Ayo Membuat Alat Pengamat Gerhana Matahari 2016!

Selain menggunakan kacamata matahari, alat pengamat yang aman yang dapat digunakan untuk mengamati gerhana matahari adalah menggunakan pinhole camera. Di Indonesia, pinhole camera ¬†dikenal dengan sebutan kamera lubang jarum. Saya sendiri lebih cenderung memberi sebutan “kamera lubang paku” karena sejatinya pelubangan memang menggunakan paku. Walaupun langitselatan sudah mengupas tuntas tentang pembuatan kamera lubang paku, kurang lengkap rasanya jika langitselatan tidak merangkum alat pengamat yang aman untuk menyambut fenomena Gerhana Matahari 2016 yang akan melintas di Indonesia pada bulan Maret 2016 nanti.

Para siswa di sekolahalam minangkabau tampak sedang mengamati matahari dengan menggunakan kamera lubang paku didampingi oleh fasilitator. Kredit: Aldino Adry Baskoro
Para siswa di sekolahalam minangkabau tampak sedang mengamati matahari dengan menggunakan kamera lubang paku didampingi oleh fasilitator. Kredit: Aldino Adry Baskoro

Pada artikel ini akan dijelaskan mengenai modifikasi kamera lubang paku baik dari sisi desain maupun bahan yang dapat digunakan. Pembuatan modifikasi kamera lubang paku yang akan dijelaskan di bawah dilakukan bersama para siswa kelas 4 dan 5 di sekolahalam minangkabau di Padang, Sumatera Barat. Walaupun kota Padang tidak dilalui oleh jalur total gerhana, namun fenomena Gerhana Matahari Sebagian juga menarik untuk diamati. Para siswa dapat diajak untuk bereskperimen membuat alat peraga sains, mempelajari sistem proyeksi, dan nantinya mengamati kejadian alam gerhana matahari secara langsung.

Sebagai penutup, beberapa artikel yang pernah diwartakan langitselatan mengenai alat pengamat matahari yang aman, kami rangkum dalam beberapa tautan di bawah. Jadi, ayo membuat alat pengamat Gerhana Matahari. Jangan lewatkan Gerhana Matahari lewat begitu saja.

Modifikasi Kamera Lubang Paku

Bahan:

  • Kardus bekas besar
  • Kardus susu
  • Push pin
  • Kaleng minuman bekas
  • Isolasi/lakban
  • Kertas putih

Alat

  • Gunting
  • Cutter

Cara membuat:

  1. Potong kaleng menggunakan cutter sebagai awalan. Kemudian, lanjutkan pemotongan menggunakan gunting untuk memudahkan pemotongan
  2. Potong aluminium foil dari kaleng minuman sehingga berbentuk persegi. Ingat, bagian aluminium yang dipakai hanya seukuran lubang paku sehingga dalam satu kaleng minuman dapat digunakan untuk beberapa kamera lubang paku.
  3. Ambil kotak susu bekas. Buat pola persegi panjang yang ukurannya lebih besar dari pola aluminium foil. Potong bagian tengah kotak susu yang telah dipotong dengan ukuran lebih kecil dari pola aluminium foil.
  4. Tempelkan lembaran aluminium foil kaleng minuman di bagian tengah karton bekas kotak susu yang telah digunting sehingga bagian tengah yang dipotong tertutup semuanya. Penempelan dilakukan dengan menggunakan selotip.
  5. Lubangi bagian tengah aluminium dengan menggunakan push pin.
  6. Siapkan kardus bekas. Tempelkan pada salah satu bagian dalam kardus dengan kertas putih. Kertas ini berfungsi sebagai layar untuk mengamati hasil proyeksi matahari.
  7. Lubangi bagian kardus dengan ukuran lebih kecil dari karton beraluminium foil. Bagian yang dilubangi adalah bagian kardus yang berhadapan dengan layar putih. Tempelkan karton beraluminium foil dengan menggunakan selotip sehingga menutup semua lubang yang dibuat pada sisi kardus. Pastikan lubang pada aluminiium foil tidak tertutup bagian kardus.
  8. Ada dua model kamera lubang paku. Model pertama adalah dengan menutup kardus, mengisolasinya, dan membuat lubang pengamat di bagian samping kamera lubang paku seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah.

    Model pertama dari kamera lubang paku. Kredit: Aldino Adry Baskoro
    Model pertama dari kamera lubang paku. Kredit: Aldino Adry Baskoro
  9. Model kedua kamera lubang paku adalah dengan membuat semacam lubang sebagai tempat memasukkan kepala. Model ini dapat dibuat dengan menggunakan kardus yang berukuran cukup besar. Kardus yang diperlukan sebanyak dua buah. Bagian sisi kardus yang berfungsi sebagai penutup pada kardus yang telah dilubangi tidaklah ditutup, melainkan dibuka dan pada sisinya diisolasi. Kardus akan terlihat sebagai sebuah kotak yang tidak memiliki penutup.
  10. Kardus kedua digunakan sebagai penutup bagian berlubang. Aturlah bagian yang ditutup dengan menyisakan lubang yang dapat dimasuki oleh kepala pengamat.

Cara penggunaan.
Arahkan bagian aluminium yang berlubang searah dengan datangnya sinar matahari. Aturlah posisi datangnya sinar dengan mengubah-ngubah posisi kardus sehingga proyeksi matahari dapat terlihat di layar dengan bentuk bulatan cahaya berwarna putih. Pada saat gerhana matahari terjadi, bulatan putih matahari yang terlihat pada layar akan tertutup oleh bulan secara bertahap.

Hasil proyeksi matahari pada kamera lubang paku. Kredit: Aldino Adry Baskoro
Hasil proyeksi matahari pada kamera lubang paku. Kredit: Aldino Adry Baskoro

Dalam pembelajaran, pembuatan kamera lubang paku dapat dibuat berbagai model sesuai dengan kreativitas dari siswa. Gambar-gambar di bawah adalah beberapa model kamera lubang paku hasil kreasi siswa-siswa kelas 4 sekolahalam minangkabau.

Beberapa alat pengamat matahari lainnya dapat dilihat pada artikel lainnya pada pengamatan transit venus yang pernah dilakukan sebagai berikut:

Kamera lubang paku sederhana dapat dilihat pada artikel berikut: http://langitselatan.com/2012/05/31/pembuatan-alat-pengamat-transit-venus-pinhole-sederhana-pinhole-kotak-kardus/

Teleskop YAG (You Are Galileo) dapat dimanfaatkan untuk mengamati proses terjadinya gerhana melalui sistem proyeksi. Cara membuat sistem proyeksi memanfaatkan teleskop YAG dapat dilihat pada link berikut:  http://langitselatan.com/2012/01/09/pengamatan-matahari-dengan-teleskop-you-are-galileo/

Saat ekspedisi transit venus 2012, model alat pengamat berpenampang panjang digunakan untuk memperbesar piringan matahari saat diproyeksikan ke layar. Dua alat pengamat tersebut dapat juga digunakan untuk mengamati gerhana matahari. Artikel tersebut dapat dibaca pada link berikut:

Jika pembaca memiliki filter matahari baik jenis mylar maupun ND5, artikel di bawah layak anda baca:

Ditulis oleh

Aldino Adry Baskoro

Aldino Adry Baskoro

alumnus astronomi ITB yang saat ini berprofesi sebagai pendidik di sekolahalam Minangkabau dan penulis di langitselatan.