Fenomena Langit Bulan Februari 2019

Parade planet masih terus berlangsung dan peristiwa konjungsi planet akan jadi fenomena langit bulan Februari untuk diamati. Selain pertemuan planet dan Bulan, papasan dekat planet seperti Venus dan Saturnus maupun Mars dan Merkurius juga menarik untuk diamati.

Merkurius akan mencapai perihelion pada tanggal 25 Februari 2019. Kredit: MESSENGER / NASA
Merkurius akan mencapai perihelion pada tanggal 25 Februari 2019. Kredit: MESSENGER / NASA

Merkurius. Planet terdekat Matahari ini baru bisa diamati mulai pertengahan Februari di ufuk barat setelah Matahari terbenam. Posisinya cukup rendah yakni antara 10 – 18 derajat dari Matahari dan akan berada pada elongasi timur terbesarnya di penghujung Februari. Selain elongasi timur maksimum, Merkurius juga akan mencapai titik terdekat dengan Matahari. Selama bulan Februari, Merkurius akan tampak bergerak dari rasi Capricornus menuju Aquarius dan berakhir di Pisces dengan kecerlangan bervariasi dari -1.3 sampai -0,3 magnitudo.

Venus, Jupiter, & Saturnus. Ketiga planet ini bisa diamati sepanjang bulan Februari sebelum fajar menyingsing dan tampak segaris di langit bersama Antares. Venus dan Saturnus akan berpapasan dengan Bulan di awal Februari sebelum keduanya juga berkonjungsi pada 19 Februari. Jupiter justru akan bertemu Bulan di akhir Februari.

Venus. Hari pertama bulan Februari, Venus tampak berpasangan dengan Bulan sebelum Matahari terbit. Selain itu, Venus juga akan ditemani Jupiter dan Antares yang sudah lebih dahulu terbit serta Saturnus yang terbit kemudian. Venus akan berpapasan dekat dengan Saturnus sejak terbit sampai fajar menyingsing. Selama Februari, Venus akan tampak di rasi Sagittarius dengan kecerlangan -4 magnitudo.

Jupiter. Planet terbesar di Tata Surya ini bisa diamati sebelum Matahari terbit di rasi Ophichus dengan kecerlangan -1,8 magnitudo. Planet terbesar di Tata Surya ini akan terus menanjak naik di langit fajar dan pada akhirnya bertemu Bulan di penghujung Februari.

Saturnus. Planet cincin tampak berkonjungsi dengan Bulan pada awal Februari dan bertmu Venus pada pertengahan Februari. Saturnus bisa diamati di rasi Sagittarius dengan kecerlangan 0,6 magnitudo.

Mars. Setelah matahari terbenam, pengamat bisa menemukan Mars sudah melewati meridian. Mars akan tampak sampai kisaran pukul 22:00 waktu lokal dengan kecerlangan 0,9 magnitudo. Mars akan tampak bergeser dari rasi Pisces di awal Februari menuju ke rasi Aries. Mars akan berkonjungsi 1,2º dengan Uranus pada tanggal 14 Februari.

Uranus & Neptunus. Kedua planet gas raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut. Uranus bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai kisaran pukul 21:00 waktu lokal. Seperti halnya Mars, Uranus dengan kecerlangan 5,8 magnitudo, akan tampak bergeser dari rasi Pisces ke Aries. Kedua planet ini akan berpapasan pertengahan Februari, dan dibutuhkan teleskop untuk melihatnys. dengan kecerlangan 5,8 magnitudo.

Planet es Neptunus bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai planet tersebut terbenam pada kisaran pukul 19:00. Planet es raksasa ini bisa ditemukan di rasi Aquarius dengan kecerlangan 7,7 magnitudo.

Bulan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

3 Februari. Bulan di Perihelion. Bulan berada pada titik terdekat dari Matahari dengan jarak 0,9829 atau 147,43 juta km dari Matahari. Pada saat Bulan di perihelion, Bumi sedang berada pada jarak 0.9856 AU atau 147,9 juta km.

5 Februari. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

Bulan Baru mini. Bulan baru kali ini terjadi bersamaan dengan Bulan berada di titik terjauh dari Matahari.

5 Februari. Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 406.555 km

13 Februari. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

19 Februari. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 356.761 km.

19 Februari. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

Bulan Purnama ini termasuk Bulan Purnama Perigee atau Bulan Super karena Bulan memasuki fase purnama saat berada pada jarak terdekat dengan Bumi. Bulan Purnama Perigee Februari merupakan yang terdekat dari 3 purnama perigee yang berlangsung tahun 2019.

26 Februari. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

Peristiwa

1 Februari — Bulan — Venus

Pasangan Bulan dan Venus 1 Februari 2019 pukul 04:00 WIB. Kredit: Star Walk
Pasangan Bulan dan Venus 1 Februari 2019 pukul 04:00 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan sabit tipis dan Venus, si bintang kejora tampak berpasangan di rasi Sagittarius sampai fajar menyingsing. Venus terbit terlebih dahulu pada 02:40 WIB disusul Bulan enam menit kemudian pada pukul 02:46 WIB. Keduanya terpisah 2,5º dengan Bulan di utara Venus dan bisa diamati sampai fajar menyingsing saat keduanya mencapai ketinggian 40º dari horison.

2 Februari — Bulan — Saturnus

Pasangan Bulan dan Saturnus 2 Februari 2019 pukul 05:00 WIB. Kredit: Star Walk
Pasangan Bulan dan Saturnus 2 Februari 2019 pukul 05:00 WIB. Kredit: Star Walk

Setelah Venus, hari kedua Februari diisi dengan papasan bulan dan Saturnus di rasi Sagittarius sampai fajar menyingsing. Bulan terbit terlebih dahulu pada 03:35 WIB disusul Saturnus pada pukul 03:55 WIB. Keduanya terpisah 3,7º dengan Bulan di utara Saturnus dan bisa diamati sampai fajar menyingsing saat keduanya mencapai ketinggian 31º dari horison.

10 Februari — Bulan — Mars

Pasangan Bulan dan Mars 10 Februari 2019 pukul 19:00 WIB. Kredit: Star Walk
Pasangan Bulan dan Mars 10 Februari 2019 pukul 19:00 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan dan Mars bisa diamati sejak Matahari terbenam, 51º di atas ufuk barat. Bulan berada 6° di selatan Mars dan bisa diamati sampai keduanya terbenam pada pukul 22:03 (Mars) dan 22:04 (Bulan). Bulan bisa diamati di rasi Cetus sedangkan Mars di Pisces.

14 Februari — Mars — Uranus

Pertemuan Mars dan Uranus tanggal 14 Februari 2019 pukul 19:00 WIB. Kredit: Star Walk
Mars dan Uranus dapat diamati berpasangan di langit dengan jarak 1,2º di rasi Aries. Keduanya bisa diamati sampai pukul 22:00 WIB dengan kecerlangan 1 magnitudo untuk Mars dan 5,8 magnitudo untuk Uranus. Dibutuhkan teleskop untuk melihat pasangan planet ini.

19 Februari — Venus — Saturnus

Pertemuan Venus dan Saturnus tanggal 19 Februari 2019 pukul 04:00 WIB. Kredit: Star Walk
Pertemuan Venus dan Saturnus tanggal 19 Februari 2019 pukul 04:00 WIB. Kredit: Star Walk

Venus dan Saturnus tampak berpasangan di ufuk timur sejak keduanya terbit beriringan hanya berselang dua menit pada tanggal 19 dini hari. Saturnus terbit lebih dahulu pukul 02:56 WIB disusul Venus pukul 02:58 WIB. Keduanya bisa diamati di rasi Sagittarius dengan Venus berada 1,2º di utara Saturnus.

25 Februari — Merkurius di Perihelion
Merkurius bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan elips. Artinya ada saat dimana Merkurius berada pada titik terdekatnya dengan Matahari dan ada kalanya berada sangat jauh dari Matahari. Pada tanggal 25 Februari, Merkurius berada di titik terdekat dengan Matahari pada jarak 0,31 AU atau 46.500.000 km dari Matahari.

27 Februari — Elongasi Timur Maksimum Merkurius

Elongasi Timur terbesar Merkurius. Kredit: langitselatan
Elongasi Timur terbesar Merkurius. Kredit: langitselatan

Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi Timur maksimum yang dicapai Merkurius 18,1º. Artinya, Merkurius akan berada 18º di arah barat Matahari. Merkurius yang berada di rasi Pisces bisa diamati dengan kecerlangan -0,3 magnitudo setelah Matahari terbenam sampai pukul 19:06 WIB.

28 Februari — Bulan — Jupiter

Pasangan Bulan dan Jupiter 28 Februari 2019 pukul 03:00 WIB. Kredit: Star Walk
Pasangan Bulan dan Jupiter 28 Februari 2019 pukul 03:00 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan dan Jupiter tampak berpasangan di ufuk timur setelah tengah malam, dan bisa diamati sampai fajar menyingsing. Jupiter terbit terlebih dahulu pada pukul 00:32 WIB disusul Bulan pukul 10 menit kemudian pada pukul 00:42 WIB. Keduanya hanya terpisah 3,8º di rasi Ophiuchus dengan ketinggian maksimum yang dicapai 67º sebelum keduanya menghilang dalam cahaya Matahari.

Rasi Bintang & Bima Sakti

Pertengahan Februari menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan menuju fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati membentang dari Tenggara ke Barat Laut.

Setelah Matahari terbenam, ada Capella di rasi Auriga, Betelguese dan Rigel di rasi Orion, Aldebaran di rasi Taurus, Canopus di rasi Carina, Archenar di rasi Eridanus, Sirius di rasi Canis Major, dan Procyon di rasi Canis Mayor yang dapat dijadikan panduan dalam pengamatan.

Tengah malam sampai jelang dini hari ada Regulus di Leo, Spica di Virgo, Crux, Rigel Kentaurus di Centaurus, Arcturus di rasi Bootes dan Vega di rasi Lyra yang tampak di penghujung Februari.

Peta Bintang 1 Februari 2019

Peta Bintang 15 Februari 2019

Kampanye Langit Gelap

1 — 5 Jan & 26 — 28 Feb — Kampanye Globe At Night
Di bulan Februari, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 1 – 5 Februari dan dilanjutkan tanggal 26 – 28 Februari. Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk bulan Februari, para pengamat di langit utara maupun selatan yang berada di ekuator akan melakukan pengamatan rasi Orion atau rasi Waluku untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.