fbpx
langitselatan
Beranda » Parade Planet di Akhir Tahun 2022

Parade Planet di Akhir Tahun 2022

Jangan lewatkan kehadiran planet-planet di Tata Surya pada waktu bersamaan setelah Matahari terbenam di penghujung tahun 2022.

Selama bulan Desember, planet-planet di Tata Surya bisa diamati setelah Matahari terbenam. Tapi, tentu saja yang mudah diamati adalah planet-planet visual atau planet yang nampak dengan mata tanpa alat hadir menghiasi langit malam dan bisa diamati setelah Matahari terbenam.

Pada awal Desember, Mars yang mencapai jarak terdekat dan oposisi terbit saat Matahari terbenam. Sementara itu, Merkurius dan Venus, bisa diamati di ufuk barat dan tampak menanjak naik di sepanjang bulan Desember. Jelang akhir Desember, Merkurius mencapai titik elongasi timur maksimum atau titik tertingginya kala senja dan setelah itu perlahan turun mengejar Matahari. 

Selain planet-planet batuan, duo planet gas raksasa juga bisa dengan mudah diamati setelah Matahari terbenam. Tak hanya itu, duo planet es raksasa juga tampak setelah Matahari terbenam. Hanya saja harus diamati dengan teleskop. 

Jelang akhir Desember, atau tepatnya pada tanggal 28 Desember, planet-planet ini tampak seperti berbaris di langit senja dan bisa diamati pada waktu bersamaan. Tentu saja Uranus dan Neptunus tidak tampak karena terlalu redup. Tapi, pengamat bisa mengenali Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus dengan mata telanjang. 

Untuk mudahnya, setelah Matahari terbenam, Venus tampak di arah barat daya, dan lebih tinggi di atas horison ada Merkurius, Saturnus, Jupiter, dan Mars. Si planet merah tampak pada ketinggian 35,5º di atas horison timur laut. Merkurius dan Venus agak sulit diamati karena berada cukup rendah sekitar 8º di atas horison barat daya pada pukul 18:30 WIB. 

Pada tanggal 29 Desember, jika cuaca cerah, parade planet-planet ini masih tampak dengan posisi Merkurius dan Venus yang berpapasan dekat dengan jarak 1,4º. Merkurius memang sedang bergerak turun ke horison barat daya setelah pada tanggal 22 Desember berada pada posisi tertinggi di langit barat a.k.a mencapai sudut elongasi timur maksimum. Merkurius yang terus turun ini akan menghilang di balik cahaya Matahari dan akhirnya bergeser ke langit fajar. 

Tapi, sebelum itu, para pengamat bisa menyaksikan kehadirannya bersama planet-planet lain di Tata Surya setelah Matahari terbenam. 

Pada tanggal 30 dan 31 Desember, Merkurius makin rendah, dan jadi planet paling rendah di dekat horison. Setelah Merkurius, makin tinggi dari horison barat daya, ada Venus, Saturnus, Jupiter, dan tentunya Mars. Di antara Jupiter dan Mars, para pengamat bisa menyaksikan kehadiran Bulan Perbani Awal yang mencapai meridian saat Matahari terbenam. 

Jika menggunakan teleskop, Neptunus bisa diamati tak jauh dari Jupiter atau tepatnya di antara Saturnus dan Jupiter, sedangkan Uranus di antara Jupiter dan Mars. 

Baca juga:  Gerhana Matahari Sebagian 21 Juni 2020 dari Indonesia

Tepat tahun baru 2023, Merkurius sudah sangat rendah di barat dan hampir tidak teramati lagi. Tapi pengamat bisa kembali mengamati Merkurius kala fajar saat pertengahan Januari. 

Tentu saja, pengamatan planet-planet ini tidak akan berhasil tanpa langit yang cerah tanpa hujan ataupun awan.

Clear Sky!

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini