Berkemah dan Mempelajari Langit di Observatorium Bosscha

Apa kegiatanmu mengisi liburan kali ini?

Astro Camp di Observatorium Bosscha

Sebagian mungkin mengisinya dengan berdarma wisata. Sebagian lagi bisa saja mengisi liburan dengan membaca buku. Dan masih banyak kegiatan lain yang bisa digunakan untuk mengisi liburan. Salah satu alternatif adalah dengan mengikuti kegiatan AstroCamp di Observatorium Bosscha.

Dalam AstroCamp, kita bisa merasakan sebagian kehidupan seorang astronom. Ada berbagai kegiatan dalam acara AstroCamp. Siang hari kita mengisi waktu dengan mempelajari berbagai benda-benda langit dan mengamati Matahari dengan perlengkapan dan teleskop yang aman. Sedangkan malam hari diisi dengan kegiatan membaca peta langit, pengamatan Bulan, planet, bintang, gugus bintang, nebula, dll. Semua kegiatan-kegiatan itu diselingi dengan berbagai permainan atau eksperimen ilmiah. Semuanya ini dirancang supaya peserta dapat bermain dan belajar dalam suasana yang santai.

AstroCamp diselenggarakan oleh Obs. Bosscha setiap tahun, pada musim liburan sekolah. Kegiatan ini sudah dimuali semenjak tahun 2002. Untuk tahun ini, AstroCamp dilaksanakan 4 kali pada hari Sabtu-Minggu tanggal 9-10 Juni, 16-17 Juni, 7-8 Juli, dan 14-15 Juli. Saat tulisan ini dibuat, telah dilaksanakan 2 sesi AstroCamp untuk tahun ini. AstroCamp diikuti oleh anak-anak SD kelas 4 sampai siswa SMA. Tapi ada juga mahasiswa dan orang tua yang mendampingi anak dan terdaftar sebagai peserta. Berikut adalah pengalaman penulis ketika mengikuti AstroCamp tanggal 16-17 Juni lalu.

Acara AstroCamp dimulai Sabtu siang. Mulai sekitar pukul 11, pendaftaran ulang dibuka. Sambil menunggu acara yang akan dimulai jam 1 siang, peserta bisa mengamati Matahari menggunakan salah satu teleskop yang ada di Obs. Bosscha. Objek yang menarik diamati adalah prominensa di pinggiran piringan Matahari. Kita bisa melihat lidah api yang menjulang semakin tinggi. Melalui telekop, kita bisa melihat bagaimana lidah api itu tumbuh semakin tinggi dan semakin besar. Meski kelihatan kecil relatif terhadap ukuran piringan Matahari, tapi pada kenyataannya, lidah-lidah api itu setinggi ratusan ribu bahkan jutaan kilometer.

Setelah acara pembukaan, peserta diajak mempelajari berbagai hal dalam astronomi. Tentang sejarah astronomi, pengamatan, berbagai objek-objek astronomi, dll. Pemberi materi adalah para astronom dari Obs. Bosscha dan Program Studi Astronomi ITB. Ini kesempatan menarik, karena peserta berkesempatan berdiskusi dengan astronom secara langsung. Acara dilanjutkan dengan pengamatan Matahari dengan teleskop lain, dan beberapa eksperimen sains. Lalu kembali diisi dengan materi astronomi di kelas. Setelah itu, peserta diajak berkeliling mengenal berbagai fasilitas pengamatan astronomi di Obs. Bosscha. Dalam kegiatan ini, peserta bisa mengenal lebih dekat Obs. Bosscha dan permasalahannya, dan mengunjungi teleskop-teleskop yang tersebar dalam kompleks Obs. Bosscha ini. Menjelang malam, kegiatan dihentikan sesaat untuk istirahat, shalah Magrib & Isya bagi yang muslim, dan kemudian dilanjutkan dengan makan malam. Setelah itu, semuanya kembali ke kelas untuk persiapan pengamatan malam.

Mulai sekitar pukul delapan malam, peserta diajak bersiap-siap di teleskop di sekitar lokasi perkemahan. Sambil mengamat langit, peserta diajak berdiskusi tentang berbagai hal dalam astronomi. Para pendamping juga mengajarkan bagaimana cara membaca planisfer (peta langit), yang diperoleh tiap peserta saat pendaftaran ulang. Dalam kegiatan AstroCamp yang diikuti penulis ini, peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Dan pada tiap kelompok, ditugaskan seorang pendamping yang akan memandu anggota kelompoknya mengikuti acara AstroCamp ini. Mereka adalah mahasiswa-mahasiswi Astronomi ITB. Mereka ini juga yang mengajarkan peserta cara membaca planisfer, mengenal rasi-rasi di langit, meneropong planet Jupiter dan mengenali satelit-satelitnya, dll. Sayangnya pada acara AstroCamp kali ini, bulan sudah terbenam saat menjelang malam, sehingga tidak bisa diamati. Acara pada malam hari ini selain diisi dengan pengamatan, juga diselingi dengan berbagai permainan.

Menjelang tengah malam, peserta diajak istirahat sejenak, dan menikmati sarapan tengah malam. Sarapan tengah malam (midnight breakfast) ini adalah istilah yang biasa digunakan para astronom untuk kegiatan mengisi perut ditengah sesi pengamatan malam hari. Sarapan tengah malam ini biasa dilakukan supaya perut tidak kembung saat begadang semalaman. Untuk sarapan tengah malam saat itu, disediakan jagung bakar, mie instant, susu, teh, dan kopi bagi mereka yang sudah dewasa. Setelah lewat tengah malam, pengamatan kembali dilanjutkan. Tapi bagi mereka yang kelelahan dan mulai mengantuk, bisa langsung menuju ke kemah yang sudah disediakan. Sedangkan bagi mereka yang masih kuat, pengamatan terus dilanjutkan sampai subuh.

Bagi yang mengamat sampai subuh ini, mereka mendapatkan kesempatan mengamati planet Mars dan galaksi Andromeda. Pagi hari, sarapan bubur ayam telah disediakan. Sekitar pukul 6, semua peserta dan panitia baik yang sempat tidur maupun yang begadang semalaman, berkumpul untuk saran pagi. Dan setelah semuanya selesai sarapan, acara ditutup dengan pembagian sertifikat dan foto bersama. Kepada semua peserta, dibagikan juga CD yang berisi foto-foto dokumentasi kegiatan acara, dan foto / video klip benda langit yang dibuat selama acara berlangsung. Bagi mereka yang menaruh minat besar pada astronomi, tentu menarik sekali untuk mengikuti acara seperti AstroCamp ini.

Ditulis oleh

F. M. Simatupang

F. M. Simatupang

Staf pengajar di Program Studi Astronomi ITB, dengan latar belakang Kosmologi, Galaksi, dan Astronomi Dasar. Selain itu, menggemari hal-hal terkait UFO dan metafisika, serta penggemar berat komik amerika dan penikmat film.

6 thoughts on “Berkemah dan Mempelajari Langit di Observatorium Bosscha

  1. Waaah… asyik juga kalo sampe bisa ikut. Apalagi kalo ngajak anak-anak. Gimana nih daftarnya? Maaf belum sempat baca2 info lainnya di situs ini. Buru2 mo ada kegiatan lain 🙂 Thx.

Tulis komentar dan diskusi...