-anak tunarungu dan tunanetra di Indonesia dan Nepal.

Sri Noworini,S.Pd membantu pemandu untuk meneterjemahkan ke bahasa isyarat. Kredit: Pusat Studi Astronomi Ahmad Dahlan
Sri Noworini,S.Pd membantu pemandu untuk meneterjemahkan ke bahasa isyarat. Kredit: Pusat Studi Astronomi Ahmad Dahlan

Dari Indonesia, Kelompok Studi Andromeda dari Universitas Akhmad Dahlan berhasil menjadi salah satu penerima teleskop. Kelompok Studi Andromeda mengajukan program teleskop sebagai media pembelajaran bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunarungu Bantul.

Sebelumnya, Kelompok Studi Andromeda pernah bekerja sama dengan SLB Tunarungu Bantul dan menemukan tantangan minimnya bahasa isyarat untuk kosa kata sains khususnya astronomi. Karena itu, diharapkan dengan kehadiran teleskop ini, interaksi dengan siswa tunarungu dapat membantu dalam menyusun kosa kata astronomi dengan bahasa isyarat.
Penerima ke-17 teleskop tersebut adalah:

  • Telescopes for All in the heart of Argentina, Villa Mercedes Astronomy Club, Argentina
  • Proyek Seichu-Jurá, Sociedade de Astronomia do Maranhão, Brasil
  • Making Space for All (MASA), The Astronomical Society of Brunei Darussalam, Brunei
  • Telescopes for All in Cameroon, Bilingual Secondary School, Kamerun
  • A Telescope for the Mangilaluk School in Tuktoyaktuk, Kanada
  • Telescopes for All in Chile, “Hermanos Carrera” School, Angol, Los Lagos Region, Chili
  • Telescopes for All in the Dominican Republic, ASTRODOM, Republik Dominika
  • Telescopes for All in Haiti, Haiti, Groupe Astro-Jeunes-Ado, Haiti
  • The Universe for Everyone, Andromeda, Ahmad Dahlan University, Indonesia
  • Astronomy is Open to Everyone, Asif n Ait Bounouh Association for Culture and Awareness, Maroko
  • Telescopes for All in Nepal, Blind Rocks!, Nepal
  • Telescopes for All in Panama, Panama Rainforest Discovery Center, Panama
  • Mirando al Cielo, Paraguai
  • Telescopes for All in Peru, Huaycán Cultural, Peru
  • Socio-educative support for migrant and refugee children, Spanyol
  • Telescopes for All in Tunisia, Enfidha Astronomy Club, Tunisia
  • Astronomy for All, Saigon Astrokids (SAK), Vietnam

Dikarenakan kemunculan wabah Covid-19, teleskop yang dikirim akan menyertakan kamera dijital sehingga pelaksanaan program pengamatan bisa dilakukan dengan aman dengan metode daring sampai saat wabah berakhir dan pertemuan secara langsung bisa dilaksanakan.

Selamat untuk Kelompok Studi Andromeda!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.