Sebuah Komet, Asteroid Kembar, atau Keduanya?

Ada benda langit beridentitas ganda. Asteroid kembar yang berperilaku seperti komet dan memiliki koma dan dan ekor yang panjang!

Tidak mudah untuk mengenali benda di langit. Bahkan dengan teleskop pun, astronom terkadang masih melihat benda langit dengan identitas ganda – komet yang ternyata pasangan asteroid.

Pasangan asteroid kembar 288P. Kredit: HST/NASA/ESA
Pasangan asteroid kembar 288P. Kredit: HST/NASA/ESA

Asteroid 288P berada jauh di Sabuk Asteroid di antara Mars dan Jupiter. Karena itu, asteroid ini sulit untuk diamati. Akan tetapi, bulan September tahun 2016, asteroid tersebut justru mendekati Bumi dan akhirnya para astronom bisa mengamati obyek yang satu ini dengan lebih detil. Hasilnya sangat mengejutkan karena 288P ternyata tidak sendirian melainkan sepasang asteroid!

Pasangan asteroid ini dikenal sebagai “sistem asteroid ganda”, yang artinya keduanya merupakan saudara yang saling mengitari, dengan jarak 100 km di antara keduanya. Karena keduanya juga memiliki ukuran dan massa yang hampir sama, makanya kedua asteroid ini bisa dikategorikan sebagai asteroid kembar!

Tidak mudah untuk bisa mengukur massa asteroid. Tapi, untuk 288P, para astronom bisa mengetahui massanya karena kedua obyek ini saling mengitari. Karena itu apa yang dilakukan para astronom kali ini merupakan suatu pencapaian yang mengagumkan. Tidak cuma itu! Ternyata, pasangan yang ditemukan para astronom ini merupakan asteroid kembar pertama yang perilakunya mirip komet!

Ada es yang menguap saat terkena panas Matahari – persis seperti ekor komet. Karen itu, 288P, si asteroid kembar pertama ini ketika pertama kali ditemukan justru tampak seperti komet dan akhirnya dikategorikan juga sebagai komet di Sabuk Utama.

Penemuan unik ini jelas membuat para ilmuwan bertanya-tanya, apakah mereka bisa menemukan obyek seperti 288P ini lagi? Sampai kita bisa menemukannya, untuk saat ini, para astronom bisa dibilang cukup beruntung bisa memiliki penglihatan ganda.

Fakta keren

Tahukah kamu kalau menurut penelitian yang dilakukan sekarang, air di Bumi bukan berasal dari komet seperti yang diduga selama ini, melainkan dari asteroid?

[divider_line]
Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.