Merayakan Hari Keantariksaan 2019 Dari Gunung Timau

Setiap tahunnya, tanggal 6 Agustus dirayakan sebagai Hari Keantariksaan Nasional, yaitu kegiatan untuk mempopulerkan keantariksaan kepada masyarakat, dengan mematikan lampu antara pukul 20:00 – 21:00 waktu lokal, sembari mengamati keindahan langit malam.

Tim pengamat LAPAN untuk hari Keantariksaan. Kredit: LAPAN.
Tim pengamat LAPAN untuk hari Keantariksaan. Kredit: LAPAN.

Pada kesempatan itu, di tahun 2019 ini, Pusat Sains Antariksa LAPAN merayakan Hari Keantariksaan dengan melakukan kegiatan pengamatan di Puncak Gunung Timau, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, sekaligus sebagai lokasi situs Observatorium Nasional Timau di masa mendatang.

Pada kegiatan yang dilakukan di malam itu berupa pengamatan astrofotografi, sekaligus menikmati bermalam di lokasi dalam rumah tradisional yang telah dibangun di lokasi. Banyak obyek yang diamati dari kegiatan tersebut, baik dari pemotretan medan lebar, maupun mempergunakan kamera CCD, seperti pengamatan Galaksi Andromeda, Awan Magellan Besar dan Kecil, dan Nebula Orion serta gugus bintang Pleiades di pagi hari.

Star trail dari Gunung Timau, NTT. Kredit: Bayu & Mulya / LAPAN
Star trail dari Gunung Timau, NTT. Kredit: Bayu & Mulya / LAPAN
Taburan bintang di langit Gnung Timau, NTT. Kredit: Bayu & Mulya / LAPAN
Taburan bintang di langit Gnung Timau, NTT. Kredit: Bayu & Mulya / LAPAN
Tim Pengamat LAPAN yang sedang melakukan tinjauan ke lokasi Observatorium Nasional Timau. Kredit: LAPAN
Tim Pengamat LAPAN yang sedang melakukan tinjauan ke lokasi Observatorium Nasional Timau. Kredit: LAPAN

Diharapkan, hasil dari kegiatan tersebut tidak hanya merekam keindahan langit di atas Gunung Timau, tetapi juga menjadi sarana pelatihan ketrampilan pengamatan staf-staf muda LAPAN, serta menyediakan hasil pengamatan tersebut bagi edukasi masyarakat, tentang keindahan alam semesta, sekaligus sebagai sarana pembelajaran ilmu pengetahuan. Dan diharapkan, dari pengamatan di Gunung Timau ini, sekaligus juga sebagai jendela informasi atas dibangunnya sebuah observatorium astronomi di wilayah Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diharapkan dapat ikut mendorong kemajuan ilmu antariksa di Indonesia, melalui wilayah Indonesia Timur.

Ditulis oleh

Emanuel Sungging

Emanuel Sungging

jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.