Venus masih jadi primadona langit senja di bulan Agustus, bersama hujan meteor Perseid! Ada gerhana Matahari dan Bulan tapi tidak tampak dari Indonesia.

Planet
Merkurius. Planet terdekat dengan Matahari ini bisa diamati di awal bulan kala fajar saat planet ini mencapai titik tertinggi di ufuk timur. Setelah itu Merkurius perlahan turun mengejar Matahari dan hilang di balik cahaya sang Surya menuju posisi konjungsi superiornya di akhir bulan. Di awal bulan Agustus, Merkurius berada di rasi Gemini dan terus bergerak ke rasi Cancer saat pertengahan bulan, dan berakhir di rasi Leo di penghujung Agustus saat planet ini tersembunyi di balik cahaya Matahari.
Venus. Si bintang Kejora masih jadi primadona di bulan Agustus dan akan berada pada titik tertinggi di ufuk barat pada pertengahan Agustus. Planet ini bisa diamati sampai 3 jam setelah matahari terbenam. Venus bisa diamati di rasi Virgo selama bulan Agustus.
Mars & Jupiter. Si planet merah bisa diamati sebelum Matahari terbit selama bulan Agustus. Planet ini berpapasan dengan Bulan jelang pertengahan Agustus. Mars bisa diamati di rasi Taurus saat awal bulan dan bergeser ke rasi Gemini mulai pertengahan Agustus.
Sementara itu, Jupiter mulai menampakkan diri di langit fajar saat pertengahan Agustus dan berpapasan dekat dengan Merkurius yang sedang turun mengejar Matahari dan Jupiter menanjak naik di ufuk timur. Tapi keduanya terlalu rendah di horison untuk bisa diamati. Jupiter baru bisa diamati mulai akhir Agustus. Planet ini berada di rasi Cancer selama bulan Agustus.
Saturnus. Planet yang terkenal dengan cincinnya ini bisa diamati jelang tengah malam sampai saat fajar menyingsing. Waktu terbit Saturnus terus bergeser, dan di penghujung Agustus, planet ini sudah terbit dua jam setelah Matahari terbenam. Di sepanjang bulan Agustus, Saturnus bisa diamati di rasi Pisces.
Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut.
Uranus dan Neptunus bisa diamati sebelum Matahari terbit. Uranus berada di rasi Taurus, dan planet ini terbit lewat tengah malam dan bisa diamati sampai fajar menyingsing. Sementara itu, Neptunus di rasi Pisces juga terbit jelang tengah malam dan bisa diamati sampai saat Matahari muncul di ufuk timur.
Bulan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.
6 Agustus. Bulan Separuh Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.
10 Agustus. Bulan di perige. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 363.284 km.
13 Agustus. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.
Pada saat Bulan Baru ini terjadi Gerhana Matahari Total tapi tidak teramati dari Indonesia.
20 Agustus. Bulan Separuh Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.
22 Agustus. Bulan di titik apogee. Bulan di titik terjauh dari Bumi dengan jarak 404.642 km
28 Agustus. Bulan Purnama. Bulan purnama kedua di bulan Agustus atau sering disebut Blue Moon atau Bulan Biru. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.
Pada saat Bulan Purnama ini terjadi gerhana Bulan sebagian yang lagi-lagi tidak teramati dari Indonesia.
Gerhana
12-13 Agustus — Gerhana Matahari Total

Musim kedua gerhana dimulai dengan Gerhana Matahari Total pada 12-13 Agustus 2026. gerhana ini sekaligus jadi yang pertama dari 3 gerhana Matahari total yang bisa diamati selama 3 tahun berturut-turut dari 2026-2028. Yang pasti, gerhana Matahari total ini tidak bisa diamati dari Indonesia. Pengamat di Indonesia bisa ikut menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian saat Gerhana Matahari Total 2028.
Gerhana Matahari Total 12-13 Agustus hanya melintasi wilayah utara Amerika Utara, wilayah barat Afrika, dan Eropa. Sementara jalur totalitas hanya melintasi wilayah Arktik, Tanah Hijau alias Greenland, Islandia, Spanyol, Portugal, Rusia.
Gerhana dimulai pukul 22:34 WIB pada tanggal 12 Agustus dan berakhir pada tanggal 13 Agustus pukul 02:57 WIB. Durasi gerhana total selama 2 menit 18 detik pada 13 Agustus pukul 00:47 WIB.
28 Agustus — Gerhana Bulan Sebagian

Gerhana terakhir tahun ini akan diisi oleh Gerhana Bulan Sebagian yang terjadi 28 Agustus 2026. Gerhana ini tidak bisa diamati di Indonesia karena terjadi di siang hari, dan hanya bisa diamati oleh pengamat di wilayah timur Pasifik, Amerika, Eropa, dan Afrika.
Gerhana Bulan Sebagian ini akan berlangsung selama 3 jam 18 menit sementara seluruh proses gerhana dari saat gerhana penumbra sampai selesai akan berlangsung selama 5 jam 37 menit. Kontak pertama atau saat bulan masuk dalam penumbra Bumi terjadi pukul 08: 23 WIB. Kontak kedua saat Bulan masuk dalam penumbra Bumi yang menandai dimulainya gerhana sebagian terjadi pukul 09:33 WIB. Gerhana sebagian selesai saat bulan meninggalkan umbra Bumi pada pukul 12:51 WIB, dan seluruh gerhana berakhir saat Bulan keluar dari penumbra pada pukul 14:01 WIB.
Hujan Meteor
12-13 Agustus – Hujan Meteor Perseid

Dimulai tanggal 17 Agustus – 24 Agustus hujan meteor Perseid yang berasal dari debu komet Swift-Tuttle tersebut akan mencapai puncak tanggal 13 Agustus. Di malam puncak diperkirakan 100 meteor akan melintas setiap jam dan tampak datang dari rasi Perseus. Untuk lokasi pengamatan yang bebas polusi cahaya, pengamat bisa menyaksikan setidaknya 50-75 meteor setiap jam.
Rasi Perseus baru terbit tengah malam yakni pukul 00:17 WIB dari arah timur laut. Bulan sedang fase Bulan Baru menjadikan pengamatan hujan meteor Perseid tanpa ada cahaya dari Bulan.
Peristiwa
2 Agustus — Elongasi Barat Maksimum Merkurius

Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi barat maksimum yang dicapai Merkurius 19,5º. Artinya, Merkurius akan berada 19,5º di arah barat Matahari. Merkurius yang berada di rasi Gemini bisa diamati dengan kecerlangan 0,2 magnitudo. Merkurius terbit pukul 04:43 WIB.
9 Agustus — Bulan — Beta Tauri – Mars

Bintang Elnath akan menghilang di balik Bulan, tapi hanya bisa diamati di area Papua Selatan. Bintang Beta Tauri akan menghilang di balik Bulan pada pukul 01:28 WIB atau 03:28 WIT sampai 02:12 WIB atau 04:12 WIT.
Untuk sebagian besar pengamat di Indonesia, Bulan dan Beta Tauri akan tampak berpapasan sangat dekat hanya kurang dari 1º. Beta Tauri terbit lebih dahulu pukul 02:21 WIB disusul Bulan satu menit kemudian. Selain itu Bulan juga hanya terpisah 5,8º Mars dan pengamat bisa mengamati ketiga objek sebelum Matahari terbit. Mars terbit pukul 02:43 WIB.
15 Agustus — Elongasi Timur Maksimum Venus

Venus dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi timur maksimum yang dicapai Venus 45,9º. Artinya, Venus akan berada 45,9º di arah timur Matahari. Venus yang berada di rasi Virgo bisa diamati dengan kecerlangan -4,2 magnitudo. Venus terbenam pukul 20:44 WIB.
16 Agustus — Bulan — Venus

Bulan sabit dan Venus berpapasan 2,5º dan bisa diamati di rasi Virgo setelah Matahari terbenam. Keduanya bisa diamati sampai saat Venus terbenam pukul 20:47 WIB disusul Bulan 8 menit kemudian. Saat Matahari terbenam kedua objek ini berada 39º di atas horison barat.
21 Agustus — Bulan — Antares

Bulan berpapasan dengan Antares, bintang terang di rasi Scorpius, dan bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai tengah malam. Keduanya terpisah jarak 3,5º di langit malam. Bulan terbenam pukul 00:12 WIB, disusul Antares pukul 00:41 WIB.
Rasi Bintang & Bimasakti
Awal hingga pertengahan Agustus menjadi periode terbaik untuk menikmati langit malam. Bulan Baru pada 13 Agustus dan iluminasi Bulan di bawah 30% pada 6–16 Agustus membuat langit tetap gelap hampir sepanjang malam.
Malam terbaik berlangsung pada 9–14 Agustus, saat Bulan hanya berupa sabit tipis yang terbit menjelang dini hari atau tidak mengganggu pengamatan sama sekali. Periode ini sangat ideal untuk menikmati Bimasakti, mengamati hujan meteor Perseid yang mencapai puncak pada 13 Agustus, serta memotret objek-objek redup seperti nebula dan gugus bintang.
Langit gelap berlangsung sekitar 19.00–04.45 WIB, sementara 23.00–01.00 WIB menjadi waktu terbaik untuk menikmati pusat Bimasakti yang berada tinggi di langit.
| Nama Bintang | Rasi | Mag | Terbit | Terbenam |
|---|---|---|---|---|
| Alpha Centauri | Centaurus | ?0,27 | 10:02 | 23:51 |
| Arcturus | Bootes | ?0,05 | 10:40 | 22:24 |
| Vega | Lyra | 0,03 | 15:12 | 02:36 |
| Capella | Auriga | 0,08 | 02:01 | 13:09 |
| Achernar | Eridanus | 0,46 | 21:05 | 10:42 |
| Hadar | Centaurus | 0,61 | 09:28 | 23:14 |
| Altair | Aquila | 0,76 | 16:09 | 04:07 |
| Acrux | Crux | 0,77 | 07:44 | 21:43 |
| Aldebaran | Taurus | 0,86 | 01:01 | 12:47 |
| Spica | Virgo | 0,98 | 09:35 | 21:48 |
| Antares | Scorpius | 1,06 | 12:30 | 01:05 |
| Fomalhaut | Piscis Austrinus | 1,16 | 18:55 | 07:34 |
| Deneb | Cygnus | 1,25 | 17:22 | 04:34 |
| Mimosa | Crux | 1,25 | 08:13 | 21:56 |
| Gacrux | Crux | 1,63 | 08:01 | 21:34 |
| Shaula | Scorpius | 1,62 | 13:27 | 02:17 |
| Alnair | Grus | 1,74 | 17:52 | 06:59 |
| Kaus Australis | Sagittarius | 1,85 | 14:19 | 03:05 |
| Peacock | Pavo | 1,94 | 15:56 | 05:31 |
| Nunki | Sagittarius | 2,05 | 14:56 | 03:30 |
| Enif | Pegasus | 2,40 | 18:03 | 06:00 |
| Markab | Pegasus | 2,49 | 19:26 | 07:17 |
Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan.
Peta Bintang 1 Agustus 2026
Peta Bintang 15 Agustus 2026
Kampanye Langit Gelap
4-13 Agustus — Kampanye Globe At Night
Di bulan Agustus, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 4-13 Agustus. Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.
Pengamat di utara bisa mengamati rasi Cygnus dan rasi Herkules, sedangkan pengamat di selatan mengamati rasi Scorpius. Pengamatan dilakukan mulai pukul 20:00 – 22:00 waktu lokal.
Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.
Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.
Clear Sky!















Tulis Komentar