fbpx
langitselatan
Beranda » Kepler-22b, Satu Langkah Menuju Bumi Lain

Kepler-22b, Satu Langkah Menuju Bumi Lain

Planet Bumi yang lain atau bagi kalangan astronom lebih dikenal sebagai planet laik huni adalah harapan bagi para astronom dan juga manusia untuk menemukan sebuah petunjuk keberadaan kehidupan lain selain Bumi.

Ilustrasi Planet Kepler-22b. Kredit : NASA/Ames/JPL-Caltech

Februari 2011 Kepler mengumumkan penemuan 54 kandidat planet yang berada dalam zona laik huni. Kandidat-kandidat tersebut kemudian dipelajari lebih lanjut untuk mengetahui apakah mereka benar sebuah planet atau bukan.

Hasilnya?  Planet pertama dari ke-54 kandidat ini pun dikonfirmasi sebagai sebuah exoplanet atau planet yang mengorbit bintang lain selain Matahari. Dan dia juga masuk dalam jajaran planet yang berada di zona laik huni. Artinya ada kemungkinan si planet ini bisa mendukung adanya kehidupan.

Tapi ada hal lain yang menarik dari planet baru ini. Planet yang diberi nama Kepler-22 punya keunikan selain keberadaannya di zona laik huni. Bintang induk dari planet Kepler-22 adalah sebuah bintang serupa Matahari.  Apakah lantas Kepler-22 bisa menjadi “saudara” Bumi?

Planet Kepler-22b
Exoplanet Kepler-22 yang ditemukan oleh wahana ruang angkasa Kepler tersebut memiliki ukuran 2,4 kali radius Bumi. Dan para ilmuwan pun belum bisa mengetahui apakah komposisi Kepler-22 didominasi batuan, gas atau cairan. Yang pasti penemuan Kepler-22 membawa manusia satu langkah lebih dekat untuk menemukan planet serupa Bumi.

Jadi, meskipun Kepler-22 memiliki bintang induk yang sama yaitu yang serupa Matahari, tapi bukan berarti ia adalah saudara kembar Bumi.  Kalau dianalisa dari ukuran, maka planet Kepler-22 lebih mirip planet gas Neptunus dibanding planet batuan. Tapi kalau ditilik dari lokasinya yang berada di zona laik huni bintang, tentunya ia berada pada orbit yang temperaturnya mirip dengan lokasi dimana Bumi berada.  Zona laik huni adalah area yang dimiliki bintang yang bisa mempertahankan keberadaan air dalam wujud cair di permukaan planet. Artinya lagi, zona ini berada tidak terlalu dekat atau terlalu jauh dari bintang sehingga temperaturnya hangat. Temperatur permukaan planet Kepler-22b diperkirakan 22º Celsius.

Perbandingan area laik huni antara Tata Surya dan Kepler-22. Kredit : ASA/Ames/JPL-Caltech

Planet Kepler-22b berada 600 tahun cahaya dari Bumi dan mengitari bintang induknya di rasi angsa aka rasi Cygnus dalam waktu 290 hari. Bintang yang ia kitari memang merupakan bintang serupa Matahari yakni bintang tipe-G meskipun sedikit lebih kecil dan lebih dingin.

Apakah Kepler-22b Laik Huni?
Exoplanet Kepler-22b memang ditemukan berada di zona laik huni bintang induknya. Artinya, ia berada di area dimana air yang merupakan salah satu komponen penting bagi tumbuh kembangnya kehidupan bisa dipertahankan dalam wujud cair. Ini penting karena air yang dibutuhkan adalah air dalam wujud cair bukan uap air atau es.  Mengapa demikian?

Sederhananya karena inilah kehidupan yang kita kenal. Kehidupan seperti yang kita miliki di Bumi.  Nah dengan temperatur permukaan Kepler-22b yang diperkirakan 22º C, bagaimana kemungkinan kehidupan di sana?

Baca juga:  Piringan Debu di Sekeliling Bintang Ganda Dekat

Ada beberapa pendapat yang muncul setelah Kepler-22b diumumkan sebagai planet pertama laik huni di bintang serupa Matahari. Salah satunya datang dari peneliti Abel Mendez yang juga membuat katalog Planet Laik Huni dari Universitas Puerto Rico, Arecibo.  Ia menggunakan radius Kepler-22b yang hanya 2,4 kali Bumi untuk menghitung kemungkinan massa dan kerapatan planet.  Teori paling optimis agar planet ini bisa memiliki kehidupan jika Kepler-22b merupakan planet air alias planet yang memiliki lautan global dan awan. Tapi, Mendez sendiri senang jika ternyata ia salah.

Astronom Sara Seager dari MIT memberi catatan kalau ukuran Kepler-22b memungkinkan keberadaan atmosfer yang masif lengkap dengan efek rumahkaca yang masif. Artinya planet ini akan mirip Venus yang sangat panas. Terlalu panas bagi kehidupan untuk bisa bertahan.

Perkiraan temperatur di Kepler-22b ini dilakukan dengan dasar properti atmosfer serupa Bumi dan efek hangat. Ilmuwan belum bisa menentukan apakah planet tersebut memang memiliki komposisi serupa Bumi jika tidak diketahui massanya. Jika massanya sudah diketahui, maka dapat diketahui apakah planet ini memiliki komposisi batuan, lautan ataukah gas.  Sara Seager sendiri mengasumsikan kalau Kepler-22b merupakan planet gas yang adalah Neptunus mini, planet yang diperkirakan absen dari Tata Surya.

Tapi bisa juga Kepler-22b merupakan planet batuan yang rapat. Jika memang demikian, Kepler-22b diperkirakan akan memiliki atmosfer tipis dan ada kesempatan bagi si planet untuk menjadi planet laik huni.

Deteksi Kepler-22b
Wahana ruang angkasa Kepler dalam melakukan pengamatan dari Mei 2009 telah mengumumkan kandidat planet baru sebanyak 2326 kandidat. Di antaranya, 207 kandidat berukuran Bumi, 680 merupakan kandidat Super Bumi, 1181 seukuran Neptunus, 203 kandidat seukuran Jupiter dan 55 kandidat lebih besar dari Jupiter.  Dan Kepler-22b seperti yang sudah disebutkan, merupakan kandidat pertama yang dikonfirmasi sebagai planet dari 54 kandidat planet laik huni yang diumumkan Februari 2011. Dari ke-54 kandidat planet laik huni, saat ini tersisa 48 kandidat planet laik huni yang berdiam di zona laik huni bintangnya.

Tim Kepler juga sedang menyusun definisi mengenai kondisi zona laik huni kedalam katalog baru mereka untuk memperhitungkan juga efek hangat dari atmosfer. Redefinisi ini bisa jadi justru menggeser zoa laik huni makin jauh dari bintang.
Wahana Kepler mencari exoplanet dan kandidat exoplanet dengan mengukur penurunan kecerlangan pada lebih dari 150.000 bintang untuk melihat jika ada planet yang melintas atau transit di depan sebuah bintang. Untuk bisa memastikan sinyal tersebut adalah sebuah kandidat planet, Kepler membutuhkan setidaknya 3 kali transit.

Kepler-22b pertama kali dideteksi 3 hari setelah wahana Kepler diumumkan beroperasi. Dan transit ketiganya dikonfirmasi pada akhir tahun 2010. Setelah itu tim Kepler menggunakan teleskop landas bumi dan juga Teleskop Spitzer untuk melakukan pengamatan pada kandidat planet yang dilihat Kepler.  Area yang diamati Kepler di rasi Cygnus dan Lyra hanya bisa dilihat oleh teleskop landas Bumi saat musim semi sampai awal musim gugur.  Data yang dibutuhkan dari observasi lainnya ini digunakan untuk menentukan apakah si kandidat planet tadi memang sebuah planet.

Baca juga:  Alien Lebih Dekat daripada yang Kita Duga?

Kepler-22b memang menjadi batu loncatan menuju penemuan kembaran Bumi di bintang serupa Matahari. Apalagi dengan adanya peningkatan jumlah kandidat planet Bumi dan Super Bumi yang mencapai 200 dan 140 persen sejak bulan Februari. Data baru ini sekaligus menunjukkan kalau planet seukuran Bumi “berlimpah” di galaksi.

Dan seandainya planet kembar Bumi ditemukan dan planet itu ternyata bisa memiliki kehidupan, bagaimana sikap kita?

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

15 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

  • kok jarang sekali update ya mbak ivie???
    padahal kompas.com sehari bisa ada 3artikel astronomi…
    kalo bisa di update dong, biar kita2 ada bahan pengetahuan setiap harinya…
    makasih ya…

    • maaf ya. jarang update kemaren2 karena saya sendiri sibuk dan kemudian sakit beberapa minggu ini. 🙂 terkait news online yang sehari 3, mungkin memang lebih cepat. saya ga bisa klaim ttg mereka. tapi kebiasaan saya ketika mengetahui ada berita baru, selain dibaca rilisnya saya harus cek dulu publikasi ilmiahnya untuk dipahami baru ditulis. jadi pasti lebih lama.

    • tapi terimakasih sekali masukkannya. jadi tambah semangat buat tetep nulis. 🙂

  • Iya, frekuensi update posting baru ditingkatkan dong. Saya yakin banyak yg memantau situs ini walaupun sifatnya silent reader. Gak usah sampe sehari 3x, cukup sehari sekali, max 2 hari sekali lah (asal yg ini jgn sering2), rasanya sudah bagus banget. Dan gak perlu harus berita terbaru, info lama tapi yg masih bermanfaat juga gak papa. Jadi, bahan2 bisa disiapkan dan artikel2-nya bisa dijadwalkan. Yg penting infonya bagus, bermanfaat, dan bisa dipertanggungjawabkan. Meskipun sering kalo infonya gak bermutu, atau bahkan hoax, juga gak ada gunanya. Saya pribadi lebih suka astrofisika.

    Maju terus langitselatan.com! 🙂

  • Jaraknya jauh sekali ya, kalaupunmemang ada kehidupan, apa mungkin manusia bisa kesana? (asumsi saya, mati duluan sebelum tiba di planet tsb)

  • Planet kepler 22b yang dilihat saat ini berarti keadaan planet tsb di 600 thn lalu,, ( thn 1411) mungkin sj saat ini sudah beda bentuk , atau bahkan sudah tidak ada… karena jaraknya yg sangat jauh. jd kalau kita mau tahu bagaimana keadaan planet tsb saat ini,, baru akan diketahui 600 thn kemudian atau kira2 di tahun 2611.

  • seandainya planet tsb memiliki kehidupan atau bisa, mngkin di masa depan akan di jadikan tmpat tinggal kedua sebagai alasan mengurangi kepadatan jumlah penduduk bumi. Atau di manfaatkan isinya atau juga sebagai pngganti bumi di masa depan karena bumi sudah ga layak di huni. Tapi apa ada manusia selain di bumi. ? Masih misteri 😐

  • Indonesia ada forum Astronom muda gx sch.
    Q mau kasih saran untuk para astronom.Klo mau nyari planet yg kehidupan’y bkn seperti bumi, jgn liat kehidupan bumi yg menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida, membutuhkan air dan mengeluarkan’y.
    Saya yakin makhluk di luar sana pasti beda cara hidup’y.
    Makasih.

    • dugaan keberadaan kehidupan yang berbeda dari Bumi tentu ada. tp bagaimana mengenali kehidupan seperti itu? itulah yg jadi masalahnya. dan apakah kita tau itu kehidupan? karena itu kehidupan yg dicari adalah yang kita kenal yang berbasis karbon.

  • Kita bisa ke planet kepler 22b, dengan cara mengeksploitasi satu planet dgn seluruh sdm dijadikan bahan bakar untuk kendaraan antariksa yang harus manusia temukan secepat mungkin untuk menuju ke kepler 22b, sebelum bumi kita benar2 kiamat.

  • Mbak ivie…
    sebenarnya manusia atau NASA itu saat ini kemampuanya bisa keliling di luar angkasa itu dalam jarak berapa??

  • Planet Kepler-22b berada 600 tahun cahaya dari Bumi….
    sampe sekarang aja menemukan kendaraan dengan kecepatan 300.000km/s.atau kecepatan cahaya masih blm bisa…..!!
    jika satu detik ditempuh dengan kecepatan cahaya mencapai300.000km untuk mencapai pelanet kepler-22b butuh brapa kalilipat kecepatan cahaya biar yg kesana gk keburu tua/mati duluan…..
    yg ke2 kalo ada materi yg melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya,, apa gk hancurlebur itu materi……????
    apalagi dikali 600tahun kecepatannya…..!!!.