Perayaan Satu Abad di Bawah Langit yang Sama

Tahun 2019, International Astronomical Union (IAU) memperingati hari jadi ke-100 (IAU100) dan terobosan astronomi dalam sains, teknologi dan budaya selama satu abad terakhir. Perayaan selama satu tahun ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya astronomi sebagai sarana pendidikan, pembangunan dan diplomasi.

Pengamatan Matahari di SMKN 1 Maba dengan teleskop You Are Galileo. Kredit: Fikry Maulana / langitselatan
Pengamatan Matahari di SMKN 1 Maba dengan teleskop You Are Galileo. Kredit: Fikry Maulana / langitselatan

Persiapan perayaan satu abad IAU100 sudah dimulai sejak 2018 bersama lebih dari 100 Komite Nasional IAU100 dari berbagai negara di dunia. Sampai saat ini, sudah 700 kegiatan yang terdaftar untuk dilaksanakan di 72 negara.

Perayaan IAU100 akan dimulai dengan kegiatan star party global, 100 Jam Astronomi yang berlangsung dari tanggal 10 – 13 Januari 2019. Selama empat hari tiga malam, para astronom amatir, astronom profesional, penggemar astronomi, dan seluruh masyarakat umum diajak untuk berbagi cerita dan pengetahuan terkait astronomi. Sampai saat ini, lebih dari 250 kegiatan telah didaftarkan untuk dilaksanakan di 50 negara. Semua komunitas bisa ikut ambil bagian dalam upaya memperkenalkan astronomi pada masyarakat.

Pada tahun 2019, momen kolaborasi komunitas astronomi untuk merayakan peletakkan dasar IAU akan dilaksanakan dalam acara International Astronomical Union 1919-2019: 100 Tahun di Bawah Langit yang Sama  yang dilaksanakan taggal 11 – 12 Aril 2019, di Palace of the Academies, Brussels, Belgia. Upacara perayaan 100 Tahun IAU akan dihadiri ratusan partisipan dari berbagai negara. Di antaranya adalah ilmuwan terkemuka, pejabat, pelaku industri, pengambil kebijakan, dan para peneliti muda. Pertemuan ini dihadiri juga oleh pemenang nobel Ben Feringa dan Brian Schmidt, astronaut Chiaki Mukai (JAXA) dan John Grunsfeld (NASA), Direktur Utama Penelitian dan Inovasi Komisi Eropa, Jean-Eric Paquet, dan kritikus sastra dan budaya Maria Popova.

Pada tahun 2019, perayaan IAU100 akan meingkupi beragam kegiatan yang dibuat untuk menginspirasi masyarakat sekaligus untuk mengimplementasikan Tema IAU100. Proyek global seperti Pameran Perjalanan Melintasi Alam Semesta, membuka kesempatan pada komunitas global untuk melaksanakan pameran dengan penyesuaian konten sesuai anggaran pelaksana. Di Sekolah Einstein (di bawah Tema: 100 Tahun Relativitas Umum: Gerhana) atau Sekolah Terbuka Astronomi (dalam tema Astronomi untuk Pendidikan), para guru akan memeroleh dukungan kreatif yang terstruktur untuk memperkenalkan astronomi atau sains pada siswa. Program lainnya seperti Bintang Penginspirasi (Astronomi Inklusif) atau Dark Skies for All ( Sumber Daya Alam dan Warisan Budaya Astronomi), masyarakat global akan diajak untuk terlibat dalam berbagai program yang mempersatukan seluruh komunitas astronomi “di Bawah Langit yang Sama”

Di Indonesia, beragam kegiatan juga akan dilaksanakan untuk merayakan IAU100. Pada tahun 2018, Observatorium Bosscha merayakan 90 Tahun Teleskop Zeiss yang sudah berkontribusi pada perkembangan astronomi di Indonesia sejak 1928. Berbagai kegiatan juga akan dilaksanakan pada tahun 2019 oleh institusi astronomi maupun komunitas astronomi yang tersebar di seluruh Indonesia. Mengawali tahun 2019, untuk 100 Jam akan ada Galaxy Day dan Planetarium Show di Bandung, NASE Mini Workshop di Surabaya, Semesta Kita Semua di Yogyakarta, pengamatan Matahari dan langit malam, astrofotografi, lomba esai astronomi, dan berbagai kompetisi lainnya. Perayaan Malam Langit Gelap pada saat hari Keantariksaan 6 Agustus dan Pengamatan Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019 juga akan menjadi topik utama lainnya dalam perayaan IAU100.

IAU juga memberikan dukungan dana pada 21 kegiatan yang terangkum dalam Program Spesial IAU100. Program – program tersebut merupakan prakarsa nasional maupun komunitas atau institusi yang tersebar di seluruh dunia. Program-program terpilih akan menitikberatkan pada: kegiatan yang memfokuskan pada kesetaraan gender (Mozambik); kesadaran langit gelap (Irlandia dan Belanda); konser rock astronomi (Spanyol); kegiatan penjangkauan publik di daerah perkotaan (Argentina) dan terpencil (Brasil, India, Mongolia, Sri Lanka, dan Zambia); pelatihan guru (Kroasia, Hongaria, Malaysia, Palestina, Rumania, Slovakia, dan Ukraina); kegiatan penjangkauan astronomi untuk orang tua (Meksiko); konferensi di Perancis; star party (Mongolia); pendidikan untuk pengungsi (kamp pengungsian di Tindouf, Aljazair); membuka akses pada penyandang tunanetra untuk kegiatan gerhana matahari (Chili dan Argentina); dan kompetisi astrofotografi (Iran).

Dengan inklusi sebagai tema utama, IAU akan terus berkontribusi pada dunia tanpa ada penghalang. Perayaan ini juga akan menyoroti kesetaraan dan keragaman dalam rangkaian kegiatan seperti, Hari Perempuan dan Anak dalam Astronomi pada tanggal 11 Februari, dan Bintang Penginspirasi, sebuah program yang diprakarsai IAU untuk mendorong kesetaraan khususnya di astronomi dalam hal riset, penjangkauan publik dan tingkat pendidikan.

Menurut Avivah Yamani, Kordinator Nasional Penjangkauan Publlik IAU di Indonesia, “Perayaan IAU 100 yang mengambil tema Di Bawah Langit Yang Sama, merupakan momen penting untuk menyampaikan perkembangan astronomi selama 100 tahun terakhir di Indonesia. Selain itu, komunitas astronomi yang semakin banyak tersebar di berbagai daerah juga membuka kesempatan yang lebih besar untuk membangun ketertarikan dan memperkenalkan astronomi pada masyarakat, mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam sains, dan membangun kesadaran bahwa tidak ada batasan negara, politik, agama, gender, dan lain-lain di dalam astronomi karena kita berada di bawah langit yang sama”.

Perayaan satu abad IAU pada tahun 2019 akan merangsang minat dunia dalam astronomi dan sains yang menjangkau seluruh komunitas astronomi di dunia, termasuk di dalamnya astronom amatir dan profesional, pengambil kebijakan, guru, siswa, keluarga, dan masyarakat umum. Rancang kegiatanmu untuk tahun 2019 dan bergabunglah dengan komunitas astronomi internasional untuk merayakan pencapaian astronomi selama 100 tahun.

Informasi Lanjut

IAU adalah organisasi astronomi internasional yang menjadi wadah untuk lebih dari 13500 astronom dari lebih dari 100 negara di dunia. Misi IAU untuk mempromosikan dan melindungi astronomi dalam semua aspek termasuk riset, komunikasi, edukasi, dan pembangunan, lewat kerja sama internasional. IAU juga berperan sebagai otoritas yang diakui secara internasional untuk penamaan benda langit dan maupun penamaan fitur di permukaan benda langit. IAU didirikan pada tahun 1919, dan sampai saat ini IAU adalah organisasi astronomi terbesar di dunia.

Taut

Kontak

 

 

 

 

 

 

Avivah Yamani
Kordinator Nasional Penjangkauan Publlik IAU /
Kontak Nasional IAU100 untuk Indonesia
Surel: [email protected]

Jorge Rivero González
Koordinator IAU100 Coordinator
Surel: [email protected]

Lars Lindberg Christensen
IAU Press Officer
Garching bei München, Germany
Tel: +49 89 320 06 761
Cell: +49 173 38 72 621
Surel: [email protected]

 

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.