fbpx
langitselatan
Beranda » Kapan Sebuah Komet Ternyata Bukan Komet?

Kapan Sebuah Komet Ternyata Bukan Komet?

Rata-rata, setiap tahunnya hanya sebuah komet yang bisa terlihat melintasi langit dengan mata telanjang. Jika keberuntunganmu sangat besar, kau mungkin bisa melihat salah satunya, dan gambar ini akan terlihat sangat akrab bagimu. Tapi, meskipun terlihat sangat mirip komet, objek ini mengejutkan para astronom, karena ternyata ini adalah sebuah asteroid sederhana!

Komet yang ternyata hanyalah asteroid. Kredit: NASA, ESA, D. Jewitt (University of California, Los Angeles), J. Agarwal (Max Planck Institute for Solar System Research), H. Weaver (Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory), M. Mutchler (STScI), dan S. Larson (University of Arizona)
Komet yang ternyata hanyalah asteroid. Kredit: NASA, ESA, D. Jewitt (University of California, Los Angeles), J. Agarwal (Max Planck Institute for Solar System Research), H. Weaver (Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory), M. Mutchler (STScI), dan S. Larson (University of Arizona)

Asteroid adalah gumpalan-gumpalan batu yang tersisa dari pembentukan Tata Surya kita 4,6 miliar tahun yang lalu. Dari Bumi, asteroid-asteroid ini terlihat bagaikan titik-titik terang berukuran kecil yang bergerak melintasi langit malam. Kebanyakan di antara mereka, seperti asteroid ini, berada di antara Mars dan Jupiter, di sebuah daerah yang disebut sebagai Sabuk Asteroid. Sementara itu, komet-komet biasanya ditemukan di tepi-tepi luar Tata Surya kita.

Kadang-kadang, sebuah komet akan mendekat ke arah Matahari. Saat ini terjadi, akan ada pertunjukan fantastis bagi kita! Komet-komet terbuat dari batu, debu, dan es. Jika berada terlalu dekat Matahari, panas membuat sebagian es menyublim. Ini menciptakan sebuah “ekor” fantastis yang bisa terlihat saat komet melintasi langit malam.

Kita bisa melihat sebuah ekor yang mirip komet di gambar ini. Namun, asteroid tidak terbuat dari es, jadi bagaimana asteroid ini bisa memiliki ekor?

Nah, asteroid ini berputar sangat cepat, menyebabkan gaya gravitasinya yang lemah sulit untuk menahan permukaan berbatu, jadi permukaan ini mulai berhamburan! Enam ekor yang mirip komet yang terbentuk di belakang asteroid ini sebenarnya terdiri dari hamburan debu dan batu!

Fakta menarik: Sejauh ini, mungkin 100 hingga 1000 ton materi asteroid telah hilang. Ini sekitar empat kali bobot Patung Liberty

Sumber: Universe Awareness Space Scoop

Avatar photo

Maria M. Lubis

Alumnus Astronomi ITB, pegawai tetap Bos Kecil Sakya, dan penerjemah/editor buku fiksi freelance yg akhirnya mendapat jawaban mengapa harus belajar Astronomi.

2 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

  • Menarik sekali…

    Mau tanya, Quascom (quasi comet – begitulah saya menyebutnya) ini terlihat kapan ya atau difoto kapan? dan namanya apa? Juga apa yang menyebabkan rotasi begitu cepat? Seberapa cepatkah rotasinya sehingga batuan-batuannya dapat terlempar? Bagaimana dengan lintasan orbit objek ini? Sudah berapa banyak ‘Quascom’ seperti ini ditemukan?

    Maaf kalo pertanyaan saya banyak, karna saya tertarik dengan objek yang satu ini..